
Kinan menatap Bagas dengan pandangan bingung. Seharian ini Bagas nampak berbeda sekali. Selalu bilang mau nikah dan nikah, mau secepatnya melamar. Padahal mereka tak pernah punya hubungan khusus apalagi hubungan spesial. Baru tadi pagi, Bagas mengumumkan kalau mulai hari ini keduanya memiliki hubungan spesial. Tapi hanya mereka yang tahu. Hubungan itu tidak di umumkan di seluruh kantor, mungkin ada alasan lain?
"Nikah di sini? Bapak sehat kan? Gak lagi sakit? Masih waras kan?" tanya Kinan mendekatkan wajahnya pada Bagas.
Bagas malah tertawa dan mengernyitkan keningnya.
"Lho ... Kamu pikir saya sedang bercanda?" tanay Bagas ketus dan sikap dinginnya muali keluar.
"Jleas dong. Bapak itu hari ini aneh banget. Bisa jadi Bapak kepalanya kepentok meja atau atap mobil jadi bisa kehilangan akal sehat," ucap Kinan kesal.
Kinan hanya merasa dirinya di permainkan oleh Bagas saja. Semuanya tiba -tiba. Jangan sampai, Kinan terbawa suasana dan terhanyut dengan ucapan manis Bagas yang akhirnya membuat Kinan sakit hati sendiri.
__ADS_1
Kalau di bilang kagum, ya, Kinan kagusm dengan Bagas dan semua prestasi Bagas di dunia bisnis. Sebagai sekertaris, Kinan banyak mengetahui sisi lain dari seoarang Bagas, Direktur di perusahaan tempat ia bekerja.
"Ya sudah, kalau kamu masih anggap saya bercanda, tidak serius. Itu hak kamu, Kinan. Jangan sampai saya berbuat nekat agar kamu bisa mulai mencintai saya," ucap Bagas tegas dan mengedipkan satu matanya kepada Kinan. Sontak membuat Kinan semakin bingung dan cemas denagn perlakuan Bagas sejak pagi.
Bagas sudah duduk di salah satu tempat yang ia pesan. Tidak hanya itu ternyata di meja pesanan itu sudah ada banyak makanan. Kinan menatap makanan yang banyak dan semuanya adalah makanan kesukaannya. Dari mana Bagas tahu itu semua, atau memang ini hanya kebetulan saja.
Kinan ikut duduk di samping Bagas. Tempat yang hanay ada meja tanpa kursi tapi memang nyaman sekali. Angin sepoi -sepoi membuat teempat ini semakin terlihat indah dan sejuk.
Kinan hanya mengangguk dan mengambil beberapa makanan yang paling ia suka di atara yang ia suka.
"Besok kita ke luar kota," ucap Bagas tiba -tiba saat Kinan baru saja akan menyuapkan satu potongan udang asam manis ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Apa? Ke luar kota? Perasaan gak ada jadwal ke luar kota, Pak," ucap Kinan berusaha mengingat jadwal untuk besok. Kinan tadi smepat baca dan mulai mengatur jadwal sejak pagi apa yang harus ia lakukan.
"Ada rapat penting. Rapat ini sangat penting seklai buat kehidupan saya. Jadi saya gak mau terlambat," ucap Bagas memberikan pesan tersirat untuk Kinan.
"Kemana Pak?" tanya Kinan berusaha mengalah. Biar bagaimana pun juga Bagas adalah bosnya, harus di hormati semua keputusannya.
"Ke Yogyakarta. Kita berangkat pagi, saya sudah pesan tiket pesawatnya. Saya harap kamu bisa tepat waktu," titah Bagas pada Kinan.
"Siap Pak. Kinan akan sampai di bandara tepat waktu. Jama berapa Pak?" tanay Kinan kemudian.
"Saya akan jemput ke apartemen kamu, tepat pukul enam pagi," tegas Bagas melanjutkan makan siangnya.
__ADS_1
Kinan hanya bisa mengangguk pasrah dan tidak memiliki kecurigaan apapun.