Talak Aku, Mas

Talak Aku, Mas
SS 2.64


__ADS_3

Ternyata perjuangan Bagas untuk mendapatkan Kinan itu begitu lancar. Walaupun ada beberapa kerikil yang tentu membuat masalah kecil di hubungannya.


Keluarga Kinan sudah bisa menerima Bagas dengan baik dan menerima lamaran Bagas.


Bagas tidak akan menyia -nyiakan kesempatan ini. Kesempatan yang tidak akan terulang lagi. Kesempatan yang harus di jaga agar kesalahan lalu tidak terulang lagi.


Bagas harus bisa memeilih mana yang prioritas dan bukan prioritas untuk hidupnya.


Kembalinya Bagas dan Kinan ke kantor kini juga membuat hari -hari Bagas menjadi lebih bahagia. Kinan sendiri perlahan mulai bisa menerima Bagas sebagai kekasihnya sekaligus atasannya. Tentu ini bukan hal mudah. Keinginan Kinan hanyalah tetap pada profesionalitas di junjung tinggi saat berada di kantor.


Kinan tidak mau, semua karyawan mengetahui hubungan mereka. Kinan hanya ingin hubungannya dengan Bagas tersembunyi, dan kabar bahagia akan di bagikan satu kantor saat setelah perniakhan itu terjadi atau satu hari sebelum pernikahan itu terjadi.


Pagi ini Kinan sudaah berada di kantor. Kinan membawa sayuran mentah dan daging mentah untuk di masak di pantry kantor.


Sudah satu jam Kinan sibuk memasak di kantor. Beberapa temannya hanya melihat apa yang sedang di masak Kinan sambil berdandan di depan cermin besar.


"Masaknya banyak amat? Buat siapa? Mau bagi -bagi ya?" tanya Risa pada Kinan sambil memoles liptint di bibir seksinya.

__ADS_1


"Kamu mau coba? Kalau mau coba boleh, ambil piring sana, cicipin masakan Kinan," ucap Kinan pada Risa.


"Siap," jawab Risa penuh semangat.


Risa langsung mengambil piring dan mengisi penuh dengan makanan yang dibuat Kinan lalu menikmatinya. Risa tak bisa berkata -kata karena memang masakan Kinan sangat enak sekali.


"Buat siapa sih?" tanya Risa bingung.


"Pak Bagas. Kemarin pesen minta di buatin sarapan," ucap Kinan santai.


"Udah ah. Kinan mau balik lagi. Bilang yang lainnya, kalau mau ambil, ambil aja. Masih ada," titah Kinan pada Risa, teman satu kantornya.


Kinan meletakkan makanan itu di meja Bagas, bos besarnya.


"Makasih Sayang, sarapannya," ucap Bagas yang tiba -tiba masuk ke dalam ruangan itu hingga membuat Kinan kaget.


"Bapak ngagetin Kinan," ucap Kinan sambil menghirip napas dalam.

__ADS_1


Bagas mendekati Kinan dan memeluk Kinan dari belakang dan mencium pipi Kinan dengan cepat dan spontan.


Cup ...


"Pak? Kok cium -cium sih. Ini di kantor lho," ucap Kinan kesal.


"Jadi kalau gak di kantor udah boleh cium pipi?" tanya Bagas menatap wajah Kinan sambil menaik turunkan alis pada Kinan.


"Gak boleh. Belum SAH," ucap Kinan ketus.


Kinan langsung membuang wajahnya dan membalikkan tubuhnya menuju pintu keluar. namun sayang, tangan Kinan langsung di tarik Bags hingga tubuh Kinan masuk dalam pelukan Bagas..


"Kalau kamu mau, kita bisa menikah minggu depan. Saya akan mempersiapkan semuanya. Kamu tinggal pilih mau pernikahan sederhana atau mewah?" tanya Bagas dengan tatapan lekat ke arah Kinan.


Tatapan yang sama sekali tak bisa di hindari Kinan. Mnejadi kekasih Bagas adalah impian banayk kaum hawa. Apalagi bisa menjadi istri dari Direktur terkenal.


Kinan melebarkan senyumnya yang menandakan bahwa Kinan bersedia menikah dengan Bagas. Senyuman yang membuat kedua pasangan itu sangat berbahagia.

__ADS_1


__ADS_2