Talak Aku, Mas

Talak Aku, Mas
SS 2.60


__ADS_3

Kinan terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Bagas. Betul kata Bagas barusan. Kinan belum tentu bisa amanah dengan perjanjian waktu yang akan di berikan Bagas pada dirinya. Dirinya juga belum mencintai Bagas, hanya kagum. Hal lainnya, Kinan memang dilema. Dika juga mengungkapkan isi hatinya waktu itu, bahkan Ibunya sudah merestui hubungan mereka jika ingin serius. Kinan sama sekali tak memberi jawaban, karena memang tidak menyukai Dika. Menurut Kinan, ada hal lain yang tidak di ketahui Kinan soal Dika dan keluarganya.


"Tidak bisa menjawab kan? Atau bingung? Karena Dika?" ucap Bagas penuh emosi saat menyebut nama lelaki itu.


Kinan terbelalak, kenapa Bagas bisa tahu soal Dika? Kinan berusaha tenang dan sama seklai tidak mau menyulut perdebatan lagi.


"Ekhemm bukan soal itu. Bapak bisa bicara langsung denagn orang tua Kinan. Sebelum ini, Kinan sudah pernah akan di jodohkan denagns eoarang laki -laki yang Kinan tidak tahu. Kinan melarikan diri dari perjodohan itu. Takutnya, Bapak dan Ibu Kinan tidak setuju soal hubungan Bapak dan Kinan. Cuma itu yang jadi beban Kinan," ucap Kinan lirih.


Uneg -unegnya akhirnay tersalurkan juga. Ini alasan utama Kinan tidak mau di dekati lelaki lain. Kinan tidak mau bermain hati. Kepergiannya saat itu hanya ingin emloloskan ekinginannya menjadi wanita karir dan ebkerja di kota besar sesuai impiannya. Tapi, makin kesini, Kinan merasa hidup Kinan hampa.


Bapak Kinan mendiamkan Kinan. Selama ini, Kinan hanya berkomuniakasi dengn Ibu Kinan saja, itu pun hanya melalui pesan singkat. Dua kakak lelaki Kinan terus memantau Kinan selama berada di kota besar. Kinan selalu di pantau oleh Mbak Shella kekasih Kakaknya.


Bagas menatap Kinan dan berjalan menghampiri Kinan yang tertunduk dalam. Bagas bersujud di depan Kinan. Lalu kedua tangannya di genggam Bagas denagn erat.

__ADS_1


"Boleh saya bicara sedikit saja. Mungkin sudah waktunya saya bicara soal ini. Soal perjodohan kita yang sempat gagal," ucap Bagas pada Kinan. Ucapan bagas langsung membuat Kinan menatap wajah Bagas yang terlihat sangat serius sekali. Tak ada senyum, tak ada candaan dan semua terlihat apa adanya.


"Maksud Pak Bagas apa?" tanya Kinan bingung.


"Kita itu teman kecil dulu. Saya menyukai kamu sejak kecil. tak hanya itu kita dulu bermain bersama hingag suatu hari, kamu meminta saya untuk menikahi kamu bila sudah dewasa nati. Saya suka kamu, nama kamu, sikap kamu, sifat kamu, Kinanti Rahajeng," ucap Bagas jujur.


"Ja -jadi? Maksud Bapak? Kita akan menikah karena di jodohkan?" tanya Kinan tak percaya. Kinan tak pernah emnyangka kalau jodohnya itu adalah direkturnya sendiri.


"Iya. Tapi, saya terlambat Kinan. Saat itu ada klien dari luar negeri yang datang mendadak dan ingin emnemui saya untuk tanda tanagn kontrak. Di tambah lagi pesawat delay, dan acara malam itu tak terkejar," ucap Bagas jujur.


"Memangnya kamu lupa? Soal kita? Pertemanan kita waktu kecil? Apa sama sekali tidak ada yang kamu ingat, Kinan?" tanya Bagas ragu.


"Maaf Pak. Kinan benar -benar tidak ingat," ucap Kinan menunduk dalam. Otak Kinan terus berusaha untuk mengingat kembali cerita indah di masa lalunya bersama Bagas.

__ADS_1


Bags mengangguk kecil dan pasrah dengan keadaan. Mau di paksa pun pasti akan percuma jika Kinan tak pernah bisa mengingatnya. Pantas saja, Kinan tak mengenal Bagas.


"Ekhemmm ... Kalau lihat ini? Kamu ingat?" tanay Bagas kemudian melepaskan gemnggaman tangannya dari tanagn Kinan dan merogoh kantong celananya untu mengambil dompet dan emngeluarkan sebuah foto masa lalu. Ya, foto hitam putih yang menampilkan sosok Bagas dan Kinan dalam gendongan Bagas.


"Ini Kinan?" tanya Kinan kemudian.


"Iya. Lucu kan?" ucap Bagas pelan.


"Terus ini Pak Bagas?" tanya Kinan semakin antusias berusaha mengingat masa lalunya.


"Tepat sekali. Kamu itu lucu dan menggemaskan. Sampai saat ini juga masih sama, ternyata rasa itu juga masih sama," ucap Bagas pada Kinan.


"Tapi Pak? Kinan benar -benar lupa," ucap Kinan kemudian.

__ADS_1


"Iya gak masalah. Kalau boleh meminta, kita ulangi lagi masa lalu kita. Bukankah kita sudah menjadi sepasang kekasih? Kita tinggal wujudkan semua rasa cinta itu agar kita cepat menikah, bukan karena perjodohan tapi karena keinginan kuat kita berdua," pinta Bagas pada Kinan.


__ADS_2