Talak Aku, Mas

Talak Aku, Mas
SS 2.61


__ADS_3

Suasana mendadak hening dan sunti, hanyaa ada isak tangis yang melingkupi rasa haru dan bahagia.


"Ekhemm Pak ... Kenalkan ini Direktur Kinan. Namanya Pak Bagas, kebetulan kita ada kerjaan dan mampir kesini," ucap Kinan beralasan.


Tidak ada kerjaan apapu. Bagas sudah menceritakan semuanya, hari ini keduanya sama -sama mengambil cuti bukan karena ada kerjaan di luar kota. Bagas hanya ingin cepat bisa menghalalkan Kinan dan menjadikan Kinan sebagai ratu di hati dan di hidupnya untuk selamanya.


Ibu dan Bapak saling berpandangan dan menatap Bagas yang begitu terlihat sangat gentle.


"Bosnya Kinan di knator dong?" tanya Bapak memastikan.


"Betul Pak. Do kantor, kami memang atasan dan bawahan, Kinan adalah sekertaris saya. Tapi saat ini, Kinan adalah kekasih saya," ucap Bagas denagn suara lantang dan tegas membuat Kinan melirik ke arah Bagas dan tersenyum kecut.


Perjanjiannya hanay ingin bereknalan tidak to the point seperti ini. Kenapa ini malah berubah haluan.


Ibu melongo kaget sekali. Selama ini, Kinan anak baik, gadis yang patuh dan tidak pernah neko -neko. Lihat saja, ini kali pertamanay Kinan membawa seorang laki -laki yang ternyata Bosnya sekaligus kekasihnya.

__ADS_1


"Masuk dulu yuk. Kita ngobrol di dalam. Gak enak ngobrol di depan pintu kayak gini, bisa jadi bahan ghibah tetangga," ucap Ibu Ayu meminta Bagas untuk masuk dan duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu itu.


"Iya Bu," jawab Bagas dengan sopan.


Kinan dan Bagas masuk ke dalam rumah. Bapak Kinan sudah duduk terlebih dulu di salah satu sofa. Kinan dan Ibu pergi ke dalam menuju dapur untuk membuat minuman hangat dan menyiapkan beberapa cemilan dari dalam lemari makanan.


"Itu bener bos kamu, Ndok?" tanya Ibu Ayu pada Kinan.


"Benar Bu. Namanya Pak Bagas. Kinan bekerja di perusahaan Pak Bagas, ini perusahaan elite yang di kasih dosen Kinan itu Bu," ucap Kinan antusias menjelaskan.


"Lho, Ibu kok jadi bahas masalah itu sih? Kita cuma punya hubungan aja, dan belum berpikir sejauh itu, Bu," ucap Kinan sedikit kesal.


"Ndok ... Dimana -mana, kalau seoarng laki -laki sudah bilang punya hubungan dengan anak gadis dan dia mau datang ke rumah secara gentle itu tandanya serius," ucap Ibu Ayu menjelaskan.


"Ahhh masa sih Bu. tadi Pak Bagas katanya cuma mau kenal Bapak dan Ibu saja kok, gak ada yang lain," bela Kinan masih tak percaya dengan ucapan Ibunya.

__ADS_1


"ya sudah kalau gak percaya. Kamu lihat saja nanti. PAk Bagas suka minuman apa? PAa kamu yang mau buatkan?" tanay Ibu Ayu pada Kinan.


"Ohh iya, tadi minta jahe wangi saja, badannya agak gak enak," ucap Kinan mencari sekoteng instan yang ada di rak makanan paling atas.


Kinan sudah membuatkan wedang jahe, dan menyelipkan beberapa cemilan kering di toples serta kopi hitam buatan Ibu Ayu untuk Bapak.


Kinan mengangkat nampan itu dan emmbawanya keluar untuk di sajikan ke meja di ruang tamu.


"Silahkan di minum dan di nikmati, Pak," ucap Kinan sopan dan duduk di dekat Ibu Ayu.


Bagas hanya menatap Kinan yang juga menatapnya dan mengedipkan satu matanya pada Kinan. Huff ... Perasaan Kinan jadi tidak enak dan tak menentu.


"Ini lho Bu. Bagas itu mau serius sama Kinan. Kalau bisa mau tunnangan di akhir minggu ini. Kira -kira gimana? Kalau Bapak sih setuju -setuju saja," ucap Bapak lebih pasrah.


Bagi orang jawa, ada lelaki datang melamar anak gadisnya itu paling haram dan paling anti untuk di tolak karena akan ada karma di kehidupan selanjutnya bagi si gadis yang menolak lamaran lelaki itu. Itu sih, menurut orang jawa kuno. Kalau sekarang mungkin sudah tidak akan seribet ini.

__ADS_1


Ibu Ayu melirik ke arah Kinan yang melongo bingung. Kinan tidak mau secepat ini. Hatinya belum sepenuhnya mencintai Bagas. Waalupun rasa kagum itu sudah ada.


__ADS_2