Talak Aku, Mas

Talak Aku, Mas
SS 2.57


__ADS_3

Pagi- pagi sekali Kinan sudah bangun dan membereskan beberapa pakaian ke dalam kopernya untuk di bawa ke perjalanan dinas sesuai dengan jadwal yang di berikan Bagas kemarin.


Kinan mulai memasak sarapan pagi untuk dirinya sendiri dan kemudian mandi lalu menunggu Bagas datang menjemput dirinya untuk ke Bandara bersama.


Kini, waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Kinan sudah rapi dengan setelan celana panjang dan kemeja serta blazer yang membuat Kinan semakin terlihat cantik.


Tok ... Tok ... Tok ...


Suara ketukan pintu depan apartemen milik Kinan terdengar sangat keras. Mungkin yang mengetuk pintu terlalu bersemangat sekali.


"Pak Bagas sudah datang. Masuk dulu Pak, Kinan baru sarapan. Mau cicip sarapan buatan Kinan?" tanya Kinan pada Bagas yang terlihat datar dan mengangguk kecil lalu masuk ke dalam apartemen Kinan tanpa menjawab sepatah kata pun.


Kinan hanay melongo melihat Bagas yang masuk begitu saja dan langsung duduk di meja makan mengambil piring dan menyendokkan nasi goreng lalu melahap dengan nikmat.


Kinan berjalan pelan dan menyiapkan air minum di dalam gelas untuk Bagas.


"Enak Pak?" tanya Kinan yang jadi tak selera makan melihat Bagas yang terlihat rakus dan seperti belum makan selmaa seminggu.

__ADS_1


"Hemmm ...." jawab Bagas hanya berdehem sambil menatap Kinan yang ada di depannya lalu mengangguk kecil menandakan bahwa sarapannya memang sangat enak sekali.


Kinan sampai menelan air liurnya dan meneguk air putih di dalam gelas miliknya. Kinan hanya menemani Bagas hingga menyelesaikan sarapannya.


"Yuk ... Sudah selesai nih," ucap Bagas sambil mengelap mulutnya dengan tisu makan yang ada di meja itu.


"Sudah Pak?" tanya Kinan sampai bengong.


"Sudah habis kan semuanya. Enak sekali, coock sama masakan calon istri," ucap Bagas dengan wajah serius dan emnatap lekat Kinan hingga membuat Kinan salah tingkah sendiri.


"Ayok Pak, keburu siang, sudah jam enam pagi," jawab Kinan mencari tema lain. Paling tidak agar rasa gugup dan salah tingkahnya hilang.


Perjalanan hanya satu jam saja. Jalan raya masih sepi dan belum begitu ramai padat seperti biasanya. Bagas dan Kinan duduk di kursi tunggu sambil mendengarkan informasi mengenai penerbangan pesawat yang akan di naikinya sudah akan bersiap atau belum.


"Kinan ... Yuk," titah Bagas pada Kinan sambil menarik tanagn Kinan dan di genggam erat.


Kinan hanya menurut dan menatap tangannya yang di tarik begitu saja oleh Bagas.

__ADS_1


Mereka sudah masuk ke dalam pesawat dan mencari tempat duudk mereka di kelas bisnis.


"Kamu di pojok ya. Saya tidak mau kamu dekat dengan lelaki lain," bisik Bagas pada Kinan yang melihat di kursi paling luar adalah penumpang laki -laki.


Kinan hanya melirik ke arah Bagas sekilas dan emngangguk pasrah.


Perjalanan dinas palsu yang di buat oleh Bagas agar bisa membawa Kinan pulang ke Yogyakarta dan bertemu dengan kedua orang tua Kinan.


"Pak ... Kalau boleh tahu, kita akan rapat dimana? Mungkin Kinan tahu tempatnya," ucap Kinan pelan.


"Di Hotel Ambarukmo," jawab Bagas sekenanya. Bagas memang ingin menginap di sana agar tidak terlihat berbohong. Nah, baru pas naik mobil sewaan berpura -pura mampir ke rumah orang tua Kinan. Di situlah, Bagas akan melancarkan aksinya untuk melamar Kinan.


"Ohh ... Hotel Ambarukmo?" jawab Kinan mengangguk -anggukkan kepalanya.


"Kenapa? Kamu mau mampir ke rumah kamu?" tanya Bagas Lembut.


"Ohhh ... Gak usah Pak. Ini kan urusan kerjaan bukan acara jalan -jalan ataupun cuti," ucap Kinan pada Bagas.

__ADS_1


"Lho ... Sambil menyelam minum air juga kan gak maasalah. Saya ini bos kamu, jadi saya punya hk memberikan ijin pada bawahan saya," tegas Bagas pada Kinna.


"Apalagi kamu calon istri saya. Saya juga perlu mengenal kedua orang tua kamu," ucap Bagas dengan suara tenang membuat Kinan semakin emrinding mendengar Bagas ingin menemui keluarganya.


__ADS_2