TANTE Kesayangan Tuan Muda

TANTE Kesayangan Tuan Muda
S2 - adu romantis


__ADS_3

"Kalian menginaplah disini ya?" bujuk Nora pada Darren dan Resha, keduanya saling tatap seolah bicara lewat sorot mata, tak lama kemudian mengangguk. Di ruang tamu, Devano sedang mengobrol dengan Alfin juga Abiyan.


"Dev, rupanya anakmu mengikuti jejak ayahnya?" seloroh Abiyan yang baru tahu kalau Darren menikahi Resha yang berstatus janda bahkan berusia lebih tua.


"Iya hahah, namanya juga anakku. Buah jatuh kan tak jauh dari pohon," ucap Devano terbahak kali ini.


"Bagaimana kabar kalian?" sambungnya lagi karena beberapa bulan terakhir Devano jarang bertemu kedua sahabatnya.


"Aku dan Karin tentu saja baik," ucap Alfin.


Namun, dibalas helaan napas dari Abiyan.


"Hehe kenapa kau By?"


"Clara ngambek, aku tidur di luar gara-gara keseringan game sampai malem sepulang ngantor."


Lantas dibalas gelak tawa Devano dan Alfin.


"Sudah tua masih aja main game, anak bini makanya diurusin!" Cibir Alfin.


"Hahaha, aku dong selalu mengutamakan istri dimanapun," ucap Devano dengan bangga.


Darren yang sedang menaiki tangga menggandeng Resha tak sengaja mendengar ucapan sang ayah, keduanya saling tatap sebentar pun terkekeh.


"Sukur diketawain anak kamu itu hahah!" ejek Abiyan.


"Heh jangan salah, itu karena mereka kalah romantis."


Alfin menggelengkan kepalanya melihat tingkah Devano.


"Pas muda penuh ambisi, pas tua gak mau kalah," ujar Alfin.


"Hahahahah."


Mereka sontak terkekeh bersama, ditemani kopi mereka berbagi kabar masing-masing.

__ADS_1


Darren dan Resha sudah sampai di kamar tanpa banyak bicara.


"Ayah orangnya seru juga ya, temen-temennya sampai ngakak gitu." puji Resha.


"Iya, Ayah itu pesonanya luar biasa, persahabatannya juga bahkan sampai sekarang mereka masih sering menceritakan hal-hal indah di masa muda. Kadang aku merasa iri dengan hal itu."


"Kok bisa?" tanya Resha.


"Karena aku bukan tipe orang yang friendly seperti Ayah, aku orangnya cuek, malas komunikasi dan alhasil gak punya teman dekat. Kecuali Leon sih." aku Darren.


"Makin kesini aku makin ngerti kok, suamiku bukan perayu handal tapi aku suka setiap tindakannya," ujar Resha.


"Termasuk yang ini bukan?" Darren meraih tangan Resha dengan posisi berhadapan, dan meletakkannya di leher.


"Bukan yang ini juga tapi," Resha hendak meraih tangannya akan tetapi tubuh Darren sudah lebih dulu ambruk dan mendorongnya ke atas ranjang.


"Aku gak mau lho kalah sama Mama dan Papa, kamu inget kan? hal yang harusnya jadi malam pertama kita malah jadi malam panas mereka," Ucap Darren menatap lekat Resha.


"Hahahah..." Resha tak kuasa menahan gelak tawanya.


"Kok malah ketawa, aku cium nih." Ancam Darren.


"Main sebentar sebelum tidur boleh?" tanya Darren.


"Nggak boleh," ujar Resha bermaksud menggoda.


"Boleh ya, besok aku beliin tas merk C keluaran terbaru." bujuk Darren.


Resha menggeleng sambil menahan tawa.


"Ck! mentang-mentang punya uang, main sogok." omel Resha, Darren hanya nyengir kuda.


"Istriku yang bikin candu ini makin pintar, hehehe makin pintar kalau lagi nurut," ucap darren sebelum akhirnya membungkam Resha dengan ciuman. Bukan hanya itu, Darren juga mengabsen setiap inci leher Resha dan memberikan tanda kissmark disana. Tak butuh waktu lama untuknya merayu karena saat ini Resha sudah mengalungkan kedua tangannya di leher Darren.


"Kamu cantik banget, baby!" puji Darren seraya mencoba membuka dengan pelan gaun Resha. Tangannya sudah bergerilya kemana-mana, hingga membuat Resha meringis dan berulang kali mengerjapkan mata karena merasakan sensasinya.

__ADS_1


"Hemm."


"Eum, Derr!"


"Sebentar sayang." Darren pun mulai melakukan aktivitasnya. Sementara Resha, ingin rasanya ia mengumpat saat sesuatu milik Darren menerobos paksa.


"Heh, pelan-pelan," bisik Resha, meski sudah beberapa kali melakukannya tetap saja masih terasa sempit.


"Kamu sempit sayang."


Entah harus senang atau bagaimana? karena menjadi istri Darren adalah pengalaman pertamanya bercin ta. Sementara bersama Anton, ia tak pernah sekalipun melakukan hal jauh lebih dari pada ciuman, dengan alasan menunggu Resha benar-benar mencintainya, padahal sedari awal memutuskan menikah dengan Anton, Resha sudah menyerahkan dirinya agar menjadi sosok istri yang utuh.


Darren, gambaran sosok laki-laki sempurna. Muda, baik, dan bergairah membuat Resha tak butuh waktu lama untuk jatuh cinta, akan tetapi cinta sepihak itu terasa menyakitkan bukan? karena hingga saat ini Darren belum pernah sekalipun mengucapkan kata cinta.


Kata yang sangat dinantikan Resha sebenarnya.


Sora itu, dihari terakhir menginap di rumah orang tua Darren. Resha tak sengaja mendengar percakapan Leon dan Qween di balkon.


"Kamu tau, aku bahagia sekali karena sebentar lagi kita akan menikah, aku akan melewati hari-hariku selanjutnya dengan kamu, orang yang aku cintai," ucap Leon bersungguh-sungguh.


"Terima kasih, Bee. Kamu sudah membuktikannya tanpa aku pinta." balas Qween.


Resha hanya bisa menghela napas kasar, awalnya ia hendak ke balkon untuk bersantai sejenak lantaran suaminya tidur. Tak disangka, ia mendengar Leon dan Qween bicara jadi mengurungkan niatnya. Terlebih Resha tak mau mengganggu karena balkon kamar mereka bersisihan.


Resha pun akhirnya memilih turun hendak mengambil air minum di kulkas dapur. Langkahnya terhenti kala melihat mama Nora yang sedang memasak sedangkan Ayahnya memeluk dari belakang dan menyandarkan kepala di pundak sang mama, sungguh romantis!


"Anak-anak sedang istirahat di kamar, Bi Ijah ke supermarket. Mama gak mau nyobain sensasinya main di dapur," goda Devano.


Resha yang samar mendengarkan pun membelalakkan mata, ia mengurungkan niat dan melangkah pelan kembali ke kamar.


Sial sekali hidupnya.


"Huh, kenapa rumah ini bertaburan micin sementara suamiku..." Resha menggerutu, sampai di kamar ia semakin kesal melihat Darren tidur dengan pulas. Meski ia selalu menyukai setiap tindakan, ada baiknya Resha ingin mendengar kata-kata manis meski hanya bualan.


Dan yang membuat Resha kesal adalah ketidak pekaan Darren akan perasaannya.

__ADS_1


"Kamu nyebelin." Resha berkacak pinggang menatap Darren yang tertidur.


"Dasar gak peka, cuek, jelek, menyebalkan." Resha menggerutu sendiri, karena lelah ia pun menyusul Darren tidur dengan tubuh membelakangi.


__ADS_2