TANTE Kesayangan Tuan Muda

TANTE Kesayangan Tuan Muda
Haneymoon- Aku mencintaimu lebih


__ADS_3

Nora bukan tak khawatir mendengar cerita Elle perihal hubungan yang kandas. Tapi ia khawatir jika Devano sama seperti Albert nantinya, meski berulang kali meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Namun, perasaan ragu terus mendominasi, takut kalau-kalau perasaan Devano labil, takut kalau suatu saat suaminya berpaling pada wanita yang jauh lebih muda, bukankah itu hal yang memungkinkan?


Devano, ia tahu hal yang mengganggu perasaan istrinya sedari tadi. Maka dari itu, ia langsung pamit pulang ke hotel selepas makan malam bersama om Alex dan keluarga. Saat ini suasana hati Nora sedang tidak baik-baik saja, ia tahu keraguan yang tercetak di raut wajahnya.


Paginya Devano berusaha kembali meyakinkan Nora setelah mereka sarapan, istrinya masih saja terlihat muram sejak pulang dari kediaman om Alex.


"Kenapa istriku muram sekali, hmm?" ia melingkarkan tangan di pinggang Nora, menyenderkan kepalanya manja sembari menatap gemerlap Singapura di malam hari dari balkon hotel. Semilir angin menerpa kulit keduanya, namun tak membuat Nora beranjak dari tempat. Diam dan menikmati malam, tanpa merespon Devano yang terus menempel manja padanya.


"Kenapa? masih kepikiran sama cerita Elle? kamu gak percaya sama aku, hmm?" Seperti tau apa yang mengganggu fikiran istrinya, ia semakin mengeratkan pelukan.


"Dev, sesak jangan erat-erat." keluh Nora berusaha melepaskan diri dari tangan Devano.


"Enggak, gak akan kalau kamu belum jujur, kenapa? jujur sama aku, apa yang mengganggu fikiranmu, aku yakin kamu sedang memikirkan kalau-kalau aku akan seperti Albert."


"Iya-"


"Iyakah, tapi kenapa? kita dua orang yang berbeda. Apa sikap dan sifatku belum bisa meyakinkanmu sayang, aku harus seperti apa agar kamu percaya, cuma kamu wanita satu-satunya yang bertahta." Devano melepas pelukan, lalu menyisir rambut panjang Nora yang lembut dengan jemarinya, menyibak sesaat hingga nampak leher jenjang seputih su su yang amat menggoda.


Dengan kilatan penuh gelora ia mengigit pelan leher itu, hingga meninggalkan tanda kissmark disana.


Nora mematung sesaat, ia bahkan tak sadar jika Devano berhasil mengabsen tiap inci lehernya.


Merasa istrinya hanya diam, Devano menghentikan kegiatannya, membalikkan tubuh Nora hingga dua mata itu bersitatap.


"Tan, lihat aku?" kali ini nada suara Devano naik satu oktaf, lantaran Nora sedari tadi hanya diam.


"Hmm, hyaa." sahutnya.


"Tante Nora." decaknya sebal, bolehkah kali ini Devano marah? ia sedang kesal sekarang. Diragukan sudah membuatnya mengelus dada, ditambah kini Nora sedari tadi hanya diam tak bergeming. Dengan kesal ia meninggalkan Nora yang menatapnya kosong. Memilih masuk ke dalam kamar hotel dan tidur. Devano pikir setelah bangun nanti, Nora akan sadar bahwa dia telah mengabaikannya.


Nora menghela napas, menatap Devano dengan perasaan campur aduk, kemudian meraih tas dan keluar kamar hotel. Gegas ia masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai dasar. Bersamaan ia melangkah keluar, seseorang sedang merangkul pinggang wanita mesra menunggunya disana.


"Albert," gumamnya pelan. Namun, sepertinya Albert tak menyadari jika Nora melihatnya. Ia sempat melirik wanita yang Albert rangkul mesra. Wanita dengan pakaian kurang bahan serta belahan da da rendah membuatnya lagi-lagi menghela napas kasar.


"Wanita itu memang jauh lebih imut dibanting Elle, tapi melihat bentuk tubuh dengan gaun seperti itu membuatku merasa jijik. Apa semua laki-laki memandang wanita dari segi fisik." ia kesal, sangat-sangat kesal, bertemu dengan Albert membuat suasana hatinya kian buruk.


Nora memilih duduk di kursi taman, sembari memandangi bunga-bunga yang bermekaran indah, kupu-kupu terbang hinggap sana-sini.

__ADS_1


Sayangnya, cuaca hari ini tak secerah taman bunga di hadapannya. Mendung dengan awan hitam menyelimuti, mungkin sebentar lagi akan turun hujan.


Nora mendongkak, saat tetesan gerimis menerpa wajah cantiknya. Hari ini, langit seolah tau suasana hatinya begitu buruk.


Saat semua orang tergesa-gesa lari mencari tempat perlindungan, ia justru memilih menikmati terpaan air hujan hingga hampir membasahi sekujur tubuhnya.


**


Devano bangun, wajahnya gusar mendapati Nora tak ada di sampingnya maupun di kamar hotel.


"Kamu kemana sayang." gumamnya kala mencari di kamar mandi tak menemukan istrinya. Dengan wajah kumal khas bangun tidur ia keluar. Namun, langkahnya terhenti bersamaan sosok Albert yang keluar dari kamar sebelahnya bersama seorang wanita.


"Breng sek!" Devano langsung menarik pakaian Albert dan menghajarnya.


"Si Alan." umpat Albert mendapati serangan mendadak dari Devano, ia balas memukul balik hingga sudut bibir Devano terluka.


"Breng sek lo, sini." desis Devano, selain karena ia sudah menyakiti Elle, Albert juga berhasil membuat Nora meragukannya.


"Stop udah, Bert! Dia siapa?" pekik gadis itu, Albert langsung menariknya tanpa menjawab dan pergi meninggalkan hotel.


Devano mencari Nora kemanapun, ia bahkan sempat masuk ke resto dan caffe, barangkali istrinya lapar dan memilih keluar. Namun, ia sama sekali tak menemukan keberadaan Nora.


Hal itu juga yang membuat ia tak langsung mengetahui keberadaan Nora.


Ia semakin gusar saat sampai di lobi, lantaran gerimis melanda, membuatnya menghela napas kasar. Namun, segera berlari saat menangkap bayang Nora sedang berdiri disana, di bawah rerintikan hujan entah berapa lama.


Grepp!


Dev langsung memeluk Noranya dari belakang, tak menghiraukan diri yang sudah ikut basah kuyup karena hujan.


"Jangan begini, aku khawatir. Aku nggak bermaksud ninggalin kamu tidur sayang, aku cuma nggak mau kamu abai." ucapnya. Namun, tak mendapat respon. Detik berikutnya tubuh Nora sudah melemas dengan kondisi tak sadarkan diri.


"Sayang bangun," ia membopong tubuh Nora dan membawanya kembali ke hotel.


Mengganti pakaian istrinya yang basah dan berulang kali mengoles minyak angin di area hidung dan pelipis.


"Sayang." ia berusaha keras mengeringkan rambut Nora, setelahnya ia mengecek suhu tubuh sang istri. Berusaha tenang, meskipun saat ini hatinya dilanda khawatir luar biasa.

__ADS_1


"Dev..." cicit Nora, pelan.


Devano langsung mendekat, menggenggam erat jemari Nora dan mengecupnya berulang-ulang. "Iya sayang, aku disini."


"Aku kenapa?" tanyanya lirih.


Devano mengusap lembut rambut Nora, ia bahkan mengompres dahi Nora dengan air hangat.


"Tadi kamu pingsan, maaf aku telat menyusulmu." sesal Devano menunduk.


"Aku gak papa," ia hendak bangkit berusaha duduk bersandar kepala ranjang, akan tetapi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.


"Lebih baik berbaring, kamu mau apa bilang sama aku." Nora mengangguk.


Beberapa saat kemudian, pelayan hotel datang membawa semangkuk bubur dan teh hangat pesanan Devano. Dengan telaten ia menyuapi Nora, merawat istrinya hingga membaik.


Esoknya, Devano tersenyum senang karena keadaan Nora sudah sehat. Meski semalaman ia tidur tanpa memeluknya.


"Dev..." Nora memiringkan tubuh menghadap Devano.


"Iya sayang, tidurlah kembali jika masih mengantuk."


Nora menggeleng, "Maafin aku," lirihnya dengan sudut mata mulai berair.


"Aku gak bermaksud meragukanmu, mengabaikanmu, hanya saja aku khawatir kamu..."


Dev langsung mendekatkan wajah dan melu mat bibir manis Nora, Nora pun membalasnya, hingga sapuan bibir itu beralih turun.


"Aku mencintaimu lebih dari sekedar kata dan tindakan, aku mencintaimu lebih dari apa-apa yang ada di hidupku, aku mencintaimu lebih dari segala hal indah di dunia ini, percayalah! Aku bukan seperti Albert, aku adalah aku! Laki-laki yang akan terus mencintaimu sepanjang hidupku." ucap Devano sebelum akhirnya membawa Nora pada satu kenikmatan yang melenakan.


"Sudah siap?" Nora mengangguk, kali ini dengan senyum yang menghias di wajahnya.


Lagi dan lagi, ia dibuat terbang, dengan sentuhan-sentuhan lembut setiap inci yang mampu menerbangkannya ke awan. Gerakan slow motion Devano, usapan lembut dan hangat napas yang saling bersautan. Nora bahkan hampir kehabisan napas saat Devano terus membungkamnya dengan c*uman.


Like komen dan votenya akak🙃


Maaf jadi jarang up, semoga sabar menanti🤗

__ADS_1


Author lagi mudik nih, tapi cuma dua hari doang. Kesel bolak-balik tapi demi rindu sama orang tua tetep di terjang. Bighug buat kalian, sehat selalu🙏🏻


__ADS_2