TANTE Kesayangan Tuan Muda

TANTE Kesayangan Tuan Muda
Akhir bahagia - End


__ADS_3

Ada yang lebih membahagiakan dari pada rasa sedang jatuh cinta? mungkin jawabannya adalah saat kita memiliki banyak hal termasuk orang-orang yang kita cintai.


Jatuh cinta adalah hal yang wajar, berjalan apa adanya tanpa kita tahu bahkan memilih kepada siapa akan jatuh cinta, seperti halnya diriku yang terus jatuh cinta padamu setiap hari, setiap detik, selalu dan selamanya.


Karena bagiku kamu adalah anugerah Tuhan yang paling indah.


Devano Aldeva_


***


Dua tahun berlalu, banyak hal yang mengiringi perjalanan rumah tangga Devano dan Nora, meski kesabaran selalu di uji, hal itu membuat keduanya justru semakin sabar dan saling menguatkan. Ada banyak hal yang ditemukan termasuk sisi dewasa Devano yang sekarang berstatus ayah, bukan hanya suami pun Nora sebagai mama muda dengan dua anak.


"Ma-ma," panggil dua bocah kembar usia 2 tahun kepada Nara yang sedang di dapur, siapa lagi kalau bukan Darren dan Qween, mereka tumbuh menjadi anak yang aktif dan pintar.


"Ayo sayang, main sama oma. Biar masakin kalian dulu. Bentar lagi Ayah pulang." ajak Nara pada dua cucunya yang berusaha menerobos ke dapur. Wanita paruh baya itu tampak senang melihat keaktifan cucu kembarnya.


"Tuan kecil, main dulu sama oma dan tante Maya yah,"


"Ia tate." Sahut Darren yang lebih aktif bercakap ketimbang Qween yang pemalu.


Nara dan Maya pun membawa si kembar ke ruang santai, membiarkan mereka bermain lego sepuasnya sembari menunggu sang mama yang menyiapkan makan siang.


Puas bermain, Qween menangis minta susu. Namun, seolah mengerti dengan perlahan Darren menepuk-nepuk pundak adik kembarnya.


"Cup dek, cup... Gak boleh angis." ucap Darren kepada Qween hingga berhasil mengundang gelak tawa.


Hebatnya Qween pun langsung tenang dan berhenti menangis.


Puas bermain lego dengan oma Nara dan Maya, kini Nora selesai melakukan tugasnya dan segera mencuci tangan dan menyiapkan makan siang si kembar.


"Makanan siap, ayo makan dulu sayang." titah Nora, lalu dengan cepat Darren dan Qween bangkit dan tersenyum girang.


"Yeey, mamam." kompak keduanya berjalan mendekati Nora.


Nora pun meminta Darren dan Qween duduk di kursi makan kecil mereka masing-masing, lalu dengan sabar dan telaten menyuapi mereka satu-satu, memang sedikit merepotkan tapi banyak hal menyenangkan saat mengasuh sendiri putra dan putrinya. Terlebih, Darren sangat membantu dalam hal menenangkan dan membujuk adik kembarnya, Qween.


"Cucu oma hebat semua, makanannya di habiskan ya biar oma bikinkan susu." ucap Nara, sebelum bangkit.


"Biar Maya saja, nyonya!"


"Baik Maya, makasih ya." Maya pun mengangguk, ia bangga mengabdikan diri dan bekerja di keluarga Aldeva, meski kaya dengan derajat tinggi mereka selalu menghargai bawahannya bahkan tak sungkan berucap terima kasih.

__ADS_1


Selesai makan dan minum susu, Nora kembali mengajak mereka bermain sembari menunggu kepulangan ayahnya kuliah, tak berselang lama Devano pun datang.


"Ayah pulang," teriaknya begitu semangat menghampiri si kembar, namun terhalang oelh Nora yang melarangnya mendekat dulu.


"A-yah ayah." sambut mereka bebarengan, Devano hanya mampu mengulas senyum dan melambaikan tangan.


"Ayah bebersih dulu," pamitnya agar segera bisa memeluk Darren dan Qween.


Devano pun melangkahkan kakinya ke kamar, segera mengganti pakaian yang dikenakannya dengan pakaian yang lebih santai lalu menghampiri Nora dan si kembar yang menunggunya di ruang santai.


"Ini," Dev menyodorkan beberapa tiket pada Nora.


"Apa ini, sayang." tanyanya, meski tertera jelas bahwa tiket itu adalah tiket masuk salah satu wisata kebun binatang.


Devano melihat ke sekitar, saat Oma dan Maya sibuk menggoda si kembar ia membisikkan sesuatu di telinga Nora.


"Kita ajak mereka jalan-jalan." bisiknya menaik turunkan alis.


"Ish, tapi gak bisik-bisik juga, g*li." Nora menghindar dengan membawa tiket itu menghampiri si kembar.


"Awas saja nanti," gumam Devano tersenyum menatap punggung istrinya.


"Habislah aku, habis ini drama apalagi." batin Nora saat Devano mendekat dan ikut berkumpul bersama mereka.


"Oh iya, oma lupa. Ya sudah, ajak si kembar tidur."


Nora mengangguk saja saat Maya dan Oma Nara pamit, sementara Devano menampilkan senyum seringai seolah siap menerkam Nora saat ini juga.


"Mama, tolong gendong anakku dong. Ayah gak bisa gendong dua." godanya kepada Nora.


"Mau ayah, mau ayah." teriak keduanya hingga berhasil membuat Nora terkekeh.


"Harus adil, gendong dua-duanya." titah Nora.


"Iya-iya mama sayang." Devano pun menggendong keduanya, yang satu sebelah kanan yang satu sebelah kiri. Benar-benar superhero idaman bagi Darren dan Qween.


Si kembar terlelap begitu cepat, tak ingin menyiakan kesempatan Devano pun langsung menarik Nora agar duduk di pangkuannya.


"Dev, ini masih siang." gerutunya dengan pipi merona.


"Memang kenapa, orang aku kangen sama mama." Nora langsung melotot tajam tanda protes, Dev hanya boleh memanggil mama saat si kembar membuka mata.

__ADS_1


"Tante kalau begitu," Sontak langsung mendapat cubitan mesra di pinggang, hingga mengaduh sakit.


"Apa, mau panggil tante lagi. Puasa satu bulan!" ancamnya, hingga membuat Devano meringis.


"Canda tante sayang, ini yang terakhir. Ya janji ini yang terakhir kok, main yuk." Belum juga Nora mengiyakan, Devano langsung membaringkan tubuh mungil Nora dan melakukan aksinya.


"Ssttt, nanti si kembar bangun." bisik Nora.


"Iya-iya, aku diam aku ganteng." bisik Devano sebelum mendaratkan cium*n bertubi-tubi untuk istrinya.


***


Mentari menyapa, cahayanya menerobos masuk lewat celah jendela. Kicau burung pagi hari menambah suasana menjadi lebih baik.


Sesuai rencana, setelah sarapan keluarga kecil Devano akan mengajak si kembar jalan-jalan.


Salah satu wisata kebun binatang terbaik di Jakarta menjadi tujuan mereka, tak butuh waktu lama kini mereka berempat dengan diantar Ziando sampai di tempat tujuan.


Darren dan Qween sangat antusias, terlebih saat Devano mengenalkan nama-nama hewan pada mereka.


"Bu-lung." tunjuk Darren dengan ekspresi menggemaskan, sementara Qween lebih tertarik pada kelinci imut.


Ziando hanya menatap keluarga kecil bahagia itu dengan tersenyum, "jika aku menikah dengan Maya, akankah sebahagia mereka." gumamnya pelan. Lamunannya buyar seketika saat Devano memintanya agar mengambil beberapa potret kebersamaan mereka.


"In-inci lari." celoteh Qween mengundang tawa, setelah foto.


Darren dan Qween benar-benar menggemaskan sekali, tak jarang saking gemasnya Nora dan Devano mencubiti pipi bakpau mereka.



Nora, matanya terpaku menatap satu foto Devano dan Darren yang diambil Ziando di ponselnya, senyum tipis tersungging. Kembali menatap suami dari kejauhan yang kini menggendong dua anaknya. Hatinya benar-benar bahagia, ia bukan hanya suami terbaik tapi juga ayah superhero terbaik.


*Terima kasih, hadirmu bukan hanya sekedar menerima diriku tapi juga memahamiku, menyayangiku dan mencintaiku, apa adanya diriku...


Semoga kebahagiaan kita abadi selamanya, you're my everything.


Nora Lee_


TAMAT*


***Assalamu'alaikum, makasih banyak all readera yang sudah membersamai karya ini, all support segala dukungan dari like komen rate dan vote, jangan bosan-bosan😘 Semoga kita senantiasa diberi kesehatan, jangan lupa mampir juga ke karya baruku, semoga sukaā¤

__ADS_1


Btw ada yang mau ektra part gak, nanti aku fikirkan lagi ya mungkin, pernikahannya Karin dan Alfin.. See you and big hugšŸ¤—***


__ADS_2