
"Karena kehadiranmu aku jadi punya warna lain di hidupku, hya karena kamu aku berani berharap tanpa takut akan rasa patah." Aku Devano sembari melesatkan motornya, netra Nora membulat sempurna, bukan pertama kali ia berhasil dibuat tercengang akan sosok laki-laki di hadapannya. Lalu dengan perlahan ia mulai mengeratkan tangannya di perut Devano, kepalanya ia sandarkan di punggung tegap itu dengan mata terpejam, Nyaman itulah yang dirasakan Nora saat ini.
Devano mengukir senyum, baginya tak perduli tentang perasaan yang tak berbalas atau elakkan Nora soal ketulusannya, cukup dengan Nora selalu berada disisinya dengan nyaman, Devano sudah sangat bahagia.
Devano membawa Nora ke suatu tempat yang sudah ia siapkan, jalanan yang ramai sepertinya tak membuat Nora merasa terganggu. Ia masih asyik terpejam dengan tangan melingkar erat di perut Devano.
"Tant, udah sampai." ucap Devano kala motornya sudah berhenti di tepian danau.
Nora begitu takjub kala membuka mata, sebuah tempat yang masih sangat alami dengan udara sejuk serta air yang begitu jernih. Suasana seperti inilah yang paling Nora sukai, karena selain sejuk juga selalu berhasil membuatnya tenang. Jika orang lain mungkin mencari pelampiasan ketika ditimpa masalah, Nora justru memilih tempat yang nyaman untuk menenangkan fikirannya, dan Devano selalu tahu apa yang membuatnya bahagia.
"Kamu suka?" tanya Devano lalu mengajak Nora duduk di sebuah kursi. Kini mereka bersebelahan menikmati pemandangan danau dengan kilauan mentari senja.
"Hmm," Nora mengangguk, ia masih belum sadar jika di depan sana, Devano menyiapkan dua balon udara berbentuk hati.
"Liat deh tant," tunjuk Devano pada balon udara yang kini kian mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
Nora mendongkak, "Dev, kamu..." Nora sudah tak mampu berkata-kata.
"Iya dong, Devano gitu super tampan dan kreatif juga romantis." ucap Devano dengan bangga.
"Makasih," Wajah Nora sudah benar-benar memerah saat ini, seperti sedang ada kupu-kupu beterbangan di perutnya.
"Dev, kok fotonya sendiri-sendiri sih," protes Nora dengan bibir mengerucut.
"Cie yang mau berdua, lah kan kita emang belum pernah foto bareng tant!"
"Eh nggak gitu maksud aku, jangan pede ya bocah." gerutu Nora.
"Tant," panggil Devano, Nora pun menoleh. Semilir angin menerbangkan rambutnya, membuatnya berantakan dan sedikit menutupi wajah cantiknya, sementara Devano, ia selalu berhasil dibuat terpukau hanya dengan menatap mata tante Nora.
"Oh ya, tante tadi laper kan? aku beliin sesuatu gimana? atau habis ini kita langsung makan?" tawar Devano.
"Aku nggak laper kok, masih pengen nikmatin senja disini sama kamu." terang Nora, Krukk..! Namun, bunyi perutnya mampu didengar oleh Devano, "Nahkan bohong, kebiasaan bohong sama calon suami." omel Devano, Nora hanya nyengir kuda.
__ADS_1
Sepertinya ia sudah mulai terbiasa dengan Devano yang mengklaim dirinya sebagai calon suami Nora.
"Dev, aku masih takut soal papa, aku takut papa akan murka sama aku, kamu inget kan? kamu liat sendiri kan papaku kaya gimana, egois orangnya." keluh Nora, "Apa aku harus menyerah?"
"Jangan, aku yakin papa perlahan akan merestui kita, papa itu baik, eh tadi aku sempet ketemu si sama papa, gak diapa-apain. Aku fikir bakalan di hajar." cerita Devano, kini Nora yang dibuat heran.
"Ketemu papa?" ulngnya dengan alis bertaut, Devano mengangguk, "Ya, papa cuma bilang belum restuin, itu belum ya bukan artinya tidak merestui, apa bagusnya Alan si aku yakin papaku bisa membujuknya."
"Papamu? papa Bayu?" kini Nora yang dibuat tak memgerti, dengan apa yang direncanakan Devano.
"Iya, papa Bayu tant, siapa lagi? Eh udah mulai gelap. Pulang yuk? mama udah nyiapin makan malam spesial buat mantunya." Devano langsung mendapat cubitan dari Nora.
"Akh, sakit tant! sekali-kali cium pipi kek, cubit terus." goda Devano, Nora langsung memberenggut. Namun, tiba-tiba setelah itu Nora menyandarkan kepalanya di bahu Devano, menikmati senja yang mulai memudar.
Perlahan, tangan Devano mengusap rambut Nora dengan lembut, "Jangan tinggalin aku, tant." lirihnya, kata singkat yang membuat hati Nora bergemuruh dan bingung.
***Hallo readers, maaf ya gak pernah up! kemarin ibu mertua habis meninggal 🙏🏻
__ADS_1
Jangan lupa, like komen dan voteee akak🥰***