TANTE Kesayangan Tuan Muda

TANTE Kesayangan Tuan Muda
I do it because I love you


__ADS_3

Seperti rencana awal, bahwa hari ini hari terakhir Devano cuti Sekolah dan ia sudah memikirkan dengan baik jika hari ini juga ia akan membawa Nora pulang ke rumah.


Hya Nora kini resmi menyandang gelar Nona muda Aldeva, meski semua orang belum tahu.


Lepas sarapan bersama Kenia, Shaka juga Zain. Gegas Nora pamit, kembali ke kamar dan mengemas beberapa barang miliknya yang akan dibawa.


"Tant, gak usah bawa baju. Aku sudah menyiapkan semuanya." ujar Devano, saat Nora hendak memilah beberapa pakaian yang akan ia bawa.


"Terus aku bawa apa?" tanyanya menghampiri Dev yang duduk santai di sofa.


"Bawa keperluan tante yang lain, ponsel dompet, atau dala man." santainya, "Karena aku belum tau ukurannya, jadi untuk yang satu itu bawa saja." sontak Nora mencubit Devano, bisa-bisanya ia membahas dala man.


"Ishhh, sakit tan! Jangan dicubit, sekali-kali dicium kek." protesnya.


"Ogah, masa cewek nyium cowok." gerutunya kemudian bangkit, bermaksud untuk kembali menyiapkan keperluan yang akan dibawa. Namun, baru selangkah kaki, Devano sudah lebih dulu mencekal pergelangan tangannya hingga berhasil membuat Nora jatuh menimpa tubuhnya, sesaat dua netra itu saling pandang, ada desiran aneh yang menelusup dalam diri Nora membuat wajahnya tiba-tiba merona.


Sama halnya dengan Devano, bahkan ia tak bisa berkata saat wajah Nora hampir tak berjarak dari wajahnya. Bahkan hangat napas Devano bisa Nora rasakan menerpa wajahnya.


Seperkian menit suasana berubah sesak, saat seluruh oksigen seolah tak berpihak.


"Lepas Dev, aku mau berkemas." pinta Nora.


"Tante yang menimpaku dan memegang tanganku ini, hmm!" sahut Devano, benar saja sontak Nora bangkit menahan malu dengan wajah bersemu merah.


"Sorry," ucapnya langsung melangkah buru-buru. Sedang Devano hanya menggelengkan kepala dengan sikap Nora yang semakin menggemaskan.


**

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada mertuanya, Devano menyeret koper dan membawanya ke dalam mobil sport milik Nora, tiba-tiba suasana menjadi haru. Hya Nora sedih meski ia terbiasa tinggal di apartemen, tapi berpisah dengan orang tua karena ia telah menikah sungguh membuat perasaannya benar-benar tak karuan.


"Hati-hati sayang, ingat sekarang kamu sudah menjadi istri, bagaimanapun Devano sekarang adalah suamimu, menurutlah! Dia laki-laki yang baik menurut versi mama, dan mama doakan yang terbaik untuk kebahagiaan kalian." ucap Kenia seraya memeluk erat putri tercintanya.


"Kamu harus punya banyak sabar untuk menjaga putri cantikku ini, Dev!" seru Kenia, "Iya ma, pasti akan aku jaga." sahutnya.


"Saya percaya sama kamu, Dev! Kamu sudah menunjukan cinta yang besar untuk Nora, sekarang dia adalah tanggung jawabmu." ucap Shaka menepuk pelan pundak Devano. Pun Zain melakukan hal yang sama, "Jaga gadis kecilku dengan baik, kami semua percaya, kamu nggak akan membuat kami kecewa."


"Iya pa, Zain. Aku janji akan menjaga Nora dengan baik, karena selain istriku dia juga calon ibu untuk anak-anakku kelak."


Deg! Nora tertegun beberapa saat, matanya tak lepas menatap tubuh jangkung suami yang sedang berpamitan dengan papanya. Ada rasa hangat menyeruak, kala bocah yang masih sekolah itu berjanji akan menjaganya. Gegas ia meraih tangan Devano dan mengajaknya masuk ke dalam mobil setelah selesai pamit dengan suasana haru biru serta kesedihan yang tertahan.


Dan pada akhirnya, dua insan itu meninggalkan rumah milik Shaka, melesatkan mobil menuju rumah besar Aldeva dan menjalani hidup baru sebagai sepasang suami istri.


"Mau mampir kemana dulu, tant? Mumpung masih libur karena besok aku sudah masuk sekolah." tanya Devano sambil memegang stir kemudi, pandangannya lebih fokus pada jalanan, sementara Nora lebih tertarik melihat ke arah luar jendela mobil.


"Kemana aja, aku pengen tempat yang nyaman sejuk dengan pemandangan pantai yang memanjakan meski hanya semalam. Apa tidak bisa kamu memperpanjang cutimu sehari lagi Dev, aku pengen liburan." selorohnya dengan mimik wajah menggemaskan.


"Tante sayang ngajak honeymoon?" pertanyaan Devano seketika membuat bibir Nora mengerucut, "Emangnya boleh? kan gak boleh?"


"Ya gak boleh, emang tante mau punya anak, bapaknya masih sekolah?" seloroh Devano, "Kok kamu mikir sejauh itu sih Dev, emang honeymoon harus kaya gitu." gerutunya semakin mengerucutkan bibir, dan tangan terlipat di dada.


Dev hanya menanggapi dengan senyuman, mobil yang tadinya akan menuju rumah utama kini beralih jalur.


"Kemana kita?" tanya Nora yang tahu bahwa Devano tak jadi membawanya pulang sekarang. Mendadak ia sangat antusias dengan senyum manis tercetak di bibirnya.


"Tentu saja menuruti kemauan istriku, demi membuatnya bahagia aku akan melakukannya." masih memegang stir kemudi, tangan yang satu tiba-tiba menggengam jemari lenti Nora.

__ADS_1


Merasa tak ada penolakan, Devano meraih tangan itu dan mendaratkan kecupan singkat disana.


Saat itulah, Nora mulai merapalkan mantranya dalam hati, Jangan baper!


Devano benar-benar menuruti keinginan Nora untuk liburan, ia melesatkan mobilnya menuju pantai. Menyewa satu villa yang akan menjadi tempat bermalamnya bersama Nora.


Lantas menghubungi Ziando untuk menyiapkan pakaian gantinya dalam waktu setengah jam.


Tak lupa, Devano memberi kabar lebih dulu kepada sang mama jika ia batal pulang hari ini.


Setelah memarkirkan mobilnya, Devano keluar memutari mobil dan membukakan pintu untuk Nora.


"Silahkan tuan putri, kita sampai." ucapnya dengan seulas senyum.


Dan, ekspresi pertama saat Nora melihat hamparan pantai yang terlihat indah juga villa dengan view pemandangan menakjubkan, bukan hanya berhasil membuatnya berdecak kagum. Tapi juga memekik bahagia, hya sesederhana itu.


"Makasih, Dev!" ucapnya langsung merangkul lengan Devano.


"Sama-sama, I do it because I love you!" Ucap Devano mengusap pucuk kepala Nora penuh cinta.


"I know, Dev! tolong kasih aku waktu untuk belajar mulai dari sekarang." ucap Nora seraya mengubah posisi menghadap Devano dan langsung menangkup pipi suaminya itu.


"Jadi..." sambung Devano, tapi Nora justru berlari menjauh, tersenyum manis seraya melambai tangannya menggoda.


Dan secepat kilat Devano mengejar dan berhasil meraih pinggang Nora dan memeluknya dari belakang.


"Kena, kau tant!"

__ADS_1


***


Hallo semua, jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, juga vote! Bagi readers yang mau gabung di gc, masuk aja gak usah sungkan! kita saling mengenal ๐Ÿ‘Œ๐Ÿป


__ADS_2