TANTE Kesayangan Tuan Muda

TANTE Kesayangan Tuan Muda
Keluarga bahagia


__ADS_3

Saat ini media sedang dihebohkan oleh kehadiran anak kembar Devano dan Nora yang baru saja lahir. Beberapa wartawan sempat mengunjungi kediaman Aldeva. Padahal sedari dulu, rumah mewah itu selalu aman dari jangkauan wartawan.


Beruntung, Bayu sudah menyiapkan beberapa orang untuk menghalau. "Kelak jika waktunya tiba, kami akan memperkenalkannya kepada publik tanpa diminta." tegas Bayu, pemilik Aldeva Group.


Namun, beberapa dari mereka sudah mendapat jepretan bayi kembar Devano dan Nora dari akun media sosial hingga membuat banyak orang penasaran.


Tiga hari setelah dirawat serta pemulihan pasca kelahiran, akhirnya Nora sudah diperbolehkan pulang. Dengan hati-hati ia dibantu Devano jalan, sementara si kembar anteng bersama kedua omanya, Nara dan Kenia.


Acara penyambutan sederhana pun disiapkan Zain dan Maura serta kakek nenek dari Nora pun turut hadir menyambut.


Pengawalan ketat, dan penjagaan di area rumah Aldeva sengaja di lakukan, bukan karena apa. Takut kalau-kalau ada media berbuat nekat menerobos masuk.


"Dimana si kembar," tanya Nora yang menyadari anak kembarnya tidak satu mobil dengan dirinya.


"Sama mama sayang, sudah ya. Mereka pasti baik-baik saja." ujar Devano. Namun, ekspresi Nora justru terlihat sangat gelisah.


"Gak bisa Dev, perjalanan dari rumah sakit ke rumah kita lumayan jauh, belum kalau macet. Nanti kalau Darren dan Qween menangis bagaimana? Mama suruh satu mobil dengan kita ya." pintanya, Devano menghela napas sejenak kemudian mengangguk.


"Baiklah, tapi biar aku yang menyetir. Zi, kamu pindah sana." titahnya mengusir, tak lama kemudian Devano membuka pintu hendak keluar namun terkejut karena Darren menangis terus.


Mama Nara tampak kewalahan menenangkan, "Masuk sini ma, biar si kembar tidak jauh dari Nora." ajak Devano.


Nara pun ikut masuk ke mobil Devano, tak lama Kenia juga menyusul.


Setelah baby boy tenang, baby girl pun sudah tak rewel.


Mereka akhirnya pulang, beruntung jalanan tak begitu macet hingga akhirnya mobil sampai di pelataran rumah mewah Aldeva.


Maura, Zain, Maya dan bi Liam serta para nenek buyut menyambut mereka sangat antusias.


"Siapa namanya, si ganteng ini."


"Darren, nek!" Sahut Devano sembari mencium punggung tangan kakek dan nenek dari istrinya.


Begitulah keluarga Aldeva, selalu menunjukkan sikap ramah dan santunnya.


Nora membawa si kembar untuk tinggal di salah satu kamar yang ada di bawah.


Agar lebih mudah untuk membawanya keluar di pagi hari, sementara para mama melanjutkan aktivitas dengan membuat beberapa masakan untuk merayakan kepulangan Darren dan Qween.

__ADS_1


***


Bayi kembar itu tampak terlelap dengan nyaman, sementara seseorang berusaha mengambil gambar terbaik.


Fotografer handal itu tampak tersenyum melihat hasil jempretannya yang sempurna.



Nora dan Devano tersenyum puas, dan meletakkan bayi kembarnya ke dalam box bayi.


"May, jaga anakku sebentar. Aku mau menyapa orang-orang." Ucap Devano dan mengamit tangan Nora.


"Baik, tuan. Akan Maya jaga dengan segenap jiwa raga." tuturnya tersenyum.


"Panggil kami jika mereka tiba-tiba menangis Maya, sebelum jam menyu su, aku akan kembali." ucap Nora yang diangguki kepala oleh Maya, mereka pun keluar kamar dan menyapa semua orang. Beberapa kerabat dan kolega Aldeva juga mengirim berbagai macam hadiah untuk Darren dan Qween.


Kini hidup Devano benar-benar sempurna, orang tua penyayang, istri yang cantik dan baik, dan dua anak kembar yang jadi pelengkap rumah tangganya. Ikhlas itu memang hal yang sulit, tapi dengan begini ia sadar, Allah akan mengganti kebahagiaannya berkali lipat.


Makanan tersaji, keluarga besar berkumpul adalah hal yang luar biasa.


"Selamat ya Nora, oma bisa tenang kamu sudah bahagia dan Zain juga." ucap oma Wina dan Dina yang memeluk cucu perempuannya.


"Makasih oma, Nora sayang kalian." peluk cium Nora untuk kedua omanya yang masih terlihat sangat cantik meski wajahnya sudah keriput.


"Sayang, cucu mama sama siapa?" Tanya Kenia lembut, Nora tak kuasa menitikkan air mata.


"Sama Maya, ma. Maafin Nora ma, maafkan semua kesalahan Nora, maaf Nora pernah durhaka sama mama." tangis Nora pecah di pelukan Kenia.


Ibu paruh baya itu dengan sabar mengusap punggung Nora lembut, "Apa yang Nora lakukan sudah benar sayang, mama yang harusnya minta maaf karena pernah memaksa menjodohkanmu, padahal kan jodoh sudah ada Tuhan yang mengaturnya, buktinya, jodoh kamu justru Devano." Ucap Kenia, Nora terharu, "Iya, ma. Nora juga gak menyangka. Padahal awalnya bohongan." Ucapnya seketika menutuo mulut karena keceplosan.


"Kamu disini rupanya sayang, Devano memanggilmu." Nara menghapiri hingga berhasil membuat keduanya tersentak.


"Sana, biar mama yang temani, mungkin si kembar minta susu."


"Iya, ma."


***


"Ada apa, Dev?" Tanya Nora saat tiba-tiba tangan Devano menariknya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Si kembar masih tidur kan, Maya mana?" Nora tak mengerti.


"Maya bantu bi Liam, aku kangen kamu." bisiknya dan meraih pinggang sang istri.


"Ishhh, apaan. Puasa dulu," tolak Nora.


"Bukan itu, tapi ini." Devano langsung membungkam bibir Nora dengan ci*man. Nora pun membalasnya. Namun, langsung menghindar karena susah napas.


"Eh dia bangun," ucap Devano, hingga berhasil membuat Nora menoleh, dan langsung mendapat kecupan singkat di pipi.


"Dev, kamu tuh ya."


"Heheh," Devano hanya terkekeh dengan jari terangkat ke atas membentuk huruf V.


**


Selagi mengambil cuti, Devano membantu Nora mengurus si kembar secara detail, mulai dari belajar memandikan, membuat susu dan mengganti popok. Ia benar-benar sedang berusaha menjadi superhero untuk Darren dan Qween.


Tiba acara syukuran, beberapa tamu undangan hadir. Nora tampak cantik dan selalu cantik dengan apapun gaun yang melekat di tubuhnya, sementara Devano tampak gagah dengan setelan jass senada dengan gaun milik Nora. Begitupun si kembar yang terlihat menggemaskan dalam gendongan ayah dan mamanya.


"Terima kasih atas kehadirannya di acara syukuran kelahiran anak kembar kam..." Devano bahkan mengucap pidato begitu fasih meski sedang menggendong Darren.


"Selamat datang dan menikmati pestanya," Sambut Bayu, Nara, Kenia dan Shaka yang menyambut tamu undangan.


Termasuk para sahabatnya yang turut hadir dan memberi ucapan selamat.


"Hai jagoan, lekas besar agar kita bisa liburan bareng-bareng." tutur salah satu sahabat Devano, Abiyan.


"Iya, papamu berjanji akan mengajak kita semua jalan-jalan. Tenang saja, kita valak uang ayahmu sama-sama." ucap Alfin, meski Darren dan Qween tak mengerti namun bayi kembar itu meresponnya dengan senyuman.


Senyuman yang membuat orang-orang di sekitar merasa gemas.


Setelah memberitahu publik dan semua orang tentang putra kembarnya, Devano bernapas lega. Kini ia tinggal menikmati pesta bersama para sahabatnya, sementara Nora dengan dibantu mama mertua membawa si kembar untuk istirahat.


"Huhh, melelahkan!" gumam Devano. Namun, dengan bibir tersungging senyum.


"Selamat, gue masih gak nyangka anak lu sekarang dua." ucap Alfin menepuk pelan pundak Devano.


"Makasih, harusnya sih tiga dan rencana mau nambah lagi kalau selesai puasanya." Devano terkekeh, sementara Alfin dan Abiyan melongo seketika.

__ADS_1


***


BERIKAN KOMENTAR TERBAIKMU, INGAT TOMBOL LIKE INGIN DISENTUH😘


__ADS_2