TANTE Kesayangan Tuan Muda

TANTE Kesayangan Tuan Muda
S2 - End


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak pertunangan Qween dan Leon, Resha melakukan aksi murungnya. Bukan karena apa, ia hanya ingin melihat kepekaan Darren terhadap keinginannya dan yang lebih menjengkelkan adalah laki-laki berstatus suami itu tetap bersikap biasa tanpa rasa salah atau curiga.


"Masak apa?" tanya Darren saat melihat Resha sibuk berkutat di dapur.


"Masak ayam," jawab Resha.


"Kamu naik gih, mandi terus kita makan malam."


"Hm, kamu gak mau nemenin aku mandi," bisik Darren seketika membuat Resha meremang.


"Derr, aku masih masak ya. Nanti kalau bibi ngeliat gimana?" panik Resha saat melihat tangan Darren sudah kemana-mana.


"Res..."


"Heumm..." Resha sudah tak bisa konsentrasi saat tangan Darren terus menggerayanginya. Sensasi aneh yang tercipta membuat Resha tak bisa berkata-kata. Namun, masalahnya kini mereka sedang berada di dapur bukan di kamar.


"Derr, ini di dapur." pekik Resha berusaha mengingatkan. Darren malah tersenyum, ia tak perduli karena saat ini hanya ada mereka bedua di rumah.


"Derr.."


"Bibi pulang kampung, cuma ada satpam yang gak akan keluyuran masuk rumah," bisik Darren, tangannya bahkan sudah menyibak dress yang dikenakan Resha ke atas dengan gerakan slow motion.


Menjengkelkan, Resha yang tadinya memasak terpaksa menunda pekerjaannya dan malah membiarkan Darren menghujaninya di dapur. Gerimis rintik-rintik menemani permainan mereka.


"Derr..."


"Kamu mau aku seperti apa, Res? Mau seperti papa atau Leon? Kamu tahu, aku tidak suka itu semua, aku punya caraku sendiri menunjukkan cintaku, dan kamu tidak akan pernah kekuarangan cinta itu."


"Apa maksudmu, Derr?"


"Aku menyukaimu, Res. Sejak pertama kali melihatmu sangat menyedihkan, aku sudah menyukaimu," bisik Darren.


"Hah, kamu bercanda? itu bukan cinta, itu hanya rasa kasianmu!" tegas Resha.

__ADS_1


"Bukan. Aku tahu kamu butuh pengakuanku, aku cinta sama kamu sejak saat itu, aku memang gak bisa mengungkapkan perasaanku, aku sedang sibuk menata juga menelaah karena aku takut, aku takut kalau rasaku itu hanya sebatas rasa kasian. Tapi, kamu tahu? rasa kasian saja bahkan tak akan cukup membuatku nekat menikahimu, aku beneran cinta sama kamu Olivia Resha."


Deg! Jantung Resha berdetak cepat tak terkendali. Ia menangkup pipi Darren dan menatap matanya lekat-lekat tanpa berkedip. Resha sedang mencari jawaban disana, tak ada kebohongan.


"Aku juga cinta sama kamu, Derr."


***


"Saya terima nikah dan kawinnya Qweenza Alexandra bin Devano dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang lima puluh juta dibayar tunai."


Sah?


"Sah!!!"


Qween dengan berbinar mencium punggung tangan Leon, dan Leon menyambutnya dengan kecupan di kening. Kini keduanya sah menjadi suami istri yang bahagia. Setelah acara ijab selesai, dilanjut dengan acara resepsi dimana banyak tamu undangan hadir disana.


Pernikahan Qween dan Leon sangat lancar dan penuh haru biru. Entah, Resha sendiri selalu merasa saat-saat menikah adalah saat yang mengharukan dimana perasaan senang dan sedih menyatu dalam acara yang sakral.


"Hya aku bahagia, terima kasih telah hadir dalam hidupku yang kosong, Derr. Kamu bukan hanya memberi aku cinta yang tulus tapi juga keluarga! keluarga yang benar-benar utuh."


"Sama-sama sayang. Mulai sekarang, aku dan keluarga besar ini adalah milikmu. Kamu tidak akan sendiri dan tidak akan pernah sendiri lagi," bisik Darren.


"Hm, ngomong-ngomong aku ada kejutan kecil buat kamu!"


"Apa, Res?" tanya Darren penasaran.


Resha menarik tangan Darren menjauh dari kerumunan orang-orang. Resha ingin, Darren-lah orang pertama yang tau kehamilannya."


"Ini." Resha menyodorkan tespeck dimana nyata garis dua disana, membuat Darren seketika bersujud syukur.


"Res, hadiah terindah ini kamu bilang kejutan kecil?" Darren berkaca-kaca.


Resha tersenyum, ia menarik Darren untuk berdiri agar tubuh mereka sejajar.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, kamu sudah menjadikanku laki-laki yang sempurna," ucap Darren menahan tangis dan memeluk Resha erat.


"Aku senang kamu bahagia, Derr! Aku sendiri juga tak bisa berkata-kata, karena ini pertama kali untukku."


"Tidak apa, Res. Kamu adalah calon ibu terhebat milikku." Darren merapatkan bibirnya, ditengah cahaya temaram lampu-lampu taman sisa pesta pernikahan Qween dan Leon, Darren dan Resha juga menikmati kebahagiaannya. Kebahagiaan yang menjadi awal perjalanan rumah tangganya.


Resha hanya mampu memejamkan matanya saat bibir Darren menyapu miliknya, ia sangat menik mati sentuhan lembut yang terus membuatnya candu untuk lagi dan lagi. Pantas saja akhir-akhir ini hatinya sering resah dan tak jelas saat menghadapi Darren.


Ada makhluk kecil milik Darren yang tumbuh di rahimnya.


Resha berharap setelah ini, Baik dirinya dan Darren atau orang-orang yang menyayanginya dilimpahi kebahagiaan terus menerus.


TAMAT


***


Thanks, All Readers sayang. Peluk cium jauh dan salam santun.


Tanpa kalian aku bukanlah apa-apa, terima kasih sudah membersamai novel ini sampai akhir, kalian luar biasa!


Oiya, mampir juga ke dua karyaku yang lain.


1.NOVEL MISI NT ( One night Love with ceo) TAMAT



NOVEL SUGAR HOT DUDA TAMAT, insyaallah nggak kalah seru.


3.NOVEL AYAH SAMBUNG, on going.



Aku tunggu yah, jangan lupa follow author untuk update cerita terbaruđź’•

__ADS_1


__ADS_2