
Di kantorβ¦
Sean seperti biasanya duduk di depan komputer nya, melakukan tugasnya seperti biasa, memeriksa laporan masuk, menyusun rencana bisnis, dan sebagainya
Hingga sampai seharian dia di depan komputer nya itu, dan saat dia melihat jam di tangannya hari pun ternyata sudah mulai siang, Sean meregangkan tanganya untuk menghentikan aktivitasnya sejenak
"Kak Arman, kita makan bareng ya" ucap Ifan
"Boleh, O yah, bagaiman hubungan mu dengan Seli?" tanya Sean
"Baik baik saja, Minggu depan aku akan segera melamarnya" ucap Ifan
"Baguslah, jangan lama lama pacaran, tidak ada gunanya juga,, kalau kalian sudah merasa cocok, cepet cepat lah menikah," ucap Sean
"Iya Siap, tapi nunggu tabungan ku cukup dulu" ucap Ifan
"Kamu ini, memangnya kamu mau pernikahan seperti apa?, yang penting hubungan kalian sah kan?, apa Seli menuntut untuk mengadakan resepsi mewah??" tnya Sean
"Tidak juga sih, tapi aku ingin membuat pernikahan yang berkesan untuknya" ucap Ifan
"Hhhh, kamu ini, kalau pacarmu tidak banyak menuntut, kenapa harus di bikin ribet, aku yakin Seli akan senang jika kau segera mengajaknya menikah,, kalau tabungan mu kurang, untuk resepsi aku yang handel, gimana??" ucap Sean
"Beneran kak?" tanya Ifan
"Ya, kamu tinggal bilang saja kapan kalian akan menikah, dan ingin resepsi seperti apa" ucap Sean
"Waaah, assiik, Baiklah, aku akan meminta ayah untuk segera menentukan tanggalnya dalam waktu dekat" ucap Ifan bersemangat
"Itu bagus" ucap Sean
Tiba tiba telpon kantor yang berada di hadapan Sean pun berbunyi, dan diapun segera mengangkat nya "Hallo" ucap Sean
π"Hallo Pak Arman, saya pak Jaya, apa anda bisa meninjau tempat kontruksi proyek yang sedang Anda dirikan?, ada masalah di sana pak, sekelompok Orang yang mengaku dari sebuah organisasi Redbear mengacau di sana, mereka meminta jatah dengan nominal yang tidak masuk akal pak, dan para penangung jawab proyek juga kebingungan untuk menanganinya, Karena jumlah mereka lumayan banyak" ucap Pak Jaya
"Redbear???, Baiklah, aku akan meninjaunya kesana" ucap Sean, diapun segera menutup panggilannya
"Ifan kamu makan sendiri saja, aku ada urusan" ucap Sean
"Begitu ya, Baiklah, padahal aku tadinya ingin meminta saranmu soal pertunangan ku itu, tapi mungkin lain kali saja lah" ucap Ifan
"Iya" ucap Sean
Dia pun segera menghubungi Tiara untuk meminta kejelasannya
"Hallo Ra, apa kamu masih di markas??" tanya Sean
π²"Iya, memangnya ada apa?" tanya Tiara
"Aku mau menanyakan soal sekelompok anggota Redbear yang meminta jatah ke proyek yang sedang ku dirikan, apa kamu yang memberinya tugas semcam itu?"Tanya Sean
π²"Itu dia, akhir-akhir ini banyak laporan miring yang masuk tentang anggota Redbear yang meresahkan, dan komplain ke markas pun mulai berdatangan, padahal semua tugas anggota semuanya di atur olehku, dan aku selalu memeriksa setiap laporan tugas dari masing masing anggota juga cukup jelas, dan tidak ada yang menyalahi aturan organisasi" ucap Tiara
__ADS_1
"Jadi, maksudmu ada orang luar yang menyalah gunakan nama organisasi Redbear untuk kepentingan mereka sendiri, begitu??" ucap Sean
π²"Mungkin saja begitu, sebab aku yakin semua anggota ada dalam kendaliku, kalau memang itu terjadi, dan memang benar mereka adalah anggota Redbear, pasti aku dapat laporan tentang apapun yang mereka lakukan, tapi ini tidak" ucap Tiara
"Baiklah, akan ku urus ini" ucap Sean
π²"Baik, terimakasih, pergerakan mereka di rumah sakit yang sedang kau bangun kan?, aku juga akan kesana" ucap Tiara
"Aku tunggu" ucap Sean, dia pun segera beranjak dan segera pergi ke proyek konstruksi rumah sakit yang sedang di didirikannya
.
β¦
Setibanya di sana, Sean pun segera turun dari mobilnya dan langsung melihat pemandangan yang tidak dia harapkan, bpuluhan orang berbaju hitam dengan lambang beruang merah sedang merusak beberapa fasilitas dari proyek yang sedang dia dirikan.
Itu punembuat Sean sedikit geram, dia pun segera menghampiri beberapa penanggung jawab proyek yang tidak bisa apa apa melihat pengrusakan itu, karena jumlah perusuh itu lumayan banyak
"Pak Arman, untungnya Anda datang, maaf pak, kami tidak bisa menghentikan mereka, mereka meminta sejumlah uang pada kami, tapi dengan jumlah yang tidak masuk akal, makanya kami tidak menyanggupinya" ucap salah satu Penangung jawab itu
Sean berpikir kalau itu soal uang itu tidak jadi masalah, tapi mereka menggunakan atribut Redbear untuk melakukan nya, "Apa ada yang memimpin mereka?" tanya Sean
"Itu pak Arman, pria yang tinggi tegap yang rambutnya agak panjang, yang hanya berdiri saja di sana itu" ucap penanggung jawab menunjuk ke salah satu pria berbadan tegap, dengan tato yang memenuhi tangan kirinya
"Baiklah, akan ku urus" ucap Sean, Sean pun segera bergegas menghampiri mereka yang sedang melakukan pengrusakan itu, dengan di ikuti 5 anak buah Agam yang memang selalu ikut kemanapun Sean pergi
Dan Sean pun kini berhadapan dengan pria bertato itu "Apa mereka anak buahmu" tanya Sen tenang,
Sementara anak buah Agam sudah tjdak sabar ingin segera memberi pukulan pada mereka mereka itu, melihat fasilitas milik tuanya di rusak seperti itu, membuat mereka geram juga
"Negoisasi?, omong kosong" ucap Sean
"Aku tidak akan banyak bicara, berikan kami uang 500 Juta, dan kami semua akan pergi dari sini" ucap pria itu
"Ini bukan masalah uang, Tapi apa kau tau lambang yang kalian gunakan itu?" tanya Sean
"Apa kau tidak tau lambang apa ini?, kami adalah anggota Redbear, organisasi yang memiliki jaringan luas di kota J ini, dan menguasai hampir seluruh orang orang yang bergerak di dunia bawah, Anggota kami bisa saja meratakan kembali bangunan yang Anda dirikan ini, meskipun bangunan ini cukup luas" ucap Pria itu membual
"Kalau kalian memang anggota Redbear, apa kalian tau pemimpinnya siapa?" tanya Sean
"Anda jangan banyak bertanya, kalau pemimpin kami yang turun tangan, Anda tidak akan bisa berbuat apa apa meskipun Anda orang kaya" ucap pria itu menggertak
"Aku tanya sekali lagi, siapa pemimpin kalian itu?" tanya Sean menegaskan
"Master Sent, dan master Tiara, apa kau ingin aku memanggil mereka kemari" tanya pria itu dengan PD nya
Sean pun langsung tersenyum kecut, "Kalian memang hanya sekelompok bedebah" ucap Sean, dia menebak kalau mereka hanyalah kelompok preman kecil yang sengaja mencari cari keuntungan dari nama Redbear, kalau mereka memang anggota, mereka pasti tau orang yang berdiri di depan mereka itu siapa
"Ku rasa kalian tidak benar-benar mengenal pemimpin Redbear" ucap Sean, dia langsung saja melesatkan pukulannya pada pria itu, dan
'Habuuukkkk' "Arghhhhh" pria itu langsung terpental jauh hingga beberapa meter oleh pukulan Sean di dadanya itu
__ADS_1
Melihat ketuanya di pukul seperti itu, semua anak buahnya yang membawa peralatan perusak pun langsung berhamburan untuk menyerbu ke arah Sean,
Mereka pun menggunakan martil, palu, linggis, bahkan cangkul untuk menyerang Sean
Sean pun hanya menyunggingkan senyumnya "Bersiaplah, kita lakukan olah raga ringan" ucap Sean pada anak buah Agam yang di belakang nya
Mereka pun langsung mengeluarkan alat tarung mereka, ya itu knuckle Keling, mereka tidak menggunakan senjata api yang di bawa mereka, karena mereka mendengar tuanya ingin berolahraga
Sean tetap tenang di tempatnya meskipun melihat puluhan orang sedang bergerak ke arahnya dengan berbagai macam senjata perkakas dan beberapa senjata tajam
Dan ketika mereka sudah sangat dekat, Sean pun langsung melesat maju ke kerumunan itu dan langsung menghujani mereka dengan pukulan pukulan dari tanganya, Sean tidak menganggap senjata yang mereka bawa itu sebagai ancaman, itu dia anggap hanya seperti mainan saja di matanya, karena memang tidak ada yang mampu mengenai tubuhnya satu pun,
Anak buah Agam pun juga berpesta pora memukuli mereka hingga babak belur,, satu persatu dari mereka pun akhirnya terjatuh dan tak bisa bangkit lagi,
Pertarungan yang tidak seimbang dalam jumlah pun malah di kuasai oleh kelompok kecil Sean, dan satu persatu perusuh itu pun mulai bergelimpangan di tanah, hingga akhirnya mereka semua pun tidak dapat melawan lagi
Sean pun segera menghampiri pria bertato itu lagi yang baru di pukul sekali sudah tidak berdaya lagi
Sean pun langsung menginjak dada pria yang sedang mencoba bangkit itu, dan seketika tubuhnya ambruk lagi ke tanah, dan pria itu pun mengerang kesakitan lagi "Aaarrrrrrgghhhhh"
"Aku ingin bertanya Lagi padamu, apa kau pemimpin mereka semua, ??" tanya Sean
"Bu, bukan, aku hanya ketua kecil, ku pastikan kau akan menyesal kalau pemimpin ku datang, lihat saja" ucap pria itu
"Panggil dia kemari, aku sangat ingin bertemu dengannya" ucap Sean, dia ingin melihat sampai di mana pria bertato itu berpura-pura
Dan pria itupun benar-benar langsung meraih ponselnya, dan langsung menelpon seseorang
Sean hanya tersenyum dingin
Tidak lama Tiara juga datang dengan penampilan tomboynya, dengan kerudung hitam simpel yang di padukan dengan topi Apolo berwarna pink
Tiara datang dengan belasan anak buahnya yang berpenampilan formal
"Apa mereka perusuhnya?" tanya Tiara
"Iya" ucap Sean
"Maaf aku telat, soalnya sedikit macet di jalan" ucap Tiara
"Tidak apa, mereka barusan hanya menemaniku berolahraga saja" ucap Sean
"Apa yang akan kamu lakukan pada Mereka??" tanya Tiara
"Tentunya klarifikasi untuk membersihkan kembali nama Redbear, tapi mereka bilang mereka akan memanggil pemimpin mereka dulu,, kita tunggu saja,, O yah, apa jangan-jangan kamu pemimpin mereka??" tanya Sean asal
"Pemimpin Redbear kan memamng kita berdua, semua anggota tau itu, tapi kalau wajah wajah mereka aku memang tidak mengenal nya, ucap Tiara sambil memperhatikan satu persatu orang yang terlihat kesakitan di tanah
"Ya, mereka juga tidak mengenal ku, kalau gitu kita tunggu di mobil saja, di sini sedikit panas" ucap Sean,
"Baiklah" ucapTiara, mereka pun segera bergegas ke mobil Tiara untuk menunggu apakah memang ada yang datang, atau tidak,
__ADS_1
Tidak lama, beberapa sedan hitam pun mendekat ke area proyek pembangunan itu, dan mereka pun berhenti tepat di seberang mobil Tiara
Dari mobil itu pun keluar sosok pria muda, berperawakan tinggi tegap, berkulit putih, dengan otot otot yang sedikit kendur, dan perut sedikit buncit, dengan stelan mantel panjang hitamnya