TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Terima Kasih


__ADS_3

Dengan segera Sean pun meluncur ke markas Agam langsung dari bandara, sementara Kartina kembali ke Mansionnya supaya dia bisa beristirahat, karena Sean tau penerbangan berjam jam dari negri gingseng itu cukup melelahkan, dan dia merasa tidak tega jika ibunya harus turun tangan juga


Setibanya di markas Agam, Sean pun langsung masuk ke salah satu ruangan yang ada di sana, di ruangan yang lumayan besar itu hanya ada beberapa sofa panjang hitam dan 2 bua meja , itu adalah tempat para anggota untuk duduk duduk santai kalau ada waktu senggang


Sean pun duduk bertumpang kaki di sana, dia merentangkan tanganya di ujung sandaran Sofa, kacamata hitamnya masih terpasang menutupi kedua matanya, karisma dan ketampanannya kini memang sudah seperti dulu lagi


Sean merasa sekarang inilah Arman yang sesungguhnya, yang merajai dunia bisnis di tanah Air, yang di akui sebagai pemimpin organisasi besar, dan bukan lagi si Man sang pengawal, atau bahkan Dampar si pelaut lagi


Dia pun tersenyum kala mengingat beberapa tahun ini, separuh waktunya hanya dia habiskan di tengah lautan, dan karena mengingat itu, Sean pun jadi mengingat gadis belia yang pernah membantu nya "Apakah sekarang Rumi sudah sembuh?, aku pasti akan kesana lagi nanti untuk menjenguk mu" gumam Sean bicara pada dirinya sendiri, sambil menyunggingkan senyumnya


Beberapa saat menunggu, anak buah Agam pun masuk dengan menyeret hasil tangkapan mereka, dan seorang pria berjas putih itu pun di bawa masuk dengan paksa untuk menghadap kepada Sean


"Aaargah, Siapa kalian sebenarnya?, aku akan melaporkan kalian ke polisi untuk tindakan penganiayaan dan penculikan, lihat saja" ucap Reno sambil mencoba berontak, dia masih belum memperlhatikan Sean yang ada di ruangan itu


"Tidak perlu repot repot, jika kamu berkenan aku akan mengantarmu menemui polisi nanti, tapi santailah dulu, Ini masih belum apa apa" ucap Sean datar


Reno langsung menoleh ke asal Suara "Ka kamu,,,,,, i ini tidak mungkin, bukan kah kamu sudah mati bertahun-tahun lalu??" ucap Reno yang masih mengenali wajah Sean yang dulu


"Jawabanya ada di depanmu kan, jadi tidak perlu ku jawab pertanyaan bodohmu itu" ucap Sean


"Apa apa yang kamu inginkan dariku??" tanya Reno


"Apa yang ku inginkan??, pertanyaanmu selalu saja bodoh, tapi Baiklah, akan ku jawab dengan kerendahan hati, aku menginginkan bukti yang kamu sembunyikan dari istriku, atau sebelah tanganmu patah, atau keduanya juga boleh, Bagaimana?" ucap Sean


"Kamu mengancam ku?? kamu tau juga masalah Bekas


istrimu itu ya, tapi kuberitau padamu, istrimu sudah punya pria lain sekarang, jadi apa gunanya kamu menginginkan bukti untuk Mantanmu itu" ucap Reno menekan kata 'bekas' nya


"Ku anggap jawaban mu itu adalah pilihan nomor 2" Sean pun menoleh ke Agam "Agam, lakukan apa yang dia pilih" ucap Sean


"Tunggu tunggu, aku belum memilih salah satunya kan?, baik baik, akan ku serahkan buktinya padamu, tapi lepaskan aku dulu, aku akan mengambil nya di mobilku" ucap Reno


"Baiklah, Agam, cari kunci mobil di sakunya, dan kamu tolong ambilkan bukti itu di mobilnya, aku akan mengajak dokter Reno ini sedikit berolahraga dulu" ucap Sean


"Tunggu tunggu, perjanjiannya tidak begini kan?" tanya Reno yang coba berontak lagi dari kuncian tangan anak buah Agam


"Perjanjian yang mana?,, Aku tidak janji apapun padamu kan??, aku tadi hanya memberi pilihan padamu mana yang harus ku lakukan lebih dulu, itu saja" ucap Sean


"Kuncinya sudah ada tuan" ucap Agam

__ADS_1


"Baik pergilah dan ambil berkas pemeriksaan pasien itu" ucap Sean yang sekarang langsung berdiri dan beranjak mendekati Reno


Sementara Agam pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan


"Kesalahan mu terlalu patal dokter, kamu sudah mempermainkan nyawa orang yang tidak berdosa hanya untuk memuaskan ambisi mu, dan kamu juga sudah mengusik orang yang seharusnya tidak kamu usik, dan kamu sangat pantas di beri apresiasi untuk budimu itu" ucap Sean dan


'Buk, buk, buk, buk' Guprak' Reno pun seketika terjerembab ke lantai Setelah di pukuli Sean


"Arghhhhh" rintih Reno sambil Memegangi pert dan wajahnya


Sean pun mengambil satu tangan Reno lagi dan memegangnya erat "Dan Ini sebagai bonus untukmu" 'habuk' dan 'Kreekkk' Sean mematahkan tangan Reno dengan pukulan yang cukup keras


"Aaaaaaaaaaaaaaa aaaaa" Reno seketika berteriak histeris lebih keras lagi, karena satu tanganya di patahkan oleh Sean


"Aaaah Sakiiiiiiiit" ucap Reno yang memegangi tanganya yang patah dengan tangan lainnya sambil berguling di lantai


"Bawa dia ke mobil" ucap Sean pada anak buah Agam,


"Baik"


Sean pun langsung melangkah keluar ruangan, dan segera ke mobilnya lagi,


"Yuda, apa kamu tau tempat orang yang menuntut Lena?" tanya Sean


"Baik, kita pergi ke sana" ucap Sean


Mereka pun segera menuju ke perusahaan orang yang menuntut Lena, tapi orang yang di maksud sedang kondisi berduka, jadi dia tidak ada di kantornya, dan Sean pun hanya mendapat Alamat tempat tinggalnya saja, dan langsung bergegas ke sana


Sean juga menyuruh Agam untuk menyusulnya ke sana dengan membawa serta bukti yang di inginkannya


Mobil Sean pun langsung memasuki sebuah Rumah yang lumayan mewah, di pun turun dari mobil dan langsung di persilahkan masuk oleh asisten rumah itu dengan mudah, 'inilah gunanya penampilan' pikir Sean


Dan tidak lama setelah Sean duduk, seorang pria paruh baya dengan kumis lebatnya pun langsung menghampirinya


"Pak Arman?,, angin apa yang membawa Anda mengunjungi rumah saya secara pribadi" ucap pria itu langsung menyalami Sean


"Anda mengenal ku??" tanya Sean sedikit heran, karena dia merasa belum pernah bertemu dengannya


"Tentu saja pak Arman, siapa yang tidak mengenal nama Anda di dunia bisnis, Anda yang sebagai pimpinan utama dari perusahaan besar Kartin.corp, tentu saja aku kenal,, Tapi saya mendengar rumor kalau Anda meninggal dalam sebuah kecelakaan, kurasa rumor itu hanya Hoaxs saja" ucap pak Bambang

__ADS_1


"Ya memang begitu, Baiklah karena bapak sudah mengenal saya, saya tidak perlu memperkenalkan diri lagi, jadi langsung saja ke intinya, Istri saya di penjarakan oleh anda kan?, jadi saya harap anda bisa mencabut tuntutan pada dokter Lena segera," ucap Sean


"Istri bapak?, jadi dokter Lena itu istri anda?, aduh saya jadi tidak enak pada pak Arman, mohon pak Arman memaafkan ketidak tauan saya,, saya akan segera mencabut tuntutannya pak Arman, maaf" ucap pak Bambang, dia tau kalau dia memperpanjang masalah dengan orang di depanya ini, bisa bisa dirinya yang malah habis


"Tidak papa, Saya paham perasaan anda yang kehilangan putra, Tapi ada orang yang lebih berhak bertanggung jawab atas meninggalnya putara bapak itu" ucap Sean


"Maksud Anda??" tanya Pak Bambang heran


Sean pun menoleh ke pintu masuk dan "Agam, bawa dia masuk" ucap Sean


Agam pun segera menyeret Reno memasuki ruangan itu dan mendorong Reno hingga dia terjerembab lagi di lantai dengan masih kesakitan


"Dia adalah orang yang menyebabkan putra bapak meninggal, dia juga yang menyembunyikan bukti berhasilnya operasi, dan sengaja membuat tema seolah tim dokter Lena lah yang melakukan kesalahan , Anda biasa melihat bukti-bukti ini" ucap Sean menyerahkan laporan operasi, dan cuplikan video yang sudah Sean lihat sebelumnya


Pak Bambang pun mulai meperhatikan satu persatu, dan kesimpulannya tentu sangata jelas, kalau itu memang fakta dan juga faktor di sengaja


"Ini sangat keterlaluan namanya,, Baiklah, terima kasih banyak pak Arman sudah membantu menemukan pelaku yang seharusnya di hukum berat ini, saya mohon maaf soal Istri bapak, saya akan ganti rugi, saya harap pak Arman tidak membesarkan masalah ini di kemudian hari" ucap pak Bambang


"Tidak perlu ini itu, pastikan saja istri saya keluar hari ini juga, karena saya sudah ingin menjemput dia untuk pulang ke rumah" ucap Sean


"Pasti, pasti pak Arman, saya akan menelpon pengacara saya untuk mencabut semua tuntutannya segera" ucap pak Bambang


"Baiklah, aku serahkan dia pada Anda, terserah anda mau apakan dia" ucap Sean melirik Reno yang masih merintih di lantai


"Baik saya akan urus dia" ucap pak Bambang


Sean pun segera beranjak dari sana, dan segera menuju ke kantor polisi tempat Lena di tahan


Sekarang, mtahari baru saja terbenam di barat, dan hari juga mulai beranjak gelap, Yuda pun memacu mobilnya dengan kecepatan sedang di suasana jalanan kota J yang hampir gelap itu


Hingga mereka pun akhirnya sampai di kantor tempat Lena di tahan


Sean turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam kantor itu, Sean langsung bertanya pada petugas jaga prihal Lena, dan diapun mengetahui kalau Rania masih berada di sini untuk menemani Lena


Jadi Sean pun memutuskan untuk menunggu di luar kantor,, sampai akhirnya Rania pun keluar dari kantor itu untuk pulang, dan saat Rania mulai melangkah keluar


"Terima kasih, kamu masih peduli pada Lena" ucap Sean yang duduk di kursi luar


Seketika Rania pun menoleh ke asal suara itu "Kamu?" Rania sedikit terkesima melihat Sean yang wajahnya sudah kembali seperti semula

__ADS_1


Dia pun melangkah dan mendekat ke Arah Sean "Maaf, aku tidak bisa membebaskan Lena" Tanya Rania


"Mungkin harusnya aku yang minta maaf pada kalian, karena aku selalu tidak ada di saat kalian butuh" ucap Sean sambil menatap wajah wanita yang sudah melahirkan putri kecil imut untuknya


__ADS_2