
Sesampainya di pelabuhan, Sean mencoba meminta bantuan S lagi untuk memantau pergerakan dari RR, tapi lagi lagi ponsel RR tidak dapat di lacak karena nomornya tidak di aktifkan,
Jadi Sean pun menyuruh anak buahnya untuk menyebar secara diam diam untuk mencari keberadaan RR dan anak Buahnya yang akan bertransaksi itu
"Kalian menyebar ke beberapa titik di pelabuhan ini, usahakan tidak terlihat oleh musuh, kalau ada pergerakan, segera hubungi aku atau Tiara,,, mengerti!!!" ucap Sean
"Siap, di mengerti master" ucap Serempak para anggota dengan suara yang tidak begitu keras
Para anggota pun langsung menyebar, sementara Sean dan Tiara menungu laporan dari para anggota Lain sebelum bergerak
"O yah, Dari mana kamu tau kalau mereka akan melakukan transaksi di sini" tanya Tiara penasaran
"Ada sumber yang bisa ku percaya, aku tidak bisa mengatakannya padamu" ucap Sean
"Apa dia bisa melacak seseorang?" tanya Tiara
"Ya semacam itu lah keahlianya" ucap Sean
"Kalau begitu apa kamu bisa menyuruhnya melacak keberadaan kakaku?" tanya Tiara
"Kakakmu????, bukan kah dulu dia menginap di lapas kota SB?" tanya Sean
"Dia Tidak ada di sana sekarang, aku sudah pernah mencarinya kesana, dan aku hanya dapat kabar kalau ada yang sudah membebaskannya, tapi sampai sekarang dia tidak pernah kembali ke markas ataupun ke rumah" ucap Tiara
"Ada yang melepaskanya? Siapa??" ucap Sean sedikit bingung, dan logikanya pun mulai berjalan dan membuat kesimpulan Untuk dirinya sendiri 'Kurasa semua yang tejadi ini masih ada sangkut pautnya dengan Leon, aku yakin hanya dia yang memiliki pemikiran yang sulit di pahami semacam ini' gumam batinnya
"Untuk apa kamu mencarinya, apa kamu mau lihat aku menghajarnya lagi?" ucap Sean dingin
"Apa kamu masih menyimpan dendam pada kakaku, bukan kah semuanya juga sudah berlalu, jika sekarang kamu tidak bersama Rania lagi, itu sudah tidak ada sangkut pautnya dengan kakaku kan?" ucap Tiara
"Belum tentu" ucap Sean
"Apa maksudmu??"
"Mungkin saja ...
Tiba tiba ponsel Tiara pun bergetar "Sebentar, ada panggilan ke ponselku" ucap Tiara mengeluarkan ponselnya dan mengangkat nya, "Apa pergerakan mereka terlihat?........,Di mana?........, Baik, aku segera kesana" ucap Tiara
"Mereka melihat pergerakan RR,, ayo kesana" ucap Tiara
"Baiklah" mereka pun segera turun dari mobil dan langsung bergegas ke tempat pengintaian anggota Redbear yang menghubunginya
Sean dan Tiara pun kini mengintip RR dan anak buahnya di balik kontainer yang lumayan agak sedikit jauh dari tempat aktivitas mereka, mereka terlihat sedang menaikan muatan peti kemas dari sebuah speed boat yang berukuran lumayan besar itu ke dermaga
"Apa kau yakin itu mereka?" tanya Tiara
"Harusnya Iya, aku akan kesana untuk memastikannya, kalian tunggu di sini sebentar, jika mereka melakukan serangan, kalian boleh menyerang balik" ucap Sean
"Baik, hati hati" ucap Tiara
Sean pun menghampiri kerumunan orang yang sedang melihat proses menaikan barang-barang itu, Sean sedikit bingung harus menargetkan orang yang mana, karena dia tidak tau wajah RR itu seperti apa
"Permisi tuan tuan, apa aku boleh numpang tanya?" ucap Sean dari belakang mereka
Seketika semua pria pria yang berada di sana pun langsung menatap Ke arah Sean, termasuk RR yang sangat di cari Sean
__ADS_1
"Sial,, kenapa pria ini ada di sini,??, habisi dia" ucap Roland yang lumayan kaget dengan kehadiran Sean yangtiba tiba itu
Seketika mata Sean pun langsung menatap kepada pria berperawakan tinggi tegap yang memberikan instruksi itu, hanya saja Sean tidak bisa melihat jelas wajahnya karena dia menggunakan masker, dan Dewi juga ada di sebelahnya
"Ku yakin itu kau dewi" gumam Sean
Seketika beberapa anak buah RR pun langsung mengeluarkan senjata api dan mengarahkan pistol mereka pada Sean, dan segera menekan pelatuknya, tapi pistol mereka tidak mengeluarkan bunyi ledakan karena mereka memakai peredam di masing masing senjata apinya
Seketika beberapa butir peluru pun langsung mengarah pada Sean, Sean pun segera menggunakan insting andalanya untuk menghindari peluru dengan gerakan yang cepat, dia juga sampai beberapa kali memutar tubuhnya di udara
Melihat itu, Tiara dan anak buahnya pun langsung mendekat ke arah Sean, dan langsung membalas tembakan mereka itu 'Duar duar duarrr'
Baku tembak pun tidak terelakkan lagi dari kedua kubu, anak buah Tiara menembak dengan sesekali bersembunyi, dan hanya Tiara yang menembak secara terang terangan
Sementara Anak buah RR semuanya dalam ke Adaan bebas penghalang, dan beberapa dari mereka tidak sempat mundur untuk bersembunyi, alhasil beberapa diantaranya pun terkena tembakan dari anggota Redbear dan Tiara
Sean pun langsung mencari sosok pria yang memakai masker tadi, Dan Sean melihat kalau pria itu lari dengan Dewi menjauh dari sana "Sial mereka lari, Tiara beri aku senjata" ucap Sean
"Ini,,, tangkap", ucap Tiara langsung melemparkan sepucuk senjata api pada Sean
Dan Sean langsung menangkapnya di udara, Sean pun segera melesat tanpa Ragu ke arah perginya RR Untuk mengejarnya, dia tidak peduli ada yang membidiknya atau tidak
Sean pun menembak beberapa anak buah RR yang bersembunyi saat berlari melewati persembunyian mereka, dan terus mengejar ke arah Roaland dan Dewi yang juga masih terlihat berlari di depannya
Sean menghentikan langkahnya saat dia kehilangan sosok RR yang di kejarnya, dan memperhatikan kesetiap barisan Kontainer yang berjejer di sekelilingnya, dia berputar putar dengan bingung diarea itu "Mau sembunyi di mana kau?, keluar lah, aku hanya ingin membuat sedikit perhitungan dengan mu" ucap Sean sedikit berteriak
Tidak lama Tiara pun mengejar dengan anak buahnya "Kemana perginya mereka" tanya Tiara dengan nafas tidak beraturan karena sudah berlari
"Entahlah, kurasa mereka bersembunyi" ucap Sean
Tidak lama ada sebuah mobil yang tiba tiba keluar dari balik kontiner di arah depan mereka, dan mobil itu pun melaju pelan mengarah ke arah luar pelabuhan, namun akhirnya mobil itu berhenti kaean menabrak pinggir kontainer
Tapi Sean hanya memperhatikan mobil itu saja, dia tidak bergerak untuk menghampiri mobil itu, dia merasa ada yang janggal, dan dia ada firasat buruk tentang mobil yang melaju pelan dan menabrak itu,
"Kurasa ada yang tidak beres" ucap Sean
Diapun mencoba melihat ke sekeliling lagi dan melihat ada biasan cahaya dari sebuah speed boat kecil dari arah laut
"Tiara, berhenti, itu hanya tipuan, mereka ada di laut" triak Sean
Tiara dan anak buahnya yang baru sampai di pertengahan jalan ke mobil itu pun seketika menghentikan langkahnya "Ada apa?" tanya Tiara menoleh
"Mereka ada di..........."
Belum selesai Sean bicara, 'Buuuummmmmmmm' tiba tiba mobil pengalih perhatian itu pun meledak cukup dahsyat,
Seketika Tiara dan beberapa anak buahnya pun langsung tiarap di lantai karena ledakan itu
"Tiara" teriak Sean kaget
"Aku baik baik saja, kejar saja mereka" balas Tiara
"Oh baiklah" Sean yang tadinya akan menghampiri Tiara pun seketika berbalik arah dan langsung berlari ke arah biasan cahaya lampu di laut itu, posisi speed boat Sekarang sudah sedikit renggang dari dermaga, namun lajunya masih sangat pelan,
Setelah sampai di pinggiran dermaga , Sean pun tidak Ragu ragu lagi dan langsung terjun ke lautan untuk mengejar speed boat yang belum terlalu jauh itu, Sean sekarang memang sudah terbiasa berenang di lautan lepas, pengalaman jadi nelayan memberikan banyak pelajaran bagi Sean di lautan, kini dia sedikit lebih handal dalam urusan berenang, ketimbang sebelumnya yang hanya menyandang predikat perenang juara di kali
__ADS_1
Roland yang ada di Speedboat itu pun sedikit terperangah saat mendengar suara yang tercebur ke Air, "Apa itu??" tanya Roland yang tidak begitu memperhatikan dermaga yang sedikit gelap itu
"Mungkin hanya benda yang jatuh ke Air," jawab Dewi
"Apa jebakan mobilmu akan berhasil membuat mereka terpanggang" tanya Roland
"Entah lah, kalau perkiraanku tepat saat menekan pemicunya, mungkin mereka sudah hangus sekarang" ucap Dewi
"Kau memang Dewi peledaku" ucap Roland menarik kepala Dewi dan mengecup pipinya sekilas "Sudah ayo kita masuk kedalam" ucap Roland
Sean yang kini tepat berada di bawah mereka pun mendengar jelas percakapan mereka itu "Dewi peledak ya??, aku tidak menyangaka wi,, kamu juga pasti ikut ambil bagian dalam meledakan pesawat ku Tempo hari" gumam Sean,
Sean pun segera naik ke atas speed boat itu dari bagian depannya, dan duduk bersandar di besi pembatas nya
"Apa aku mengganggu kalian?" tanya Sean
Seketika Roland dan Dewi pun langsung menoleh ke arah belakang mereka
"Arman??" Dewi pun nampak Sangat kaget saat melihat Sean yang sudah ada di belakangnya
"Hay wi, apa kabar, sudah lama tidak jumpa kan?" ucap Sean yang kini basah kuyup
Dewi pun terlihat cukup panik dan salah tingkah
"Kau seperti hantu saja, yang suka muncul tiba tiba" ucap Roland masih tenang,
"Apa kau yang bernama RR, kurasa Kita harus berkenalan dulu, tidak etis rasanya jika aku tidak kenal dengan orang yang ingin membunuhku" ucap Sean yang memang belum melihat wajah dari roland karena tertutup maskernya
"Kau tidak perlu mengenalku, karena itu akan percuma jika kau mati sekarang" ucap Roland langsung mengarahkan senjata api yang di peganganya pada Sean
"Ayolah, momen perkenalan kita ini jangan terlalu cepat berlalu" ucap Sean asal
"Tunggu saja di neraka" ucap Roland yang langsung menekan pelatuknya dan 'Duar duar duar'
Sean pun dengan cepat mengelak dari setiap peluru yang terlontar dari pistol Roland, dia pun sadar kalau ada benda yang dia pegang di tangannya, jadi diapun mengincar kepala Roland untuk dia timpuk, dan 'wussssh'
Benda dari tangan Sean itu terbang tepat ke arah wajah Roland dan, 'Beletak' benda itu tepat mengenai matanya, dan "Awwwww" triak Roland yang merasa kesakitan, dan dia langsung memegangi matanya yang terkena lemparan sean itu
Sementara Sean merasa sangat bodoh karena yang di lemparnya itu adalah pistolnya, diapun menepuk jidatnya sendiri "Astaga, bodoh sekali aku, itu pistol, Kenapa aku melempar nya, kenapa tidak menembakannya saja, maaf, aku tidak terbiasa dengan senjata" ucap Sean
Diapun langsung melesat ke arah Roland dan langsung menendang dada Roland, dan 'Habuukkk' Roland pun sampai terpental ke arah belakanganya, dan pistol yang di peganganya pun terjatuh ke lantai Speedboat dan kemudian kelaut
"Aaa", 'Guprak' Roland pun sedikit meringis karena kesakitan
Sementara Dewi yang tidak tau harus apa pun langsung terjun ke lautan karena takut di tangkap Sean 'Jebuurrr'
"Dewi" triak Sean sedikit kaget melihat Dewi yang terjun
Roland pun langsung bangkit dan mencoba menyerang Sean yang terlihat lengah itu, dia langsung melesatkan tinjunya tepat mengarah ke wajah Sean,
Namun Sean langsung menangkapnya di udara, dan langsung meremasnya "Kau terlalu meremehkanku RR" ucap Sean
"Aaaarggghh" Lirih Roland yang merasa tinjunya itu hampir hancur karena cengkraman kuat dari Sean
Sean pun sedikit memelintir tangan Roland ke dalam dan menarik masker yang di gunakannya
__ADS_1
Diapun sedikit kaget melihat wajah itu, 'Roland???, Jadi benar RR itu dia, kenapa?, Kenapa harus kau?, kenapa harus suami Rania?' gumam batinnya
"Apa masalahmu dengan ku?" tanya Sean yang sedikit tidak percaya kalau RR itu memang Roland seperti dugaan Tiara