
Keesokan Harinya, Sean dan Ifan pun segera pergi ke bandara pagi pagi sekali untuk terbang kembali Ke kota J, karena mereka harus kembali pada rutinitas kantor nya lagi, sementara Tiara masih tinggal di kota Y ini untuk mengurus beberapa hal di markas kota ini
Di dalam kabin jet pribadi Sean
"Kenapa nona Tiara tidak pulang bareng kita lagi kak?" tanya Ifan
"Dia bilang masih ada yang perlu dia urus di sini," jawab Sean
Ifan pun menghela nafasnya "Sayang sekali, kapan kiranya dia kembali ke kota J lagi?" tanya Ifan
"Tidak tau, dia tidak bilang berapa lama dia akan di sini, kamu tanyakan saja langsung padanya, mudah kan?" ucap Sean
"Baiklah, nanti saja kalau sudah di kota J" ucap Ifan
Jarak terbang dari kota Y Ke kota J memang tidak terlalu panjang, dan setelah beberapa waktu penerbangan, pesawat yang mereka tumpangi pun kini sudah mendarat lagi di bandara internasional kota J Lagi, dan mereka pun segera kembali ke tempat masing-masing dengan di antar Anggota Redbear
Sean pun segera sampai di Mansion Kartina, dia turun dari mobil dan langsung melirik jam di tanganya, waktu pun baru menunjukkan pukul 7 kurang sepuluh menitan, dan Sean pun segera masuk kedalam mansion
"Pagi bu" ucap Sean menghampiri ibunya di meja makan dan memberinya salam
"Pagi, ibu baru saja selesai sarapan sayang, apa kamu mau langsung sarapan?" tanya Kartina
"Iya bu, Lena kemana bu?, kok tidak sarapan bareng ibu, apa dia sudah berangkat ke rumah Sakit??" tanya Sean sambil mengambil piring dan mengambil sarapanya sendiri
"Belum, Ibu belum melihat dia turun dari kamarnya" ucap Kartina
"Oh, kalau gitu Aku bawakan dia sarapan ke kamarnya saja" ucap Sean yang langsung mengambil piring dan mengambil sandwich dan segelas teh susu untuk Lena
"Biar saya bantu bawakan tuan" ucap Salah satu pelayan rumah
"Oh iya, terimakasih" ucap Sean
Sean pun segera beranjak naik ke kamar Lena, dan kemudian mengetuk pintunya karena masih terkunci dari dalam "Len, apa kamu sudah bangun?" tanya Sean
Kunci pintu pun di buka dari dalam, tapi tidak sekalian di buka Lena, jadi Sean pun membukanya sendiri, Sean pun masuk dan melihat kalau Lena masih duduk di kasurnya, dia sudah berpenampilan rapih dengan jas putih dan jilbab toska di kepalanya,
"Len, tumben kamu belum keluar kamar, apa kamu Sakit sayang?" tanya Sean yang langsung menghampiri nya dan meraih keningnya
"Tidak" ucap Lena langsung memelingkan wajahnya
"Terus kamu kenapa murung?" tanya Sean
"Kamu semalam pergi dengan Tiara kan?" tanya Lena sambil cemberut
"Iii Iya, maaf aku tidak bilang sebelumnya soal itu" ucap Sean
"Apa kamu tau, aku tidak bisa tidur semalaman, kamu malah asik berdu duan dengan dia ke luar kota, apa yang kamu lakukan dengannya??" tanya Lena menelisik
"Len, kita tidak pergi berdua, ada banyak orang bersama kita, Ifan juga ikut, kalau tidak percaya telpon saja Ifan" ucap Sean
"Lalu kenapa kamu tidak bilang sebelumnya kalau kamu pergi dengan Tiara, kamu tau kan, aku tidak suka dia" ucap Lena yang menekuk wajahnya dan melipat tangan di perut nya
__ADS_1
"Iya maaf, kalau aku bilang akan pergi dengannya, kamu mungkin tidak akan izinkan, Aku tempo hari ada janji padanya untuk membantu dia mengurus suatu hal, dan aku baru bisa menepati janji ku itu kemarin,, Aku mersa tidak enak jika tidak menepati janjiku itu, aku minta maaf ya," ucap Sean
"Tidak, Lena tidak mau maafkan, kak Sean sudah tidak jujur pada Lena, sekarang mending kakak keluar dari kamar Lena" ucap Lena ngambek
"Len, aku kan hanya berusaha jadi laki laki yang selalu menepati janji, itu saja, tidak lebih" ucap Sean
"Lena tidak mau dengar alasan lagi, keluar dari kamar Lena sana, kembali saja ke Tiara itu" ucap Lena benar-benar marah
"Iya Iya, tapi kamu sarapan dulu, biar aku suapain" ucap Sean
"Keluaaaaaar" ucap Lena sedikit berteriak
"Oh, Baiklah kalau tidak mau di suapin" ucap Sean sambil berdiri dan beranjak dengan enggan ke arah pintu keluar
"Jangan lama lama ngambeknya ya, nanti cantiknya hilang" ucap Sean yang sudah berdiri di pintu kamar
"Keluaaaarrrr" ucap Lena sambil melemparkan bantal ke arah pintu, dan Sean pun langsung menutup pintunya, dan segera kembali ke ruang makan lagi
"Lho, kok kamu sudah kembali, apa sudah selesai sarapan nya?" tanya Kartina yang merasa baru saja putra nya itu naik, tapi sudah turun lagi
"Lena sedang sensi bu," ucap Sean
"Kamu sih, kenapa kamu pergi bareng Tiara kemarin, kamu tau kan kalau Lena dari dulu tidak menyukai Tiara" ucap Kartina
"Iya,, tapi aku terlanjur ada janji padanya sebelumnya, ku kira tidak akan ketahuan, tapi ternyata Lena tau juga, siapa yang memberitahunya ya?" ucap Sean sedikit bingung
"Lena menanyakannya pada ibu, jadi ibu tanyakan pada Elisa, dan ibu memberitahukan pada Lena kalau kamu pergi dengan Tiara, ibu tidak mungkin berbohong kan?, sebagai istri, mungkin dia punya insting yang kuat padamu" ucap Kartina
"Lena kan istrimu, tentu saja dia punya ikatan batin dengan mu, sama seperti antara ibu dan kamu" ucap Kartina
"Ya, kurasa aku tidak akan bisa membohongi kalian berdua" ucap Sean sambil menyangga dagunya di meja makan dengan wajah Suram
"Daripada kepanjangan, mending kamu rayu saja dia gih" ucap Kartina
"Ibu seperti tidak tau saja, Merayu wanita itu bukan keahlian ku bu" ucap Sean
Saat mereka mengobrol, tiba tiba Lena pun menghampiri mereka yang masih di ruang makan, dia langsung berjalan ke arah Kartina melewati kursi yang di duduki Sean
"Mah, Lena berangkat dulu ya" ucap Lena sambil mencium tangan Kartina
"Kamu sudah sarapan belum sayang?" tanya Kartina
"Nanti saja lah mah, Lena sarapan di rumah Sakit" ucap Lena dia pun segera beranjak ke arah Sean lagi
Sean pun mengulurkan tangannya dan mengira kalau Lena akan memberi salam padanya juga, tapi nyatanya Lena malah lewat begitu saja, dan Tangan Sean pun hanya menerima kehampaan tanpa adanya sambutan
"Hhhhh, gak enak juga rasanya kalau di musuhi Istri seperti ini" ucap Sean
"Ya Sudah, kejar sana, antar dia pergi" ucap Kartina
"Baiklah, kurasa itu ide yang bagus" ucap Sean yang langsung beranjak dari kursinya
__ADS_1
"Tapi ini kamu belum sarapan Arman" ucap Kartina
"Nanti sajalah" ucap Sean
Dia pun segera mengejar istrinya ke depan Mansion dan mengikuti langkah kecilnya di belakang
"Sayang, ku antar kamu kerja ya" ucap Sean dengan suara yang di manis manisin
"Tidak perlu, aku bisa menyetir sendiri" ucap Lena yang langsung membuka pintu mobilnya dan langsung Masuk ke dalam
"Oh, kalau gitu hati hati di jalan yah, jangan ngebut, jangan ngelamun, jangan tidur, jangan main ponsel juga, dan yang terpenting jangan lama lama ngambeknya, ya" ucap Sean memberi senyuman pda Lena
Tapi Lena seperti malas melihat wajah Sean "Assalamualaikum" ucap Lena dengan masih cemberut dan langsung melajukan mobilnya
"Waalaikumsalam" jawab Sean sambil menggaruk belakang kepalanya "Payah, kenapa aku tidak bisa menaklukan istriku sendiri, hhh sudahalah, kurasa ngambeknya juga akan hilang pada waktunya" ucap Sean tersenyum
Sean pun kembali ke dalam dan segera mengganti pakaiannya untuk pergi ke Kantor,
Di kantor, Sean pun tidak terlalu fokus pada kerjaanya, dan juga menyerahkan sebagian kerjaannya pada Ifan
.
.
Sore harinya Sean pun segera pulang ke Mansion lebih awal, karena dia merasa tidak tenang kalau belum menyelesaikan masalah dengan istrinya itu,
Sean pun menunggu Lena dengan duduk di sofa Ruang tengah
Tak lama, Lena juga datang "Assalamualaikum" ucap Lena
"Waalaikumsalam" ucap Sean mengulurkan tangannya lagi, dan berharap sekarang ada sambutan hangat dari tangan Lena, namun sekali lagi Lena hanya lewat begitu saja di depan Sean seperti tidak melihatnya, itu pun membuat Sean geregetan di buatnya "Ini mau sampai kapan seperti ini?, ku kira akan sembuh dengan sendirinya" gumam Sean
Lena pun segera naik ke lantai atas untuk ke kamarnya,
Sean pun beranjak dari kursinya dan segera mengikuti istrinya ke kamar
"Len, sampai kapan kamu mau ngambek seperti ini?, apa kamu tidak kasian padaku" ucap Sean menghampiri Lena yang duduk pinggiran tempat tidur
Tapi Lena tida menggubris perkatan Sean itu, dan malah beranjak dari sana untuk membersihkan diri
Sean pun tidak membiarkan Lena pergi begitu saja, dia pun langsung memeluk tubuh mungil Lena dari samping
Lena pun langsung meronta, "Lepasin, Lena mau mandi" ucap Lena ketus
"Tidak akan, mending kita mandinya barengan nanti" ucap Sean menggoda
"Tidak mau, lepasin, iih" ucap Lena tetap berontak
Sean pun langsung memutar sedikit tubuh Lena, dan tampa aba aba Sean pun langsung mencium bibir Lena yang manyun itu dengan gemasnya,
'Mmm mm' Lena yang sedikit kaget pun terus merapatkan bibirnya dan tidak mau memyambut ciuman dari Sean itu
__ADS_1
Tapi perlahan Sean pun tetap saja bisa berhasil membuat Lena membuka bibirnya, dan Lena pun mau tidak mau juga membalas ciuman dari Sean itu