
Keesokan paginya Sean terbangun lebih dulu di kamar Lena yang tidak terlalu luas itu, dia beranjak dan ambil wudhu, dan kemudian Sholat
Saat sean Sholat, Lena pun bangun dan langsung duduk di tempat tidurnya, dia pun langsung menatapi Sean yang sedang sholat itu, dengan tersenyum 'Aku yakin kamu pria baik Man,, kamu hadir tiba tiba, dan mampu menenangkanku seperti dia' gumam batin Lena
Lena pun terus menatap Sean hingga dia pun tidak sadar kalau Sean sudah selesai
"Kenapa menatap ku seperti itu," ucap Sean
"Tidak,, Lain kali kamu ke musholla, tidak jauh kok" ucap Lena
"Siap, aku hanya belum hapal saja tempatnya" ucap Sean beralasan
Lena pun segera beranjak dari tempat tidur untuk ambil air wudhu, dan kemudian Sholat juga, setelahnya mereka keluar kamar, dan punya tujuan masing masing, Lena ke dapur untuk bantu bantu bi Ratmi,
Sementara Sean langsung ke kamar Nayra untuk melihat dia sudah bangun atau belum
Benar saja, Nayra memang sudah bangun "Pagi sayang, mau ikut papah olah raga tidak?" ucap Sean
Nayra pun menatap Sean dengan matanya sedikit sepat, "Mamah mana?" tanya Nayra
"Ada, mamah di belakang" ucap Sean
Nayra pun langsung menangis "Mamah !!"
"Hey, kenapa Nayra nangis?" tanya Sean heran
"Nay pipis di kasur, mamah pasti malah" ucap Nayra
Sean pun langsung tertawa ringan, "Enggak dong sayang, mamah kan baik, kita bersihkan ke kamar mandi saja, oke" ucap Sean sambil mengulurkan tangannya
Lena yang mendengar Nayra nangis pun menghampiri kamar "Kenapa Nay nangis?" tanya Lena
"Dia pipis katanya" ucap Sean
"Ya ampun Nay, kamu ini sudah besar, masa kamu pipis terus di kasur sih" ucap Lena
"Tuh kan mamah malah om" ucap Nayra menatap wajah Sean
"Dia kan masih kecil Len, wajar saja kan?" ucap Sean
"Iya, tapi gak boleh di biasain gitu, nanti sampai besar tetap gitu juga, nay langsung tidur sih semalam, kan mamah sudah bilang, kalau mau tidur kamu bung air kecil dulu,, ya sudah ayo mamah antar ke kamar mandi, jangan ulangi lagi" ucap Lena menuntun Nayra untuk ke kamar mandi
"Maaf" ucap Nayra
Sean pun hanya tersenyum, dia memang tidak tau caranya mendidik anak, dan menurutnya itu wajar saja karena usia Nayra juga belum genap 4 tahun, tetapi memang berbeda dengan pemikiran Lena yang bersiafat ke ibuan, hal sekecil apapun tidak lepas dari didikannya, dan harus di biasakan sedari dini, itu supaya mereka tumbuh dengan baik dan tau aturan nantinya, jadi kasih sayang yang nyata menurut Lena adalah didikan, bukan dengan manjaan
Setelah Nayra selesai dan sudah berganti pakaian, Sean pun mengajaknya jalan jalan pagi di kawasan rumah Lena, setelah pulang diapun melakukan olah raga ringan di teras Rumah
__ADS_1
"Ayo pah Telus pah telus pah, semangat" ucap Nayra yang Sekarang duduk di atas punggung Sean yang sedang pushup
Sean pun melakukan pushup sambil terus tersenyum, karena memang dia yang menyuruh Nay duduk di punggungnya sebagai beban tambahan, hingga akhirnya Sean menyerah dan ambruk di lantai, karena sudah puluhan kali dia melakukan pushup dengan beban Nayra di punggungnya "Papah nyerah sayang" ucap Sean melambaykan tangan dengan napas tak beraturan
"Sudah dulu olah raga nya, ayo pada mandi dulu, terus kita sarapan" ucap Lena dari dalam rumah
Sean pun tersenyum lagi, 'Begini ya rasanya punya keluarga kecil, indah juga' pikir Sean
"Ya Sudah, kita mandi dulu sayang, ayo turun" ucap Sean pada Nayra yang masih di punggungnya
"Tapi Nay masih ingin olah laga lagi" ucap Nayra
Sean pun tersenyum kecut, "Nay,, papah sudah kehabisan tenaga" ucap Sean
Jika tanpa beban Nayra di punggungnya, Sean sanggup melakukan gerakan pushup hingga menyentuh angka ratusan, tapi dengan adanya Nay sebagai beban tambahan, dia hanya mampu melakukan separuhnya saja
"Sudah Nay, ini sudah siang, ayo, kamu mau kue oleh oleh dari kota BG tidak?" ucap Lena yang kini berdiri di pintu
"Asiik, Iya Nay mau" ucap Nayra yang langsung beranjak dan menghampiri Lena
Sean pun juga segera bangkit dari lantai dan mengikuti mereka masuk kedalam Rumah, dan bergegas membersihkan dirinya
Setelah itu merekapun sarapan bersama di meja makan, Sean pun bisa merasakan kalau hidupnya benar benar lengkap sekarang, 'Istri cantik, anak lucu, apa lagi yang kurang ya?, O Iya, putra dari Lena' gumam batin Sean, dia pun tersenyum sambil menatap Lena yang sedang membatu Nay untuk sarapan
"Apa senyum senyum, ada yang lucu kah?" tanya Lena yang merasa dirinya di perhatikan Sean
"Apanya yang lucu?, apa menurutmu menyuapi anak itu lucu?" ucap Lena
"Bukan itu, kalian memang lucu dan imut, apa lagi kalau nambah satu lagi yang lucunya, pasti lebih lucu lagi" ucap Sean menggoda Lena
"Apaan sih" ucap Lena malu malu, karena Lena tentunya paham maksud Sean itu ingin ada anak lagi di antara mereka
Setelah mereka beres sarapan, mereka pun bersiap untuk pergi ke rumah Sakit lagi, Sean tetap menggunakan pakaian hitam hitam, sementara Lena putih putih, dan Nayra menggunakan setelan sweater merah mudanya, alias pink, warna kesukaan mamahnya
Mereka pun segera berangkat ke rumah Sakit, Dan Sean tetap ikut bersama mereka dengan alasan pengawalan, itu sudah seperti jadi kesenangan tersendiri untuk Sean sekarang
Setibanya di parkiran, seperti biasa Gina sudah menunggu Lena di sana, Lena pun segera turun
"Dokter Lena, kamu kemana saja 2 hari ini?, kenapa tidak masuk tampa Izin, pemimpin rumah Sakit sampai nanyain kamu loh" ucap Gina
"Iya maaf, kemarin memang ada urusan dan tidak sempat izin, tapi 2 hari lalu aku kan ada tugas ke luar Gin" ucap Gina
"Masa???, kepala rumah Sakit tidak bilang padaku, malah dia nanyain kamu padaku 2 hari lalu" ucap Gina
"Masa sih, itu kan tugas dari pihak rumah sakit Gin, masa iya.........," Lena pun tertegun karena merasa mulai menyadari sesuatu "Ya ampuuuun, ini pasti akal akalan Reno yang meminta bantuan wadir, kenapa aku bisa di bodohi dia seperti ini sih" ucap Lena menepuk jidatnya sendiri
"Apa maksudmu?" tanya Gina
__ADS_1
"Panjang ceritanya, nanti saja aku ceritain Gin, kamu sekarang temani aku menghadap direktur saja untuk menyampaikan permohonan maaf ku" ucap Lena
"Baiklah, dia pasti sedikit kecewa padamu, soalnya ada beberapa jadwal operasi yang di batalkan karena absennya kamu 2hari ini Len" ucap Gina
"Itu pasti,,, Reno benar benar sudah keterlaluan, awas saja dia" ucap Lena
Mereka pun segera melangkah masuk ke dalam rumah Sakit dan langsung naik Lift, "Man, kamu bawa Nay tunggu di ruang dokter saja ya, aku nanti nyusul" ucap Lena
"Apa tidak perlu ku temani?" tanya Sean
"Tidak perlu, aku tidak akan lama, juga ada Gina ini" ucap Lena
"Oh, Baiklah kalau gitu" ucap Sean
Mereka pun berpisah di lift, karena Lena menuju ke lantai paling atas rumah Sakit, sementara Sean dan Nayra keluar lift di lantai 2 rumah Sakit, karena Ruangan dokter tempat Lena memang ada di sana
Sean pun langsung membawa masuk Nayra ke ruangan dokter, seketika para dokter yang ada di ruangan itu pun melihat ke arah Nayra yang berdiri di pintu
Dan salah satu dokter wanita pun langsung menghampiri Nayra,
"Nayra, kenapa kamu sendirian kesini? kemana mamah mu" tanya dokter itu
"Iya Tante doktel, Mamah lagi ke atas dulu," ucap Nayra
"Oh, Ya Sudah kamu dengan Tante saja dulu di sini ya" ucap Dokter rekan satu tim Lena
Nayra memang sudah di kenal dan di sukai banyak Dokter di rumah Sakit ini, itu karena dia memeng lucu dan menggemaskan, tapi dia biasanya hanya mau dekat dengan orang yang akrab dengan Lena saja
Sean pun tidak khawatir Nayra dengan orang lain, karena menurutnya ini memang lingkungannya sedari dia kecil
Sementara Nayra di dalam ruangan dokter, Sean hanya menunggu Lena di luar ruangan seperti biasanya
Tidak lama Lena dan Gina pun terlihat datang dari lorong rumah sakit dengan di ikuti Reno yang ternyata sudah keluar dari tahanan pos hotel
"Len Len, aku minta maaf, jangan seperti ini dong Len, aku tau aku salah" ucap Reno
"Pergi ku bilaaang, jangan ikuti lagi, dan jangan ganggu hidup ku lagi, Ok" ucap Lena sambil terus melangkah cepat ke arah Sean
Sean pun tidak tinggal diam melihat hal ini, di bangkit dari duduknya dan langsung berjalan berlawanan dengan mereka dan langsung menghadang jalan Reno yang mengikuti Lena
"Jangan ikuti dia lagi atau kamu akan menyesal lagi", ucap Sean
Lena pun juga mengehentikan langkahnya di belakang Sean
"Kamu pengawal jangan So ikut campur urusan pribadi, ini urusan ku dengan Lena" ucap Reno
"Kalau kamu berani ganggu Lena lagi, aku tidak keberatan jika harus menyebarkan foto kemesraan mu dengan pasangan jeruk mu di hotel waktu itu" ucap Sean, dia tidak berniat menggunakan cara kasar dulu karena ini di rumah Sakit, jadi dia pun menggunakan sedikit ancaman
__ADS_1