TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Momen Bersama


__ADS_3

Malam pun segera berlalu, dan beranjak tergantikan pagi, Sean mulai kembali dari alam mimpinya ke alam sadarnya di dalam kamar Resort kota BK itu, dia perlahan membuka matanya, dia pun langsung menoleh pada putri kecilnya yang tidur di sebelahnya itu


Sean memperhatikan wajah imut Putrinya itu dari jarak dekat, Nayra masih tertidur dengan memeluk tanganya, dia pun tersenyum lalu mencium putrinya sejenak, Sean merasa sedikit hangat keluarga kecilnya itu terlelap di tempat tidur yang sama,,, karena memang mereka jarang jarang tidur di tempat tidur yang sama seperti itu


Setelah itu dia pun bangkit dan beranjak ke sisi lain tempat tidur, dan Sean berniat menggoda Lena yang masih tertidur itu dengan menciumi semua bagian wajah nya


Dan tentu saja Lena langsung terbangun karenanya, "Mmmmh, apa sih sayang, tumben baru bangun langsung cium cium aku, tidak biasanya kamu membangunkanku seperti ini" ucap Lena tersenyum dengan matanya yang masih sedikit terpejam, dan dia pun berusaha menatap wajah suaminya yang tersenyum padanya juga


"Tidak apa, hanya ingin membangun kanmu dengan cara berbeda saja" ucap Sean


"Aku tau alasannya, pasti karena semalam kamu tidak berhasil dapat jatah kan?" ucap Lena


"Ya Boleh jadi, , jadi apa boleh minta sekarang?" tanya Sean asal


"Tidak boleh,,, Nay sebentar lagi juga pasti bangun" ucap Lena


Sean pun menghela nafasnya "Hhhhh, Baiklah, kalau gitu cepat bangun kalau tidak mau" ucap Sean


Lena pun langsung bangkit danendudukan dirinya di tempat tidur, diapun memeluk suaminya yang duduk membelakangi nya itu "Bukan tidak mau sayang, kan situasinya tidak menguntungkan, kalau keganggu lagi di tengah-tengah pasti tidak enak lagi kan,,, kamu kan tau Nay selalu bangun subuh juga" ucap Lena sambil menyandarkan kepalanya di punggung Sean


"Iya Iya, aku tau" ucap Sean


"Jangan marah" ucap Lena


"Siapa yang marah" Sean sedikit menoleh ke belakang "Bagaimana kalau di kamar mandi?" tanya Sean


"Tidak boleh, itu sarangnya mahluk halus, nanti kita ditonton mereka lho" ucap Lena,


"Begitu kah?, harusnya seru kalau ada penontonnya," ucap Sean asal


"Engga ah, males, Intinya itu bukan tempat yang baik untuk melakukan itu" ucap Lena


"Iya Iya, aku hanya bercanda, ya sudah aku mau ke kamar mandi, apa mau ikut??" tanya Sean


"Gendong" ucap Lena manja


"Ya Ampun manja sekali kau, ya sudah ayo" ucap Sean


Lena pun segera memposisikan dirinya di punggung Sean dan mengalungkan tangannya di leher Sean


"Ayo jalan" ucap Lena


"Baiklah" Seanpun segera mengendong tubuh mungil Lena itu di punggung nya, dan mulai melangkah ke arah kamar mandi


"Kamu ringan sekali Len, berapa berat badan mu?" tanya Sean


"Mmm, 50han kalau gak salah" ucap Lena


"Kalau tinggi mu??" tanya Sean lagi


"157"

__ADS_1


"Berarti kamu harus gemukan lagi sedikit, itu belum cukup ideal" ucap Sean asal


"Engga ah, kalau Lena gendutan nanti kak Sean tidak suka lagi" ucap Lena


"Aku tidak peduli kamu gendut atau tidak, asalkan itu kamu aku tetap suka" ucap Sean


"Engga ah", ucap Lena


Sebagai dokter, Lena memang sangat menjaga pola makannya dengan alasan kesehatan, dia juga memang bukan tipikal orang yang suka makan atau ngemil, berbeda dengan Rania yang ajaib, meskipun nafsu makannya lebih bagus dari Lena, tapi bentuk tubuhnya tetap proposional


.


.


Setelah hari mulai terang, mereka berempat pun melanjutkan acara yang sempat terganggu kemarin, ya itu menikmati indahnya tepi pantai, mereka sedikit merasa lebih tenang karena ada Sean Bersama dengan mereka sekarang


Nayra yang membeawa skop kecil dan ember cetak pun langsung berlari sambil menarik telunjuk Sean untuk ke area yang sedikit lembab


"Ayo pah kesana pah, kita buat istana untuk Nayla" ucap Nay sambil terus menarik tangan Sean


"Oke oke, jangan lari lari, santai saja" ucap Sean


Para ibu muda pun hanya tersenyum di belakang mereka, biasanya mereka yang di repotkan oleh permainan Nayra saat dia menikmati dunianya, tapi karena sekarang ada Sean, jadi dialah yang menuruti kemauan Nay


Mereka pun mulai mengisi ember kecil yang di bawa Nayra itu, dan segera mulai memutar balikanya setelah terisi penuh, dan jadilah sebuah gunung pasir menyerupai cetakan yang di pakai Nayra


"Ayo buat lagi" ucap Sean yang membantu Nay membuat beberapa, dan menupuknya jadi satu hingga beberapa umpak, gundukan pasir itu pun sampai melampaui tinggi badan Nayra, "Hole istan Nayra sudah jadi, mah ayo lihat istana Nay," ucap Nayra girang


"Harusanya kita juga ada di video nya Kak Ran" ucap Lena yang duduk di pasir di samping Rania


"Iya ya, betul juga" ucap Rania langsung mengalihkan ke kamera depan supaya bisa merekam dirinya dan Lena juga "Hay, itu istana pasir buataan Nay dan papah Arman, Hey, ayo dadah dadah dulu" ucap Rania menoleh pada Nay yang masih asik mengisi cetakan pasir


"Hay, Hay, Hay," ucap Nayra sambil dadah dadah ke arah kamera ponsel Rania


Sementara Sean hanya mesem saja


"Pah pah, Nayla mau kubur papah pake pasil, ayo tidulan pah" ucap Nayra


"Jangan dong sayang, nanti kotor lah" ucap Sean


"Ayo pah, kalau kotor nanti Nay Suluh mamah belsihin bajunya papah" ucap Nay Keukeh


"Ayolah, kapan lagi kalian bisa bersama seperti ini kan, turuti saja" ucap Lena


Sean pun menghela napasnya "Hhhhh, Baiklah,,,, demi apa coba?" ucap Sean pasrah, diapun membaringkan dirinya d pasir dekat istana pasir Nay itu


Nayra pun mulai menebarkan pasir pada tubuh Sean dengan ember kecilnya, dan dia pun terus melakukannya hingga yang terlihat sekarang hanyalah kepala Sean saja, sementara badanya sekarang sudah mirip bentuk peti mumi


Sean pun tersenyum dengan malasnya


"Hihiiii, papah sudah Nay kubur,,, Oh ya satu lagi" ucap Nay sambil mengambil pasir lagi dengan skop kecilnya dan membuat dua gundukan di area dada Sean dengan bentuk seperti gunung "Hihiiii sekalang papah sepelti mamah" ucapa Nay langsung berdiri dengan girangnya dan menghampiri Rania dan Lena yang masih melihat hasil video tadi

__ADS_1


"Mah ayo Foto papah mah, papah punya yang seperti mamah" ucap Nay polos


Sementara Rania dan Lena langsung menertawakan Sean saat melihatnya, "Iya Iya, mamah fotoin, ayo" ucap Rania


"Hhhh, Nay, kamu ini apa maksud nya ini?" ucap Sean keheranan


"Aduuuhhh, Jangan belgelak pah, nanti lusak lagi, belum di fotoin mamah ini" ucap Nayra sambil merapihkan kembali pasir yang roboh karena gerakan Sean


Sean pun langsung terdiam dan tersenyum lagi,


Sean pun harus rela jadi obyek bermain bagi Nayra sepanjang hari itu, di air pun Sean di jadikan buaya oleh Nay dan tungganginya, semua permintaan dari Nayra Sean turuti dengan senang hati, dan itu pun sukses jadi bahan tertawaan bagi Rania dan Lena


Mereka pun menikmati momen bermain main di pantai itu bersama, raut kebahagiaan pun terlihat sangat jelas terpancar dari wajah mereka, merekapun menghabiskan hari itu dengan tetap bersama sama kemana pun mereka pergi


.


.


Sore harinya, Sean pun berniat pergi ke markas Redbear untuk bertemu para penculik Nay dan penyerangnya


"Len, aku akan pergi dulu, ada hal yang harus ku urus di tempat temanku" ucap Sean


"Teman yang mana?" Tanya Lena


"Teman yang waktu itu menjemput kita dari bandara, para penculik Nay ada bersamanya sekarang" ucap Sean


"Oh, ya sudah pergi saja" ucap Lena


"Ya baiklah, tapi ingat, kalian tidak boleh kemana mana dulu sebelum aku kembali, paham?"


"Iya sayang, Lena juga merasa sedikit takut jika bepergian tanpa suamiku" ucap Lena tersenyum


"Baiklah, temani Nay bermain di sini saja ya" ucap Sean sambil mengecup kening Lena


Dan Sean pun segera pergi dari Kamar resort Lena itu, dan langsung bergegas ke markas dengan beberapa anggota yang memang selalu ikut bersamanya


Sesampainya di sana Sean pun langsung masuk ke ruangan markas, "Apa mereka memberikan pernyataan yang penting?" tanya Sean pada bos Baron yangenyambut kedatangannya


"Tidak ada master, mereka tidak banyak Tau Soal orang yang bernama R_R itu" ucap bos Baron


"Baiklah, tapi aku mau mencobanya lagi" ucap Sean


"Aku ada sedikit informasi tentang R_R itu" ucap seorang wanita yang duduk di ruangan yang baru di masuki Sean


Sean pun langsung menoleh ke asal Suara "Tiara??, kapan kamu ke sini?" tanya Sean heran


"Aku tadi Siang kesini, tadinya aku ingin langsung menemui mu di Resort, tapi kulihat kalian sedang punya acara keluarga, jadi takutnya aku merusak acara kalian" ucap Tiara


"Oh, bagus lah kalau kau paham" ucap Sean


Sean berpikir kalau Tiara menghampiri nya, Lena tentunya tidak akan senang dengan itu

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2