
Keesokan paginya, Sean terbangun di tempat tidur di samping Lena, hal yang pertama dia ingat adalah kalau dia semalam bersama Lena, jadi diapun langsung menoleh pada Lena yang di samping nya, dan ternyata dia sedang memperhatikan wajah Sean dengan posisi menyamping
"Kamu sudah bangun,, kenapa tidak membangunkanku" ucap Sean
"Rasanya sudah lama tidak melihat mu dari jarak sedekat ini, aku hanya ingin puas saja menatapmu sekarang" ucap Lena
"Begitukah" Sean juga menyampingkan badanya supaya bisa melihat Lena dengan posisi yang sama denganya
"Aku juga ingin melihatmu,, O yah, apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Sean
"Lumayan membaik, aku sudah tidak merasa pusing lagi seperti kemarin" ucap Lena
"Syukurlah" ucap Sean, diapun mengecup kening Lena, setelah beberapa saat hanya saling memandang di posisi itu, Sean pun akhirnya membantu Lena untuk pergi ke kamar kecil, kemudian mereka pun menjalankan kewajiban subuhnya bersama sama
.
…
Pagi harinya Sean turun ke lantai dasar untuk berolahraga, kebetulan Kartina dan Arfandi juga berada di area belakang Mansion untuk berolahraga juga
"Pagi mah, pah, kompak bener" ucap Sean
"Namanya juga pengantin baru kan" ucap Arfandi
"O Iya bener, gimana kesan kesannya jadi pengantin baru lagi" tanya Sean asal
"Kamu ini, apa tidak bisa kalau tidak godain orang tua" ucap Kartina yang sedang berlari di track Mill
"Aku hanya bertanya kesan, tidak bertanya yang macam macam kan" ucap Sean
"Ya begitulah, seperti pengantin pada umumnya, ngomong-ngomong, apa istrimu sudah membaik?" tanya Arfandi
"Alhamdulillah sudah mendingan, O yah, aku ingin menjajal lagi kemampuan bertarung mu, aku sedikit penasaran, kenapa gaya bertarung kita hampir sama" ucap Sean
Arfandi pun meletakkan barbel kecil yang di tangannya "Itu karena kamu putraku, secara naluri mungkin kita sama,, jadi gerakan yang keluar pun tidak jauh berbeda,, tapi kalau kakiku tidak kaku seperti sekarang, aku yakin bisa dengan mudah mengalahkan mu" ucap Arfandi
"Ya kurasa Anda memang pria hebat,,, kalau tidak, mana mungkin ibu memilih mu dulu" ucap Sean asal
"Apa kamu bisa mempertemukan ku dengan Goma" ucap Arfandi
"Bisa saja, tapi untuk apa??" tanya Sean
"Aku ingin menjajalnya satu kali lagi, aku penasaran dengan kemampuan nya sekarang, kamu bisa mengalahkannya, tapi aku kalah terakhir kali olehnya, padahal aku juga pernah mengalahkannya berkali-kali sebelumnya, " ucap Arfandi
"Mungkin Goma sudah memiliki benda bertuah yang membuatnya kebal waktu itu, jadi dia menang melawan Anda" ucap Sean
"Begitukah??" tanya Arfandi
"Sudah,, sudah,, kalian ayah dan anak memang sama saja, kelahi terus yang kalian pikirkan," ucap Kartina yang langsung turun dari trackmill nya "Mas,, Mending kita sarapan dulu yuk" ucap Kartina pada Arfandi
"Baiklah" ucap Arfandi
"Tunggu tunggu, aku masih belum belolah raga ini, masa sudah bubar" ucap Sean
"Siapa suruh datangnya siang, juga kesini malah ngobrol, mending sekarang kamu juga bawain sarapan untuk Lena ke kamarnya, kasian dia kalau harus turun" ucap Kartina
"Oh, Baiklah" ucap Sean
Merekapun segera bergegas ke ruang makan, Rania dan Tiara juga kebetulan sudah turun, dan langsung menyapa Kartina dan Arfandi, mereka pun langsung gabung untuk sarapan bersama
…
__ADS_1
Di ruang makan
"Den sarapan untuk nona Lena sudah siap, apa saya antar sekarang??" tanya Salah satu asisten rumah
"Ah, biar saya saja yang antar bi" ucap Sean, dia pun segera beranjak dari duduknya dan mengambil nampan yang di persiapkan asisten, dan segera bergegas untuk mengantarkan nya ke kamar Lena
"Kalau kalian tiga tiganya sakit bersamaan, kurasa dia yang akan repot sendiri" ucap Arfandi asal
"Jangan mendoakan mereka seperti itu, doakan mereka itu yang baik baik,, ini makan lah" ucap Kartina mengambilkan sarapan untuk Arfandi
"Bukan mendoakan, aku hanya tidak bisa bayangakan saja ada di posisi putramu, mungkin di luaran orang menilai kalau putramu enak bisa memiliki tiga istri sekaligus, tapi kalau ku pikir, itu sedikit beban, misalanya gini, kalau tiga tiganya merajuk bersamaan, atau saling iri satu sama lain, bisa pecah kepala putramu kan" ucap Arfandi asal
"Sudahlah, jangan bilang seperti itu di depan mereka, Ran, Ra, jangan dengarkan ocehan pak tua ini ya,, dia hanya asal bicara saja, aku yakin kalian tidak akan membebani Arman seperti itu" ucap Kartina
Rania dan Tiara pun hanya memberikan senyuman saja pada Kartina
...°°°°°...
Sementara Sean kini sudah sampai di kamar Lena
"Pagi sayang, sarapnmu sudah datang" ucap Sean segera menghampiri Lena yang sekarang duduk bersandar di kasurnya
"Kamu ngapain bawa sarapannya kemari?, aku bisa turun, aku hanya perlu di bantu" ucap Lena
"Tidak, mending di sini saja, sama sama sarapan juga kan" ucap Sean langsung duduk di pinggiran tempat tidur dan mengambil piring berisi sarapan di nampan,, dan meletakan nampannya di meja "Aku suapin ya" ucap Sean
"Tidddakk,,, sejak kapan aku semanja itu, aku bisa sendiri kok" ucap Lena
"Kamu ini, suami romantis dikit tidak mau,, tapi aku sudah bertekad kalau pagi ini akan menyuapimu makan, tidak terima penolakan" ucap Sean kekeh
"Maksa sekali, lagian kalau kamu romantis itu tidak pantes, itu seperti bukan kamu" ucap Lena
"Ya kan biasanya wanita suka pria yang romantis kan, aku lagi belajar ini" ucap Sean
Sean pun segera menyuapi Lena perlahan lahan dan berhati hati
Dan entah kenapa Nafsu makan Lena juga sedikit bertambah karena Sean menyuapinya, hingga tidak butuh waktu lama bagi Lena untuk menghabiskan makanannya
"Yeee, habis, kamu memang istriku yang pinter" ucap Sean
"Aku bukan anak kecil yang harus di puji kalau menghabiskan makanan kan, kayaknya kamu bukan romantis ini, tapi lebay" ucap Lena
"Gitu ya?", apa bedanya kedua kata itu??" tanya Sean yang merasa lebay dan romantis itu beda tipis
"Aku juga tidak terlalu paham sih, tapi mungkin kalau romantis itu porsinya pas, kalau lebay itu agak gimana gitu kan" ucap Lena
"Gak ngerti aku, ya sudah kamu lanjutkan istirahat mu saja ya, kalau ada apa apa panggil saja, aku ada di bawah" ucap Sean
"Apa aku boleh minta sesuatu padamu?" tanya Lena
"Tinggal bilang saja" ucap Sean
"Aku mau tiap pagi di suapin sarapan olehmu" ucap Lena
Sean pun langsung mengerenyitkan dahinya "Perasaan di awal tidak mau tadi, kenapa Sekarang nawar" ucap Sean
"Kalau tidak mau, nanti bayinya ngiler lho, ini kan permintaan bayimu" ucap Lena
"Siapa yang bilang tidak mau, aku selalu siap siaga untuk Dede bayi, asal jangan tiap makan minta di suapin saja, aku akan kerepota mengatur jadwalnya, tapi tidak papah lah, mau tiap makan pun aku siap" ucap Sean
"Tidak, hanya sarapan saja" ucap Lena
__ADS_1
"Siap, ya sudah, aku keluar sekarang yah, kamu cepat pulih" ucap Sean yang langsung mengecup kening Lena
"Iya, terimakasih" ucap Lena
Sean pun segera beranjak keluar dari kamar Lena dengan membawa bekas makanya, dan dia segera kembali ke ruang makan lagi, dan ternyata semuanya juga sudah selesai menyantap Sarapan mereka
"Sudah selesai lagi ya??, cepat sekali" ucap Sean
"Iya, kamu sarapan sendiri saja, ya" ucap Kartina
"Gak olah raga, gak sarapan, aku ketinggalan terus, sepertinya aku benar-benar punya saingan sekarang" ucap Sean
"Itu masalahmu, siapa suruh kamunya yang lamban" ucap Kartina
"Baiklah, aku yang salah" ucap Sean
"Aku bisa temenin kamu sarapan, ayo,, aku tungguin" ucap Tiara
"Dia tidak semanja itu Ra, dia hanya sedang mencari perhatian saja" ucap Rania tanpa menoleh
"Ooohh" ucap Tiara
"Kamu kalau ngomong itu, suka bener Ran" ucap Sean juga langsung tersenyum, diapun segera duduk di kursi meja makan di sebelah Tiara
"Sudah, tinggalin saja dia, kita hari ini buat kue yuk Ran, sudah lam ibu tidak buat kue lagi dengan mu" ucap Kartina
"Oh, ayo bu, aku juga mau belajar lagi bikin resep kue buatan ibu itu, enak Soalnya, aku pernah coba di rumah, tapi gagal terus" ucap Rania bersemangat
"Ya Sudah kita beli bahan bahanya dulu ke supermarket, persediaan sudah habis soalnya,, Ra, apa kamu mau ikut??" tanya Kartina
"Iya bu, aku ikut" ucap Tiara
"Mas kamu ikut tidak??" tanya Kartina pada Arfandi
"Kalian pergi saja, aku agak malas kalau pergi ketempat Ramai, takut tidak bisa menjaga tanganku lagi" ucap Arfandi tersenyum kaku
"Oh,, ya sudah, tapi tidak papa kan aku tinggal?" tanya Kartina
"Iya, pergi saja" ucap Arfandi
" Baiklah, ayo Ra, Ran, kita langsung pergi sekarang, kalian bersiap dulu" ucap Kartina
""Iya mah"" ucap Tiara dan Rania serempak
"Apa kalian tidak mengajaku??" tanya Sean
"Kamu diam saja di rumah, jaga Lena" ucap Kartina
"Baiklah, kalaupun di ajak juga aku tidak akan ikut" ucap Sean
"Ya Sudah jangan bicara kalau gitu, Ayo Ran" ucap Kartina
Para wanita itu pun segera meninggalkan Ruangan makan
Tinggal Arfandi dan Sean yang masih menyantap sarapannya
"Araman, apa kamu bisa mempertemukan ku dengan Goma hari ini??" ucap Arfandi
"Bisa saja, tapi rasanya tidak mungkin jika Anda bisa bertarung dengannya di lapas kan, bisa bisa Anda di amankan juga dia sana" ucap Sean
"Aku hanya ingin bertemu saja dengannya", ucap Arfandi
__ADS_1
"Baiklah, setelah ini, kita pergi menemui nya" ucap Sean