TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Bab91


__ADS_3

Keesokan paginya, Sean terbangun di tempat tidur yang sama dengan Rania, dia sejenak meperhatikan wajah Rania yang masih tertidur itu, tapi dia tidak berniat untuk membangunkan Rania, karena dia tau Rania sedang berhalangan sekarang, jadi diapun melakukan kewajiban subuhnya sendirian saja


Setelah hari agak terang, barulah Sean menggoda Rania yang masih belum bangun dari tidurnya itu


"Hey,, mamah Nayara, bangun, sudah siang ini" ucap Sean sambil mencubit cubit pipi Rania dan mempermainkan nya


"Iiiiiiihhh, apaan Sih, aku lagi halangan kan, biarkan aku tidur sebentar lagi" ucap Rania


"Tapi ini sudah siang sayang, ayo bangun, kita sarapan" ucap Sean terus menggodanya


"Ini salahmu, kenapa semalam mengajaku begadang" ucap Rania sambil sedikit menggeliat


"Ayolah istriku, jangan manja" ucap Sean


"Aku manja ya??, Sudah lama sekali rasanya aku tidak bisa bermanja" ucap Rania sambil berbalik pada Sean yang duduk di pinggir tempat tidur dengan menyangga kepalanya


"Jadi maksudmu aku harus memanjakan mu sekarang??" tanya Sean


"Iya lah, sekarang gendong aku ke kamar mandi, anggap saja balasan karena aku sudah mengandung anakmu selama sembilan bulan tanpa bantuanmu" ucap Rania


"Ayolah, jangan bahas itu, aku merasa sangat bersalah kalau kamu bicara seperti itu," ucap Sean


"Iya Iya, aku hanya bercanda" ucap Rania


"Ya Sudah ayo" ucap Sean langsung mencoba mengangkat tubuh Rania yang masih berbaring menyamping di tempat tidurnya


"Hey Hey, aku bercanda juga soal ini" ucap Rania


"Tidak apa, tapi ngomong-ngomong kamu tambah berat juga sekarang" ucap Sean yang kini sudah menggendong Rania


"Masa??, perasaan berat badanku tidak pernah bertambah dari dulu, keculi saat hamil" ucap Rania


"Begitu ya,, Mungkin aku yang lupa" ucap Sean tersenyum, dia pun segera membawa Rania untuk ke kamar mandi dengan membopongnya seperti anak kecil


.


Setelah mereka sudah merpihakan diri mereka masing-masing, mereka pun segera keluar dari kamar, dan entah kebetulan atau tidak, Tiara dan Lena juga sama sama baru keluar dari kamar masing masing


Jadi Sean pun langsung sedikit bersembunyi di belakang tubuh Rania, supaya dia tidak terlihat oleh Lena, karena Sean tau dia akan membuat Lena mual lagi


"Pagi Len, Ra, kita sarapan yuk" ucap Rania


Lena pun celingak-celinguk karena mencoba melihat Sean yang di belakang Rania, tapi dari sudut pandangnya wajah Sean memang tertutupi oleh Rania, Lena juga tidak bisa membohongi dirinya, meskipun dia sering tersiksa karena mualnya, tapi dia selalu ingin melihat wajah Sean


"Kenapa Suamimu bersembunyi?" tanya Lena


"Dia Suami mu juga" ucap Rania


"Oh iya ya,, ya sudah, ayo cari sarapan" ucap Lena


"Pagi Len, Ran" sapa Tiara yang menghampiri mereka


"Pagi Ra, apa kamu sudah baikan??" tanya Rania

__ADS_1


"Baikan??,,, Aku tidak papah, kenapa memangnya?" tanya Tiara


"Arman bilang kamu tidak enak badan semalam kan?" ucap Rania


Sean yang dibelakang Rania pun menepuk jidatnya sendiri "Kacau" gumamnya pelan


Seketika Rania pun menoleh "Kamu bohong ya??" tanya Rania


"Sedikit" ucap Sean ragu ragu


"Aku tidak papah, semalam aku memang cuma malas keluar saja" ucap Tiara


"Oh,, kukira kamu beneran sakit karena kedinginan, karena Arman bilangnya begitu," ucap Rania


"Ya mungkin itu juga tidak salah Ran" ucap Tiara tidak membantahnya


"Baiklah, syukur kalau sekarang membaik, ayo cari sarapan" ucap Rani langsung meraih pundak Lena dan berjalan bersama sama menuju ke arah lift hotel


Sean pun tentunya mengikuti mereka belakangan, dia pun sedikit memperhatikan Ketiga istrinya dari belakang, dia tersenyum melihat Lena yang berjalan di tengah-tengah dengan perawakanya paling pendek di antara mereka bertiga, dia memang memiliki tinggi badan hanya sekitar 157, di susul Tiara dengan tinggi 165, dan Rania paling tinggi di antara mereka, yaitu sekitar 170 han, selisih sedikit dari Sean yang punya tinggi badan sekitar 175an,


.



Setelah mereka selesai Sarapan, Sean pun ingin menjelaskan soal kedatangannya ke negara ini pada mereka bertiga, yang bukan semata-mata karena ingin berbulan madu dia mengajak mereka ke negara itu, tapi karena dia ingin mencari Ayahnya di kota ini


"O yah, aku mau minta maaf pada kalian, karena sebelumnya aku tidak menjelaskan apa alasanku datang ke negara ini, sebenarnya alasan utamaku datang ke sini adalah untuk mencari informasi tentang ayahku, Goma bilang ayahku dulu pernah berada di kota ini, jadi kalau dia masih ada, aku ingin mecari tau keberadaan nya sekarang" ucap Sean yang duduk membelakangi Lena di meja terpisah


"Benarkah?, Apa ayahku bilang begitu?,, kapan?" tanya Tiara langsung menoleh pada Sean


"Ya, sedikit sedikit, kalau memang Ayahmu masih hidup, berarti aku masih punya Ayah mertua dong?" tapi seketika Raut wajah Tiara langsung muram setelah mengatakan itu "Kalau memang Ayahmu masih hidup, apa dia akan membenci ku?, kalau dia tau aku adalah putri dari orang yang sudah membuatnya hidup terlunta lunta di sini" tanya Tiara dengan nada lemas


"Jangan pikirkan dulu soal itu, sekarang aku ingin secepatnya mencari kabar tentang nya, urusan nanti, kita pikirkan nanti saja" ucap Sean


"Baiklah" ucap Tiara


Sementara Rania dan Lena hanya menyimak obrolan mereka saja tanpa ikut berbicara, mereka juga sebenarnya ingin bertanya, tapi pertanyaan mereka sudah di wakili Tiara


Setelah itu merekapun segera mencari transfortasi umum untuk pergi ke kantor polisi setempat untuk membuat laporan dan meminta bantuan mereka untuk mencari tau prihal informasi keberadaan Arpandi di kota itu


Mereka pergi menggunakan kendaraan yang has dari negara itu, ya itu Tuktuk, sejenis kendaraan yang sangat mirip dengan bajai kalau di kota J, namun dengan pinggirannya yang terbuka, dan bentuknya yang lebih bervariatif


Setibanya di kantor polisi setempat, Tiara lah yang di andalkan Sean untuk membuat laporan, sementara Lena danRania hanya menunggu di tuk tuk mereka,


Adanya Tiara sedikit mempermudah Sean di negara itu, setidaknya dia tidak harus mencari penerjemah untuk dirinya,


Tiara pun segera menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke kantor mereka, dengan bahasa setempat yang lumayan cukup pasih


Sean yang tidak mengerti hanya tersenyum saja mendengar Tiara berbicara bahasa yang sangat asing di telinganya


Setelah selesai membuat laporan dan menyerahkan fotokopian foto ayahnya ke petugas, mereka pun segera keluar dari kantor itu


"Apa kata mereka?" tanya Sean

__ADS_1


"Mereka bilang, kita harus menunggu hasilnya sekitar beberapa hari lagi, mereka akan mencari informasi nya dulu" ucap Tiara


"Baiklah, sepertinya kita akan sedikit lama di sini" ucap Sean,


Mereka pun segera bergegas kembali ke Tuktuk yang terparkir tepat dia depan kantor polisi itu


Rania pun memanggil Sean dari Tuktuk yang lain saat dia melihat Sean sudah kembali ke Tuktuk nya,


"Arman, sini sebentar" ucap Rania sedikit berteriak


Sean pun segera menghampiri Rania dan Lena yang langsung menutup mulutnya karena menahan mual,


"Ada apa?" tanya Sean


"Lena bilang dia ingin di bawa jalan jalan olehmu dengan kendaraan ini" ucap Rania


"Apa?, Mana bisa aku mengendarai kendaraan seperti ini" ucap Sean tidak habis pikir


"Tapi Aku mau kamu yang mengendarai nya, mungkin ini keinginan bayiku, jadi kamu harus melakukannya" ucap Lena yang sekarang memalingkan wajahnya


"Iya, mungkin dia ngidam, jadi turuti saja" ucap Rania juga


"Begitu ya, oke Baiklah, aku akan suruh Tiara bicara dulu pada si abangnya, semoga saja aku tidak akan menabrak mengendarai kendaraannya" ucap Sean


Setelah itu Sean pun meminta bantuan Tiara untuk bernegosiasi dengan pengemudi Tuktuknya, supaya dia bisa mengajari Sean untuk mengendarai Tuktuk nya itu, dengan alasan istrinya ngidam


Dan sang pengemudi pun tidak keberatan untuk menjelaskan secara singkat mengenai tuktuknya, dan tidak keberatan juga kendaraan nya di Kendari oleh Sean


"Apa katanya Ra?" tanya Sean


"Mengandendarainya tidak sulit katanya, tidak jauh berbeda dengan mengendarai sepeda motor, gitu katanya" ucap Tiara


"Begitukah, Baiklah aku akan mencoba nya" ucap Sean


Sean pun segera masuk ke bagian kemudi Tuktuk itu, dan memposisikan dirinya di sana,


Kemudian pengemudi Tuktuk aslinya pun membantu Sean menghidupkan mesin Tuktuk nya, dan memberi sedikit arahan yang langsung di terjemahkan oleh Tiara, dan mulailah Sean pun melajukan Tuktuknya perlahan-lahan, dengan laju yang masih sedikit patah patah karena Sean masih perlu menyesuaikan


Karena masih dalam suasana perayaan kepercayaan mereka, jalanan pun tidak terlalu ramai oleh kendaraan bermotor, dan hanya terlihat masih ada orang yang turun ke jalanan untuk berperang air, namun tidak sebanyak dan seheboh pas Festival songkran di hari pertama kemarin


"Bawanya yang enak dong sayang, masa lajunya begini sih patah patah kayak goyang,, si abangnya bawanya enak tadi" ucap Lena tersenyum dan mengolok di belakang Sean


"Len, aku baru pertama kali bawa kendaraan seperti ini, aku belum bisa mengendarainya seperti si abang yang tadi" ucap Sean


Rania yang duduk bersama Lena juga hanya bisa tertawa kecil "Ayo semangat, ini bayimu yang memintanya" ucap Rania


"Baik, apapun itu akan ku lakukan untuknya" ucap Sean


"Apa kamu Janji??" tanya Lena


"Ya, anggap saja begitu, asal jangan minta yang aneh aneh saja" ucap Sean


"Baiklah, aku tidak akan segan memintanya padamu jika ada yang ku inginkan" ucap Lena

__ADS_1


Sean pun hanya tersenyum dan mencoba untuk lebih fokus lagi mengendrai kendaraan beroda tiga itu,, dan akhirnya diapun bisa sedikit mengkondisikan laju tuktuk nya, dan diapun mulai bisa menyetabilkan laju Tuktuknya dan menyusuri jalan kota untuk kembali ke Hotel yang mereka huni sebelumnya, kebetulan jaraknya juga memang tidak terlalu jauh dari kantor polisi yang mereka datangi itu


__ADS_2