
Merekapun segera kembali ke Ruang rawat Kartina lagi, dan seperti biasa Kartina selalu menyambut Sean dengan senyuman di bibirnya
"Nenek" ucap Nayra
"Siang sayang, mana mamahmu sayang?, sinih" ucap Kartina yang langsung menyambut Nayra yang di pangkuan Sean
"Mamah mau mengobati orang dulu nek" ucap Nayra yang sekarang duduk di pangkuan Kartina
"Oh,,, kamu sudah Ingin pulang ke rumah nenek tidak?" tanya Kartina
"Mau nek, Nay sudah Ingin belenang baleng nenek" ucap Nayra
"Baiklah, nanti kita pulang kesana ya" ucap Kartina
"Ibu sudah mau pulang ya?" tanya Sean basa basi meskipun dia sudah tau dari Tiara
"Iya, dokter sudah mengijinkan ibu pulang siang ini juga" ucap Kartina
"Syukurlah" ucap Sean
"Tiara, kamu belum pulang?, Tante kira kamu sudah pulang" ucap Kartina yang melihat Tiara di belakang Sean
"Belum Tante, saya tadi nunggu dulu Sean di luar" ucap Tiara
"Memangnya kamu dari kapan di sini?" tanya Sean pada Tiara
"Dia dari tadi pagi temani ibu di sini, tidak lama setelah kamu keluar dia kesini tadi" ucap Kartina
"Begitu ya" Sean pun menoleh lagi pada Tiara "Apa kamu sudah makan?" tanya Sean
"Belum, tadinya aku nunggu kamu" ucap Tiara
"Kalau gitu kamu makan dulu sana" ucap Sean
"Apa kamu bisa keluar, soalnya ada hal yang ingin aku bahas dengan mu juga" ucap Tiara
Sean pun melirik ibunya sejenak untuk meminta pendapat
"Pergi saja, biar Nayra dengan ibu di sini" ucap Kartina
Sean pun menatap bingung pada ibunya, karena Kartina tidak pernah melarang Sean dekat dengan siapa pun, jadi dia juga tidak punya alasan untuk menolak
"Baik, kalau gitu Arman keluar dulu bu" ucap Sean
"Iya" ucap Kartina
__ADS_1
Merekapun segera beranjak keluar dari ruang rawat Kartina untuk mencari tempat makan di luar rumah sakit lagi, mereka pun pergi dengan mobil anak buah Tiara
Dan mereka pun sampai di sebuah tempat makan dan segera duduk di salah satu meja di dalamnya, dan langsung di hampiri oleh pelayan
"Apa kamu mau pesan makan?" tanya Tiara
"Tidak, sudah tidak ada ruang di perutku" ucap Sean yang memang sudah makan tadi
"Oh baiklah" Tiara pun memesan makanan untuk dirinya sendiri "Maaf sebelumnya, sebenarnya aku ada sesuatu hal yang mengganjal di pikiranku, tapi aku malu mengatakannya padamu" ucap Tiara
"Jika itu masalah perasaan, jangan dulu di bahas" ucap Sean
"Tidak tidak, ini soal lain" ucap Tiara
"Baiklah, kalau itu yang lain ceritakan saja!!" ucap Sean,
"Ini masalah di Organisasi,, Sebenarnya,, aku belum bisa mengurus organisasi dengan baik, di beberapa tahun ini, di beberapa cabang organisasi di beberapa daerah terbentuk koalisi koalisi anggota yang tidak tunduk dengan aturan yang kita buat, mereka menentang peraturan yang sudah kita buat itu, dan lambat laun mereka menjadi banyak dan kuat juga, hinga mereka pun tidak patuh lagi denga peraturan kita itu, mereka tetap memakai peraturan lama, aku sedikit kesulitan menangani ini sendiri, aku belum bisa menjalankan mandat mu dengan baik" ucap Tiara
"Masalah organisasi ya?, jadi apa rencana mu?" tanya Sean
"Aku, aku mau meminta bantuan mu lagi untuk menyelesaikan masalah ini, maaf" ucap Tiara
"Baiklah, kalau aku bisa, aku akan membantumu" ucap Sean
"Mungkin beberapa hari ke depan, aku baru pulang kan, ada banyak hal yang ingin kulakukan dulu, terutama dengan keluarga" ucap Sean
"Baiklah terimakasih sebelumnya, maaf mengganggu waktumu lagi" ucap Tiara
"Tidak apa, aku suka tantangan, dan juga, aku sudah menerima gaji darimu, jadi ini sepertinya jadi urusan ku juga" ucap Sean
Tiara pun hanya tersenyum mendengarnya, dia menganggap apa yang dia berikan pada Sean itu bukan gaji, tapi memang hak seorang pemimpin
Setelah Tiara selesai makan, Merekapun segera kembali ke Rumah sakit lagi, dan juga masuk kembali ke Ruang rawat Kartina,
Sean pun melihat kalau ibunya ternyata sudah berganti pakaian, yang tadinya Kartina berpakaian khas pasien, sekarang dia sudah mengenakan pakaian rumahan dengan sweater tebal dan celana panjang longgar, dan juga balutan jilbab hitam di kepalanya
"Bu, apa mau pulang sekarang juga?" tanya Sean
"Iya, ibu rasanya sudah bosan di sini" ucap Kartina
"Oh Baiklah" Sean pun segera membantu ibunya untuk naik kursi roda yang sudah di sediakan perawat pribadinya,
"Nayla mau ikut nenek" ucap Nayra
"Jangan dong sayang, kasian kan neneknya" ucap Sean
__ADS_1
"Tidak papa, ayo sini" ucap Kartina
"Baiklah" Sean pun segera mengangkat Nayra dari tempat tidur dan meletakkan nya di pangkuan kartina
Dan Sean pun segera mendorong kursi roda ibunya untuk segera keluar Ruangan
"Bu, apa Lena belum tau kepulangan ibu sekarang?"tanya Sean
"Ibu sudah mengirimi dia pesan, dia juga sedang ada tugas operasi kan, jadi ibu tidak mau mengganggunya" ucap Kartina
"Iya bu, sekarang dia sudah jadi apa yang dia impikan dulu, Arman merasa sangat bangga padanya" ucap Sean
"Ya, ibu juga bangga padanya, meskipun Lena sempat terpuruk saat dia mendengar kabar kecelakaan yang menimpamu, tapi dia tetap bisa bangkit dan bisa jadi sosok seperti dia yang kamu lihat sekarang" ucap Kartina
"Kurasa itu sesuatu hal yang tidak mudah baginya, jika posisi di balik jadi aku yang di tinggalkan, aku tidak yakin akan sekuat Lena, dia memang lebih kuat daripada apa yang terlihat" ucap Sean
"Ya, ibu juga sangat memuji keteagaranya" ucap Kartina
Sean terus mendorong pelan kursi roda Kartina sambil terus membahas suka duka perjuangan Lena saat dia harus bangkit dari posisi yang paling down di hidupnya, hingga tidak terasa mereka pun akhirnya sudah sampai di depan mobil Kartina lagi,
Agam pun segera membukakan pintu untuk Kartina masuk, dan Sean pun membantu Kartina beranjak dari kursi rodanya untuk masuk ke dalam mobil, dan kemudian menutup pintu mobilnya
"Agam, suruh Yuda dan satu Rekanya tetap di sini untuk mengawal Lena, pastikan dokter yang bernama Reno tidak terus mengganggunya" ucap Sean
"Baik tuan" Agam pun segera menyuruh mereka meskipun sebenarnya mereka juga sudah mendengar Sean
Setelah itu Sean pun segera masuk ke mobil di samping ibunya, dan dengan segera Agam pun melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota J untuk pulang ke Mansion Kartina lagi
Setelah beberapa saat, perjalanan Merekapun akhirnya terhenti di sebuah halaman yang cukup lutas dari sebuah mansion mewah yang bergaya klasik
Ya, inilah rumah mewah Kartina yang jadi salah satu bukti atas keberhasilan Kartina di dalam dunia bisnis tanah air, pintu mobil pun segera di bukakan oleh penjaga mansion, dan Kartina dan Sean pun segera turun dari mobil yang mereka tumpangi
Sean pun langsung menghampiri ibunya dan memapah ibunya untuk masuk ke Mansion, Langkah Kartina pun terhenti sejenak dan memperhatikan Rumah mewahnya sejenak
"Apa kamu tau, sebelumnya ibu berpikir lebih baik tinggal di rumah sakit dari pada harus tingga di sini, semua yang ibu miliki ini serasa tidak berarti semenjak kamu pergi" ucap Kartina sambil menoleh pada Sean di sisinya
"Bu, sudahlah, jangan ungkit masalah yang sekiranya beban di hati ibu, Arman sudah kembali sekarang, dan mulailah tersenyum seperti dulu lagi" ucap Sean
Kartina pun langsung tersenyum "Ya,, ibu rasa kamu benar" ucap Kartina
Mereka pun segera melangkah ke dalam mansion, Sean pun sekilas memperhatikan ke setiap sudut Mansion yang menurutnya sama sekali tidak berubah, sejak terakhir kali dia meninggalkanya
Merekapun segera memasuki Ruang tamu yang sangat mewah dan luas di dalam mansion itu, Sean merasa senang bisa menginjakan kaki di lantai marmer ini lagi, merasakan kemewahan ini lagi, tidak seperti saat dia hidup di pulau BB yang serba seadanya, dan serba kekurangan,
Dan yang lebih berharga dari itu semua, dia bisa kembali dekat dengan sosok wanita yang sangat di cintainya dulu, yang pernah bersamanya di waktu dia susah, dan tetap bertahan di saat takdir mempermainkan mereka selama ini,,,, ya,, dia Lena Audia
__ADS_1