TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Gangguan Kecil


__ADS_3

Setelah Sean berhasil menemukan Nayra, diapun segera membawa Nayra ke mobil untuk segera membawa nya pulang ke resort, karena para ibundanya sudah sangat mengkhawatirkan keadannya setengah mati, mereka tidak pernah meras kehilangan Nayra seperti itu sebelumnya, jadi tentu saja mereka sangat khawatir pada Nayra


Sementara untuk para pelaku, Sean menyuruh anggota Redbear untuk membawa mereka ke markas, dan Sean yang akan putuskan akan di apakan mereka nantinya, sementara seorang wanita yang ikut menculik Nayra itu berhasil kabur,, dia tidak bisa di tangkap oleh Anggota Redbear


.


.


Sesampainya di resort Sean pun segera membawa Nayra ke kamar Rania, dan membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk pintu


Dua wanita yang sedang berharap harap cemas di kamar itu pun seketika melihat ke arah pintu yang di buka Sean


"Nayraaa," dua wanita itu pun langsung menghampiri Sean dan Nayra bersamaan, dan Rania pun segera mengambil alih Nayra dari pangkuan Sean


"Kamu darimana saja sayang??, mamah sangat Khawatir" ucap Rania


"Nay di culik Tante jahat mah" ucap Nayra mengadu pada Rania, dan dia mulai menangis lagi, padahal di mobil Nayra sudah bisa tertawa saat Sean menggisenginya


"Jup Jup Jup sayang, maafkan mamah yah, ini salah mamah, mamah yang tidak memperhatikan kamu sayang" ucap Lena membujuk Nay yang di peluk Rania itu


Sementara Rania hanya memeluk Nayra dengan erat karena saking khawatir nya


"Ada seseorang yang merencanakan ini semua Len, mereka hanya orang suruhannya saja,, orang yang di belakang mereka itu sangat pintar menyusun rencana,, dan aku masih belum bisa mengungkap siapa orang itu sebenarnya" ucap Sean


"Apa maksudmu wanita yang membuat keributan itu juga adalah salah satu dari penculik Nay??" tanya Rania


"Iya Ran, sayangnya aku tidak bisa menangkap nya" ucap Sean,


Dia pun mencoba mengingat wajah wanita yang berhasil lari itu, dia merasa tidak begitu asing dengan wajah wanita itu 'Apa dia itu benar benar dewi?, atau hanya mirip saja?, tapi kalau itu Dewi, kenapa dia bergabung dengan R_R itu??' Sean terus bertanya tanya di hatinya tentang wanita itu


...°°°°°...


Di tempat Lain


"Maaf aku gagal membawa kabur anak itu, Pria itu datang sangat tiba tiba dan langsung menerobos masuk, sepertinya dia tidak terluka sama sekali tuan," ucap Dewi


"Apa itu hanya alasanmu untuk melepaskan Nayra??, aku tau dia itu masih keponakan mu kan??" tanya Roland


"Ini murni kegagalan ku, aku akan tertangkap jika akakakanembawa anak itu, juga aku sudah mengangagap tidak punya hubungan darah dengan mereka lagi, semenjak pria itu menghabisi nyawa ayahku" ucap Dewi


"Begitukah??, tapi aku paling tidak suka dengan kata kegagalan, jadi Lain kali aku tidak ingin mendengar kata itu lagi dari mulutmu,,,, Sekarang kamu kemari lah!!" ucap Roland yang kini duduk di sebuah sofa kamar hotel


"Ada Apa tuan??" tanya Dewi ragu ragu


"Apa aku harus punya alasan untuk memanggilmu?" tanya Roland


"Ti tidak tuan" ucap Dewi yang langsung mendekat ke arahnya


Roland pun langsung berdiri dan merangkul Dewi "Aku sedang kesal olehmu,, jadi buatlah diriku puas malam ini" ucap Roland


Dewi pun tidak menolak, dia hanya menganggukan kepalanya tanda setuju, dia sudah tau betul resikonya jika dia memutuskan masuk ke dunia bawah, itu artinya dia juga harus bersedia jadi pemuas nafsu seseorang yang berkuasa di dalamnya, yang penting untuknya sekarang, dia punya sekutu untuk menghadapi Sean, dia tidak peduli dengan cara apapun itu, dendamnya pada Sean sudah menutupi akal Sehatnya.


.


...°°°°°...

__ADS_1


Sementara itu di sebuah kamar resot, Sean juga sedang duduk berduaan dengan istrinya yang masih bermanja di bahunya, karena Lena memang sudah menangis, jadi mood baiknya masih belum kembali sepenuhnya


"Len, apa kamu melihat sosok wanita yang berdebat dengan Rania yang menculik Nayra itu??" tanya Sean


"Ya aku melihatnya, memangnya kenapa??" tanya Lena


"Apa kamu mengenalinya??" tanya Sean


"Tidak" ucap Lena menggeleng manja di bahu Sean


"Aku rasa kamu memang belum terlalu mengenal Dewi, jadi mungkin kamu lupa padanya" ucap Sean


"Dewi??, Dewi siapa???" tanya Lena


"Dewi putrinya Dirto, yang waktu itu meninggal di pulau BL, apa kamu tidak ingat, mungkin kamu pernah melihatnya waktu di pemakaman Dirto waktu itu" ucap Sean


"Yang menghadiri pemakaman itu bukan satu atau dua orang saja, jadi Lena gak tau yang mana, juga itu kan sudah lama sekali," ucap Lena


"Iya, kurasa kamu memang tidak akan mengingatnya" ucap Sean


"Apa maksud kak Sean yang menculik Nayra itu putrinya mendiang Om Dirto itu?" tanya Lena penasaran


"Entah itu dia, atau hanya kebetulan mirip saja, aku belum bisa memastikannya karena aku tidak berhasil menangkapnya, aku hanya melihatnya wajahnya sekilas saja" ucap Sean


"Begitu ya" ucap Lena


"O yah Len, apa kamu ingat malam apa ini?" tanya Sean asal


"Ingatlah kalau itu, malam Senin kan?,,, memang nya kenapa dengan malam ini?" tanya Lena bingung


"Baguslah kalau kamu ingat, berarti kamu juga tidak lupa harus apa kan?" ucap Sean


Sean pun mendekat kan bibirnya pada kening Lena dan mengecup nya dwnga lembut "Masa kamu lupa?" ucap Sean menggoda


"Apa??" Lena sedikit berpikir dan mulai sadar "Ooh itu, bilang saja kalau kakak mau jatah, tidak perlu berputar-putar gitu, bikin Lena bingung saja, bukan kah malam apapun kita tidak pernah absen ya?," ucap Lena


"Kan malam Senin malamnya wanita, jadi harusnya kamu duluan yang memulainya" ucap Sean


Lena pun bangkit dan berinisiatif duduk mengangkang di paha Sean yang duduk itu "Apa seperti ini yang kakak maksud?" ucap Lena


"Ya kurang lebih begitu" ucap Sean sambil meraih anak rambut yang terjuntai di wajah Lena, dan menyelipkannya ke belakang telinganya


"Apa suasana hatimu sudah membaik?" tanya Sean mencubit cubit ringan pipi Lena


Lena pun pun melingkarkan tanganya ke tengkuk Sean dan merapatkan keningnya dengan kening Sean "Tentu saja baik sayang, tidak ada pikiran yang mengganggu ku sekarang kan, Nayra juga sudah kembali" ucap Lena


Sean pun mengecup bibir Lena sekilas "Baguslah, setidaknya aku tidak perlu menghibur mu dulu,,,, ngomong ngomong kamu bisa nakal juga memulai nya dengan begini" ucap Sean


"Kan di ajarin kamu" ucap Lena sambil sedikit mendorong kening Sean dengan kening nya


"Baguslah, kamu memang mudah mengerti" ucap Sean Tersenyum


Sean pun mulai menatap serius mata bulat Lena yang sangat dekat itu, dan meraih tengkuknya untuk kemudian ******* bibir manisnya itu,


Lena pun menerimanya dengan sedikit terpejam, dan juga mengimbangi ciuman Sean itu dengan penuh perasaan, jemari Sean pun mulai membuka kancing baju piama Lena satu persatu dan langsung membenamkan wajahnya di dada Lena Yaang baru terbuka sedikit itu, dia mengecup lembut belahan di antara benda kenyal milik Lena,

__ADS_1


Lena juga sedikit mencengkeram rambut Sean, Dan lebih membenamkannya lebih dalam, dan 'Tok'tok' Tok' tiba tiba terdengar suara ketukan dari arah pintu kamar, seketika permainan mereka pun terhenti dan saling menatap sejenak,


Rangsangan yang sudah mereka bangun pun seketika hancur oleh karena gangguan dari pintu itu


'Tok'tok'tok' suara itu terdengar lagi


"Mungkin itu Nayra, biar aku buka dulu" ucap Lena sambil mengancingkan kembali piama tidur nya


Sean pun menghela nafasnya "Kenapa harus di saat seperti ini??" ucap Sean


"Tahan dulu sebentar sayang, nanti kita lanjutkan lagi ya," ucap Lena membujuk sambil sedikit mengacak rambut Sean


Lena pun segera turun dari pangkuan Sean dan bergegas menuju pintu dan membukanya,d an benar saja itu Rania yang menggendong Nayra


"Aku ganggu tidak??, maaf ya, ini soalnya Nay rewel banget Len, dia tidak mau tidur di kamarku, dia ingin tidur dengan papahnya katanya" ucap Rania tersenyum kaku


"Tidak kok tidak ganggu, ya sudah sini Nay" Lena pun mengambil Nayra yang di pangkuan Rania


"Maaf ya," ucap Rania merasa tidak enak


"Tidak apa kak, apa kak Ran mau masuk dulu?" tanya Lena


"Tidak, tidak usah, nanti malah tambah ganggu lagi, aku kembali ke kamarku saja Len," ucap Rania sedikit salting


"Oh ya sudah kalau gitu" ucap Lena, diapun segera menutup pintunya kembali


"Kenapa Nay Rewel, kamu kangen sama papah ya??" tanya Lena


"Iya, Nay kan belum pelnah tidul baleng papah" ucap Nay polos


"Pernah Nay, waktu di kamarmu sebelumnya" ucap Sean yang langsung menjatuhkan badanya di kasur dengan sedikit kesal, karena dia merasa ada sesuatu yang sedikit tertahan


"Ya Sudah sana ke papahmu" ucap Lena menurunkan Nay di tempat tidur


"Papaah" Nay langsung menghampiri Sean dan duduk di samping Sean yang tidur tengkurap itu, dan dia menggoyang goyangkan punggung Sean, "Pah, pah,, Nay mau di peluk papah" ucap Nayra


Sean pun membalikkan badanya dan menghela nafas nya "Ya sudah, sini" ucap Sean suntuk dan memeluk Nay supaya dia cepat tertidur juga


Tapi setelah beberapa saat berlalu, Nayra masih belum bisa menutup matanya, dan malah terus mempermainkan wajah Sean yang terlihat sudah sangat mengantuk itu


"Ini sudah malam sayang, kenapa kamu belum tidur juga, dulu mamahmu yang menganggu papah dengan mamah Lena di saat saat keritis, Sekarang anaknya yang jadi gangguan kecil di saat saat yang sama,," ucap Sean


"Jangan gitu dong sayang, diakan anakmu juga, harap di maklum saja, anak kecil mamang terkadang aneh aneh tingkahnya," ucap Lena yang sekarang sudah rebahan juga di belakang Nayra,


Sementara Nayra terus mempermainkan wajah Sean dengan mencolok hidung, mencolok mata, dan menepuk nepuk pipi Sean supaya dia tidak tidur sebelum dirinya tidur


"Kalau ibunya yang mengangguku, rasanya masih mending, aku bisa saja membalasnya" ucap Sean asal


"Ssssssstttt, jangan gitu ah" ucap Lena mebulatkan matanya dengan tajam pada Sean


"Aku hanya becanda sayang" ucap Sean tersenyum


...


A few moments later , ayah dan anak itu pun akhirnya tertidur bersamaan dengan saling berpelukan, mereka pun langsung tertidur sangat pulas,

__ADS_1


sementara Lena masih terjaga sendirian, dia mencoba menyentuh pipi Sean, tapi Sean tidak merespon apapun karena tidurnya cukup lelap


Setelah memastikan suaminya itu tidak akan bangun lagi, Lena pun mengecup kening keduanya bergantian, dan membenahi selimut di tubuh mereka,, Lena juga merebahkan dirinya dengan memeluk Nayra, perlahan dia pun menutup matanya, dan mengikuti mereka masuk ke alam mimpi


__ADS_2