TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Bermetamorfosis


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Sean pun merasa kalau Lena sekarang tidak berontak lagi karena ciuman darinya itu,, dia pun perlahan melepas bibirnya dan merapatkan keningnya pada kening Lena, dengan satu tangan masih melingkar di pinggang ramping Lena dan yang satu menahan tengkuknya,


Lena juga sedikit terengah dan masih menaruh tanganya di dada Sean, mata mereka pun saling bertatapan di jarak yang begitu dekat


"Jangan marah lagi, aku merindukanmu" ucap Sean dengan suara pelan


"Memangnya kakak pikir Lena tidak rindu, semalaman Lena nunggu kabar dari kakak, tapi kamu sepertinya tidak ingat pada istri mu ini" ucap Lena


"Maaf Sayang, kemarin memang suamimu ini sedikit kerepotan di sana, maafin ya" ucap Sean


"Lena Maafkan, tapi jangan di ulang lagi seperti itu" ucap Lena


"Iya Iya" Sean pun mengecup lagi bibir manis Lena itu, dan diapun mulai mengingat kalau Lena tidak sarapan tadi pagi


"Apa kamu sudah makan sayang?" tanya Sean,


"Belum" ucap Lena menggeleng manja


"Kenapa kamu belum makan?, pantesan saja aku lapar," ucap Sean


"Istrimu yang belum makan, kenapa suaminya yang lapar?" ucap Lena sedikit tersenyum


"Soalnya aku juga belum makan, sama" ucap Sean


"Begitukah, ya sudah, kalau gitu kita makan sekarang, yuk" ucap Lena


"Tapi ini kan tanggung" ucap Sean


"Tanggung apa?, kita belum apa apa kan,, juga aku perlu isi tenaga dulu biar kuat" ucap Lena tersenyum sambil menangkup wajah suaminya dan kemudian mengecup bibirnya


Sean pun tersenyum, "Oh, baiklah, kita isi tenaga dulu" ucap Sean dengan senyum yang di paksakan


Sean pun melepaskan pelukannya pada tubuh Lena dengan sedikit enggan, dan kemudian bersiap siap untuk pergi makan di luar


Mereka pun pergi menggunakan mobil koenigsegg Sean, dan Lena memilih sebuah cafe yang sering dia datangi sebelumnya untuk tempat mereka makan , Sean pun segera memarkirkan mobilnya di depan Cafe itu


"Kenapa kita kesini?" tanya Sean


"Aku sukanya makan di sini, biasanya sih aku bareng Gina" ucap Lena

__ADS_1


"Pasti sama si Reno juga sebelumnya, Iya kan?" ucap Sean menebak nebak


"Kok tau?" ucap Lena


"Hhhh, suadah ketebak, selama aku tidak ada, pasti kamu sering jalan bareng dia kan?" ucap Sean dengan wajah malas


"Ya sering, kita kan emang sekampus dulu, dia juga selalu ikutin kemana pun aku makan dengan Gina, dia itu seperti parasit" ucap Lena


"Jangan makan di sini lah, seperti nya gak enak" ucap Sean asal


"Enak kok sayang, beneran" ucap Lena meyakinkan


"Mungkin makanannya enak, tapi yang gak enaknya nanti kamu makan dengan ku, tapi malah bayanginnya makan dengan si Reno itu lagi" ucap Sean


"Sayang,,,, apa Kamu sedang cemburu?, aku dan Reno dari dulu gak pernah jadian sayang,, beneran,,,, cuma deket saja" ucap Lena tersenyum sambil mencubit pipi Sean yang sedikit cemberut itu


"Yakin kamu gak bakal bayangin dia?" ucap Sean


"Mmmm, belum tentu sih" ucap Lena seperti sedikit berpikir, dan berniat menggoda Sean


"Berarti tidak usah makan di sini" ucap Sean


"Satu sama apa?" tanya Sean bingung


"Sama sama cemburu,,, gak enak kan Rasanya, makannya, jangan bikin aku Cemburu juga" ucap Lena mencubit pipi Sean dengan gemas lagi


Sean pun tersenyum, dia baru sadar kalau dia memang sedang cemburu saat ini "Cemburu?, apa itu cemburu?, rasanya aku tidak pernah melihat kata itu di dalam kamus ku" ucap Sean mengelak


"Oh, gitu, Kalau gitu ya sudah kita makan di sini saja berarti" ucap Lena sambil tersenyum, dia sadar kalau Sean hanya berpura-pura polos saja


"Baiklah, Siapa takut" ucap Sean yang langsung membuka pintu mobilnya, dan di ikuti Lena yang juga turun


Sepasang suami-istri itu pun segera melangkah memasuki Ruangan dalam kafe yang di inginkan Lena, dan merekapun memilih tempat duduk di tengah Ruangan yang menurut Lena itu nyaman, karena sedikit jauh dari pengunjung yang lain, dan dengan segera mereka di hampiri oleh pelayan yang ada di sana,


Mereka pun memesan makanan dan minuman yang berbeda pada sang pelayan,


"Sayang, apa kamu masih ingat, kapan terakhir kali kita makan berdua seperti ini?" tanya Lena


"Mmm, Entah lah, aku sepertinya tidak Ingat" ucap Sean

__ADS_1


"Ya, memang sudah lama sekali, aku kira tidak akan pernah ada kesempatan seperti ini lagi" ucap Lena sambil menerawang ke masa yang lalu


Sean pun meraih tangan Lena yang di atas meja, "Len, aku sudah banyak melewatkan momen perjuanganmu yang pastinya cukup sulit, aku bangga kamu masih bisa mewujudkan apa yang kamu impikan dulu, bahkan tampa ada aku di samping mu pun kamu masih bisa mewujudkan nya,,, Len, terimakasih juga karena kamu masih menunggu ku, walau pun kamu tidak tau aku akan kembali atau tidak," ucap Sean


"Ya, itu memang sedikit sulit, Lena memang merasa kalau kak Sean masih ada di dunia ini, entah darimana datangnya keyakinan itu, Lena juga tidak mengerti, tapi intinya keyakinan itu ada dan tertanam sangat dalam di hati Lena, dan sekarang terbukti, kita masih bisa bersama kan" ucap Lena dengan mata berkaca-kaca


Sean juga menatap wajah Lena lekat, dia pun meraih kepala Lena dan mengecup keningnya "Ya, aku sangat bersyukur masih bisa menikmati momen ini bersama mu, O yah, aku jadi kebayang sosok kamu yang dulu, apa kamu masih ingat penampilan mu waktu awal awal kita bertemu?" tanya Sean tiba-tiba menerawang ke masa lalu yang sangat jauh


"Entah lah, Lena lupa lagi" ucap Lena


"Kamu dulu itu, gadis sederhana yang lugu, periang, riweuh, imflusip, dan pencicilan juga" ucap Sean blak-blakan sambil tersenyum


"Iiih, kenapa yang jeleknya harus di ingat juga" ucap Lena mencubit tangan Sean yang masih memegang tangan satunya


"Iya kan kamu memang begitu dulu, dan boleh di bilang kalau kamu sekarang sudah bermetamorfosis menjadi kupu kupu yang lebih indah dari sebelumnya, kamu sekarang sangat anggun, cantik, berempati, dan ke ibuan, dan aku sangat sangat menyukai perubahan mu sekarang Len" ucap Sean


"Terimakasih, ini juga karena kamu kan,, o yah, apa kakak juga ingat kakak seperti apa dulu?" ucap Lena membalik pertanyaan


"Seperti apa memangnya??" ucap Sean tidak mencoba mengingat dan ingin tau dari pandangan Lena


"Kak Sean itu dulu pria kucel yang so soan kull, tidak suka dengan perempuan, sedikit sombong, dan Lena sangat ingin mencubit kak Sean yang seperti itu" ucap Lena sambil mencubit lagi tangan Sean


"Apa aku seperti itu di matamu dulu?, tapi kenapa kamu menyukaiku?" tanya Sean


"Karena Lena melihat kak Sean itu pria yang apa adanya, tidak genit pada perempuan, kalm, dan Lena sangat suka melihat senyuman dari kak Sean itu," ucap Lena


"Begitu ya, kamu tau sendiri kan, aku dulu kere nya luar biasa sebelum bertemu ibu, jadi mana berani aku genit genitan sama perempuan, dan aku sebenarnya memang payah kalau soal urusan deketin wanita, tapi anehnya kamu mau saja dekat dekat denga pria kere seperti ku dulu" ucap Sean


"Iya ya, kenapa Lena suka pria kere seperti kak Sean ya dulu?, padahal yang ngejar Lena banyak lho" ucap Lena langsung terkekeh,


"Mana ku tau" ucap Sean


Lena pun menghela nafasnya "Lena juga tidak sangka, kalau si pria kere yang kucel itu ternyata adalah orang yang bisa merubah kehidupan Lena ke keadaan yang seperti sekarang, yang bisa mewujudkan mimpi-mimpi Lena, mimpi yang tidak bisa Lena gapai sendirian, dan kakak juga sudah mengajarkan banyak hal dalam kehidupan Lena, Lena yang dulu hanya seorang karyawan supermarket biasa, dan tidak tau caranya berpenampilan yang seharusnya, kini jadi tau, dan bisa lebih menghargai diri sendiri, terima kasih ya kak" ucap Lena tersenyum sangat manis


"Sama sama Len" ucap Sean, dia sangat senang melihat senyuman Lena yang seperti itu, wanita yang sempat Sean abaikan sebelumnya, kini malah menjelma menjadi sosok ratu di hatinya


Tidak terasa, makanan yang mereka pesan pun kini sudah ada di depan mereka, dan mereka pun segera menyantap makanan dengn begitu hidmatnya, perasaan kembali ke masa lalu membuat mereka saling memperhatikan wajah satu sama lain saat mereka makan, dengan sesekali mereka tersenyum senyum sendiri


Setelah mereka menyelesaikan acara makan yang cukup menyenangkan itu, mereka pun segera kembali pulang ke Mansion dengan perasaan yang sangat baik,

__ADS_1


__ADS_2