TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Selamanya


__ADS_3

Rania pun juga menatap lekat wajah pria yang dulu sempat dia miliki, yang jadi pria pertama yang paling dia sayang, yang menanam benih di rahimnya, tapi Sekarang dia sadar kalau ada pembatas yang tidak terlihat di antara mereka, kalau tidak, mungkin dia sudah memeluk Sean saat mereka bertemu tempo hari,


"Kamu tidak perlu minta maaf, kalau bisa kamu bantu Lena untuk keluar dari penjara, kasian dia" ucap Rania


"Tenang saja, aku sudah mengurus hal itu, dia sebentar lagi juga pasti ke luar, kita tunggu saja" ucap Sean


"Benarkah?, apa kamu tidak bohong?" tanya Rania dengan mata berbinar


"Tidak, untuk apa aku bohong, aku memang sudah mengurusnya" ucap Sean


"Syukurlah kalau memang begitu" ucap Rania merasa tenang


"O yah, aku belum sempat berterterima kasih juga padamu untuk hal lain" ucap Sean


"Untuk hal apa?" tanya Rania


"Soal Nayra,,,,, terimakasih karena kamu sudah melahirkan dia ke dunia ini, untuk ku" ucap Sean


"Kamu sudah tau soal Nayra?" tanya Rania


"Tentu saja, dia malah sudah memanggil ku papah" ucap Sean


Rania pun tersenyum dan medudukan dirinya di kursi lain "Benarkah, syukur kalau gitu,, dia memang malaikat kecilku, yang menyemangatiku di saat kamu tidak ada, dia lah alasanku untuk tetap melanjutkan hidupku, aku sebenarnya tidak ingin jauh darinya, tapi ku pikir ibu lebih butuh penyemangat daripada aku" ucap Rania


.


~


Sementara Sean dan Rania mengobrol di luar, Lena di dalam Sel terlihat sedang melamun di tengah kesendiriannya, dia merasa sedih dengan keadaannya sekarang, dia berpikir mungkin besok atau lusa dia akan pindah ke Rutan yang penuh dengan orang kriminal, dia tidak bisa bayangkan apa yang akan di katakan ayah ibu nya jika mereka tau anaknya masuk penjara


Namu saat lamunan itu semakin dalam, tiba tiaba kunci Sel pun di buka oleh seorang penjaga, dan seketika itu pun membuyarkan lamunan Lena dan dia pun langsung menoleh ke arah pintu sel itu


"Saudari Lena, Anda sudah bisa keluar sekarang juga" ucap penjaga itu


"Be benarkah, kenapa begitu pak?" tanya Lena yang sedikit tidak percaya


"Pak Bambang sudah mencabut laporan anda, jadi Anda sudah bisa bebas sekarang" ucap polisi itu


"Benarkah?" Lena nampak senang saat mendengar itu 'apa mungkin ibu sudah mengurusnya?' pikir Lena


Dia pun segera beranjak dari tempat yang menyedihkan itu, dan segera berpamitan kepada 2 penjaga di depan


"Aku harus segera kasih tau kak Rania ini," gumam Lena tersenyum sambil berjalan keluar dan terfokus ke ponselnya untuk menghubungi Rania


Rania pun segera mengangkat panggilan dari Lena itu

__ADS_1


"Hallo kak Ran, aku sudah bisa bebas kak, kak Ran jemput aku ya" ucap Lena girang


"Aku di belakang mu" ucap Rania sedikit berteriak


Sontak Lena pun menoleh ke arah samping nya Dan langsung melihat Rania yang duduk di kursi di sana, namun dia langsung tercengang saat melihat pria yang duduk tidak jauh dari Rania


Hingga tanpa sadar Lena pun menjatuhkan ponselnya ke lantai, dan tangannya pun langsung menutup mulutnya sendiri, di susul Air mata yang tiba tiba merembes dari pelupuk matanya, dia tidak bisa berkata kata saat melihat sosok pria yang sangat di kenalinya itu


Sean pun langsung bangkit menghampiri Lena dan berdiri tepat di hadapannya "Maaf, aku sedikit terlambat Len" ucap Sean


Lena pun menggelengkan kepalanya dengan Air matanya yang terus bercucuran, "Apa ini mimpi??, apakah ini tidak nyata?? apa semua ini hanya bunga tidurku saja??" tanya Lena sambil menatap lekat wajah Sean nya yang sangat dia rindu kan di siang dan malam


Sean mengulurkan tangannya untuk menyeka air mata Lena yang cukup deras itu "Hey, ini nyata, kenpa kamu masih secengeng ini, bukanya kamu sudah jadi dokter sekarang?" ucap Sean


Lena menggelengkan kepalanya lagi "Tidak mungkin, ini tidak mungkin, ini pasti khyaalanku saja" ucap Lena sambil memundurkan dirinya dengan langkah kecil kebelakang


Tapi Sean segera meraih tubuhnya dan langsung memeluk Lena saat itu juga "Biasanya kamu akan memeluku seperti ini jika kita bertemu Kan?" ucap Sean di kepala Lena, karena memang tinggi Lena hanya sedagu Sean


Lena yang bingung dan tidak percaya pun akhirnya juga membalas memeluk Sean erat, dan menumpahkan Air mata di dada bidang Sean "Kalaupun ini hanya mimpi, Lena harap tidak ada yang membangunkan Lena dari mimpi Ini" ucap Lena sambil terisak


Sean sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Lena, satu tangannya pun mencubit pelan pipi Lena "Bangun lah, ini bukan mimpi, ini aku suami mu yang nyata" ucap Sean


Mendengar nama suami di sebut, Lena pun langsung tersadar kalau dia sudah menikah lagi sekarang, dan diapun seketika melepaskan pelukan tangannya dari Sean


Lena pun terus menatap wajah pria itu lekat lekat, dan Rania juga mengikuti mereka di belakang untuk ke mobilnya


Sean pun segera memasukan Lena ke mobil,, dan mengantar Lena pulang ke rumahnya, karena memang Lena yang meminta untuk pulang kesana,


Dan merekapun segera sampai di Rumah Lena dan berjalan hingga ke depan pintu masuk rumah Lena


"Maaf kak, cukup sampai sini saja ya" ucap Lena


"Apa kamu tidak akan membiarkanku masuk ke rumahmu Len?" tanya Sean


"Tidak kak, maaf,, terimakasih sudah bantu Lena keluar dari penjara, dan terima kasih juga sudah antar Lena pulang" ucap Lena sambil berbalik dan membuka pintu rumahnya dan kemudian melangkah masuk


Tapi Sean tetap mengikuti nya untuk masuk juga


"Kak aku mohon, jangan masuk" ucap Lena sambil matanya berkaca kaca lagi


"Kenapa tidak boleh?, aku suami mu kan?" ucap Sean masih terus menggodanya dan belum menjelaskan prihal dirinya


"Kaaak, tolong kakak mengerti,,, aku....., aku sudah menikah lagi sekarang" ucap Lena sedikit menundukkan pandangannya


"Tidak masalah" ucap Sean sambil mencoba lagi untuk melangkah masuk

__ADS_1


Tapi Lena langsung menahan pergerakan nya "Kak aku mohon" ucap Lena menatap wajah Sean dengan matanya yang Sudah akan banjir lagi


"Len, aku suami mu kan, apa kamu masih belum sadar??" ucap Sean


"Aku tau, tapi itu dulu, aku sudah menikah lagi dengan orang lain sekarang, jadi Lena harap kakak tidak datang lagi pada Lena, Lena mohon kak, tolong ngertiin, Lena mohon" ucap Lena merapatkan telapak tanganya di depan dadanya


Sean pun tersenyum, dia merasa tersentuh karena Lena benar benar menjaga nama baiknya walau pun di depan orang yang paling dia cintai sekali pun


Sean pun mengeluarkan kartu identitas Dampar dari dompetnya, dan dia memperlihatkan kartu itu pada Lena


"Apa orang ini yang jadi suamimu sekarang??, jelek sekali" ucap Sean sambil membolak balik kartu identitas di tanganya


Lena pun memperhatikan kartu di tangan Sean itu, dan dia melihat kalau itu kartu identitas Dampar, alias suaminya, dia pun mengambilnya dari tangan Sean untuk memastikan


"Darimana kakak dapat ini?" tanya Lena heran


"Len, dia sudah tiada sekarang" ucap Sean asal


"Apa maksud kakak?" tanya Lena sedikit kaget


"Ya, dia memang sudah tidak ada di muka bumi ini lagi, dia sudah menukar dirinya dengan diriku, dan menitipkan dirimu padaku" ucap Sean asal


Lena pun tertegun dan berpikir keras untuk mencerna perkataan Sean itu "Aku tidak mengerti maksud kakak, apa apa suamiku itu sudah meninggal?, apa dia sudah mendonorkan organ tubuh pentingnya untuk menyelamatkan kakak??, tega sekali" ucap Lena menduga duga


"Tidak seperti itu Len, Lebih tempat nya Dampar itu adalah aku, dan Aku adalah Arman, orang yang sering kamu panggil Sean" ucap Sean


"Tidak mungkin, jadi selama ini kakak sudah kembali, dan kakak tidak pernah memberitau Lena soal itu??" tanya Lena menaikkan nada bicaranya


"Maaf Len, aku hanya berpikir akan kembali padamu, tapi dengan keadaan yang sama seperti dulu saat aku meninggalkan mu, itu saja" ucap Sean


"Jahad, jadi kak Sean sengaja mempermainkan Lena selama ini?, benar benar egois, kenapa tidak bilang dari awal" ucap Lena sambil menangis


Sean pun segera memeluknya lagi "Maaf, aku tidak pernah bermaksud begitu pada awalnya, apa kamu mau memaafkanku?" Tanya Sean


"Tidak mau, kakak jahad" ucap Lena sambil tanganya memukul mukul manja pada dada bidang Sean


"Kalau kamu tidak mau memaafkan ku, aku akan pergi lagi kalau gitu" ucap Sean asal


"Aaaaa, tidak boleh" ucap Lena manja Sambil membalas pelukan Sean, dan di tengah rembesan Air matanya yang mengalir itu, terpancar kebahagiaan di sudut bibir Lena yang menyunggingkan senyuman indah


"Kalau begitu kamu harus memaaf kan kakak, dan kakak janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, Kakak akan terus berada di sampingmu dan menemanimu, selamanya" ucap Sean sambil mengusap lembut kepala Lena yang masih terbungkus kerudung hitam


"Iya, Lena Maafin, jangan pergi pergi lagi, jangan tinggalkan Lena lagi seperti sebelumnya, Lena tidak akan kuat jika harus kehilangan lagi" ucap Lena memeluk erat tubuh Sean


Mereka pun berpelukan hangat di sana, mereka merasa tidak ingin melepaskan satu sama Lain, mereka hanya ingin mencurahkan kerinduan mereka saat ini, karena meskipun mereka sudah bertemu sebelumnya, mereka tidak merasakan ada rindu yang tercurah dari hati masing-masing

__ADS_1


__ADS_2