
Lena pun memperhatikan wajah Intan dengan lebih seksama lagi "Masa sih??, rasanya putri bi Irna itu tingginya sama dengan ku" ucap Lena
"Kak Lena ini, itu kan dulu, aku masih muda kak, aku masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi" ucap Intan
"O Iya bener, aku baru sadar kalau kamu sdikit tinggi sekarang" ucap Sean
"Kan Intan pernah bilang, kalau Intan bisa lebih tinggi dari kakak" ucap Intan
"Tidak mungkin, usiamu sekarang sudah 21 Kan, rasanya tidak mungkin bisa lebih tinggi Lagi" ucap Sean
"Yee tidak percaya, kita buktikan saja nanti" ucap Intan
"Iya Iya, kamu akan setinggi jerapah nanti"
Sean pun menoleh kepada istrinya "Sudah percaya belum kalau dia iparmu?" ucap Sean menyentuh hidung Lena yang masih sedikit cemberut
"Iya maaf, Lena kira dia orang lain, maaf ya Intan, kakak tidak ingat" ucap Lena
"Tidak papa kak, wajar kok, kita kan hanya bertemu beberapa kali, o Iya kak ifan juga ada di dalam kak" ucap Intan
"Iya, kakak memang ingin menemuinya" ucap Sean
"Oh,, ya sudah kita masuk" ucap Intan
Intan pun segera membuka ruangan presdir dan langsung masuk tampa mengetuk pintu
"Kak ifan, ada tamu" ucap intan yang langsung menghampiri kakaknya
"Kamu kebiasaan, kalau masuk ruangan ketuk pintu dulu!" ucap ifan yang masih fokus pada layar di depanya
"Pak direktur Sepertinya lagi sibuk" ucap Sean yang juga mulai melangkah ke dalam ruangan
Ifan pun langsung menoleh pada Sean dengan sedikit kaget "Kak Arman??" ucap Ifan, diapun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Sean
Mereka pun langsung berpelukan sejenak
"Kakak ini, kenapa tidak kasih kabar dulu kalau mau kesini?" ucap Ifan
"Aku cuma berkunjung saja ke sini Fan" ucap Sean
"Silahkan duduk kak Len" ucap Ifan pada Lena
"Intan kamu ambil minum sana"
"Kakak ini, apa kakak menganggap aku ini pembantumu" keluh intan
"Kamu harus belajar professional dong, di rumah kita kakak adik, tapi di sini kamu kan asistenku, jangan mempermalukan ku di depan Kaka ipar, sana buruan ambil" ucap Ifan
"Iya Iya, aku cuma bercanda" ucap Intan, dia pun segera bergegas ke pantry kantor untuk mengambil minuman
Sementara Sean dan Ifan juga langsung duduk di sofa Ruangan itu
"O Iya kak, kapan kamu akan kembali lagi mengurus perusahaan, aku tidak sanggup mengemban tugas seberat ini terus menerus, rasanya kepalaku sudah hampir pecah mengurus perusahaan sebesar ini sendirian" ucap Ifan
"Secepatnya, tapi jika kamu masih ingin belajar, kamu tidak perlu hengkang dari Sini, kamu bisa jadi wakilku di perusahaan ini, bagaimana?" ucap Sean
"Ku rasa itu akan sedikit meringankan beban hidupku, maksudku beban pikiranku" ucap Ifan tersenyum
"Baiklah" ucap Sean
__ADS_1
Mereka pun mengobrol beberapa waktu di ruangan itu, Dan Sean juga mengingat Sandri atau (S) yang dia tempatkan di ruangan khusus olehnya, jadi sekalian Sean juga mengunjungi teman lamanya itu
Setelah Sean selesai mengunjungi Kantor, dia pun mengingat kalau dia masih ada janji lain
"O yah Len, apa kamu tidak keberatan jika kamu pulang duluan ke Mansion?" tanya Sean
"Memangnya kamu mau kemana dulu sayang?" tanya Lena
"Aku ada janji bertemu temanku, jadi aku sekalian menemui nya Sekarang" ucap Sean
"Begitu ya, ya sudah kalau kamu tidak mau ajak, Lena pulang" ucap Lena sedikit cemberut
"Jangan ngambek dong sayang, mana senyum imutnya?" ucap Sean
"Ih apaan, enggak kok, siapa juga yang ngambek" ucap Lena juga memeaksakan tersenyum
"Iya maaf, bukanya suamimu ini tidak ingin mengajakmu, hanya saja tempat yang akan ku datangi tidak akan pantas untuk dokter cantiku ini" ucap Sean
"Iya, tapi cepat pulang nanti, awas kalau lama" ucap Lena
"Iya Iya" ucap Sean
Lena pun segera menaiki mobil dan di antar pulang ke Mansion dengan mobil salah seorang anak buah Agam, Sementara Sean pergi ke gedung Redbear dengan mobilnya
Sean tidak menyebutkan dia akan kemana, karena kalau Sean jujur dia akan ke tempat Tiara, Lena tentu tidak akan mengijinkan nya, karena Sean tau Lena sangat tidak menyukai sosok Tiara itu
Selain menurut Lena Tiara itu punya perawakan lebih menarik darinya, Lena juga menilai kalau Tiara itu bukan wanita baik, karena dia putri dari seseorang yang pernah menculiknya dulu, dan ayahnya itu juga pernah memukuli Sean di depan matanya sendiri, jadi kesan Lena pada Tiara memang sangat buruk
Dengan segera Sean pun sampai di gedung Redbear, diapun segera masuk ke gedung Redbear, dan dia pun langsung di sambut oleh para anggota Redbear, dia pun langsung di ikuti beberapa senior di sana untuk masuk kedalam
"Tiara di mana?" tanya Sean pada salah satu anggota yang mengikutinya
"Baiklah" Sean pun segera menuju ke tempat Latihan para anggota,
Sean pun mendapati kalau Tiara sedang berada di atas Ring dan memukuli Samsak
'Prok prok prok' Sean bertepuk tangan sambil Melihat Tiara yang sedang memukuli Samsak itu tanpa ampun
Tapi Tiara hanya menoleh sebentar dan melanjutkan aksinya Lagi
"Master, Anda kenapa tidak beri kabar kalau Anda akan kemari" ucap Aruna yang langsung mengahadap pada Sean yang memperhatikan Tiara latihan
"Tumben dia seperti tidak peduli aku datang" ucap Sean
"Sepertinya Nona sedang kesal Hari ini master, dia dari pagi belum berhenti memukuli Samsak itu, tidak biasanya dia seperti itu, apa perlu aku panggil dia?" tanya Aruna
"Tidak perlu, aku tunggu dia selesai saja, bilang padnya aku tunggu di ruangan pemimpin" ucap Sean, diapun bergegas ke ruangan pemimpin dan menunggu Tiara di sana
.
~
Sementara Lena juga sudah sampai Di masion sekarang, dan kebetulan dia datang beriringan dengan Rania
"Mamaaaaaah" Nayra langsunge menghampiri Lena yang baru keluar dari mobilnya
"Sayang, kamu kemari, baguslah, ayo kita ke nenek" ucap Lena yang langsung mencium Nayra kemudian menuntunnya berjalan
"Kamu darimana Len, kok sendirian?", tanya Rania yang memang duluan sampai di mansion
__ADS_1
"Lena barusan berkunjung ke kantornya mamah, Lena penasaran ingin masuk dan melihat lihat seperti apa dalamnya, soalnya Lena belum sempat ke sana kak Ran" ucap Lena yang sekarang berjalan berdampingan dengan Rania untuk masuk ke Mansion
"Sendirian?" tanya Rania
"Tidak, tadi sama Mas Arman juga, tapi dia ada urusan dulu Katanya" ucap Lena
"Oh"
Mereka pun segera masuk dan mencari Kartina di dalam mansion, dan ke betulan Kartina sedang bersantai di area belakang Rumah, dan mereka pun segera menghampiri nya
"Neneeeeeekkkk" triak Nayra yang langsung menghampiri Kartina lebih dulu
"Kamua kemari ternyata, tau saja kalau Nenek sedang kesepian" ucap Kartina yang langsung menggendong dan menciumi Nayra
"Mah" Lena dan Rania juga menyalami Kartina bergantian
"Tumben Ran kamu main kesini, ada apa?, apa kamu ada masalah?" tanya Kartina
Rania dan Lena pun duduk berdampingan "Tidak ada mah, hanya saja kemarin sepulang dari acaranya Lena, Nayra merengek terus minta kesini, tapi takut nya aku mengganggu mamah, jadi Semalam aku ajak Nay nginep di rumah papah saja, untungnya dia tidak terlalu rewel juga di sana" ucap Rania
"Gitu ya, apa Suamimu ikut?" tanya Kartina
"Jangan bahas dia lah mah, Rania males, semalam juga habis dari acara dia tidak pulang ke rumah, entah kemana dia, Rania juga sebenarnya tidak peduli dia kemana" ucap Rania
"Pernikahan kalian kok seperti ini sih Ran, Suami mu itu keterlaluan, masa punya istri secantik kamu di tinggal tinggal terus di rumah" ucap Kartina
"Lebih baik gitu, Rania juga tidak suka dia ada di rumah" ucap Rania
"Apa tidak sebaiknya kalian pisah saja, percuma dipertahankan juga kan?, Sepertinya kalian memang tidak cocok" ucap Kartina
"Rania juga sudah beberapa kali minta pisah mah, tapi dia memang orangnya nyebelin, dia tidak pernah menggubrisnya sama sekali" ucap Rania
Kartina pun menghela nafas nya, "Pernikahan yang aneh" ucap Kartina
"Rania juga ngerasa begitu, Ini gara gara papah sih, entah nemu dari mana orang kayak dia, sampai mendesak Rania untuk menikah dengannya" ucap Rania dengan ekspresi malas
"Ya mungkin niat papah mu waktu itu baik, dia tidak ingin melihat putrinya terus menerus bersedih" ucap Kartina
.
~
Sementara di gedung Redbear, Sean duduk di singgasananya, dan dia sedang menyesap sampanye buah tanpa alkohol di gelas tangkai di tanganya, karena Semua anggota tau kalau pemimpinnya itu tidak minum minuman beralkohol
Tidak lama Tiara pun masuk ke ruangan dengan masih bersetelan latihan muaythai nya, dan dia yang seperti itu sanga mirip dengan atlit Liana jojua dengan rambut di kepang dua yang sangat khas darinya, aruna juga masuk bersamanya
"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Tiara sedikit ketus
"Kamu kenapa, apa kamu ada masalah?" tanya Sean keheranan dengan sikap Tiara itu
"Tidak ada,, mamaf aku bersihkan badan ku dulu" ucap Tiara
Sean pun hanya tersenyum dengan Tiara yang tidak biasa ini
Tiara pun bergegas ke kamar istirahat nya, sementara Aruna mendekat ke kursi Sean
"Aruna, ada apa dengannya?, aneh sekali dia, apa dia tidak suka melihat wajahku kembali seperti dulu??, atau dia sedang datang bulan kah?" tanya Sean
"Saya kira bukan itu alasannya master, kurasa dia seperti ini karena dia menghadiri acara anda semalam" ucap Aruna
__ADS_1
"Dia datang juga??, kenapa dia tidak menghadap padaku??" ucap Sean