TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Mengusik Ku


__ADS_3

Sore harinya, terlihat seorang pria yang tengah meregangkan badanya di kursi kantor nya, Sean baru selesai dengan rutinitas kantor nya yang biasa dia kerjakan dulu,


"Kak, kita pulang" ucap Ifan


"Iya" ucap Sean juga beranjak dari kursinya


Dan mereka pun segera hengkang dari ruang kerja nya itu, dan bergegas ke lift untuk turun kelantai dasar bersama Intan dan Elisa juga,


Setibanya di lobi, Sean pun sudah di tunggu oleh 2 wanita tinggi tegap yang tidak Lain adalah Aruna dan Tiara


"Sore Master" sapa Aruna yang sejenak membungkukan badanya untuk .mengapa Sean


"Sore" ucap Sean


"Apa bisa kita pergi?" tanya Tiara


"Tentu?" ucap Sean


"Hay, Saya Ifan Wakil pak Arman di kantor ini" ucap Ifan langsung mengulurkan tangannya pada Tiara, dia tidak berkedip memandang wajah Tiara sedari tadi


Tiara juga meraih tangan Ifan untuk bersalaman, meskipun itu bukan gayanya, tapi Tiara masih menghargai pria yang mengaku Wakil Sean itu,


Dan Tiara juga melihat kalau Ifan ternyata punya beberapa kemiripan wajah dengan Sean, karena memang mereka punya nenek moyang yang sama


"Saya Tiara, wakil...., maksudku teman Pak direktur" ucap Tiara memperkenalkan dirinya juga


"Anda sangat cantik" ucap Ifan dengan mata berbinar


"Terima kasih" ucap Tiara "O yah kalau kamu sudah siap, kita langsung saja pergi, Bagaimana?" ucap Tiara yang segera mengalihkan fokus nya lagi pada Sean


"Baiklah, kita langsung pergi" ucap Sean


"Ngomong-ngomong kalian mau pergi kemana, apa aku bisa ikut?" tanya Ifan


Sean pun beradu pandang dengan Tiara sejenak


"Tidak,, aku dan pak Arman akan pergi ke luar kota sore ini" ucap Tiara


"Tidak apa, aku wakil pak direktur kan, jadi mungkin ada yang bisa ku bantu jika aku ikut" ucap Ifan sambil sedikit menyenggolkan bahunya pada Sean, berharap kakak sepupu nya bisa memberinya dukungan


"Oh ya, kita Akan pergi bersamanya juga, boleh kan?" ucap Sean


Tiara pun langsung memutar mata malas "Ya Sudah Baiklah, tapi jangan menyesal nanti" ucap Tiara


Mereka pun segera keluar, dan beberapa mobil anggota Redbear pun sudah menunggu mereka di luar


Ifan pun sampai terkesima melihatnya mobil mobil yang menunggu Tiara yang di Kendarai oleh pria pria berotot dan hampir keseluruhan memakai pakaian serba hitam hitam,


Ifan menatap Tiara dan Sean bergantian, dengan wajah slidiknya 'Apa gadis ini anggota mafia, keren sekali' pikir Ifan yang senyum senyum sendiri, meskipun sedikit ada rasa segan pada Tiara sekarang, tapi Ifan tidak terlalu menunjukkan nya


Sementara Elisa dan Intan, Sean menyuruh mereka untuk pulang duluan, Sean juga menelpon Lena untuk memberi kabar kalau dia ada urusan ke luar kota, dan tidak pulang malam ini


Setelah itu mereka pun masuk ke mobil, dan segera berangkat ke bandara Internasional kota J untuk melakukan penerbangan,


Sesampainya di bandara

__ADS_1


"O ya Tiara, kita sebenarnya akan berangkat kemana?" tanya Sean yang memang belum bertanya


"Kita akan ke DIY, tapi aku belum mengurus tiket untuk kembaranmu ini, jadi mungkin kita perlu menunggu dia mengurusnya dulu" ucap Tiara


"Kita berangkat dengan Jet pribadi ku saja, biar lebih cepat" ucap Sean


"Apa tidak papah?" tanya Tiara,


"Apanya yang tidak papah?" sahut Sean


"Tidak,,, maksudku ini kan perjalanan ku, bukan perjalanan mu" ucap Tiara


"Yang ku tau ini perjalan kita" ucap Sean tersenyum


"Oh,, baiklah" ucap Tiara yang merasa sedikit tidak enak


Mereka pun segera masuk ke bandara untuk mengurus prosedur penerbangan mereka, dan tidak butuh waktu lama bagi Sean untuk mengurusnya, mereakpun segera naik ke pesawat pribadi milik Kartina, dan segera lepas landas menuju Ke daerah istimewa kota Y,


.


.


Setibanya di bandara kota Y, merekapun segera keluar dari area bandara, dan mobil mobil yang menjemput mereka pun sudah menunggu mereka di luar bandara


Segera Sean, Tiara, dan Ifan pun masuk kedalam satu mobil yang sama, dengan Sean yang duduk di kursi depan, Ifan dan Tiara duduk di belakang


"Kenapa kamu duduk di depan?" tanya Tiara


"Supaya bisa melihat jelas pemandangan kota ini saja" ucap Sean tersenyum


Mobil pun berjalan beriringan dengan mobil Sean di urutan kedua setelah mobil anggota Redbear yang lain, dan di belakang mobil Sean juga masih ada beberapa mobil anggota Redbear


Mereka berjalan beriringan di jalanan kota Y yang sudah hampir gelap, dengan kecepatan yang sedang,


Namun setelah beberapa saat perjalanan, tiba tiba sebuah mobil jeep terbuka melaju kencang dari arah belakang dan berhasil mendahului mobil mobil para anggota Lain


Sean pun langsung menolehkan wajah pada mobil Jeep yang memancing perhatian nya itu, dan jeef itu sekarang tepat melaju berdampingan dengan mobil yang di tumpangi Sean di jalanan yang cukup sepi ini, Sean pun mulai menyadari sesuatu kalau ternyata dari dalam mobil itu ada 2 orang yang memegang senjata api Laras panjang AR15, dan mereka mengarahkan moncong senapan mereka pada mobil yang di kendarai Sean


"Awas, merunduk" triak Sean yang sadar kalau moncong senapan semi otomatis itu mengincar mobil mereka


'DerrrrrrrrrrrrrD, derrrrrrd derrrrrrrrd' dan seketika suara tembakan beruntun pun langsung terdengar, dan senapan itu pun langsung menghujani mobil yang di tumpangi Sean dan Tiara itu dengan puluhan proyektil peluru


Sean pun merundukan badanya untuk menghindari peluru, karean dia sadar kalau sekarang dia tidak punya kemampuan kekebalan terhadap peluru lagi, sementara mobil yang di depan Sean langsung oleng ke kanan ke arah mobil jeef itu untuk menghalangi mobil si penembak, dan 'Braaaaak' mobil mereka pun berdempetan


Sementara mobil yang di kendarai Sean oleng ke kiri, dan Sean pun melihat kalau sang sopir yang mengendarai mobilnya sudah tidak ada pergerakan lagi, karena dia terkena tembakan peluru dari mereka


Setelah mobil yang di kendarai Sean berhenti karena menabrak pembatas jalan, Sean pun langsung keluar dari mobil dengan cepat


Dan mobil yang menembaknya tadi juga tertabrak mobil anggota Redbear yang terkena tembakan juga, hingga posisi Jeep itu terpojok di pembatas jalan di depan sana


Sean langsung loncat dan bergerak cepat untuk menghampiri mobil sang penenmbak yang mobilnya masih terpojok


Tiara juga dengan segera keluar dari dalam mobilnya dengan senjata api di tanganya


Mereka berdua mendekati mobil itu tanpa ragu

__ADS_1


"Tembak mereka lagi" triak seseorang yang menyadari ada yang datang dengan cepat ke arah mereka


'Derrrrrrrrrrd' suara tembakan pun kembali terdengar dan menghepaskan butiran peluru lagi ke arah Sean dan Tiara yang mendekat dengan cepat


Sean pun terus maju dan menghindari setiap peluru yang mengarah padanya dengan gerakan yang sangat cepat dan akurat, itu berkat ketajaman insting yang di pelajarinya dari guru spiritual nya di desa


Sementara Tiara tidak terlihat menghindar karena tubuhnya masih kebal dan masih dengan tenang mengerahkan pistol yang di pegang nya pada musuh, dan 'Duar' Tiara pun langsung berhasil melumpuhkan salah satu dari penembak itu


Sementara Sean langsung loncat ke mobil dan menerkam salah satu penembak lain dan langsung menghajar nya di mobil itu, setelah sang penembak sudah Sean Habisi, Sean langsung menerkam sang pengemudi nya dan mendaratkan beberapa pukulan di wajahnya, 'Buk buk buk' hingga darah segar pun langsung bercucuran dari wajah sopir Jeep itu


"Beraninya mengunakan mainan untuk menyerangku, siapa yang menyuruh kalian" ucap Sean yang mencengkeram erat kerah baju dari sopir itu


"Sean menyikirlah, akan ku lenyapkan dia, berani beraninya mereka mengusik ku," ucap Tiara yang mengearahkan pistolnya dengan satu tangan, dan membidikannya ke kepala sang sopir Jeep


"Tidak, kita masih butuh satu mulut yang masih hidup, untuk mengetahui siapa yang akan Menanggung jawab untuk serangan ini" ucap Sean


"Nona, tuan, apa Kalina tidak papah?" tanya serempak anggotanya yang baru bisa menghampiri mereka, karena kejadian itu memang berlangsung sangat cepat


"Tidak papa, bereskan saja semua kekacauan di sini, dan bakar mobil Jeep ini beserta sampah yang tidak di butuhakan" ucap Tiara


"Baik nona," ucpa Salah satu anggota


Sementara Sean turun dari mobil dengan tetap menarik sang sopir yang sudah babak belur itu, dan sean menyeretnya untuk memasukkannya kedalam salah satu mobil anggota Redbear


"Jaga dia jangan sampai lepas, Anggota yang terluka segera larikan ke rumah Sakit, sisanya langsung ke marakas" instruksi Sean pada anggota lainya


"Kamu tidak papah??, Ah itu tangan mu terluka Sean" ucap Tiara langsung menghampiri Sean karena melihat luka di pangkal lengannya


"Tidak papah, kurasa hanya terserempet peluru saja tadi" ucap Sean


"Apa kamu sudah tidak kebal sekarang??" tanya Tiara sedikit kaget


"Sudah lama aku kehilangan kemampuan itu" ucap Sean


"Begitukah?, maaf aku tidak tau, aku seharusnya tidak melibatkan mu" ucap Tiara


"Tidak papah, sudah lama darahku tidak terpacu seperti ini, Sepertinya mereka memang mengincarku, bukan mengincar mu" ucap Sean


"Ya Sudah, kita lanjutkan perjalanan ke markas, kita paksa dia bicara di markas saja" ucap Tiara


Sean dan Tiara pun segera kembali ke mobil dan Tiara yang memegang kemudinya, Sean pun naik di belakang, dan langsung melihat ponakanya yang masih berwajah syok


"Kamu tidak papah?" Tanya Sean


"A a aku tidak papah, apa nona Tiara baik baik saja??, kaca mobilnya bolong, mungkin dia tertembak tadi" ucap Ifan masih dengan ekspresi kaget


"Dia tidak akan terluka, bukanya Sudah ku bilang, dia itu tidak seperti apa yang terlihat" ucap Sean


"Salah kamu sih, kenapa ajak bocah untuk ikut, kalau dia mati kita juga yang repot" ucap Tiara ngedumel


"Iya, mungkin harusnya aku tidak mengajaknya" ucap Sean


"Ka kalian keren, aksi kalian hebat sekali" ucap Ifan yang bukanya takut, tapi malah mengacungkan 2 jempolnya pada Tiara, dia pun semakin kagum pada wanita di depanya itu


"Terserah lah" ucap Tiara malas, dan langsung menghidupkan mesin mobil, dan kemudian melajukannya

__ADS_1


__ADS_2