
Siang harinya, Ifan pun membangun kan Sean yang sedang beristirahat di ruang istirahat kantornya, karena itu memang permintaan sean sebelumnya, Ifan ingin pergi makan siang bersamanya karena berharap Tiara juga bisa ikut
"Kak, Sudah siang, ayo makan siang" ucap Ifan
Sean pun terbangun dan mendudukan dirinya di sisi tempat tidur kantor "Perasaan baru sebentar aku istirahat" ucap Sean sambil mengusap wajahnya
"Ya lumayan lama lah" Ifan pun melirik jam nya "Sekitar 3 jam" ucap Ifan
"Ya sudah tunggu sebentar" ucap Sean beranjak ke wastafel untuk membasuh wajahnya, diapun merapihkan sedikit rambutnya, membenahi dasi di lehernya, dan kemudian kembali memakai jas customnya yang dia letakandi tempat tidur
Merekapun segera melangkah keluar dari ruangan Presdir, dan kebetulan mereka berpapasan dengan Intan yang juga akan turun
"Hey, mau makan Siang juga kah?, barengan yah, biar seru" ucap Intan
"Tidak tidak, ini khusus acara makan pria, kamua tidak boleh ikut" ucap Ifan yang tau adiknya itu biang cerewet, dia tidak mau acara makan Siang dengan Tiara diganggu olehnya
"Ahhh kakak ini, biasanya juga makan bareng Intan, mentang mentang ada kak Arman, tunggu tunggu, aku curiga ada yang kalian sembunyikan dariku" ucap Intan menebak
Sean mendekatkan mulutnya pada telinga Intan dan membisikan sesuatu "Ifan sedang PDKT dengan seorang gadis" bisik Sean
"O my God, apa kakak Serius?, wah asik dong aku mau lihat ceweknya kak, ayo" ucap Intan langsung menggandeng tangan Sean dan sedikit menariknya berjalan
"Hey Intan, aduuuuh, Kamu tidak boleh ikut, ada kamu pasti kacau ini, Ayolah, kamu makan dengan Elisa saja" ucap Ifan yang membujuk dengan mengikuti langkah mereka dari belakang
"Tidak mau, aku mau lihat gebetan kakak" ucap Intan
"Ah, kau ini hanya mengganggu saja" ucap Ifan malas
Mereka pun segera turun ke lantai dasar dan segera naik ke mobil masing-masing, dan mereka pun segera pergi menuju ke salah satu Restoran terdekat, di dalam mobil Sean pun menghubungi Tiara untuk mengundangnya makan Siang, tentu nya Tiara tidak menolak, dan malah dia terdengar cukup Senang dengan ajakan Sean itu
.
.
Di restoran
"Apa nona Tiara akan datang?" tanya Ifan
"Sebentar lagi juga pasti datang, sambil menunggu mending kita pesan makan saja dulu" ucap Sean
"Jangan dulu dong kak, Nunggu Tiara datang, biar sekalian" ucap Ifan
"Cieee, yang nungguin gebetannya, niat banget nunggu, aku jadi penasaran, siapa sih Tiara itu" ucap Intan
"Dia wanita yang waktu itu datang ke kantor, dan mengajak aku keluar kota bareng Ifan, kamu pasti masih ingat" ucap Sean
"Apa?, jadi Tiara itu cewek yang tinggi Tempo hari ya??" tanya Intan
"Iya, dia wanita yang di sukai Ifan" ucap Sean
"Apa kamu yakin kak,?? dia cantik sih, tapi auranya nyeremin tau" ucap Intan mengutarakan penilaian nya
"Ssssst, dia datang, jangan banyak bicara Oke!!" bisik Ifan karena melihat Tiara mukai masuk ke ruangan
"Ra, di sini" ucap Ifan sambil mengangkat tangannya
Tiara pun langsung menoleh pada Asal suara "Hah?,, bocah itu lagi!, yang benar saja" Tiara pun memutar mata malas, dia pun mengalihkan pandangannya pada gadis imut bergigi kelinci yang duduk di samping Sean "Siapa lagi itu?" gumamnya
Dia pun segera menghampiri Sean "Ku pikir kamu akan membahas hal yang serius empat mata saja" ucap Tiara
"Aku belum dapat petunjuk, duduk lah!!" ucap Sean
__ADS_1
Tiara pun menatap Ifan yang tersenyum di sebelah kursi kosong yang tersedia untuk nya itu, dan dia pun duduk di sana dengan ekspresi malas
Mereka pun segera memesan makanan untuk mereka
"O yah, Nomor Roland yang ku kirimkan padamu, apa kau menghubungi nya?" tanya Tiara
"Tidak, aku hanya mencocokkannya dengan nomor RR yang berhasil ku dapatkan" ucap Sean
"Lalu, apa hasillnya" tanya Tiara
"Tidak sama, Nomornya berbeda" ucap Sean
"Oh, walaupun itu memang dia, kurasa dia tidak akan menggunakan satu nomor tunggal saja kan, jadi walaupun Rolan itu memang RR, tentu dia punya beberapa nomor berbeda utuk urusanya, itu menurutku" ucap Tiara
"Ucapan mu masuk akal juga, jadi apa kau sudah menyuruh orang menyelidikinya?" tanya Sean
"Sudah, aku sudah menyuruh seseorang untuk memata matai Roland" ucap Tiara
"Bagus lah" ucap Sean
Mereka pun segera terfokus kembali menyantap makanan di depan mereka
Selesai makan Sean mengangkat tanganya pada pelayan untuk membayar makannya
"Kak, biar pakai kartu ku saja, aku berjajnji pada kalian akan mentraktir kalian di kota ini kan" ucap Ifan
"Begitukah?, ya sudah bayar sana" ucap Sean menyimpan kembali kartunya
Selesai membayar merekapun segera keluar dari Restoran
"Nona Tiara, Biar ku antar kamu pulang" ucap Ifan
"Tidak apa, suruh mereka mengikutimu saja" ucap Sean melirik pada Tiara
Tiara juga langsung menoleh dengan malas pada Sean
"Hhhhh, ya sudah, aku pulang dengan mu" ucapTiara langsung melangkah menuju ke mobilnya Ifan
"Siiiippp kak" ucap Ifan sambil memberi isyarat OK dengan jarinya, dia pun langsung mengikuti Tiara ke mobilnya, dan mereka pun langsung masuk ke mobil Ifan itu
Mobil Ifan pun segera pergi dengan di ikuti beberapa mobil yang ikut dengan Tiara sebelumnya
"Nona itu sepertinya bukan dari kalangan biasa biasa kak" ucap Intan
"Ya seperti yang kamu lihat, dia memang begitu" ucap Sean tidak menjelaskan
"Apa kak Ifan tidak akan di apa apkan oleh pengawal nya, bagaimana kalau orang tuanya tidak suka kak Ifan" tanya Intan
"Kalau orang tuanya ikut campur, akan ku tendang bokong nya" ucap Sean asal, Sean memang tidak terlalu bmenyukai ibunya Tiara, karena dia pernah menjebak Sean tidur dengan Tiara di kamar yang sama, waktu pengangkatan Sean jadi pemimpin di markas Redbear dulu, jadi dia masih menyimpan rasa jengkel nya sampai sekarang
"Emang kak Arman berani melawan para pengawal nona itu??" tanya Intan
"Mereka yang tidak berani padaku Intan" ucap Sean sambil melangkah ke mobilnya
"Iya ya, Nona itu juga Sepertinya nurut dengan kakak, aneh" ucap Intan
"Sudah jangan di pikirkan, ayo masuk" ucap Sean yang membukakan pintu untuk Intan
"Terimakasih, jadi berasa tuan putri aku di bukain pintu oleh kakak" ucap Intan
"A iya, Kenapa aku membukakan pintu untuk mu, kamu bukan Lena,,, lupa aku" ucap Sean langsung menutup kembali pintu mobilnya itu
__ADS_1
"Kak Arman,,,, jahat ih, PHP" ucap Intan berdecak kesal karena pintunya di tutup lagi
"Sudah,, masuk sendiri Saja, jangan manja, tinggal buka saja kan" ucap Sean yang mengitari mobilnya untuk ke kursi pengemudi
"Kukira kak Arman sangat menghargai adik sepupu mu ini" ucap Intan sambil membuka pintu mobilnya sendiri
Sean pun hanya tersenyum, dan merekapun segera masuk kedalam mobil, dan Sean segera melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor lagi, dengan di ikuti 2 mobil anak buah Agam yang setia mengikuti Sean kemanapun
.
…
Sore harinya, Sean pun langsung pulang ke mansion, dan segera di sambut oleh Lena yang duduk di ruangan tamu, karena dia memang tidak kemana mana seharian, jadi dia sengaja menunggu suaminya pulang kerja di sana,, biasanya mereka sama-sama baru pulang dari tugas masing masing di sore hari
"Sudah pulang sayang, gimana urusan kantornya hari ini, lancar kah??" tanya Lena basa basi, diapun menyalami dan meraih tas yang di bawa Sean untuk di bawakannya
"Ya Lancar lancar saja Len,,,, sebentar, kok aku jadi merasa punya istri ya?" ucap Sean asal
"Memangnya selama ini kakak anggap apa Lena?" ucap Lena
"Rawit" ucap Sean tersenyum tipis
"Jangan mulai lagi deh" ucap Lena
"Iya Iya becanda, rasanya tidak seperti biasanya pulang dapat sambutan darimu, biasanya kita sama sama baru pulang kerja kan?" ucap Sean sambil beranjak bersamaan dengan Lena menuju ke ruang keluarga
"Iya Sih, dengan Lena tugas di rumah sakit, rasanya banyak kewajiban istri yang sudah Lena lewatkan untuk mu, maaf ya" ucap Lena
"Tidak apa, aku tidak akan menuntut kamu untuk jadi seperti apa, atau harus bagaimana nantinya, asalkan kamu nyaman menjalani nya, kamu lakukan saja, asalkan itu hal baik juga tentunya, tapi untuk sementara waktu, kamu harus diam saja di rumah dan jadi istri idaman saja, ya" ucap Sean tersenyum
"Iya terimakasih" ucap Lena sedikit tersipu
"Tuh papahmu sudah pulang" ucap Kartina pada Nay yang duduk di sampingnya
"Papah, sini pah, ada film kuda poni lucu" ucap Nay menunjuk layar TV Besar di ruangan itu
Sean pun segera mendudukan dirinya di sebelah Nayra , sementara Lena duduk di kursi singel
"Mana?, O Iya, lucu sekali , seperti Nay" ucap Sean
Merekapun bercengkrama dan menyimak film animasi di layar Led yang sedang di tonton Nayra , mereka pun sesekali mengobrol santai, dan tidak menyinggung soal masalah yang tentunya akan merusak suasana kekeluargaan hangat seperti itu
Namun di tengah tengah kehangatan mereka itu, tiba-tiba ponsel Sean bergetar, dan Sean pun mendapat kiriman Informasi dari (S) prihal pergerakan sang pemilik nomor yang di cari nya
"Bu, Len, aku keluar dulu, ada urusan mendadak" ucap Sean yang segera bangkit dari duduknya
"Mau kemana sayang?" tanya Lena
"Ada informasi tentang penculik Nayra, aku akan pergi mengurus nya dulu" ucap Sean
"Oh,, ya sudah, hati hati kalau gitu," ucap Lena
"Iya Len, tentu saja" ucap Sean, dia pun segera beranjak ke mobilnya, dan membuka file yang di kirim (S) itu, dia hanya mengirimkan potongan Audio berisi percakapan Telpon singkat dari sang pemilik Nomor itu
[R "Aku baru mengaktifkan ponselku, ada apa menghubungi ku?",,
L "Ada transaksi besar, kamu ke markas malam ini untuk mengurusnya",,,,
R "Baiklah aku sekarang masih mengurus sesuatu di klab, sebentar Lagi aku kesana!"] dan Audio itu pun berakhir
"Dua orang???, Siapa mereka sebenarnya?, Apa RR itu memang Inisial mereka berdua?, Sepertinya aku harus memantau pergrakanya langsung dengan S" gumam Sean, diapun segera melajukan mobilnya keluar Mansion dan berniat untuk pergi ke tempat (S)
__ADS_1