TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ekstra Part 1


__ADS_3

Mentari senja perlahan tenggelam di upuk barat, langit pun seketika mulai meredup karenanya, dan hari pun mulai berangsur-angsur menuju malam


Tangisan seorang bayi pun terdengar dari sebuah kamar mewah dan memecah keheningan di malam itu


"ea ea eaaaaa"


"Uuuu Jup Jup, Baby Adlan mau nen*n ya?, sini sini sini mamah gendong ya" ucap Lena langsung menghampiri bayinya di tempat tidur kecil berwarna biru itu, Lena langsung menggendong bayinya yang baru beberapa hari lalu dia lahirkan itu


"Dia sepertinya mudah sekali lapar Len" ucap Sean yang juga langsung menghampiri tempat tidur bayinya itu


Lena pun beranjak duduk di pinggiran tempat tidur dan langsung menyusui bayi mungil nya itu di sana, dan seketika tangisanya itu pun berhenti


Sean juga duduk di samping Lena dan memperhatikan Baby Adalan yang sedang meminum ASI dari Lena "Akhirnya,, papah bisa melihat mu di kamar ini, aku jadi punya saingan sepertinya" ucap Sean asal


"Saingan apa maksudmu??" tanya Lena bingung


"Ya itu" ucap Sean melirik dada Lena


"Memangnya kamu belum puas apa??, sekarang kan putra kita sudah lahir, jadi ini kuutamakan untuk Baby Adlan, jadi kamu nomor dua,, lagian kamu juga masih punya yang lain" ucap Lena juga asal


"40 sampai 60 hari kedepan mungkin aku akan mengalah, tapi setelah itu tetap harus ada persaingan yang sehat" ucap Sean asal


"Iiiih, kamu ada ada saja kalau bicara, O yah, bukanya kamu mau berjuang dengan Sunade mu,, kenapa masih di sini??" tanya Lena


"Hhhh,,, Sebenarnya aku masih ingin menemani Baby Adlan, tapi ya Baiklah, dah sayang, jaga mamah baik baik ya" ucpa Sean sambil mengecup Baby Adlan dan bergantian dengan benda kenyal yang sedang di gemoy nya itu


"Ih dasar, katanya mau mengalah" ucap Lena


"Hanya sedikit, masa tidak boleh" ucap Sean


'Tok'tok'tok' tiba tiba ada yang mengetuk pintu


"Siapa?" ucap Sean sambil beranjak untuk membukakan pintu


Dan setelah pintu di buka ternyata itu Rania Dan Nayra yang berdiri di luar


"Ran??, ada apa??" tanya Sean basa basi


"Nayra mau menginap dengan adik Adlan pah, boleh kan??" ucap Nayra

__ADS_1


Sean pum merendahkan badanya agar sejajar dengan Nayra "Boleh dong sayang, temanin adikmu sana" ucap Sean sambil menyentil hidung Nayra pelan


"Holeeee, Nay mau bobo bareng baby Adlan" ucap Nayra langsung masuk melewati Sean dan langsung berlari ke arah Lena dan bayinya


"Kamu mau tidur disini juga??" tanya Rania


"Tidak, aku malam ini tidur di kamar Tiara" ucap Sean


"Oh, kalau gitu aku mau tidur di sini saja" ucap Rania


"Itu bagus, Biar Lena ada teman untuk jaga bayinya" ucap Sean


"Iya" ucap Rania


"Ya Sudah,, kamu masuk saja, aku juga akan keluar sekarang" ucap Sean


"Baiklah" ucap Rania, dia pun langsung masuk melewati Sean


Sean pun meperhatikan Rania yang juga langsung menghampiri Lena


"Mah, mah, bayinya lagi nen*n" ucap Nayra


Sean pun tersenyum melihat mereka, dan kemudian diapun keluar dan menutup pintunya Rapat, Sean pun segera bergegas ke kamar Tiara


Begitu dia masuk ke kamar Tiara, Tiara yang duduk ditempat tidur dan sedikit melamun pun sedikit kaget, dan langsung menoleh pada Sean yang baru masuk


"Ku pikir kamu tidak akan ke kamar ku karena punya bayi" ucap Tiara


"Ada apa?, kulihat Kamu sepertinya melamun saja" ucap Sean tidak menjawab topik Tiara


"Apa menurutmu aku ini bermasalah?, Kita menikah kan sudah hampir setengah tahun, tapi aku masih belum dapat tanda tanda kalau aku akan hamil, atau kah aku yang memang melakukannya kurang maksimal?" tanya Tiara


Sean pun berjalan mendekati tempat tidur Tiara,, dan duduk di sudut tempat tidurnya


"Kamu hanya belum saatnya saja, Rania dan Lena juga sama sepertimu, mereka juga tidak langsung punya bayi setelah mereka menikah kan, Rania juga ada jeda beberapa bulan sebelum akhirnya dia punya Nayra, jadi kurasa tidak ada masalah dengan mu,,, ngomong-ngomong soal maksimal, memangnya apa yang bisa kamu maksimal kan??" tanya Sean menggoda


"Mungkin melakukannya harus lebih agresif, atau apa gitu, O yah, gimana yang lain melakukanya??" tanya Tiara


"Itu pivasi mereka, aku tidak akan memberitahkanya padamu soal itu" ucap Sean

__ADS_1


(24+🙏)


"Begitukah" Tiara bergeser mendekati Sean dan langsung memeluknya dari belakang, dan menempelkan dadanya di punggung Sean "Entah kenapa aku merasa kalau Tiga hari itu waktu yang lama sekali, Jadi Aku Rasanya sangat kekurangan kasih sayang darimu" ucap Tiara


Sean langsung tersenyum "Aku tidak percaya kamu berkata seperti itu, sejak kapan kamu bisa manja, hem?" tanya Sean, diapun langsung memutar kepalanya kebelakang dan langsung mengecup bibir Tiara sekilas


"Sejak jadi Istrimu lah, apa tidak boleh?" tanya Tiara


Sean pun memutar badannya untuk duduk berhadapan dengan Tiara, dan Tiara juga perlahan melepaskan pelukanya dari tubuh Sean


Mereka pun kini berhadapan dan saling beradu pandang, dan Tiara pun langsung mengalungkan tangannya ke tengkuk Sean


Sean meraih pinggang Tiara dan sedikit menariknya, Tiara juga paham dan langsung duduk di pangkuan Sean, dan mereka pun langsung berciuman mesra di posisi itu


Tangan Sean pun langsung beraksi melepaskan satu persatu kancing piyama yang di kenakan oleh Tiara, dan langsung meraih gundukan kenyal milik Tiara yang masih tertutup bra hitam itu


Mereka berpagutan dengan sedikit agresif, karena Tiara yang memang memulainya, jadi Sean pun mengimbanginya


Perlahan tapi pasti, satu persatu penghalang mereka pun kini mulai bertebaran di tempat tidur, sementara mereka masih melakukan foreplay dengan posisi seperti sebelumnya


Sean pun terus bermain di titik sensitif Tiara, dan itupun menghasilkan kan lenguhan lenguhan kecil yang keluar dari mulut Tiara,


Nafas Tiara pun sudah mulai memburu, dan area paling sensitif nya juga sudah sangat lembab dan berdenyut karena permainan jemari Sean di areanya itu, Tiara pun segera memposisikan dirinya di pangkuan Sean yang masih terduduk


Dan area sensitif nya itu pun langsung bersentuhan dengan sesuatu yang tegang dan mencoba untuk langsung mengarahkan nya ke pusat kenikmatannya,


Namun Sean sedikit menahan gerakan Tiara itu karena dia masih fokus di dadanya, dan itu pun hanya menghasilkan gesekan lembut yang membuat Tiara semakin tidak karuan


"Ayolah, jangan mempermainkan ku" lirih Tiara


Namun Sean masih asik bermain di bagian atas Tiara, dan setelah Sean merasa kalau Tiara sudah benar-benar menantikanya, diapun mulai mengarahkanya, dan bles, sesuatu yang di nantikan Tiara itu pun segera mengisi celah sempit nya, dan


"Sssh Ah" Tiara pun sampai medongak dan sejenak memejamkan matanya, dan setelah itu dia pun mencari bibir Sean lagi dan mencium nya lagi sembari membuat gerakan gerakan kecil di bagian bawahnya dengan ritme sedang, karena di posisi nya sekarang Tiara lebih leluasa memegang kendali permainan


Tiara pun bertahan di posisi itu hingga beberapa saat, dan setelah dia sampai pada puncaknya diapun melenguh panjang dan kemudian berhenti dari aktivitasnya,, dan kemudian mereka pun berganti posisi setelah nya,


Percintaan mereka terkesan aktif karena Tiara sedikit lebih agresif dari pada biasanya, mungkin Karena dia benar benar termotivasi karena dia sudah ingin merasakan adanya kehidupan lain di rahimnya, dan itu membuatnya sedikit bersemangat melakukannya


Setelah Sean sampai Finis, pergumulan mereka pun berakhir, dan mereka langsung tertidur dengan berpelukan

__ADS_1


__ADS_2