TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Sudah Jadi Hantu


__ADS_3

Malam harinya, di sebuah ruang makan mewah di dalam mansion, terlihat seorang gadis cantik dengan Rambut sebahu menghampiri meja makan, dan dia duduk sejenak di sana di temani seorang gadis kecil di sampingnya


"Apa nyonya belum keluar kamar?" tanya Lena pada salah satu pelayan


"Belum non"


"Ya sudah, siapkan makanan nya untuk nyonya, dan biar saya yang mengantarnya ke kamarnya" ucap Lena


"Baik non" ucap pelayan itu yang segera menyiapkan makan untuk di antar Lena


Namun saat pelayan sudah menyiapkannya, Kartina ternyata datang dengan perawat pribadinya ke ruang makan itu


"Mah, kenapa kemari?,, Lena baru berniat akan antar makanan mamah ke kamar" ucap Lena


"Tidak perlu, mamah makan di sini saja" ucap Kartina tersenyum


"Oh, Baiklah" ucap Lena


Kartina pun segera berjalan ke kursi tempat biasanya dia duduk, dan mulai mempersiapkan alat makannya


"Araman kemana, apa dia tidak turun?" ucap Kartina tampa sadar


"Arman??, Arman siapa bu?" tanya Lena heran


Kartina pun mulai sadar kalau dia memang belum meberitahunya tentang itu, karena Sean sendiri yang melarangnya


"Ah tidak, ibu seperti nya mimpi tadi" ucap Kartina


"Ibu ini, selalu saja bikin Lena berkhayal kalau dia masih ada di rumah ini" ucap Lena yang bukan sekali dua kali mendengar Kartina yang menyebut nama itu, Awal awal Lena pasti akan baper jika Kartina menyebut nama itu, tapi saking seringnya dia mendengar itu, jadi dia Anggap itu hal yang biasa sekarang


Kartina pun juga merasa bersalah pada Lena karena Sekarang memang bukan hanya Arman halusinasi yang dia tanyakan, tapi Arman yang benar-benar ada di rumah besarnya ini


Dan yang tidak Lena sadari, di sudut yang tidak di lihat olehnya, ada bibir yang sedang menyunggingkan senyumanya ke Arah Lena, dan mata yang terus memandangi wajahnya yang Ayu saat Lena sedang menyantap makan malamnya


"Tidak Salah Ayahmu menamaimu Ayudia, (Audia) karena kamu memang cantik Len" gumam Sean sedikit memeleset kan nama panjang Lena


Sementara Lena dengan tenangnya menikmati makan malam nya, sambil terus membantu Nayra untuk makan juga, dan setelah beberapa saat, merekapun sudah menyelesaikan makan malam mereka


"Yeeee, Nayra pinter, sudah habis lagi makannya, Alhamdu,"


"Lillah" ucap Nayra melanjutkan ucapan Lena, dan dia pun tersenyum


"Minum dulu sayang" ucap Lena sambil membantu Nayra minum

__ADS_1


Kartina pun tersenyum, Sean yang memperhatikan juga sangat tersentuh oleh mereka berdua, dia serasa ingin langsung menghampiri mereka dan mencium kening mereka bergantian, tapi itu masih dia tahan, karena dia merasa Sekarang belum saatnya


"O Iya mah, besok aku ada tugas mendadak keluar kota, jadi aku minta izin dulu dari sekarang, entah pagi entah Siang, belum pasti berangkatnya" ucap Lena


"Begitukah?, apa kamu pergi dengan Gina juga??" tanya Kartina


"Tidak mah, kebetulan aku hanya berdua saja dengan Reno" ucap Lena


"Tumben kalian ada tugas berdua saja" ucap Kartina sedikit Heran


"Tidak tau mah, tapi itu tugas dari Wadir sih mah" ucap Lena


"Tugas dari si Tono Ayahnya Reno itu?" tanya Kartina memastikan dengan nada tidak suka


"Iya mah" ucap Lena


"Kamu kenapa sih harus masuk di rumah Sakit itu, kalau kamu mau, mamah bisa bangun rumah sakit yang lebih besar dari pada rumah sakit itu, dan kamu tinggal memimpinnya saja" ucap Kartina


Lena pun langsung tersenyum menedengar perkataan mertuanya yang tanpa beban itu,


Jujur, masih bertahan di rumah ini saja Lena sudah merasa malu, karena pada dasarnya mereka sekarang tidak terikat hubungan keluarga yang kuat semenjak suaminya tidak kunjung pulang, dia bertahan di sini karena Kartina yang memintanya, dengan mengasuh Nayra sebagai alasanya, karena kalau meminta Rania yang tetap tinggal di sini, itu rasanya tidak mungkin


"Mah, bukanya Lena tidak mau, tapi Lena kan perlu pengalaman dulu, dan juga tidak semudah itu memimpin sebuah rumah sakit kan Mah?, karena butuh tanggung jawab yang sangat besar untuk mengemban tugas seperti itu" ucap Lena menolak secara halus


"Iya lah mah, sistem di Rumah sakit tidak akan sama dengan sistem perkantoran bisnis" ucap Lena


"Ya baiklah, gimana kamu saja" ucap Kartina


"O yah, apa mamah sudah selesai, kalau sudah Lena antar mamah ke kamar lagi ya" ucap Lena


"Tidak perlu Len, mamah sudah sehat sekarang, tapi kalau kamu mau ke kamar mamah silahkan saja" ucap Kartina


"Iya syukurlah kalau mamah merasa begitu" ucap Lena


"Tapi mending kamu bawa Nayra lansung tidur ke kamarnya sajaa,, lihat tuh, sepertinya dia sudah sangat mengantuk" ucap Kartina yang melihat kalau Nayra sudah susah untuk melek di kursinya


Lena pun menoleh dan langsung tertawa kecil, "Oh iya, ngantuk ya sayang, kasian, ayo mamah gendong" ucap Lena sambil beranjak dari kursi dan menggendong Nayra


"Ucapkan selamat malam dulu pada nenek" ucap Lena


"Malam nek, I love yu, Nayla sayang sama nenek" ucap Nayra


Kartina pun langsung beranjak dan langsung mengecup pipi Nayra dengan gemas "Iya nenek juga sayang Nayra, selamat malam juga sayang, tidur yang nyenyak yah" ucap Kartina

__ADS_1


"Iya nek"


Mereka pun segera beranjak dari ruang makan menuju ke kamar masing masing lagi, karena kamar Kartina di lantai bawah, jadi mereka berpisah di tangga, karena kamar Nayra dan kamar Lena berada di lantai atas


Lena pun segera menggendong Nayra ke kamarnya dan menidurkannya di Sana, setelah Nayra tertidur, diapun keluar dan langsung menuju ke kamarnya


Tapi saat dia akan masuk ke pintu kamarnya, dia sekilas melihat pintu kamar Yang dulu di tempati suaminya sedikit terbuka "Aneh, kenapa pintunya tidak tertutup rapat?,, apa ada orang yang masuk kesana?" gumam Lena Heran


Diapun segera mendekati pintu kamar itu, dan perlahan membukanya dia pun masuk kedalam dengan perasaan sedikit takut kalau kalau ada hantu atau semacamnya


Tapi dia tidak melihat siapapun di kamar suaminya itu, hanya terlihat kalau tempat tidurnya sedikit kusut dan selimut nya tersingkap


"Aduuuuh, ini siapa yang masuk kemari??, sembarangan saja naik ke tempat tidurmu" ucap Lena tampa sadar, dia pun merapihkan kembali seprai dan selimutnya


Setelah merapihkanya, Lena pun menengok ke kiri dan ke kanannya "Jangan jangan????" Lena pun sedikit bergidik dan segera keluar dari kamar itu dan menutup pintunya rapat rapat


Setelah di rasa aman, Sean pun keluar dari salah satu lemari sambil sedikit cengengesan "Sepertinya kamu benar benar menganggapku sudah jadi hantu Len" ucap Sean


Dia tadi memang terlalu terburu-buru sembunyi, hingga dia tidak menutup pintunya rapat-rapat, karena tadi dia memang megintip Lena yang akan masuk ke kamarnya dari celah pintu, dia tidak menyangka kalau Lena akan sadar dan menghampiri kamarnya juga


Sean pun segera merebahkan badanya di tempat tidur yang sudah di rapihkan Lena barusan, dia mengelus bantal yang di pegang Lena tadi dan menatapnya, perlahan dia pun tertidur dengan posisi yang tidak beraturan di tempat tidur


~


Keesokan paginya Sean bangun dan bergegas Solat subuh, setelahnya dia membuka pintu kamar dan memperhatikan ke luar kamarnya, diapun segera keluar setelah memastikan kalau Lena belum keluar dari kamarnya


Dia langsung ke area belakang rumah untuk berolah raga, karena dia sudah merasa rindu dengan aktivitas yang sering di lakunya dulu di rumah ini, dia berlatih dan berolah raga dengan kiat yang di ajarkan Agam dulu


Dan setelah hari terang, Sean pun segera ke kamar nya lagi untuk membersihkan diri dan berganti pakainya dengan setelan hitam hitam seperti biasanya, diapun turun ke bawah lagi saat Lena dan ibunya sedang sarapan pagi, dan langsung bergegas ke area depan Mansion untuk bergabung dengan beberapa penjaga di sana


"Pagi Tuan, Anda mau kemana?, apa anda perlu pengawalan?" tanya anak buah Agam yang sekarang sudah mengenali Sean, karena identitas Sean sudah tersebar kepada semua anak buah Agam, jadi mungkin hanya Lena dan orang Kartin.corp saja yang belum tau Sean sudah kembali


"Tidak, aku hanya ingin bergabung dengan kalian di sini" ucap Sean, karena dia berencana mengawal Lena lagi pagi ini


"Oh, baiklah"


Tidak Lama Lena pun keluar dari Mansion Sendirian, dan Nayra tidak ikut bersamanya


'Tumben Nayra tidak ikut' pikir Sean


Dia pun segera menghampiri Lena dan mengangguk padanya


"O Iya Man, kamu sekarang tidak perlu mengawalku, aku ada tugas ke luar kota hari ini dengan rekanku, jadi kamu bantu nyonya saja jaga Nayra ya" ucap Lena

__ADS_1


Sean pun tertegun sejenak, 'Keluar kota?, jangan dong sayang, aku masih rindu kan' gumam Batinnya, Sean pun hanya tersenyum dan terpaksa mengangguk saja, karena perkataan itu belum bisa dia ungkapkan langsung pada Lena


__ADS_2