
Setelah merasa rindu mereka sudah cukup tercurah, mereka pun mulai melonggarkan pelukan mereka, dan Sean pun menyeka air mata yang tersisa di mata Lena
"Sekarang jangan panggil kakak lagi, apa kamu masih ingat panggilanmu dulu?" tanya Sean
"Lena ingat suamiku, tapi Lena mau panggil kak Sean sayang, karena Lena sangat menyayangi kak Sean, boleh kah?" tanya Lena
"Tentu saja, apapun panggilan mu, ku rasa itu akan selalu indah untuk di dengar, o yah, apa kamu tidak mau pulang ke mansion sekarang?" tanya Sean
Lena pun menggelengkan kepalanya "Besok saja,, Ada yang harus kita ulang dulu di sini, sebelumnya itu tidak adil" ucap Lena
"Baiklah kalau begitu, terserah kamu" ucap Sean tersenyum, dja sangat mengerti apa yang di maksud oleh Lena
Mereka pun segera masuk ke rumah untuk membersihkan diri mereka terlebih dulu, Lena pun segera mengambil handuknya dan langsung masuk ke kamar mandi,
"Kenapa berdiri di sana?, apa mau bareng mandinya, tidak akan muat, kamar mandi ku sempit tau," ucap Lena
"Aku suka yang sempit" ucap Sean
"Ih,, nakal" ucap Lena
"Maksudnya kamar mandi kan,,, apanya yang nakal??" ucap Sean terkekeh
"Tidak, Yang kamu maksud pasti yang lain kan?, Sudah ah sana, Lena mau mandi dulu" ucap Lena sambil mencoba menutup pintu kamar mandinya
Tapi Sean menahan pintunya "Tidak perlu di tutup, aku ingin melihat mu" ucap Sean
"Iiih sayang, aku malu, masa mandi di liatin sih" ucap Lena
"Hanya ada aku di sini kan, kenapa harus malu" ucap Sean sedikit bercanda
"Baiklah terserah,, dasar nakal" ucap Lena yang dengan tepaksa membiarkan pintunya tetap terbuka, karena Sean memang berdiri di pintu sekarang
Lena pun mulai melepas satu persatu pakaian yang dia kenakan, tanpa terkecuali, dan mulai membasuh tubuhnya dengan air, dan lain lain
Sean pun hanya tersenyum memperhatikan dokter imut yang mandi di depan matanya, sudah lama dia merindukan pemandangan seperti itu,
Hingga setelah beberapa saat Lena pun sudah selesai, dan segera melangkah keluar, "Sudah, sana gantian, sekarang aku yang lihatin" ucap Lena
"Baiklah" ucap Sean, dia pun masuk dan langsung menutup pintunya,
"Kok di tutup sih, dasar curang" ucap Lena tersenyum
__ADS_1
Setelah mereka mandi, merapihkan diri, dan sholat, mereka pun makan malam bersama
"Sepi juga rasananya tidak ada Nay di sini" ucap Lena yang baru menyelesaikan makannya
"Iya, besok kita suruh Nay kesini lagi" ucap Sean
"Iya, tapi sekarang aku tidak punya alasan untuk ambil Nayra lagi, ini karena kamu sudah kembali kan, jadi mamah sepertinya tidak akan menyuruhku mengasuh Nayra lagi" ucap Lena dengan wajah lesu
"Aku sarankan mending kita bikin Dede baru saja untuk Nayra" ucap Sean
"Iih apaan sih, aku lagi serius juga" ucap Lena
"Aku juga serius," ucap Sean menatap aneh pada Lena
"Tatapan mu itu lho sayang,,, nakal,, ya sudah......." ucap Lena bangkit dari kursinya dan langsung bergegas ke kamar nya
Sean pun tersenyum, "Istri yang Lucu" gumam Sean, dia pun beranjak mengikuti Lena ke kamar nya
Begitu Sean masuk, Lena pun langsung menyambutnya dengan melingkarkan tangannya di leher Sean, "Apa kamu tau, Lema berpikir kalau Lena sudah melakukan itu dengan orang lain sebelumnya, jadi maaf kalau Lena terkesan acuh saat melakukannya waktu itu" ucap Lena dan mengecup ringan bibir Sean
"Kalau kamu tau itu aku, memangnya kamu mau seperti apa melakukannya?" tanya Sean memancing
"Mmmm, Aku,,, aku juga tidak tau" ucap Lena tersenyum
(21+🙏😊 bisa di scrolldown)
Lena pun mengangguk manja, "Tentu saja" ucap Lena
Sean pun tersenyum dan langsung mendekatkan wajahnya pada wajah Lena, dan Sean pun langsung mencium bibir lembut Lena yang tipis itu, Lena juga dengan sangat antusias menyambutnya
Mereka pun berpagutan dan semakin memperdalam ciuman mereka lagi, Setelah mereka puas dengan ciuman mereka, dan nafas mereka juga sudah mulai memburu, Sean pun segera membawa Lena ketempat tidur dan merebahkannya dia sana, dia pun mulai menelusuri setiap jengkal tubuh Lena lagi, dan melepas penghalangnya satu persatu tampa kendala, dan juga melepas penghalangnya
Lena pun sekarang terkesan lebih agresif dan mendominasi, tidak pasrah dan diam seperti sebelumnya, dia sedikit sedikit memberi gerakan dan lenguhan yang khas darinya saat Sean bermain di areanya, itu pun membuat Sean Semakin bergairah
Setelah puas bermain main, Sean pun bersiap,
Namun Lena malah mendorong dan membalik posisi mereka jadi di atas, "Gantian" ucap Lena pelan, dia pun mulai mencumbu Sean dengan lembut
Sean tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari lena, dan sangat menikmatinya,, percintaan mereka pun terkesan lebih hidup di kala Lena benar-benar melakukanya sepenuh hati, tidak terkesan monoton
Hingga Lena pun akhirnya sudah tidak bisa menahannya lagi, dan mulai mengarahkanya sendiri, dan "Sssh aaah" Lena sedikit mendongak saat sesuatu itu mengisi celah sempit nya
__ADS_1
Lena pun memulai permainan dengan ritme pelan tapi pasti, dan itu pun berlangsung hingga beberapa waktu, dan mereka juga beberapa kali berganti posisi, sampai beberapa kali mencapai finish, saking rindunya mereka pada satu sama lain
Hingga setelah mereka merasa kelelahan, barulah mereka tertidur dengan berpelukan
.
~
Keesokan paginya mereka pun bangun dengan perasaan cukup senang, mereka segera membersihkan diri bareng, sholat bareng, sarapan bareng, pokoknya semua hal mereka lakukan ber barengan,
Dan hari ini Sean berniat untuk membawa Lena ke mansion lagi, Karena Lena juga masih enggan untuk langsung bertugas ke rumah Sakit, dia ingin menghabiskan hari ini bersama suami tercintanya itu,
"O yah len, Ibu ingin kita menikah lagi di hadapannya, entah bagaiman kita akan melakukanya lagi, mungkin hanya simbolis atau semacam resepsi,, aku tidak tau, tapi sepertinya ibu akan mempersiapkan nya hari ini" ucap Sean
"Benarkah itu sepertinya menarik" ucap Lena yang duduk di sofa ruang tengah dan terus bermanja di dada Sean, dia memang tidak ingin jauh jauh dari suaminya sekarang
"Iya, ini salah mu, coba kalau kita beritahu dulu ibu waktu itu, dia tidak akan marah padaku" ucap Sean
"Yang salah kamu sayang, coba kalau dari awal bilang kalau itu kamu, suaramu juga waktu itu tidak mirip sayang," ucap Lena
"Itu dia masalahnya, aku tidak bisa membuktikan kalau itu aku saat itu, kamu juga sudah melihat identitas ku kan?, jadi ku pikir kamu tidak akan percaya juga kalau aku akui" ucap Sean
"Ya, mungkin begitu, O yah, kapan kita ke rumah mamah?" tanya Lena
"Sebentar lagi, aku rasanya masih ingin bermanja dengan dokter cantiku ini" ucap Sean sambil mengecup samping kening Lena
Lena juga mendongak dan mengecup pipi Sean dan kemudian saling menatap
"Jangan menatapku seperti itu, atau aku akan meminta tayangan ulang adegan semalam" ucap Sean menggoda Lena
"Kalau begitu Aku akan menayangkannya" ucap Lena
Sean pun tersenyum bingung "Ah sudah lah, kamu memang sekuat itu, baiklah kapan kapan saja siaran ulangnya, malu sama bi Ratmi nanti , masa pagi pagi sudah masuk kamar lagi, mending kita bersiap saja untuk pergi ke Mansion sekarang" ucap Sean
"Baiklah, yakin tidak ada siaran ulang dulu??" ucap Lena yang balik menggoda Sean
"Ya,,,,, , yakin, aku biasa bisa mati lemas kalau harus terus terusan siaran ulang kan" ucap Sean asal
"Hihihi, apa kamu selemah itu Sayang?" tanya Lena mengolok
"Tidak seperti itu, sudah lah, kita bahas itu nanti, sekarang ayo bersiap" ucap Sean menarik tanganya dari pundak Lena dan beranjak Ke kamar
__ADS_1
Lena juga mengikuti nya untuk berasiap Juga,
Dan setelah keduanya bersiap, mereka pun segera berangkat ke Mansion Kartina