
Sean pun terus menyeret Reno sampai ke lantai bawah dengan paksa, hingga merekapun bertemu dengan beberapa pihak keamanan Hotel di lobi,
"Mohon maaf saya petugas keamanan di sini, kalau boleh saya tau ada apa ini?, kenapa Anda berbuat begini kepada pengunjung hotel kami?" tanya Sang petugas yang melihat Reno di tarik kasar dan mengerang kesakitan
"Orang ini sudah melecehkan nona kami, dan bapak sebagai pihak keamanan kenapa tidak bisa mencegah hal semacam ini terjadi," ucap Sean pura pura menyalahkan petugas Itu
"Begitukah?, mohon maaf Nona untuk ketidak nyamanan Anda, biar pria ini kami kurung saja di sel tahanan pos,, dan atas nama hotel ini, kami minta maaf yang sebesar-besarnya" ucap Petugas itu
"Tidak pak, jangan lakukan itu, aku ingin pulang" ucap Reno
"Sudah pak bawa saja dia" ucap Lena
"Baik nona" penjaga itu pun mengambil alih Reno dari tangan Sean
"Len, jangan lakukan ini padaku Len, Leeen" ucap Reno
Tapi Lena tidak perduli pada Reno, dan mereka pun segera ke mobil Lena yang terparkir di parkiran hotel, dan Sean pun masuk kedalam mobil Lena, sementara yang lainya masuk ke mobil yang di bawa mereka sebelumnya
"Man, apa kamu tau, kamu sudah melakukan 2 kesalahan yang sangat fatal padaku" ucap Lena dengan ekspresi malas
"Kenapa aku yang harus kena marah?, aku hanya berniat membantu, apa yang ku lakukan itu salah?" tanya Sean
"Tentu saja salah, pertama, harusnya kamu mengikatku saja tadi malam, supaya aku tidak bisa bergerak, bukan malah memandikan ku dengan air dingin, kedua, harusnya kamu juga tidak melihat ruang pribadi ku itu" ucap Lena yang memang sedikit mengingat kejadian semalam
"Baiklah, sepertinya aku memang salah, aku minta maaf" 'Hac Haciuuuhhh' ucap Sean sambil bersin
"Tidak perlu minta maaf, yang harus kamu lakukan hanya tanggung jawab" ucap Lena langsung menyalakan mesin mobilnya
"Apa kamu tidak keberatan dengan wajahku yang seperti ini" tanya Sean
"Kamu yang sudah melihat semuanya dan menyentuh ku, jadi tidak mungkin harus orang lain yang ku mintai tanggung jawab kan" ucap Lena
"Apakah kalau Reno yang berhasil melakukanya semalam, kamu juga akan menikah dengannya??" tanya Sean mewakili hatinya
Lena pun terdiam dan tidak langsung menjawab, Jujur, hatinya memang tidak merasa nyaman pada Reno, tidak seperti pada pria yang sekarang di sampingnya, yang baru bertemu dengannya beberapa hari lalu menurutnya
"Aku, aku,, mungkin saja" ucap Lena tidak memberikan pernyataan pasti
Sean pun hanya tersenyum dan sedikit menghangat
Lena pun segera melajukan mobilnya untuk ke luar dari area hotel, dan langsung melaju di jalanan kota BG dan langsung membawa mobilnya masuk ke pintu tol, mobil pun mulai melaju dengan lepas di jalanan tanpa hambatan itu
Lena terus memacu mobilnya, hingga sampai di persimpangan dia memilih arah yang menuju ke kota B, bukan ke kota J,
Itu pun membuat Sean sedikit heran "Dokter Lena,, kenapa kita mengambil arah jalan ke kota B, kita sudah melewati arah yang ke kota J kan, apa kah dokter kurang fokus?" tanya Sean
"Apanya yang kurang fokus, apa kamu lupa yang ku katakan padamu tadi?" tanya Lena
"Aku ingat, tapi apakah kita tidak izin dulu pada ibu?" tanya Sean
__ADS_1
"Maksudmu bu Kartina?" tanya Lena
"Iya" ucap Sean
"Mana ada muka aku meminta izin padanya, dia sudah terlalu baik padaku, apa jadinya jika aku tiba-tiba izin menikah dengan mu, apa yang bisa ku jelaskan padanya, aku tidak mungkin berbohong padanya, dan tidak sanggup juga untuk berkata jujur, dia pasti akan sangat kecewa padaku" ucap Lena
"Itu tidak akan terjadi" ucap Sean meyakinkan
"Diamlah, kamu tidak akan paham masalah ku" ucap Lena
Sean pun tersenyum rumit, dia berpikir kalau pun dia mengatakan dirinya adalah Sean sekarang, Lena pasti tidak akan percaya, jadi diapun memutuskan untuk mengikuti alurnya saja
Setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun akhirnya sampai di kota B, kota di mana mereka di pertemukan dulu,
Lena pun segera menghentikan mobil putihnya di depan jalanan gang yang menuju ke rumahnya, "Turunlah, kita berjalan dulu kedalam untuk ke rumahku" ucap Lena memberi info
"Dokter, Apa yang harus ku katakan pada orang tuamu?" tanya Sean meminta saran
Jika dulu dia yang berinisiatif meminta Lena pada orang tuanya dengan percaya diri, tapi sekarang dia sedikit merasa ragu, karena kepercayaan dirinya sedikit hilang karena kondisi wajahnya itu
"Bilang pada mereka, kamu akan menikahiku, itu saja" ucap Lena
"Baiklah, kalau mereka menanyakan kapan waktunya apa yang harus ku jawab?" tanya Sean
"Bilang saja sekarang juga" ucap Lena
"Lebih cepat lebih baik, setelah ini aku harus kembali lagi ke kota J, masih banyak tanggung jawabku yang harus ku urus di sana" ucap Lena
"Baiklah, aku paham" ucap Sean, dia sebelumnya tidak ada niat mengulang pernikahan dadakan seperti ini lagi dengan Lena, tapi sepertinya dia harus siap di marahi ibunya lagi soal ini
Merekapun segera turun dan segera beranjak ke Rumah Lena, dan mereka pun langsung masuk, dan Lena tidak mendapati orang tuanya di ruang tamu, jadi diapun mencarinya ke area dapur
"Mah,, Lena pulang" ucap Lena sambil mencari keberadaan orang tuanya
Dan benar saja bu Naya pun langsung keluar dari dapur dan langsung menghampiri putrinya yang datang tiba-tiba itu "Sayang, kenapa kamu pulang tidak bilang bilang dulu" ucap bu Naya
Mereka pun berpelukan sejenak, hubungan mereka memang jadi lebih baik setelah Lena menikah, tidak seperti sebelum sebelumnya
"Iya mah maaf, Lena juga mendadak sih pulang nya, o yah, bapak mana mah?" tanya Lena
"Ayahmu ada di belakang, sebentar ibu akan panggilkan dia dulu" bu Naya pun segera beranjak dari hadapan Lena
"Man, masuk saja" ucap Lena yang melihat Sean masih berdiri di pintu masuk
"Oh iya" ucap Sean, dia pun segera melangkah masuk
Sean pun sekias memperhatikan ruangan rumah Ibunda Lena ini, ke adaanya sudah lebih baik sekarang, karena terlihat sudah ada perbaikan di beberapa bagian rumahnya, furniture juga sudah lumayan lengkap dan modern, Sean berpikir mungkin karena Lena sering memberi uang pada mereka dari gajihnya sendiri, tidak seperti sebelum nya yang kondisi rumahnya alakadarnya
"Ini rumah ibu dan ayah ku, memang tidak besar, tapi aku lahir dan di besar kan di rumah ini, silahkan duduklah" ucap Lena sedikit berbincang dengan Sean
__ADS_1
"Baiklah" Sean pun segera mendudukan dirinya di Sofa ruangan itu
Sementara Lena masih melihat lihat ruangan rumahnya itu, dan pak Harjo pun segera menghampiri Lena dari area belakang
"Len, kamu pulang ko tidak bilang bilang dulu ke bapak sih" ucap pak Harjo
Lena pun langsung menyalaminya "Iya pak, Tadinya emang tadinya gak ada niat pulang sih, tapi Lena ada sedikit keperluan sama bapak", ucap Lena
"Oh, memanganya ada apa Len?, tumben tumbenan kamu ada perlu sama bapak" ucap Pak Harjo
"Bapak tanya saja pada dia" ucap Lena melirik Sean
Pak harjo pun langsung memperhatikan wajah Sean
"Kok wajahnya rusak gitu Len, siapa dia?" bisik pak Harjo
"Mending bapak tanya dia saja langsung, O yah aku ke kamar dulu pak, ayo mah, ada yang perlu Lena bicarakan ke mamah" ucap Lena menggandeng tangan ibunya untuk ke kamar, dan membiarkan para pria untuk berbicara tampa gangguan
Setelah Lena dan ibunya masuk kamar, Pak Harjo pun duduk di sofa yang menghadap ke Sean
Sean merasa kalau dirinya di biarkan begitu saja oleh Lena tampa adanya bantuan untuk dia bicara pada pak Harjo 'Awas kamu Len, ini namanya di kerjain' pikir Sean
Setelah mereka berhadapan Sean pun segera mengutarakan maksud kedatangannya ke sini adalah untuk segera menikahi Lena,, Pak Harjo pun sedikit terkejut, karena ini kali keduanya putrinya menikah dadakan
Meskipun pak Harjo tidak tau alasan mereka menikah itu karena apa, tapi dia tidak terlalu mempersulit Sean juga, diapun memulai sesi tanya jawab dengan Sean
Sean pun memperkenalkan dirinya sebagai Dampar, karena nama yang tertera di kartu identitas nya sekarang masih nama itu, dan untuk syarat menikah juga pasti menggunakan kartu identitas itu, Sean memang belum sempat mengurus kartu identitas aslinya
Dan setelah semuanya jelas dan di setujui oleh pak harjo, Sean pun langsung menghela nafas nya 'Hhhhhhh, syukurlah, ternyata tidak sulit juga' Gumam batinya
"Ya Sudah nak Dampar, kalau memang mau kalian seperti itu ya, bapak akan segera menikahkan kalian di KUA" ucap Pak Harjo
"Baik pak, terimakasih" ucap Sean
Setelah Lena curhat ke ibunya di kamar beberapa saat, dia pun juga keluar bersama ibunya dan menghampiri Sean dan papahnya lagi
"Gimana pak, apa dia sudah menjelaskan semuanya?" tanya Lena sedikit malu malu
"Kamu ini, bapak Heran padamu, kenapa kamu ini selalu ingin menikah kilat Len" ucap Pak Harjo sedikit bercanda
"Maaf pak, ada sebab yang tidak bisa Lena ceritain ke bapak" ucap Lena
"Ya Sudah kita langsung berangkat sekarang saja" ucap Pak Harjo
"Baiklah" ucap Lena
Mereka pun segera beranjak untuk pergi ke kantor urusan agama terdekat untuk melangsungkan prosesi akad lagi, mereka pergi menggunakan mobil Lena yang di kendarai Sean
...~°~...
__ADS_1