
Tiara pun melangkah dengan sedikit kesal karena Sean tidak menanggapi nya dengan serius "Aku kan hanya ingin terlihat cantik, apa salah?" ucap Tiara sambil sedikit memanyunkan bibirnya
"Memangnya siapa yang bilang kamu tidak cantik sebelumnya?, bilang padaku, biar aku hajar dia" ucap Sean sambil menoleh pada Tiara yang mengikutinya
"Tau ah, Kamu ngeselin," ucap Tiara ngambek
Sean pun hanya tersenyum, dia tidak sangka Tiara bisa bersikap seperti itu juga, tapi Sean berpikir sekuat apapun Tiara, dia tetaplah seorang wanita yang tentunya mepunyai sisi lembutnya sendiri,,
Mereka pun segera naik ke mobil salah satu anggota, dan mereka Segera di antar ke hotel yang di inginkan Sean, mereka pun segera berjalan masuk ke dalam Restoran, dan begitu masuk
"Kak, aku di sini" ucap Ifan melambaikan tangan dari salah satu meja pada Sean yang baru saja masuk
"Ifan di sana, kita kesana" ucap Sean
"Kebetulan sekali, ku pikir kita akan makan malam berdua saja" ucap Tiara
"Bukan kebetulan, dia memang ku beritau sebelumnya" ucap Sean
"Apa??, hhh mengganggu mood ku saja kalau ada dia" gerutu Tiara
Mereka pun segera menghampiri meja Ifan
"Lho kak, siapa wanita cantik ini?, jangan bilang kalau dia ......"
"Tiara, duduklah" ucap Sean tidak menggubris pertanyaan Ifan
"Baiklah" Tiara pun duduk di kursi yang berada di sebrang kursi Ifan, dan tentunya mereka langsung berhadapan
"Ti Tiara??" Ifan menatap bingung ke arah Tiara yang sekarang menggenakan gaun hitam lucu, dan memang sebelumnya Tiara tidak pernah terlihat seanggun ini,
Karena biasanya Tiara selalu berpenampilan kasual dengan bersetelan Mantel dan celana Jeans model bolong bolong, dengan rambut yang di kepang 1atau 2, dan dia juga tidak pernah terlihat menggunakan make up pada wajahnya seperti Sekarang ini
"Memang nya kamu pikir Siapa, dia sengaja berdandan seperti ini karena dia ingin makan dengan mu" ucap Sean menggoda Tiara
Tiara pun langsung menoleh dan membulatkan matanya pada Sean karena tidak terima dengan bualan Sean itu, karena pda dasarnya dia seperti ini karena Sean "Kamuuuuuuuu,,, awas saja kamu" ucap Tiara sambil memperlihatkan kepalan tangannya pada Sean dengan Sangat gemas
Sean pun hanya tersenyum dan duduk di kursi dekat Ifan
"Apa benar nona Tiara berdandan untuk ku kak??" bisik Ifan
"Tanyakan saja Sendiri" ucap Sean
"Aku tidak berani" bisik Ifan lagi
"Apa kalian bisk bisik, awas kalau kalian membicarakan ku" ucap Tiara
"Ti tidak Nona, aku hanya bilang kalau kamu sangat cantik malam ini" ucap Ifan tersenyum manis pada Tiara
Tiara pun hanya menghela nafasnya, dia lebih berharap Sean yang mengatakan itu dengan serius sepertinya
Setelah semuanya duduk di kursi masing-masing , mereka pun segera memesan menu makan malam mereka, dan juga segera menyantapnya setelah pesanannya datang
.
.
Setelah mereka selesai menuntaskan makan malamnya, Sean pun membayar semua tagihannya, dan mereka pun segera beranjak dari meja mereka
__ADS_1
"Nona Tiara, apa aku boleh mengantarmu pulang" tanya Ifan
"Tidak perlu, aku ada sopir yang mengantarku" ucap Tiara
"Oh, baiklah" ucap Ifan
"Lain kali kamu harus bawa mobil, biar bisa antar Nona Tiara ini pulang" ucap Sean
"Ya baiklah, kita makan malam bersama lagi nanti jika di kota J, aku yang akan terkatir kalian nanti" ucaf Ifan
"Tentu saja, Nona Tiara pasti tidak akan menolaknya, Iya kan?" ucap Sean melirik Tiara
Tiara pun langsung membulatkan matanya lagi meanatap jengkel pada wajah Sean yang terus menjerumuskan nya, tapi dia juga tidak membantah karena sedikit jaga image
Sesampainya di depan Hotel, mobil anak buah Tiara pun sudah menunggu di sana
"Selamat malam nona Tiara, hati hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan" ucap Ifan pada Tiara yang akan masuk ke mobilnya
"Ya" Tiara menjawabnya dengan malas
Sementara Sean yang sudah di sisi lain mobil hanya tersenyum melihat ponakannya yang terus bersikap manis pada Tiara, dan Sean pun segera masuk di kursi belakang bersama Tiara
Begitu duduk Sean pun langsung mendapatkan pukulan lagi di bahunya dari Tiara "Kenapa kamu bilang aku berdandan untuk nya?, bagaimana kalau dia menganggap itu serius?, bagaimana Kalau dia GR padaku hah?, aku merasa di jebak olehmu sekarang" ucapTiara
Sean pun hanya tersenyum ke arahnya, dia tidak mencoba menghindari pukulan Tiara yang hanya menggunakan separuh tenaganya itu
"Apa salahnya, aku hanya sedikit membantu sepupuku untuk mengejar cintanya kan?" ucap Sean
"Aku tidak suka, apa kamu tidak paham, kalau saja dia bukan sepupumu, rasnay ingin kupukuli dia supaya dia tidak bersikap manis lagi di depanku, aku bisa muntah jika terus teusan medengar ucapan manisnya itu" ucap Tiara, dia pun menghentikan Pukulanya sendiri, dan langsung memalingkan wajahnya dari Sean dengan wajah kesal
"Iya maaf maaf, aku salah, Baiklah kedepannya aku tidak akan ikut campur lagi masalah kalian" ucap Sean
"Sudah, jangan marah, nanti cantiknya hilang tuh, sayang kan udah di rias riasin tapi malah cemberut gitu" ucap Sean
"Terserah" ucap Tiara
"O yah Ra, ngomong-ngomong apa malam ini kita langsung pergi ke tempat pembelot organisasi itu" tanya Sean mengalihkan Topik
"Iya" ucap Tiara tampa menoleh
''Baiklah, tapi aku sarankan ubah dulu penampilan mu seperti biasanya, anak buah mu yang di sana tidak akan takut jika melihatmu yang seperti ini, mungkin mereka malah akan berebut membelikan buket bunga yang indah untukmu nanti" ucap Sean yang langsung tertawa ringan
"Tidak perlu kamu ingat kan" ucap Tiara masih dengan wajah kesalnya
Merekapun segera tiba di markas, dan setelah Tiara merubah penampilannya lagi ke mode biasanya, dia pun pergi membawa anak buah terbaiknya untuk ke tempat para pembelot organisasi
Merekapun pergi dengan puluhan anggota Redbear, dan dengan belasan mobil yang berkompoi menyusuri jalanan Kota Y di bawah langit malam yang gelap
.
.
Mereka pun Akhirnya tiba di sebuah gedung yang sedikit jauh dari pusat keramaian kota, mereka pun turun dari mobil masing masing, dan segera masuk kedalam gedung itu tampa hambatan, karena penjaga di depan tentunya tau siapa yang datang itu
Para Anggota yang sedang duduk dan minum minum di ruangan depan pun langsung berdiri kaget, karena kedatangan pemimpin mereka yang tiba tiba itu
Tiara pun langsung meraih leher salah satu anggota yang menundukan kepalanya, di langsung mendorong dan menghantamkannya ke tembok 'Brak'
__ADS_1
"Di mana Lukas??" tanya Tiara dengan nada dingin
Orang yang di cekik oleh Tira pun berusaha untuk menjawab nya, tapi suaranya tidak bisa keluar karena pita suaranya terjepit oleh cengkraman tangan Tiara yang cukup kuat itu
"Ma master Tiara, Ketua ada di ruangannya" ucap Salah satu anggota yang iba pada temanya yang sudah hampir kehabisan nafas itu
"Antar aku padanya!" ucap Tiara
"Beb baik, ikuti saya" ucap anggota itu yang langsung beranjak untuk menuntun jalan pada rombongan Tiara untuk masuk
Tiara pun langsung melepaskan anggota yang di cekik nya tadi, hingga anggota itu pun mendudukan dirinya di lantai sambil sesekali terbatuk dan memegang lehernya
Rombongan Tiara pun segera di arahkan ke salah satu Ruangan yang ada di sana, dan Tiara langsung menendang pintu yang di tunjukkan oleh Anggota pembelot, dan "Braaakk" pintu itu pun seketika terbuka meskipun kondisinya terkunci dari dalam, dan itu pun membuat kaget orang yang ada di dalamnya
Tiara pun langsung melangkah untuk memasuki Ruangan itu, Dan "Aaaaaaa" terdengar suara teriakan perempuan dari dalam,
Tiara kaget bukan main saat matanya melihat Lukas yang sedang bercinta di atas sofa dengan seorang gadis yang pakaiannya sudah acak acakan
"Menjijikan" ucap Tiara yang langsung memutar tubuhnya lagi ke arah Sean yang di belakangnya
"Kenapa?" tanya Sean yang belum Sadar
"Mataku ternodai" ucap Tiara datar
Sean pun langsung memperhatikan ke dalam ruangan dan mulai mengerti alasanya "Oh,,,, Bilas saja dengan anti noda" ucap Sean sedikit tersenyum
Lukas yang tadinya sedang asik asik pun seketika kaget dan merapihkan pakaianya lagi, dan langsung mendorong Wanitanya
"Pirman, Adam, singkirkan jauh jauh kucing kucing j*l*ng itu dari pandanganku" ucap Tiara pada bawahannya,
Wajah Tiara pun langsung memerah karena melihat adegan yang tidak ingin di lihatnya itu, karena dia juga memang masih sendiri, dan belum pernah melakukan hal semacam itu, jadi tentu saja ekspresi nya sangat berlebihan
"Baik Nona" beberapa penjaga pun langsung masuk dan menyeret 2 Wanita yang jadi mainan Lukas itu
"Master Tiara, tidak ku sangka kamu datang di saat yang tidak tepat, apa kmu mau bermain denganku?" tanya Lukas yang tidak merasa segan pada Tiara, karena menurutnya dia hanya seorang wanita meskipun dia itu pemimpin
"Biadab" umpat Tiara mengeratkan tangannya tampa menoleh
"Aku yang akan bermain dengan mu, bagaimana? " ucap Sean yang melangkah masuk mewakili Tiara
"Master, Sent?? bagaiman Anda.......?" ucap Lukas sedikit terkejut
"Sampai di mana tadi permainan mu??" tanya Sean tenang dan terus melangkah mendekat pada Lukas
"Permainannya baru saja di mulai Master Sent" ucap Lukas sedikit gemetaran,
Lukas sadar kalau sekarang dia sedang berhadapan dengan orang yang pernah mengalahkan pemimpin tekuat Redbear, orang yang sangat di segani di dunia bawah, dan terkenal tidak bisa dilukai dengan benda apapun
Meskipun Sean itu selalu setenang Air, tapi tekanan aura darinya tetap saja bisa menakuti orang yang di anggapnya musuh, karena air yang tenang dari sikap Sean itu bisa saja menjadi ombak yang mengerikan sewaktu-waktu
Sean pun langsung berdiri dihadapan Lukas yang masih terduduk di sofa, dan tidak berani menatap wajah Sean
Tampa basa basi Sean pun langsung mencengkram rambut di kepala lukas, menariknya ke depan, dan langsung menghantamkan wajah lukas ke lantai, dan 'Braaaaakk' "Aaaaarrrgh" Lirih Lukas
"Kamu itu tidak sopan, mengajak pemimpinmu main, dia bukan kucing nakal seperti peliharaan mu, mungkin aku harus memotong lidah kotormu itu" ucap Sean dengan tetap menekan keras kepala Lukas ke lantai
"Arrgh, a ampun Master, saya salah, saya mengaku salah" ucap Lukas yang kesakitan karena benturan yang cukup keras pada wajahnya, dan menyebabkan darah keluar dari hidungnya
__ADS_1
Tiara pun melangkah menghampiri Lukas yang di tahan oleh Sean di lantai, "Panggil semua pembelot yang bersekongkol dengan mu ke sini, aku ingin sedikit berbincang dengan Mereka semua" ucap Tiara
...~°~...