
Sean pun malam itu bermalam di desanya, Ya walaupun Sean harus di diamkan oleh Lena, sebab dia awalnya bilang tidak akan menginap di desa itu, jadi Lena tidak mengangkat telpon Sean dan juga tidak membalas chat nya,
Tapi setidaknya Sean bisa menghabiskan sedikit waktunya untuk bercengkrama dengan semua keluarga angkatnya itu
.
…
Keesokan paginya Sean pun segera kembali ke kota J lagi, karena Cincinya kini juga sudah di pulihkan seperti sediakala, jadi diapun sekarang sudah siap tempur, dan menangkap Leon di sangkar bajanya itu
Sean sampai ke kota J saat hari mulai siang, karena dia berangkat dari desa dini hari, dan Setibanya di Mansion diapun langsung mencari keberadaan sang istri yang masih sedikit marah, dan diapun mendapati Lena sedang bermain dengan Nayra di halaman belakang Mansion
"Halo sayang," ucap Sean yang langsung menghampiri Nayra dan menggendongnya
"Papah dali mana?" tanya Nayra
"Papahmu sudah mencari mantan kekasihnya di rumah nenek di desa" ucap Lena dingin
Sean pun langsung melirik ke Lena "Len, sejak kapan kamu jadi posesif seperti ini?, aku tidak punya mantan di desa" ucap Sean
"Ada,,,, Sri mantan mu kan??" ucap Lena
Sean tersenyum bingung, "Len, kamu ada ada saja, dia temanku, kebetulan aku juga tidak bertemu dengan dia di sana, dia juga sekarang sudah berkeluarga kan," ucap Sean meyakinkan
"Tapi filing ku tidak pernah salah kan, kamu pasti bohong lagi" ucap Lena ketus
"Len, kamu ini kenapa sih, kalau kamu mau kesana kita kesana nanti, jangan menduga yang aneh aneh seperti ini," ucap Sean
"Tau ah" ucap Lena sambil berbalik dan pergi meninggalkan Sean dan Nayra
"Len, Hey, mau kemana?" Sean mencoba menahan Lena, namun dia tidak menggubrisnya
"Mamahmu kenapa sih Nay?, rasanya tidak mungkin dia marah karena ingin ikut papah menginap di desa, aneh aneh saja,, apa mamahmu sedang datang bulan Nay?" tanya Sean melirik pada Nayra yang di pangkuannya
"Apa itu datang bulan pah?" tanya Nayra polos
Sean pun sedikit bingung menjelaskan hal semacam itu pada anak kecil "Apa ya?, datang bulan itu ya,, jadi si darah bulannya itu lagi datang ke mamah, gitu" ucap Sean
"Emang bulan bisa beldalah pah?" tanya Nayra lagi
"Bukan itu maksudnya sayang, gimana ngejelasinya ya, mending kamu tanyakan ke mamah saja lah, kurang paham papah kalau soal gituan, belum pernah soalnya" ucap Sean asal
"Oh, Iya, Nay nanti tanya" ucap Nayra
Sean pun segera masuk untuk mengejar Lena, dan kebetulan dia berpapasan dengan Kartina di ruang tengah
"Lena kenapa Arman, mukanya kok di tekuk gitu tuh?" tanyanya Kartina
__ADS_1
"Tidak tau bu, Arman datang dia sudah seperti itu, masa iya dia marah karena tidak ku ajak dia pergi, rasanya itu bukan sifatnya" ucap Sean
"Oh, ibu rasa juga tidak mungkin dia marah karena itu, ya sudah tanya gih" ucap Kartina
"Iya" ucap Sean
"Ya sudah, sini Nay, kamu sama Nenek dulu" ucap Kartina mengambil alih Nayra dari Sean
Sean pun segera menuju ke kamar Lena untuk menemuinya, Sean melihat kalau Lena sekarang sudah duduk di sofa kamarnya, dan menatap kosong keluar jendela
Sean pun segera menghampiri nya dan berdiri tepat di depanya "Len, kamu itu sebenarnya kenapa?" tanya Sean lembut
"Tidak tau, pokonya perasan Lena gak enak, pasti kamu bertemu seseorang di sana" ucap Lena
Sean pun berpikir sejenak, dia merasa tidak bertemu siapa siapa lagi selain keluarga angkatnya dan kang Rawing "Aku rasanya tidak bertemu siapapun di sana kecuali keluarga angkatku, apa kamu juga tidak suka aku bertemu isna Aya dan aca?" ucap Sean sambil mendudukan dirinya di samping Lena
"Tidak, pasti bukan itu juga, apa kamu ajak Tiara kesana??" tanya Lena
"Kurasa filing mu sedang ngaco Len, aku tidak mengajak siapa pun kesana, mungkin perasaan cemasmu itu karena kamu tidak enak badan Len," ucap Sean menduga
"Tidak, Lena baik baik saja" ucap Lena
"Kalau gitu tatap aku, kamu pasti bisa lihat aku berbohong atau tidak," ucap Sean
Lena pun menoleh menatap mata Sean itu, dan entah kenapa saat dia melihat wajah suaminya, dia malah merasa sedikit mual "Wu," Lena menutup mulutnya dengan tangan dan segera beranjak ke kamar mandi
'Uwek uwek,' Lena seperti mau muntah tapi dia tidak mengeluarkan apapun dari mulutnya itu
"Kurasa kamu memang tidak enak badan sayang, apa perlu aku panggilkan dokter?" ucap Sean sambil sedikit memijat tengkuk Lena
"Tidak perlu, Lena baik baik saja" ucap Lena yang sudah berhenti dari mualnya
"Ya Sudah, kalau gitu kamu istirahat saja" ucap Sean
"Iya, kurasa aku hanya butuh istirahat" ucap Lena
Sean pun menggandeng Lena untuk kembali ketempat tidur nya
Sean menidurkan Lena di sana dan membenahi selimut di tubuhnya, "Kamu istirahat lah, kalau kamu tidak merasa baikan juga, kamu bilang saja, nanti aku suruh orang rumah untuk panggil dokter kemari" ucap Sean
"Iya," ucap Lena
"Aku keluar dulu kalau gitu, aku mungkin akan ke kantor hari ini, soalnya ada rapat penting Len kalau perlu apa apa kamu hubungi Darmi saja ya" ucap Sean
"Iya sudah sana, nanti kamu kseiangan" ucap Lena
"Cepat sembuh ya" ucap Sean sambil mengecup keningnya", diapun segera beranjak dan keluar dari kamar Lena itu,
__ADS_1
Sean langsung ke kamar pribadinya untuk berganti pakaian, Sean pun memakai setelan jas kantor seperti biasa nya, hari ini dia akan memimpin Rapat di kantornya terlebih dahulu, dan soal urusan menjenguk Leon di pulau, dia berniat melakukanya saat sore hari, agar dia bisa diam diam masuk ke pulau itu dan menangkap Leon dengan mudah,, jika terlalu terang terangan tentunya akan sedikit sulit karena harus menghadapi duku pasukan khusus yang di miliki Leon
Sean pun segera turun dan langsung menemui Agam terlebih dulu, yang selalu stay di salah satu ruang keamanan yang ada di depan Mansion
"Agam" panggil Sean
"Iya, Tuan" Agam yang terduduk di depan monitor langsung beranjak menghampiri Sean yang berdiri di pintu
"Sore ini kita adakan dinas penting, persiapkan anak buahmu untuk berangkat ke suatu tempat, sudah lama kau tidak berolahraga kan?" tanya Sean
"Iya tuan, saya akan menyuruh sebagian anak buahku untuk bersiap, apakah jenis olahraga nya tuan, pisik atau fokus?" tanya Agam
"Sepertinya kita akan melatih fokus, jadi persiapkan senjata api dan rompi anti peluru untuk masing masing anggota yang ikut" ucap Sean
"Tentu Tuan, semua perlengkapan olah raga sudah siap di markas" ucap Agam
"Bagus kalau gitu, sementara kamu bejaga seperti biasa di sini, nanti aku akan menghubungi mu jika sudah waktunya bergerak" ucap Sean
"Baik tuan" ucap Agam
Sean pun segera berbalik untuk ke mobilnya, dan kemudian dia pergi ke kantor KATIN.corp
...°°°°...
Sementara di markas Redbear, Tiara kini duduk di ruangan pimpinan, dia melihat lihat laporan laporan dan tugas tugas para anggota Redbear hari ini
Namun saat dia sedang berfokus membaca salah satu laporan, tiba tiba pintu Ruangan di buka dari luar tanpa di ketuk
"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk??" ucap Tiara tanpa menoleh pada orang yang datang, di mngira kalau itu asistennya atau anggota yang lupa mengetuk pintu
"Apa kau tidak merindukan ku, wahai adiku sayang" ucap orang yang masuk itu
Tiara pun langsung menoleh pada orang yang baru masuk dengan di kawal dua orang yang berpakaian seperti pasukan khusus, lengkap dengan Laras panjang yang di gantung di dada mereka,
Mata Tiara pun sampai terbelalak melihat ke arah pria itu "Kakak?" ucap Tiara yang juga sedikit terperanjat
Leon pun terus melangkah mendekat pada Tiara "Apa kabarmuTiara??,, apa kamu sudah berhasil menaklukan pria yang bernama Sean itu??, aku tau kau menyukainya kan?" ucap Leon
"Jangan bicara sembarangan, aku mau tanyakan satu hal padamu, apa benar kakak terlibat dengan semua masalah yang berhubungan dengan Roland??" tanya Tiara
"Roland itu orang kepercayaan ku, jadi tentunya aku yang menyuruh dia melakukan apa yang ku inginkan, O yah, dia ada disini kan?, aku ingin menjemputnya" ucap Leon tenang
"Apa kakak juga sengaja mempermainkan Rania?" ucap Tiara yang terus memberikan pertanyaan pada Leon
"Ra, kamu tau kan, dari dulu aku mengagumi sahabat mu itu, tapi sayangnya dia terlalu baik, sangat susah mendapatkan nya jika hanya dengan iming-iming atau rayuan, jadi kubuat sedikit siasat saja" ucap Leon
"Kaka benar-benar gila, kau tau, Sean sekarang sangat marah padamu,dan cepat atau lambat dia akan menangkap mu kak," ucap Tiara
__ADS_1
"Menangkap ku?, apa dia mampu??, aku sedikit meragukannya, aku sebenarnya ingin mengundang dia ke tempat ku untuk sekedar mampir, sekaligus menjajal keberuntungan dia di sana, tapi sayangnya aku sedikit kesulitan untuk menangkap umpan yang bagus untuknya, dia terlalu Behati hati menjaga Putri dan istrinya" ucap Leon