
Sekembalinya Sean dari mobil dengan membawa kue, diapun tidak melihat lagi Lena dan Nayra di ruangan tamu
"Nay kemana bu?" tanya Sean
"Lena mengajak Nayra ke kamarnya, O yah, apa benar tidak ada yang terjadi kemarin?, soalnya mamah merasa ada yang berbeda dari sikap Lena sekarang, dia sedikit aneh" ucap Kartina
"Ada sih bu, tapi Lena melarang Arman memberitahukanya ke ibu, Arman sudah janji padanya, tidak apa kan bu?" ucap Sean yang merasa dia juga tidak akan bisa berbohong pada ibu nya, walau pun dia mengatakan tidak ada yang terjadi
"Kalian ini, kenapa harus ada rahasia rahasiaan ke ibu, tapi ya sudahlah, ibu tidak akan memaksa kalian cerita" ucap Kartina tersenyum, karena merasa apa yang terjadi itu bukan sesuatu hal yang buruk, karena wajah putranya juga tidak menunjukkan kekhawatiran
"Iya maaf bu, O iya Arman antar dulu kue untuk Nayra ke atas bu" ucap Sean
"Ya sudah sana" ucap Kartina
Sean pun segera naik untuk mengantarkan kue pada Nayra, diapun langsung membuka kamar Nayra, Sean sedikit heran karena Lena terlihat sedang membereskan beberapa barang-barang Nayra
"Loh, dokter, kenapa mengemasi baju Nayra?" tanya Sean
"Tutup pintunya dulu" ucap Lena pelan
Sean pun segera menutup pintunya lagi
"Kita akan segera pindah ke rumah ku, aku merasa tidak enak jika harus tinggal di sini" ucap Lena
"Kenapa harus pindah?,, Nayra cucu ibu, dokter juga adalah ibunya Nayra kan, jadi kenapa harus pindah??" ucap Sean
"Apa aku belum cerita ya?, Nayra itu bukan anak kandungku, tapi aku sudah menganggapnya begitu, aku akan merasa bersalah jika terus tinggal di sini, kita sekarang sudah menikah kan, aku juga mana bisa mengurus suami jika kita numpang di sini terus kan" ucap Lena
"Begitu ya,, Apa yang akan kamu katakan pada ibu nanti, dia pasti akan keberatan mengizinkan kamu tinggal di tempat lain" ucap Sean
"Aku sudah pikirkan itu, dan pasti ibu akan mengerti " ucap Lena
Sean pun sampai kehabisan kata katanya sekarang, dia sedikit bingung kata apa yang bisa menahan Lena untuk tetap tinggal di rumah ini
Setelah Lena membereskan barang Nayra, dia juga membereskan Beberapa barang pribadinya yang masih ada di kamarnya, setelah itu mereka pun turun ke bawah, Sean juga membantu mengangkat ransel Lena
Lena pun melihat kalau Kartina berada di ruangan tengahnya sekarang, jadi dia menghampirinya untuk berpamitan
"Mah, Lena mau izin tinggal di rumah Lena lagi sekarang, untuk sementara Nayra juga Lena bawa" ucap Lena
Kartina pun langsung berdiri dari duduknya "Loh, kenapa sayang?,, apa kamu sudah tidak betah tinggal di sini?" tanya Kartina
"Bukan mah, bukan itu alasannya, sebenarnya, Lena akan menikah lagi dengan pria pilihan Lena, jadi Lena tidak mungkin tetap tinggal di sini kan" ucap Lena tidak terlalu jujur
"Begitu ya, sayang sekali, rumah ini akan sepi lagi tanpa adanya kalian, Kalau boleh mamah tau, siapa calon mu itu, apakah dia Reno?" tanya Kartina
Lena pun menggelengkan kepalanya, "Bukan mah, dia orang Lain" ucap Lena
"Baiklah, kapan kapan kamu bawa dia kemari, mamah ingin tau calon mu seperti apa, dan biar mamah yang menilainya" ucap Kartina yang sebenarnya tidak Rela jika Lena harus menikah dengan orang Lain selain putranya
Lena pun sedikit tertegun, "Iya mah" ucap Lena
Sean pun hanya tersenyum di belakang Lena, karena yang mereka bicarakan adalah dirinya 'Aneh' pikir Sean
"Ya Sudah, Man, tolong kamu antar mereka, dan kamu harus tetap berjaga untuk mereka" ucap Kartina pada Sean
__ADS_1
"Baik bu, tentu saja" ucap Sean tersenyum ikhlas
Lena pun memeluk Kartina "Mah, maafin Lena ya, Lena mungkin banyak salah selama Lena tinggal di sini, terimakasih untuk semua kebaikan mamah, Lena sudah banyak nyusahin mamah" ucap Lena
"Tidak, kamu sudah mamah anggap seperti putri mamah sendiri, jadi jangan sungkan kalau kamu perlu apapun dari mamah, mamah pasti akan bantu kamu" ucap Kartina
"Terimakasih mah" ucap Lena , Dia pun perlahan melepas pelukannya
"Salam dulu sama nenek" ucap Lena pada Nayra
Nayra pun dengan patuh menyalami Kartina, "Ingat, kamu jangan nakal ya, dan sering sering ke rumah nenek juga" ucap Kartina
"Iya nek, aku pasti seling main kesini untuk belenang, soalnya di lumah mamah tidak ada kolam lenang nyah" ucap Nayra
Kartina dan Lena pun hanya tersenyum mendengar nya
Setelah Lena berpamitan, dia pun segera bergegas keluar bersama Nayra dan Sean, merekapun masuk ke mobil hatchback putih Lena, dan langsung pergi menuju ke rumah pribadinya
Dan setelah beberapa saat Sean melajukan mobil Lena, mereka pun segera sampai di depan rumah Lena lagi, "Yeee,, sudah sampai di rumah mamah, ayo turun sayang" ucap Lena dia pun segera turun dari mobilnya dengan menggendong Nayra untuk masuk ke rumah
Sean pun juga ikut masuk dengan membawa barang Lena dari mobil
Lena menurunkan Nayra sesaat setelah mereka masuk
"Yee sampai di lumah Nayla, om sini om, duduk" ucap Nayra langsung naik ke sofa ruang tamu
Sean masih berdiri di belakang Lena
"Mamah buatkan dulu minum untuk papah ya, kamu di sini dulu dengan papah" ucap Lena
Sean pun tersenyum, dan juga hatinya menghangat mendengar Lena menyebutnya papah di depan Nayra, Sean pun merasa kalau sekarang semuanya sudah kembali ke titik yang seharusnya, meskipun itu belum sepenuhnya
"Tanya apa?" ucap Nayra
"Kalau seandainya, om menikah dengan mamah Lena, kamu akan panggil om apa?" tanya Sean
"Ya tetap papa Om, kan papah Nay juga nanti pasti pulang" ucap Nayra
"Begitu ya, sayang sekali, padahal om maunya kamu panggil papah saja" ucap Sean
"Tidak mau" ucap Nayra
"Baiklah, om tidak akan memaksa kalau begitu" ucap Sean
Tidak lama Lena pun segera datang membawa minuman "Minum dulu Man, mm maksudku say....."
"Tidak perlu merubah panggilan, jika dokter belum terbiasa" ucap Sean
"Iya maaf, aku akan membiasakannya nanti" ucap Lena
"Mah, kata om mamah mau menikah dengan papa Om ya?" tanya Nayra
"Mamah memang sudah menikah dengan papa Om sayang, jadi kamu bisa panggil papah Om dengan papah saja, atau ayah juga boleh" ucap Lena
"Tidak boleh, papah Nay akan pulang, nanti papah malah, mamah tidak boleh nikah sama papa om" ucap Nayra
__ADS_1
Lena pun langsung berkaca-kaca mendengar pernyataan Putri nya ini "Sayaaang,,, papah Nayra memang akan kembali pada Nayra nanti, tapi mungkin bukan di dunia ini, tapi di alam selanjutnya" ucap Lena
Sean yang mendengar itu pun langsung tersenyum rumit, dia sekarang ada di hadapan mereka, tapi tidak mereka anggap dia ada, dan itu sedikit miris menurut Sean
"Begitukah, ya sudah, Nay panggil papah Om papah saja" ucap Nayra
"Sipp, Nayra memang pintar" ucap Sean sambil mencubit ringan pipi nayra dan langsung mengangkat dan mendudukan nayra di pangkuanya, dan sesekali menciumnya dan bermain dengan tangannya
.
Beberapa saat berlalu, dan hari pun beranjak malam, hingga Nayra pun kini sudah tertidur di pangkuan Sean, Lena pun segera membawa Nayra untuk tidur di kamarnya,
Sementara Sean masih duduk di ruangan tengah sambil melihat ChanelTV
Setelah Nayra tidur di tempat nya, Lena pun keluar dari kamar nayra itu, sekilas Lena memperhatikan ke arah Sean yang masih fokus melihat SiaranTV, dan Lena pun berjalan untuk masuk ke kamarnya sendiri, tampa menutup rapat pintunya
Sean pun mengalihkan pandangannya pada pintu kamar Lena yang tidak tertutup rapat itu, "Apa Lena akan membiarkanku tidur di kamarnya?,, Haduh, sudah lama sekali, hampir lupa lagi rasanya" gumam Sean sambil tersenyum
Sean mematikan siaran TV nya dan beranjak masuk ke kamar Lena
Sean pun melihat kalau Lena sudah berbaring menyamping di kasur nya, dan sudah melepas jilbab putihnya, itu pun membuat Sean membayangkan akan seindah apa malam ini, jadi dia pun segera mendekati tempat tidur Lena
"Len, apa aku boleh tidur di sini?" tanya Sean basa basi
"Boleh, itu sudah jadi hakmu" ucap Lena dengan di barengi suara isak tangis
Sean pun menyadari kalau Lena menangis meskipun dia tidak melihat wajahnya, Sean pun duduk di pinggiran tempat tidur Lena di belakangnya
"Dokter Lena, kenapa kamu menangis?, apa kamu takut aku akan berbuat sesuatu padamu malam ini?" tanya Sean menebak nebak
"Sejujurnya aku belum Siap, tapi itu sudah jadi kewajiban ku kan" ucap Lena
"Ya, kamu benar, tapi jika kamu tidak ingin itu, aku bisa tidur di Luar, atau di kamar lain" ucap Sean
"Kamu di sini saja, aku tidak keberatan, aku tidak mau jadi istri yang durhaka" ucap Lena
Sean pun tersenyum, diapun mendekat kan wajahnya pada belakang kepala Lena
Lena juga bisa merasakan kalau Sean mulai mendekat di belakang nya, seketika hatinya pun berdebar kencang dan ada sedikit rasa gugup di benaknya, Lena juga merasa ada semacam perasaan bersalah jika dia harus melakukanya dengan pria yang menurutnya orang lain
Sean pun mendekat tapi tidak sampai menyentuh, dia pun membisikan sesuatu di telinga Lena
"Tenang saja, aku tidak akan memaksamu melakukan itu, selama kamu belum merasa siap, itu tidak akan terjadi" bisik Sean halus
Diapun menarik wajahnya kembali dan beranjak ke sisi lain tempat tidur, dan membaringkan tubuhnya di sana
Lena pun menatap pria yang berbaring di hadapannya sekarang, dengan perasaan sedikit lega, karena sejujurnya dia memang belum siap saat ini, "Terima kasih untuk pengertian mu" ucap Lena
"Sama sama" ucap Sean
Perlahan mereka pun tertidur di tempat tidur yang sama, namun sayangnya masih ada celah kosong yang jadi pemisah diantara mereka berdua di tempat tidur,
...~°~...
...Visualisasi Protagonis (Kurang lebih😊)...
__ADS_1
[Ikouwais_Dr.Linggarutami]