
Tiara pun segera mengendarai mobilnya menyusuri jalan kota Y lagi dengan memimpin perjalanan, sementara mobil yang menyerang mereka sudah di lahap si jago merah karena di bakar oleh anak buah Tiara
Dan setelah beberapa saat, mereka pun akhirnya tiba di marakas Redbear yang ada Di kota Y ini, "Apa kamu juga akan mengajak dia masuk ke dalam?" tanya Tiara menoleh pada Sean
"Kurasa aku harus mencarikannya tempat yang sesuai untuknya" ucap Sean
"Itu lebih baik, biar urusan di sini aku yang handle dulu" ucap Tiara
"Baiklah" ucap Sean
Mereka pun keluar dari mobil yang sudah bolong bolong karena terkena peluru, Dan Sean mengajak Ifan untuk mencari hotel terdekat untuk dia beristirahat, dengan di antar mobil anak buah Tiara yang lain
Sementara Tiara masuk ke markas dengan di ikuti anak buahnya yang menyeret pria sang pengemudi mobil yang menyerang mereka
.
Setibanya di Hotel Sean pun memesan kamar untuk mereka berdua, dan segera bergegas
"Kak, Nona Tiara itu benar benar hebat, apakah dia pemimpin dari orang orang tadi?" tanya Ifan sembari mereka berjalan menyusuri lorong Hotel untuk menuju kamar mereka
"Ya,, bisa di bilang begitu" ucap Sean
"Bagaimana kakak bisa mengenal gadis seperti dia?" tanya Ifan penasaran
"Apa Kamu masih ingat Rania?" tanya Sean
"Ya tentu saja ingat lah, masa enggak, dia kan kakak ipar ku" ucap Ifan
"Mantan" ucap Sean meluruskan
"Bukan, mungkin dia mantan bagimu, tapi dia tetap ibu dari cucunya Tante, jadi otomatis dia masih iparku kan?" ucap Ifan
"Apa begitu?" ucap Sean bingung
"Mungkin, o yah memang apa hubungan Kak Rania dan Tiara??" tanya Ifan
"Tiara adalah sahabat dekat Rania dari dulu, dan kebetulan aku mengenalnya secara tidak sengaja di acara teman Rania yang lain, dan juga kita pernah ada konflik karena aku pernah memenjarakan kakak nya, dan kemudian ayahnya" ucap Sean
"Begitukah, tapi kenapa kalian bisa berteman dekat sekarang?" tanya Ifan
"Entahlah, kurasa dia menyukai ku, dan dulu dia pernah memohon padaku untuk tidak menghabisi ayahnya yang seorang pebisnis gelap, dan kalau tidak salah gantinya adalah dia bersedia menjadi budaku, tapi aku tidak menganggap itu perkataan yang serius, jadi ku rasa karena itu dia mau bedamai denganaku, aku juga mengampuni ayahnya memang karena kasian padanya" ucap Sean
"Hebat kakak ini, ternyata kakak pernah mengalahkan pemimpin mafia terdahulu ya, keren kak, tapi Ngomong-ngomong, dia kan menyukaimu, apa kakak tidak menyukainya juga?" tanya Ifan
"Pertanyaan mu ini ngaco saja, aku sudah menikah dengan kakak ipar mu" ucap Sean
"Anggap pertanyaan ini hanya seandainya saja jika kakak masih sendiri" ucap Ifan memancing
__ADS_1
"Tiara itu tipe wanita yang tidak ada dalam kamus kriteriaku, dia memang cantik, tapi aku tidak terlalu suka wanita yang keras seperti Tiara, aku lebih menyukai sosok gadis yang lemah lembut, contoh nya ya kakak ipar mu lah, itulah pribadi yang aku sukai" ucap Sean
"Oh, Tapi jujur aku menyukai Tiara kak, o yah, berapa usianya sekarang?" tanya Ifan
"Sekitar 26-27 han mungkin, karena usianya pasti sama dengan Rania" ucap Sean
"Bagus lah, setidaknya dia tidak lebih tua dariku" ucap Ifan
Setelah mengantarkan Ifan ke kamar Hotel, Sean juga masuk ke kamarnya, dia membersihkan diri kemudian Solat, setelah itu dia pun pergi dari hotel dan kembali ke markas Tiara yang bada di kota ini
Setibanya di markas, Sean pun langsung mencari keberadaan Tiara dengan bertanya pada anggota, dan Sean pun di arahkan ke salah satu ruangan di lantai dua markas, dan ruangan itu adalah ruangan untuk beristirahat
Sean segera masuk,, dan anggota Tiara yang mengantarnya hanya berjaga di luar dan tidak ada yang mengikutinya masuk, dan Sean pun memperhatikan setiap sudut kamar yang tidak begitu luas ini untuk mencari keberadaan Tiara, dan Sean pun mendapati kalau Tiara berada di luar balkon kamar
Jadi Sean pun menghampiri Tiara di sana,
Dia sedang bersandar di pagar balkon dengan memebelakangi Sean, Tiara memperhatikan langit malam dengan di temani segelas minuman di tanganya
"Sedang apa di sini, bukanya kamu akan mengintrogasi orang tadi?" tanya Sean
"Aku cari udara segar saja, aku sudah mengintrogasi dia tadi, dia berasal dari gangster elit di kota ini, kurasa mereka tidak tau siapa yang mereka ganggu itu siapa, mereka kelompok yang tidak punya jaringan luas, aku bisa saja meratakan mereka dengan waktu semalam, tapi ada seseorang lagi di balik ini yang menyuruh mereka, dia R_R" ucap Tiara
"Benarkah?, R_R ini, bukan kah seharusnya kita yang memburu dia, kenapa jadi dia yang memburu kita, Terbalik, kurasa ada anggota di marakas pusat yang jadi mata mata R_R" ucap Sean
"Aku juga berpikir begitu, aku jadi penasaran, di mana orang itu bersembunyi, apa dia ada di kota J? , atau di kota lain?" ucap Tiara
"Tidak ada, lagi lagi hanya Inisial itu saja yang aku dapatkan, dia sepertinya memang cukup cerdik dalam bertindak," ucap Tiara
"Kalau begitu, kita harus lebih cerdik dari dia kalau ingin. menangkap nya" ucap Sean
"Ku rasa itu cukup sulit,,, O yah, ngomong-ngomong, apa kamu yang menyuruh bocah itu merayu ku??" tanya Tiara mengalihkan topik
"Siapa yang kamu panggil bocah?" tanya Sean
"Siapa lagi kalau bukan saudaramu" ucap Tiara
"Ohh, memang nya dia berani merayumu seperti apa?" tanya Sean
"Dia menelpon ku barusan, dia menanyaiku 'Kamu lagi ngapain? sudah makan belum? kok belum bobo?' apaan menanyaiku seperti itu, gak jelas, apa dia anggap aku ini gadis belia?" ucap Tiara ketus
"Hahaha" Sean malah langsung terkekeh geli mendengarnya,
"Iih malah ketawa, aku tidak suka di tertawakan, aku tidak lucu" ucap Tiara sambil memukul mukul bahu Sean di sampingnya yang sedang menertawakan dirinya
"Oke, aku sangat menghargai usahamu untuk mencarikan ku pasangan, tapi ya setidaknya jangan suruh Saudaramu itu yang menggodaku seperti itu,, walaupun kalian sedikit mirip, tapi kalian tetap saja tidak sama, kamu harusnya suruh orang yang bisa mengalahkan ku, atau setidaknya dia punya kemampuan bela diri setara dengan ku" ucap Tiara semakin kesal karena Sean tidak berhenti tertawa
Sean tertawa karena tidak habis pikir dengan ponakannya yang menelpon Tiara dan mempertanyakan pertanyaan seperti itu pada gadis seperti Tiara, kalau dia menelpon gadis biasa, pertanyaan itu mungkin normal normal saja, tapi ini Tiara, wanita tangguh sang pemimpin sebuah organisasi dengan jaringan yang cukup luas, masa iya dia di samakan dengan gadis lugu biasa
__ADS_1
"Ayolah, berhenti menertawakan ku seperti itu, ini sama sekali tidak lucu, berhenti gak?" ucap Tiara semakin jengkel dan terus memukul bahu Sean dengan satu tangannya
"Iya iya ampun, aku berhenti, hentikan pukulan mu,, Sejujurnya aku tidak pernah menyuruhnya begitu, itu inisiatifnya sendiri, dia menyukai mu, aku sudah bilang padanya kalau kamu itu bukan gadis feminim dan cukup menyeramkankan, tapi dia sepertinya tidak peduli itu" ucap Sean masih dengan kondisi cengengesan
Tiara pun seketika menghentikan pukulanya karena mendengar pernyataan Sean, dan dia beralih memperhatikan wajah Sean yang di sampingnya "Apa itu juga alasanmu tidak menyukai ku?" tanya Tiara
"Maksudmu?" tanya Sean yang tidak mengerti
"Apa karena aku suka berkelahi, dan tidak seperti wanita pada umumnya, jadi kamu tidak menyukai ku?" ucap Tiara
"Siapa bilang aku tidak menyukai mu, aku malah cukup mengagumi kepribadian mu itu" ucap Sean
"Bohong, buktinya kamu tidak pernah memberikan ku kesempatan" ucap Tiara
"Tiara,,,, kenapa harus bahas itu lagi, apa aku harus mengulang jawabanku yang sebelumnya lagi?" tanya Sean
"Tidak perlu" ucap Tiara sambil menundukkan pandangannya ke bawah
"O yah, ngomong-ngomong aku lapar, aku cari makan dulu ya" ucap Sean mencari alasan untuk menghindar
"Kebetulan, aku juga lapar, kita cari makan bareng saja" ucap Tiara
Sean pun menarik nafas nya "Baiklah" sebenarnya Sean tidak terlalu ingin makan
"Aku ganti baju dulu" ucap Tiara
"Ya Sudah, aku tunggu di luar" ucap Sean
Mereka pun segera masuk ke kamar, dan Sean langsung bergegas keluar, sementara Tiara mengganti bajunya di sana
Sean pun menunggu Tiara di luar markas, dia berdiri dan memandangi langit malam di kota Y ini, Sean pun mengingat Ifan yang mungkin belum makan, jadi diapun mengabarinya untuk makan malam di restoran hotel tempatnya menginap
Setelah beberapa saat Tiara keluar dari markas tanpa di ikuti anak buahnya satu pun, "Ayo, aku sudah siap" ucap Tiara
Sean pun langsung menoleh pada Tiara, seketika dia pun langsung tertawa kecil saat melihat penampilan Tiara yang sekarang menggunakan gaun hitam selutut, dan Tiara juga memakai Riasan tipis di wajah nya, bibirnya juga terlihat merah merona, dan rambut lurus panjangnya sengaja di geraynya
"Kenapa malah menertawakanku lagi?" tanya Tiara
"Tidak, aku hanya merasa kamu agak berbeda, kenapa kamu berpenampilan seperti ini?, rasanya ini bukan kamu" ucap Sean terus tertawa kecil
"Kan biar terlihat feminim, apakah aku cantik berpenampilan seperti ini?" tanya Tiara yang sangat berharap dapat pujian dari Sean
"Cantik, benar benar cantik" ucap Sean, tapi dia mengatakan nya dengan terus terkekeh
"Jawabanmu tidak Serius, kamu terus menertawakanku, apa aku terlihat aneh jika seperti ini?" tanya Tiara sedikit memperhatikan penampilannya lagi
Sean menggelengkan kepalanya "Aku serius, kamu cantik, tapi kenapa kamu tidak berpenampilan apa adanya kamu, kita hanya mau pergi makan kan, bukan mau pergi ke pesta,, ada ada saja kamu,, tapi ya sudah lah, ayo pergi" ucap Sean yang langsung melangkahkan kakinya lebih dulu
__ADS_1