TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Berguling di Lantai


__ADS_3

Lena pun jadi sedikit gugup juga mendengar hilangnya informasi itu, karena itu adalah bukti penting pasien kalau operasi memang berhasil


Tapi Lena pun tetap menemui keluarga pasien, bisa di bilang kalau mereka itu memang dari keluarga kalangan atas, Lena pun mencoba menjelaskannya lagi dan lagi dengan tangan kosong


Dan tentu saja mereka menyangkal setiap penjelasan yang di berikan Lena, karena mereka memang berada di dalam kondisi berduka, dan mereka pun malah mengancam akan memenjarakan semua dokter yang terlibat proses Operasi putranya itu


"Tapi bu pak, kami sudah meberikan penanganan yang terbaik kepada putra anda, dan juga kami memastikan kalau putra bapak kemarin dalam ke adaan baik baik saja, Tidak terjadi kesalahan apapun dalam proses operasi atau penanganan pasca operasi" ucap Lena


"Alah, ucapan anda itu tidak bisa di jadikan bukti apapun, apa anda lihat putra kami sekarang, dia sudah tidak bernyawa, apa anda masih bisa bilang penanganan Anda baik, kalau baik mana mungkin bisa terjadi seperti ini, juga Anda tidak punya buktinya kalau perkataan anda itu bisa di pertanggung jawabkan, pokoknya Anda anda, dan anda semua, tunggu saja surat panggilan dari pengadilan, aku tidak akan melepaskan kalian begitu saja, kalian harus bertanggung jawab atas meniggalnya putarku" ucap Pria pihak keluarga sambil menujuk nunjuk ke arah dokter dokter yang bersama Lena, bahkan pemimpin rumah Sakit pun tidak bisa membela mereka


"Sudah mah, ayo kita bawa anak kita pulang, tenang saja, mereka tidak akan papah lepaskan" ucap Pria itu memenangkan istrinya yang menangis di dekapannya, dan mereka pun segera berlalu dari hadapan Lena dan krunya itu


"Bagai mana ini Len, aku tidak mau masuk penjara, bagaimana nasib putra kecilku kalau aku di penjara" ucap Gina gugup


"Tenang dulu, aku akan minta bantuan pada pengacara mamah Nanti kalau mereka benar benar menuntut kita, semuanya pasti akan baik baik saja, sudah kita kembali saja ke ruangan, dan fokus kembali untuk menangani pasien yang lain, jangan terlalu di pikirkan dulu masalah sekarang" ucap Lena mencoba menenangkan mereka


Dan mereka pun segera beranjak dari sana dan kembali ke ruangan mereka lagi, dengan perasaan cemas yang tidak bisa mereka hilangkan


Aktivitas siang ini pun masih bisa mereka jalankan sebagai mana mestinya, dan masih bisa pulang ke rumah masing-masing tampa ada gangguan


Namun, keesokan paginya saat semua baru memulai aktivitas mereka lagi, tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan dokter dan langsung membukanya, dan masuklah beberapa pria yang berseragam


Lena yang duduk di kursinya pun terperanjat saat melihat yang datang adalah beberapa personil polisi, perasaan Lena pun mulai merasa tidak enak, dia pun menoleh pada dokter yang lain, dan ekspresi mereka juga tidak jauh berbeda dengan Lena


Lena pun langsung menghela nafas nya "Ternyata mereka memang tidak main main dengan tuntutan mereka" gumam Lena


"Mohon maaf kami mengganggu waktunya, kami dari kepolisian membawa surat pemanggilan para dokter untuk menjalani proses pemeriksaan di kantor polisi, atas tuduhan kelalayan tugas hingga mengakibatkan nyawa melayang, jadi saya harap Anda semua ikut kami ke kantor polisi untuk penyelidikan" ucap Salah satu polisi itu


Seketika semua dokter di Ruangan itu pun langsung pucat pasi dan saling menatap satu sama lain dengan ekspresi rumit, dan tidak ada satu pun yang berdiri dari kursinya menanggapi pernyataan petugas itu


Lena pun sedikit takut jika harus di bawa oleh mereka, tapi Lena sadar kalau masih banyak pasien di sini yang butuh penanganan dokter di Ruangan ini, jadi dia pun berdiri dari duduknya dan memberanikan diri untuk menghampiri mereka


"Selamat Siang pak, saya adalah penanggung jawab sepenuhnya di tim ini, jadi bapak bawa saya saja ke kantor, masih banyak nyawa orang yang rekan rekan saya harus selamat kan di sini, jadi saya sendiri saja yang mewakili mereka untuk ikut bapak, mohon bapak tidak membawa serta mereka" ucap Lena tampa ragu


Seketika semua dokter pun membelalakan matanya pada Lena, dan beberapa dokter Lain pun segera beranjak dari kursinya untuk menghampiri Lena


"Dokter Lena, jangan menyerah kan diri seperti ini, kita tidak salah, ini bukan kelalayan kita sebagai dokter, tapi itu memang sudah takdirnya pasien itu meninggal Dok" ucap Dokter Nida


"Justru karena saya tidak merasa salah, makanya saya berani untuk menjalani pemeriksaan" ucap Lena


"Tapi jika dokter pergi, siapa yang akan bertanggung jawab untuk menangani operasi?" ucap Dr Nida


"Kalian pilih saja di antara kalian yang bersedia, saya yakin kalau kalian juga bisa melakukan operasi itu tampa saya" ucap Lena


"Tapi tapi...


"Sudah laksanakan saja apa yang saya bilang, masalah ini tidak akan selesai kalau tidak ada yang ikut dengan mereka kan, juga aku titip Nay Sebentar, nanti aku telpon ibunya untuk menjemput dia ke sini" ucap Lena


"Sebentar pak, saya urus anak saya dulu" ucap Lena

__ADS_1


"Baik, silahkan bu" ucap polisi itu


Lena pun segera menghampiri Nayra yang masih duduk di kursi dekat kursi Lena


"Siapa meleka mah, apa mereka olang jahat?" tanya Nayra


"Bukan,,, mereka orang baik kok, o yah mamah harus pergi dulu dengan mereka, apa kamu tidak papah di sini dulu dengan Tante Dokter??" tanya Lena


"Oh, tapi Nay mau ikut, kata papah Nayla harus jagain mamah" ucap Nayra


"Tidak usah, mamah tidak akan Lama" ucap Lena berbohong


"Baiklah kalau mamah tidak lama, Nay nunggu di sini dengan tante doktel" ucap Nayra


"Baiklah, kamu baik baik ya" ucap Lena


Dia mengecup kening Nay dan terbalik, "Nid, aku Titip Nay yah" ucap Lena


Nida yang sudah menjatuhkan Air matanya pun langsung mengangguk, karena proses pemeriksaan polisi itu pastinya tidak sebentar seperti yang di katakan Lena "Iya dok, tentu saja" ucap Nida sambil menyeka air mata di balik kacamatanya


Setelah itu Lena pun pergi untuk memenuhi panggilan polisi itu, dan dia pun menghubungi Rania untuk menjemput Nayra di rumah Sakit setelah dia berada di mobil polisi yang menjeput nya


.


.


Di gedung kantor Hendro's_properti


📲"Lena Serius, Lena sudah dalam perjalanan ke kantor polisi sekarang, dan Nayra masih berada di rumah Sakit, jadi kak Ran tolong jemput dia ya" ucap Lena di sebrang telpon


"Ada ada saja kamu Len Len, Iya aku akan segera menjemput nya, apa kamu sudah memberitahu mamah soal ini?" tanya Rania


📲"Belum,, mamah sedang berada di luar negri sekarang, Lena takut hanya akan membuat mamah khawatir saja jika Lena memberitaunya" ucap Lena


"Tidak bisa, mamah harus tau ini, biar mamah bisa membantu mu, Tenang saja aku yang akan menghubunginya untuk meminta bantuan orang mamah untuk membantumu Len" ucap Rania


📲"Baiklah, terserah kak Ran saja jika menurut kakak itu perlu" ucap Lena


"Baiklah, sudah dulu, aku akan hubungi mamah dulu" ucap Rania


Rania pun segera mencari nomor Kartina dan langsung menghubungi nya, namun sayangnya Kartina tidak menjawab panggilan Rania "Mamah kemana ini? kenapa tidak angkat telpon ku, sudah lah, dia pasti akan menghubungiku balik kalau tau aku telpon" gumam Rania


Dia pun segera pergi dari kantor Hendro's_properti dan segera pergi ke rumah Sakit untuk menjemput Nayra


Setibanya di sana, Rania pun segera membawa Nayra ke Mobilnya lagi


"Mamah, kita mau kemana?, mamah Lena nanti Cali aku di dalam" ucap Nayra


"Kita akan temui mamah Lena, Apa kamu tidak tau kalau mamah Lena itu di culik?" tanya Rania

__ADS_1


"Mamah Lena di culik?, kalau gitu ayo mah, selamatkan mamah Lena" ucap Nayra bersemangat


Rania pun Langsung tersenyum melihat putrinya yang sangat antusias itu "Iya Iya, kita sekarang selamatkan mamah Lena" ucap Rania


Rania pun segera melajukan mobil Sedan hitam miliknya, Rania memang tidak membawa mobil MVP mewah pemberian dari Sean, karena dulu saat Rania menyangka kalau Sean tidak akan kembali lagi, dia juga merasa akan terlalu menyakitkan jika dia tetap memakai mobil itu, karena dia merasa kalau itu akan membuatnya selalu mengingatnya


Setiba nya di kantor polisi Rania pun langsung menghampiri Lena yang sedang di mintai keterangan oleh petugas


"Len" sapa Rania


"Mamaaah" triak Nayra


"Sayang, kenapa kamu kesini?" tanya Lena heran


"Mah, mamah di culik ya?" tanya Nayra yang langsung menghampiri Lena yang duduk di depan meja penyidik


"Kata siapa Sayang?, mamah lagi main saja di sini" ucap Lena


"Kata mamah Lania mamah di culik" ucap Nayra


"Tidak dong sayang ah" ucap Lena yang langsung mengangkat Nayra dan mendudukanya di pangkuannya


"Apa anda keluarga dari nona Lena?" tanya salah satu petugas kepada Rania yang masih berdiri di belakang kursi Lena


"Iya, saya kakak nya pak, apa adik saya bisa segera di pulang kan pak" tanya Rania


"Silahkan duduk dulu, akan kami jelaskan" ucap petugas itu


"Oh yah"


"Begini bu, tuntutan untuk saudari Lena ini akan tetap di proses hukum, karena pihak pelapor juga tidak mau bernegosiasi lagi, dan soal bebas atau tidaknya, itu tergantung dari keputusan pengadilan nanti, dan selama proses persidangan berlangsung, kami akan menahan nona Lena di rutan kami" ucap Polisi itu


'Braaak' Rania pun menggebrak meja di depannya, "Tidak bisa begitu dong pak, Adik saya ini dokter, bukan pembunuh, berapa banyak nyawa yang sudah dia selamat kan olehnya, masa dia harus mendekam di penjara hanya karena Satu pasiennya meninggal, itu tidak adil namanya pak" ucap Rania menaikkan nada bicaranya


"Mohon maaf bu, ini sudah peraturannya, jadi nona Lena ini akan berada di ruang tahanan kami selama prosesnya berlangsung" ucap Petugas itu


"Tidak bisa begitu, di mana letak....


"Kak Ran, sudahlah, sepertinya memang aku harus di sini" ucap Lena menenangkan Rania, jujur hatinya merasa hangat karena Rania masih menganggap nya adik dan juga membelanya


"Tapi Len..."


"Aku tidak papah, kak Ran tidak perlu khawatir" ucap Lena


Rania pun menghela nafas dan menatap iba pada adik dokternya itu, "Baiklah,,, aku salut padamu Len, kalau aku di posisimu sekarang, mungkin aku sudah nangis dan berguling di lantai untuk meminta pulang" ucap Rania


Lena pun sedikit tertawa "Ada ada saja kak Ran, apa aku juga harus seperti itu?" tanya Lena


"Ya tidak juga, aku tidak akan tega jika melihatmu begitu Len" ucap Rania

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2