
Setelah Sean menjenguk Tiara, dan sedikit mengobrol juga dengan Rania, Sean pun segera mengikuti ibunya dan Lena untuk ke ruangan Dewi
Dan Sean pun langsung memasuki Ruangan rawat Dewi itu tanpa berpikir, dia sedikit lupa kalau di dalam ada Lena yang juga bersama Kartina
Tentu saja Lena yang melihat suaminya masuk pun langsung menahan mualnya, dan segera mengalihkan pandangannya dari Sean
Sean pun langsung menatap Dewi yang juga menatapnya sekarang, Sean bisa melihat kalau Dewi sedang menangis sekarang, dan Kartina menenangkannya dengan sedikit mengelusnya, Dan Sean pun segera mendekati tempat tidur dewi
"Kenapa kau tidak membiarkan ku mati saja Arman??" ucap Dewi
"Aku tidak ingin melihatmu mati di dalam kebodohanmu sendiri, seperti yang di lakukan ayahmu, aku pernah gagal karena tidak bisa menyelamatkan Ayahmu, meskipun aku sudah membawanya ke rumah Sakit kan, sebenarnya aku hanya mengulang perkara yang sama, karena aku masih menganggap kamu dan Ayahmu keluarga ku, itu saja,,, dan aku masih berharap kamu bisa jadi kakak sepupu yang baik untuk adik sepupu mu yang lain" ucap Sean
Umur Dewi sebenarnya tidak terpaut jauh dari Lena , dia masih di sekitaran 25,, Tapi ayahnya kakak dari Kartina, jadi Sean tentu tetap memanggilnya kakak meskipun secara usia Dewi lebih muda darinya
Dewi pun langsung merenungi perkataan Sean itu, dan mencoba mengingat ke kejauhan, dia ingat kalau Sean yang juga membawa ayahnya ke rumah Sakit, Sean masih peduli meskipun Dirto pernah hampir membunuh Sean dan Kartina, karena Dirto ingin menguasai perusahaan yang di kelola oleh mereka
Di dalam perenunganya pun Dewi semakin terisak dan air matanya pun semakin deras "Bibi, apakah aku masih pantas minta maaf padamu" ucap Dewi
"Wi, selama kamu mau berhenti dari sesuatu yang merugikan dirimu sendiri dan orang lain, bibi bisa memaafkanmu, Bibi ingin keluarga besar kita kembali seperti dulu, untuk apa selalu berselisih hanya karena Harta, Bibi membesarkan perusahaan dengan tujuan untuk memakmurkan keluarga besar kita, bukan malah memecah belahnya seperti ini, Bibi juga rasanya tidak pernah pelit pada mendiang ayahmu, Bibi memberikan dia kekuasaan, Bibi memberikan dia fasilitas, hanya saja jalan yang di inginkan Ayahmu terlalu rumit, jadi Bibi harap kamu tidak mengikuti jejaknya" ucap Kartina
Dewi pun semakin menangis lagi, dalam hati Dewi membenarkan perkataan Kartina itu, bahkan sebelum dia memilih jalan balas dendam, tapi egolah yang langsung menepis semuanya, meskipun dia tau apa yang di lakukan ayahnya itu salah, tapi dia tetap membenarkan nya, karena Dirto ayahnya
Kartina pun mengelus kepala Dewi, "Sudahlah jangan menangis, kamu istirahat saja ya, Bibi akan suruh perawat pribadi untuk mengurus semua kebutuhan mu di sini, jadi jangan pikirkan apa apa lagi sekarang, kamu hanya perlu sembuh saja, apa kamu sudah memberi kabar ibumu kalau kamu di sini??" tanya Kartina
Dewi pun hanya mengelengkan kepalanya
"Ya Sudah, Bibi akan beritahu dia nanti" ucap Kartina,
Setelah Beberapa saat menemani Dewi di ruangannya , Sean pun segera kembali lagi ke kantornya,, sementara Kartina mengajak Lena untuk jalan jalan sebentar di sekitaran kota J sebelum akhirnya mereka pulang ke mansion lagi
.
__ADS_1
…
Sore Harinya, Sean juga langsung pulang ke mansion, hanya saja dia tidak mendapatkan Sambutan dari sang istri seperti biasanya,
"Lena mana Bu?" tanya Sean yang melihat ibunya duduk di ruang tengah, dia sedang menemani Nayra menonton acara kesukaanya
"Dia istirahat di kamarnya" ucap Kartina
Sean pun mendudukan dirinya di sofa di samping Nayra "Oh, apa dia bicara sesuatu soal Tiara ke ibu??" tanya Sean
"Tidak, dia tidak menyinggung soal itu lagi semenjak pulang dari rumah Sakit, O yah, jadi apa keputusanmu soal Tiara" ucap Kartina
"Aku memberinya waktu untuk memikirkannya lagi, kalau sampai saat itu dia tetap pada pendiriannya, kita mungkin akan menikah, dengan catatan Lena tetap menyetujuinya,, tapi aku jadi bingung soal Rania" ucap Sean
"Ya tentu kamu harus menikahinya juga, dia Ibunya Nayra kan" ucap Kartina
"Begitukah, mudah sekali ibu menyuruhku menikah dan menikah lagi,, 1 istri seperti Lena saja sedikit menakutkan jika dia marah, apa lagi di tambah 2 istri yang seperti mereka, aku sedikit tidak bisa bayangkan" ucap Sean
"Kuncinya Jangan buat mereka marah Lah, tapi kamu aneh, kamu tidak takut mafia jahat, tapi kenapa harus takut pada Lena yang lemah lembut??" tanya Kartina Asal
"Haha, ibu cuma becanda, kok jadi curhat kamu" ucap Kartina
Sean pun hanya tersenyum
.
…
Malam harinya Sean pun Tidur di kamar pribadinya lagi, dan tentunya tanpa di temani oleh Lena, sementara Lena tidur di kamarnya dengan di temani Nayra, merekapun sekarang harus membiasakan diri mereka lagi untuk tidur terpisah,, Itu karena bawaan bayi Lena yang tidak ingin Sean berdekatan dengan Lena,,
Situasi seperti itu pun terus berlanjut dari hari ke hari, mereka menjalani hidup mereka masing masing, namun di setiap malam, di Saat Lena sudah tetidur pulas,, Sean selalu menyempatkan dirinya untuk menengok Lena dan bayi yang masih berada di kandungannya, untuk sekedar mengajak ngobrol sang bayi dan sedikit mengobati kerinduan ya pada Lena, Sean selalu mengelus perut Lena dan menciumnya ketika dia hendak Tidur
__ADS_1
…
Satu bulan,, dua bulan,, Sean dan Lena melewati hari hari mereka dengan tetap menjaga jarak aman, hingga sampai memasuki waktu Tiga bulan pun Lema masih belum menunjukkan perubahan, Lena masih saja merasa mual jika dia melihat ada Sean di sekitarnya
Dan Sean juga tidak bisa berbuat banyak untuk masalah Lena itu, dan dia juga kadang memilih menghindar
Pagi ini,, Sean akan pergi ke kantor seperti biasnya dia keluar dari kamar pribadinya dan tentu harus melewati kamar Lena untuk turun ke lantai dasar,
Kebetulan Lena juga keluar dari kamarnya untuk pergi tugas ke rumah sakit lagi, Lena pun menoleh pada Sean yang akan melewati kamarnya itu "Uwu" Lena langsung menutup mulutnya dan segera memalingkan pandangannya ke arah Lain, tapi Lena seperti tidak berniat menghindar
Sean pun sekarang sudah cukup terbiasa dengan keadaan Lena ini
"Pagi sayang,, apa tidur mu semalam nyenyak??" tanya Sean yang menghentikan langkahnya di jarak sekitar lima langkah dari lena
"Lumayan" ucap Lena tanpa menoleh
"O yah, aku mau lewat, apa kamu bisa ke kamar dulu sebentar?" ucap Sean
"Boleh, O yah, sekarang sudah hampir 3 bulan, apa kamu sudah membuat persiapan untuk pernikahan mu?" tanya Lena
"Sudah ada beberapa yang ku persiapkan, tapi aku masih belum memastikanya lagi padamu, apa kamu masih mengijinkannya?" tanya Sean
"Iya, bawa kak Ran ke rumah ini lagi, Untuk Tiara itu terserah padamu" ucap Lena
"Baiklah" ucap Sean
Setelah mengatakan itu, Lena pun masuk ke kamarnya lagi supaya Sean bisa lewat lebih dulu untuk turun kebawah
Sean pun berjalan dan sejenak berhenti di depan pintu kamar Lena "O Yah Len, semoga tugasmu hari ini lancar juga di rumah sakit" ucap Sean
"Iya, terimakasih" ucap Lena yang bersembunyi di balik pintu
__ADS_1
Sean pun hanya tersenyum, sebenarnya Sean sedikit tidak tega mengijinkan Lena bertugas lagi sebagai dokter dengan kehamilannya sekarang, tapi Jika dia pikirkan lagi itu memang sudah jadi dunianya, dan mungkin Lena malah akan merasa tidak nyaman jika dia hanya menghabiskan harinya dengan berdiam diri di mansion, jadi Sean sedikit mengesampingkan kekhawatirannya, dan membiarkan Lena menjalankan tugasnya lagi,
Sementara rencana pembangunan Rumah Sakit kelurga yang di rencanakan oleh Sean untuk di kelola oleh Lena nanti, Baru memasuki tahap konstruksi awal, dan masih perlu waktu untuk merampungkan proyeknya itu untuk menjadikannya rumah sakit yang bertaraf internasional nantinya