TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Memang Cocok


__ADS_3

Setelah Kartina dan yang mengantarnya memasuki ruangan, pengurus rumah dan puluhan pelayan pun segera menyambut kepulangan sang nyonya Rumah itu dengan antusias


"Nyonya, anda sudah membaik?, Syukurlah Saya senang Anda bisa kembali lagi ke rumah ini" ucap sang pengurus Rumah yang tak Lain adalah Darmi, dia pun langsung menggandeng Kartina di sisi lain Sean


"Iya,, Apa kamu sudah membereskan kamar untuk putraku" tanya Kartina


"Putra?? maksud nyonya siapa?, apa nona kecil?,, kalau untuk nona Nayra kami sudah mempersiapkan nya" ucap Darmi, dia memang belum mengenali Sean Yang sekarang


"Berapa lama kamu kerja di sini?, apa kamu tidak mengenali orang yang di samping ku ini?" tanya Kartina sedikit menaikan nada bicaranya


Darmi pun tertegun sejenak dan memperhatikan Sean yang sekarang tidak mirip dengan Sean yang dulu


"Apa kah harus aku sendiri yang melakukan nya?" tanya Kartina


"Ti tidak nyonya, pelayan segera persiapkan kamar untuk Tuan muda" ucap Darmi


Meskipun Darmi belum meyakini kalau yang di sebelah Kartina itu Arman, tapi dia pikir siapa lagi yang Kartina sebut putra selain dia, meskipun dia sedikit tidak percaya juga Tuan nya yang lama tidak pulang kini tiba tiba kembali bersama Kartina


"Baik" ucap Serempak beberapa pelayan, dan merekapun segera beranjak dari sana meuju kamar Sean yang berada di lantai atas


Kartina pun segera di dudukan di sofa mewahnya terlebih dulu, Sean juga duduk di sebelahnya, sementara Tiara, Agam Aruna, dan perawat pribadi tentunya tidak ikut duduk , mereka hanya berdiri di ruang tamu itu


"Darmi, apa kah kamu dan bawahanmu juga lupa dengan tugas kalian" tanya Kartina


Darmi yang memang kurang fokus pun tiba tiba tersadar "Ma Maaf nyonya," dia langsung menoleh pada pelayan lagi, "Ambilkan minum untuk tamu" ucap Darmi pelan,


"Bb baik" pelayan yang sama sama terbengong pun segera bergegas


Darmi Memang masih mencerna kepulangan tuannya itu, jadi dia sedikit kikuk sekarang, dan juga tidak biasannya Kartina menyuruhnya dengan menaikan nada bicara seperti itu


"Bu, kenapa marah marah?, harusnya ibu tersenyum kan, ini momen bagus kan?" ucap Sean


"Iya maaf Arman, kepulangan mu kali ini tidak ibu persiapkan dengan baik" ucap Kartina dengan nada bersalah


"Apa yang ibu katakan, bisa bertemu dengan ibu saja itu sudah lebih menggembirakan, tidak perlu ada sambutan atau apapun" ucap Sean

__ADS_1


Kartina pun tersenyum pada putranya, "Baiklah, kamu memang anak ibu paling baik" ucap Kartina


"Ya sudah, ibu sekarang mending langsung beristirahat ke kamar ibu saja, ayo Arman antar" ucap Sean


"Baiklah" ucap Kartina


Sean dan Darmi pun segera menggandeng Kartina lagi untuk beranjak ke kamar nya, dan Nayra pun memimpin jalan di depan mereka untuk menuntun arah jalanya mereka, karena dia sudah hapal betul di mana kamar Kartina berada


"Sini nek ayo" ucap Nayra mengarahkan mereka untuk terus mengikutinya


Sean pun sampai tersenyum melihat putrinya yang aktif itu,


Dan Nayra pun akhirnya berhenti di depan sebuah pintu kamar, yang tidak lain adalah kamar Kartina,, dan dia pun langsung mencoba meraih pegangan pintunya, tapi karena tubuhnya belum cukup tinggi, Nayra pun terlihat cukup kesulitan meraihnya


"Susah ya sayang, Biar nenek saja yang buka" ucap Kartina yang langsung membukanya,


"Horeeeee" Nayra pun langsung masuk dan berlari ke arah tempat tidur mewah Kartina, dan segera naik ke atasnya


"Sini nek, sini nek" ucap Naira sambil loncat loncat kecil di kasur itu


"Iya, dia memang sangat lucu, Arman tidak pernah menyangkanya sama sekali kalau akan mendapat kejutan seperti ini" ucap Sean


"Yah, ibu juga sangat bersyukur dengan adanya dia di rumah ini" ucap Kartina


Sean pun menatap lurus pada gadis kecil ceria yang masih bermain di kasur Kartina itu "O yah, Ibu segeralah beristirahat" ucap Sean yang mendudukan Kartina di sisi tempat tidurnya


"Sini sayang, biarkan nenek beristirahat dulu" ucap Sean sambil mencoba meraih Nayra


"Iya Om" ucap Nayra yang langsung masuk ke dekapan Sean


Kartina pun segera merebahkan dirinya, dan Sean langsung membenahi selimut di tubuhnya


"Ibu beristirahatlah, Arman keluar dulu" ucap Sean


"Iya, kamu bawa Nay istirahat juga di kamarnya" ucap Kartina

__ADS_1


"Baik bu" ucap Sean


Sean pun segera keluar dan kembali ke Ruang tamu untuk menemui Tiara yang masih ada di sana, dan Setelah mengobrol sebentar Tiara juga pamit untuk segera kembali ke markas


Dan Sean pun segera membawa Nayra untuk ke kamarnya di lantai atas dengan arahanya "Ini Kamar mu?" tanya Sean


"Iya, ini Kamal Nayla om" ucap Nayra


Sean pun segera membuka pintunya, dan langsung melihat pemandangan kamar anak yang cukup luas dengan dekorasi serba Hello Kitty, dan sentuhan warna pink dan putih di dinding kamar yang sangat manis


Sean sedikit tertegun sejenak "Bagus juga kamar mu sayang, banyak Hello Kitty nya" ucap Sean


"Tentu saja bagus,, nenek sayang Nayra, jadi aku di belikan banyak Hello Kitty sama Nenek" ucap Nayra


Sean pun tersenyum, dia pun segera menggendong Nayra menuju ke sebuah ranjang anak yang tidak terlalu besar, dengan masih bertemakan pink dan Hello Kitty, dan Nayra pun di turunkan di sana


"Ini tempat tidur Nayra om, lihatlah, Nay punya banyak hello Kitty di sini" ucap Nayra sambil mengambil dua buah bantal berebetuk kepala hello Kitty yang berbeda ukuran


Sean pun mengambil bantal yang di berikan Nayra itu dengan tersenyum, "Iya bagus" ucap Sean


Setelah Nayra bermain main sebentar di kasurnya, Diapun akhirnya terlelap tidur, Sean juga membaringkan dirinya di tempat tidur Nayra itu, dia menatapi wajah lucu gadis mungil yang terlelap itu, hingga tidak terasa dia pun juga ikut terlelap di sana


Dan setelah beberapa saat mereka tertidur, pintu kamar pun terbuka, dan seseorang yang masih berpakaian dokter pun berjalan masuk menghampiri tempat tidur mereka, dan tentu saja Sean langsung menyadarinya, tapi dia tidak berniat bangun dan hanya pura pura tertidur saja


"Ya ampun Man, kamu sampai tertidur di sini juga!, mamah memang benar, kalian memang cocok" ucap Lena sambil tersenyum dan melipat kedua tangannya di bawah dadanya


Lena pun menghampiri Nayra yang tidur tengkurap itu, dan mengecup ringan pipinya, dan juga memakaikan selimut pada Nayra


Meskipun mata Sean terpejam sekarang, tapi dia masih bisa melihat dengan mata batinya kalau Lena sekarang sedang memperhatikannya sambil tersenyum ke arahnya


Tidak lama Lena pun keluar dari kamar Nayra itu, dan setelah Lena menutup pintunya, Sean pun langsung menoleh ke arah Lena yang keluar, diapun segera mendudukan dirinya di kasur Nayra dan tersenyum memandangi pintu,


"Kalau kamu tau ini aku, kurasa kamu akan mencium ku juga" gumam Sean


Dia pun segera beranjak keluar dari kamar Nayra, dia sejenak memperhatikan ke arah kamar yang di tempati Lena dulu, yang bersebelahan dengan kamar yang dulu di tempati Rania juga

__ADS_1


Setelah itu dia pun segera masuk ke kamarnya sendiri, Sean langsung membasuh wajahnya di wastafel, kemudian dia menatap wajahnya sendiri di cermin, "Len, mungkin tidak akan lama lagi kamu akan bisa melihat aku yang seperti dulu lagi, tunggu saja" gumam Sean


__ADS_2