TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Dampar Si Pelaut


__ADS_3

Di tempat bermain Anak di pusat perbelanjaan, gadis kecil itu sangat senang mencoba berbagai macam permainan yang tersedia di sana, bermain trampolin, perosotan, mandi bola, naik kuda poni Karet, dan permainan lainya


Sean pun sangat senang bisa menemani putri kecilnya itu bermain, dan Setelah Nayra merasa cukup bosan bermain, diapun menghampiri para orang tua


"Apa sudah bosan main nya?" tanya Lena


"Iya, Nay sudah" ucap Nayra


"Baiklah, kalau kamu sudah puas mainnya, kita ke rumah nenek sekarang ya" ucap Sean yang langsung mengangakat Putri kecilnya itu ke dalam gendonyanya


"Nay sepertinya sudah kecapean ini, tuh lihat, keringatnya banyak sekali" ucap Rania mengeluarkan tisyu dan menyeka keringatnya itu


"Apa Sekarang kamu mau eskrim?" tanya Sean


"Mau mau mau, Nayla suka esklim"ucap Nayra bersemangat


"Baiklah ayo kita cari dulu esklim yang banyak" ucap Sean


"Jangan banyak banyak, tidak baik itu" ucap Lena mengingat kan


Mereka pun segera keluar dari area bermain anak itu dan berjalan jalan lagi sebentar di mall


Setelah itu, Sean pun membawa Nayra, Lena dan Rania kembali ke Mansion, Sean membiarkan gadis kecilnya berjalan sendiri di lantai marmer , untuk mencari keberadaan sang nenek, sementara para orang tua hanya mengikuti langkah kecilnya itu di belakang


"Neneeeeeekkkk" Nay berteriak saat melihat neneknya ada di Area belakang Mansion


"Nayra, sini sayang" ucap Kartina menggendong cucunya dan langsung mendudukanya di pangkuannya


"Nay habis dari mana ini, ko cemong gini" ucap Kartina yang melihat bekas eskrim dan coklat di pinggir mulut Nayra


"Nay habis jalan jalan sama mamah papah Nay" ucap Nayra


"Oooh, jalan jalan dari mana sayang?" Tanya Kartina


Nayra pun menggelengkan kepalanya "Nay tidak tau" ucap Nay


"Mah" Rania menghampiri Kartina dan menyalami nya


"Eh Ran, kamu kesini juga ternyata, duduk Ran" ucap Kartina


Sean dan Lena juga memberi salam dan duduk bersama di sofa area belakang Mansion itu


"Arman membawanya ke mall barusan, O yah bu, besok aku rencananya akan pergi ke pulau BB lagi untuk menjenguk seseorang yang pernah menolong ku di sana, Rania dan Nayra juga ingin ikut kesana" ucap Sean


"Begitu kah, ya jenguklah, tapi pastikan keamanan mereka benar benar terjamin, ibu tidak mau hal yang pernah menimpa mu, itu menimpa pada menanntu dan cucuku" ucap Kartina,


"Tentu saja, aku akan memastikan semuanya sendiri, aku tidak akan mempercayai orang lain untuk memastikan ke amanan mereka" ucap Sean


.........


Keesokan paginya Mereka pun segera pergi ke bandara kota J untuk melakukan penerbangan ke pulau BB, Anak buah Agam yang ikut dengan mereka Sean bariskan terlebih dahulu, untuk di periksa satu persatu, dan memastikan tidak ada yang membahayakan keselamatan keluarga nya,


Dia juga tidak membawa anggota Redbear di penerbangan kali ini, dan sengaja merahasiakanya dari anggota Redbear pusat, karena Sean tau ada mata mata R_R di dalam organisasi sekarang


Sean harus Sangat berhati-hati karena dia yakin kalau seseorang yang pernah mencelakianya dulu juga akan terus menginginkan nyawanya sekarang

__ADS_1


Dan setelah semuanya di pastikan olehnya sendiri, merekapun segera bergegas ke arah Jet pribadi dengan pengawalan ketat


"Rasanya Lena sedikit takut" ucap Lena yang menggandeng Sean


"Tidak perlu takut, tidak akan terjadi apa apa, bukan Kah kamu tidak takut waktu kamu terbang dengan rekan dokter mu?" ucap Sean


"Iya sih," ucap Lena tersenyum kaku


Mereka pun segera melangkahkan kaki untuk menaiki anak tangga pesawat untuk masuk ke kabin Jet milik keluarga itu, dan mereka segera duduk di kursi Elegan di dalamnya


"Holee, Nay naik kapal telbang" ucap Nayra girang, dia sekarang duduk di samping Rania,


Sementara Sean dan Lena duduk di sofa mewah kabin sebrang kursi mereka, mereka melirik ke arah Nayra dengan tersenyum "Apa ini kali pertama Nay naik pesawat?" tanya Sean pada Lena yang di sampingnya


"Ku rasa Iya, Iya kan kak Ran?" tanya Lena


"Iya, dia baru pertama kalinya, dia memang belum pernah ku ajak kalau aku ada kerjaan di luar kota" ucap Rania


"Oh, pantesan dia sangat girang" ucap Sean


Perlahan Pesawat mereka pun melaju di landasan pacu, itu pun membuat Nayra semakin girang, dan Pesawat itu pun segera lepas landas dan perlahan naik ke udara


Nayra pun terlihat senang melihat ke arah jendela kabin, diapun mulai melihat kalau mereka kini terus naik dan mendekati awan awan yang ada di langit, "Dadah dadah" ucap Nayra ke arah bawah "Lihat mah, lumahnya kecil kecil" ucap Nayra


"Iya, Rumah Nayra ada di sebelah sana, tuh" ucap Rania menunjuk ke luar jendela


Sepanjang penerbangan Nayra pun tidak henti-hentinya mengomentari apa yang di lihatnya di udara, namun setelah beberapa waktu penerbangan, diapun akhirnya terlelap tidur di kursinya


Dan ketika pesawat itu lending di bandara kota PP, barulah Nayra menggeliat dan terbangun karena adanya getaran dari pesawat, "Sudah sampai mah?" tanya Nayra sembari mengucek matanya


"Iya sayang, kita sampai" ucap Rania


Di dalam bandara, bos baron, Rio dan belasan anggota Redbear pun sudah menunggu Mereka,


"Master Sent, mobil mobil sudah siap menunggu Anda di luar" ucap Bos Baron menyambut mereka dengan sangat hormat


"Baik, apa kamu sudah memastikan keamanannya?" ucap Sean sambil terus melangkah


"Tentu master" ucap Bos Baron, rombongan Redbear pun langsung bergabung dengan rombongan Sean untuk mengawal mereka ke luar bandara


Setelah Zofar di masukan ke sel tahanan, Tiara memang mengangkat Bos Baron sebagai ketua di markas kota ini, dan Rio yang menggantikan tugasnya sebelumnya


Sean And family pun segera memasuki sebuah mobil suv mewah berwarna hitam yang sudah menanti mereka di luar


Di dalam mobil


"Apa mereka semua ini pengawal ibu juga?" tanya Lena penasaran


"Bukan, mereka bukan orang-orang ibu, kebetulan ibu tidak memiliki kantor cabang di pulau ini, mereka semua adalah teman ku" ucap Sean asal


"Tapi mereka sepertinya bukan orang-orang baik, kenapa kamu berteman dengan mereka" ucap Lena mengutarakan pendapatnya


Pada dasarnya Lena dan Rania memang tidak paham apa yang di urus Sean dan Tiara di organisasi, dan Sean juga tidak berniat memberitau mereka tentang organisasi lebih dalam


"Ya kelihatannya mereka memang sedikit Sangar sangar, tapi mereka sebenarnya punya hati seperti hello Kitty lho, buktinya mereka menyambut kita dengan baik kan?" ucap Sean

__ADS_1


"Iya sih" ucap Lena


Mereka pun segera di antar menuju ke daerah pesisir pantai tempat Sean Terdampar waktu itu, perjalanan dengan mobil memakan waktu lumayan lama, dan mereka juga melewati jembatan emas yang sangat ikonik dari Kota PP itu


"Waaw, ada jembatan unik juga di sini, aku belum pernah ke pulau ini sebelumnya" ucap Rania yang melihat ke luar jendela saat melintasi jembatan yang panjangnya sekitar 785m itu, jembatan yang membentang di atas aliran sungai pangkal balam yang jadi penghubung antara Kab BK dan kota PP itu


"Ya, ini memang jembatan ikonik dari kokta PP ini, aku juga sering kemari saat mengajak Rumi jalan jalan" ucap Sean


"Jadi kak Sean sering mengajak jalan gadis itu?" tanya Lena sedikit merubah mimik wajahnya


Sean pun menyadari raut wajah Lena yang mulai berubah itu "Kamu kenapa?, jangan bilang kalau kamu juga cemburu pada gadis belia seperti Rumi" ucap Sean


"Tidak kok" ucap Lena


"Tapi wajahmu mengatakan begitu,,,, Len, Rumi itu sudah ku anggap seperti saudara kandungku sendiri, dia yang mengurus ku selama aku terluka dulu, jadi kamu jangan mikir yang aneh aneh, aku bukan pedofil, tenang saja" ucap Sean asal


"Iya Iya" ucap Lena tampa merubah ekspresi nya itu


Setelah melewati beberapa waktu perjalanan, mereka pun akhirnya sampai di daerah pesisir tempat Sean Terdampar sebelumnya


Dan rombongan mobil merekapun berhenti di pinggir jalan, karena mobil memang tidak bisa langsung masuk ke pemukiman tempat tinggal pak Yunus


Mereka pun semua turun dari mobil, dan bos Baron pun langsung menghampiri Sean dan family


"Master, kita sudah sampai, apa ada yang perlu saya lakukan lagi?" ucap Bos Baron yang berdiri tegak dan menyilangkan tanganya di depan


"Carikan aku sebuah Rumah yang layak di sekitaran sini yang bisa kita beli, dan sebuah perahu nelayan yang layak, beserta alat tangkapanya sekalian, apa bisa kamu cari?" tanya Sean


"Tentu master, itu mudah" ucap Bos Baron


"Baiklah, kalau kamu sudah menemukannya, kamu hubungi aku untuk mengurus transaksi nya" ucap Sean


"Baik master" ucap Bos Baron, dan diapun beranjak dengan beberapa anggotanya untuk mencari apa yang Sean ingin kan


Sean menghela nafasnya dan memperhatikan jalanan tanah setapak di depannya yang mengarah ke pemukiman


"Di tempat ini lah aku bersembunyi dari kalian selama beberapa tahun terakhir, jauh dari kata layak kan?, apa kalian tau panggilan keren ku di sini?" tanya Sean


"Memangnya punya panggilan keren apa?" tanya Lena penasaran


"Dampar si pelauuut" ucap Sean menyenandungkan nya, dengan gaya So cool


Rania dan Lena pun sontak menertawakan sikap Sean itu


"Kenapa kalian malah menertawakan ku, apa kalian tidak merasa kasihan padaku???" tanya Sean


"Ya ya ya, Lena mungkin bisa paham, kalau kak Sean menjalani hari hari yang Sulit di sini, tapi ekspresi kak Sean tidak ada sedih sedihnya itu" ucap Lena masih tertawa kecil


"Apakah aku harus mengatakannya dengan menitikan Air mata, dan berguling guling di tanah pasir ini?" tanyaSean asal


"Tidak tidak, jangan pernah lakukan itu, atau Lena juga akan melakukan hal yang sama" ucap Lena tersenyum


"Maaf aku menyelah, tapi apa kita akan terus berbincang di sini, Nay sepertinya sudah kesemutan ini" ucap Rania


"O Iya, ayo Nay, jalan dengan papah" ucap Sean mengulurkan tangannya

__ADS_1


"Iya" sahut Nayra


Merekapun segera melangkah memasuki pemukiman itu dengan masih di kawal orang-orang yang tinggi tegap bersetelan hitam hitam di sekitar mereka


__ADS_2