
Reno pun segera membuka kunci pintunya dan membuka pintu kamar hotel, tapi baru separuh dia membuka pintu, tangan kekar tiba tiba lasung meraih kerah jas putihnya dan segera mendorongnya kedalam dengan kasar
Dan 'Habuk', "Arggh" satu pukulan keras pun langsung terhantam di ulu hatinya, dan itu pun membuatnya merasa kesakitan hingga dia kesulitan bernafas, dan pukulan susulan pun dia rasakan di belakang kepalanya, 'Buk' seketika itu pun pandanganya kabur dan keseimbangan tubuhnya hilang, hingga diapun menjatuhkan dirinya ke lantai 'Brak'
Pria yang memukulnya pun langsung melangkah masuk kedalam kamar, dan pandanganya pun langsung tertuju pada dokter cantik yang sedang menggelinjang tidak karuan di atas tempat tidur
Diapun merasa kalau ada yang tidak beres pada Lena sekarang, dia seperti menahan sesuatu yang amat sangat
Sean pun segera menghampiri Lena yang kondisinya mengkhawatirkan itu, tapi dia masih tidak manyapa Lena dan hanya menatapnya dengan bingung, karena dia tidak paham Lena itu kenapa
Lena pun juga menatap Sean dengan tatapan sayu nya itu, dia mengulurkan tangannya pada Sean "Ayolah, bantu aku" ucap Lena lirih
Sean yang khawatir pun segera meraih tangan Lena, dan menariknya hingga Lena langsung terduduk di pinggiran tempat tidur, Lena pun lansung memeluk Sean dengan tangannya yang menggerayangi punggung Sean
Sean pun sadar kalau kondisi Lena tidak normal, dan mungkin dia tidak sadar apa yang di lakukannya sekarang
"Oh, maaf tuan" ucap Yuda yang baru masuk, dia berniat untuk pergi keluar lagi karena merasa tidak enak melihat itu
"Tunggu Yuda, kamu kemari" ucap Sean sambil mencoba menahan tangan Lena yang terus menggerayangi tidak karuan, dia juga tidak ragu bicara karena Sean yakin Lena setengah sadar sekarang
"Oh,,, baiklah" ucap Yuda yang ragu, tapi dia pun menghampiri Sean dan Lena yang benar benar sudah tidak peduli siapa dan bagaimana situasinya
"Kurasa ada yang tidak beres dengan Nona, apa kamu tau ini efek dari apa?" tanya Sean
Yuda pun memperhatikan wajah Lena yang memerah dan tingkahnya yang agresif itu, "Ku rasa nona di berikan semacam obat perangsang tuan" ucap Yuda
"Sial, beraninya dia berbuat ini pada Lena" ucap Sean sedikit geram
"Kita harus apakn pria itu tuan, apa kita pukuli dia sampai habis?" ucap Yuda
Sean tertegun sejenak "Dia pria yang lumayan baik, jadi pastikan dia meminum obat yang sama dengan yang di minum Lena, aku yakin obat itu masih ada padanya, cari lah" ucap Sean
"Apa maksud tuan?" tanya Yuda penasaran
Sean tersenyum "Sewakan dia kamar lain dan carikan dia teman pria yang suka makan jeruk untuk menemaninya, dan jangan lupa abadikan momen saat mereka berbahagia, biar dia tidak lupa kalau dia pernah bahagia" ucap Sean
"Pria yang suka makan jeruk? apa maksudnya?" tanya Yuda semakin tidak paham
Sean pun menghela napasnya "Hhhhh,, Apa aku harus memperjelas soal itu" tanya Sean
Yuda pun mencoba mencerna lebih dalam lagi perkataan tuanya, dan diapun tersenyum saat mengerti maksudnya,
"Baik tuan saya paham, saya pasti akan membuat dia berbahagia dengan jeruknya" ucap Yuda
__ADS_1
"Baiklah, laksanakan dengan baik" ucap Sean
"Baik tuan" Yuda pun segera bergegas keluar dan menutup pintunya kembali
Sean pun baru sadar sesuatu "Yuda,, aduh,, kenapa aku tidak tanya bagaiman menangani efek macam ini" ucap Sean bingung
Sementara Lena semakin menjadi jadi hingga sampai menarik tubuh Sean sampai dia jatuh ke tempat tidur dan dia terus memeluk dan menggerayangi Sean
"Len sadarlah jangan begini" ucap Sean sambil menepuk nepuk wajah di balik jilbab putihnya
Dia sedikit tidak rela melihat istri polosnya bertingkah seagresif ini
"Ayo cepat, lakukanlah, aku tidak kuat" ucap Lena pelan diapun sampai melepaskan jas putihnya sekarang
"Len jangan begini kamu sadarlah" ucap Sean
Perlahan tapi pasti bagian tubuh Sean pun mulai breaksi menerima sentuhan sentuhan Lena yang agresif itu, bohong kalau Sean tidak ingin menyentuh Lena saat ini, karena dia memang sangat merindukannya, tapi dia berpikir tidak mungkin di situasi seperti ini juga,
Sean juga sadar kalau mereka sudah berpisah terlalu lama, dan dia merasa harus mengulang janji suci di depan wali, sebelum dia ingin menyentuh Lena
Sean pun menngakap kedua tangannya lagi dan menahanya "Len, sadar sayang" ucap Sean
Lena semakin berontak dan mencoba lepas dengan menggit tangan Sean yang menahan tangannya
"Aww" Sean pun melepaskan tanganya dari tangan Lena karena gigitan Lena itu
Sean kehabisan cara untuk menenangkan Lena yang begini,, dipun menggulingkan Lena hingga mereka berdua berbalik posisi jadi Lena yang di bawah kukungan Sean,
Sean langsung memeluk Lena dan bangkit dari tempat tidur dengan mengangkat tubuh mungil Lena di pangkuanya, dia langsung melangkah dan membawa tubuh Lena itu untuk ke kamar mandi
Sean langsung menurunkan Lena di bawah sower mandi hotel, dan Lena pun langsung mencoba membuka pakaian amyang dia kenakan sekarang "Ayolah lakukan disini" ucap Lena terus menggoda pertahanan Sean
Namun Sean malah menyalakn keran sower itu, hingga tubuh mereka pun langsung tersiram air dingin dari sower itu
Dan Sean langsung meraih kembali tangan Lena yang akan membuka pakainya dan menahan tangannya di dinding kamar mandi, dan kening Sean pun sengaja beradu dengan kening Lena untuk menahan pergerakan kepalan nya juga
Lena terus meronta mencoba melepaskan tanganya lagi, tapi Sean terus menahanya
"Kenapa kamu tidak melakukanya juga, ayo" ucap Lena yang terus menggedor pertahanan Sean
Jujur, pertahanan Sean sebenarnya hampir runtuh di buat Lena, jadi dia berinisiatif menyiraminya dengan Air dingin supaya dia bisa sedikit meredam libidonya sendiri, dan berharap Lena juga akan sadar
.
__ADS_1
Beberapa saat berlalu mereka tetap berada dia bawah guyuran air sower di kamar mandi, hingga tubuh mereka pun kini sudah basah kuyup dan menggigil di buatnya
Lena juga tidak terlalu berontak lagi, dan dia sudah seperti sangat kedinginan
Sean pun perlahan melepas kunciannya di tangan Lena, dan Lena pun langsung memeluk Sean lagi dengan lemas dan tidak seagresif tadi,
Sean pun sadar mereka sudah cukup lama di sana, diapun segera mematikan guyuran Air yang menghujani tubuh mereka itu
Diapun sejenak merasakan tubuh Lena yang sekarang menggigil kedinginan, diapun segera melepaskan apapun yang di kenakan Lena sekarang, tanpa terkecuali, karena ini bukan kali pertama dia berinteraksi dengan tubuh Lena, jadi dia merasa tidak canggung juga melakukannya
Lena juga tidak mencoba menahan Aksi Sean itu karena dia masih di bawah kendali obat yang di berikan Reno
Setelah semuanya terlepas dari Lena, Sean langsung meraih handuk kimono yang tersedia di kamar mandi hotel, diapun segera membungkus tubuh Lena Itu dengan handuk supaya tubuh Lena mengering dan menghangat
"Len, apa kamu sudah sadar?" tanya Sean mencoba memastikan ke adanya sekarang sambil memegang pundak Lena
"Kenapa belum melakukanya juga, ayo cepat" ucap Lena lemas Sambil menarik narik tangan Sean
Sean pun memastikan kalau efeknya masih ada, tapi sudah tidak sekuat tadi
Sean pun kembali menggendong tubuh Lena yang berbalut handuk itu untuk ke tempat tidurnya lagi, Lena juga tidak berontak dan malah terlihat lemas sekarang
Sean langsung membaringkan Lena di tempat tidurnya lagi, dan langsung menyelimuti tubuh Lena Itu dengan selimut supaya dia bisa merasa hangat kembali
Sean juga memperhatikan Lena yang sekarang, wajahnya sudah tidak merah seperti tadi, dan matanya juga sedikit teler
"Ayo lakukan" Lirih Lena lemas Sambil mencoba menyingkap selimut di tubuhnya
Sean pun tersenyum dan langsung menahan pergerakan Lena itu "Len, aku akan melakukannya, tapi nanti setelah aku menjadi diriku yang kamu suka dulu, dan saat kamu dalam ke adaan sadar" ucap Sean, dia pun hanya mengecup kening Lena sejenak
Hingga Sampai beberapa waktu Sean terus menghentikan setiap pergerakan Lena di Kasurnya, hingga Lena pun akhirnya diam dan tertidur,
Sean terus berada di sisi Lena tampa peduli tubuhnya yang juga basah kuyup,, setelah Sean memastikan tidak ada lagi pergerakan dari Lena, dia pun mulai mengingat tugas yang dia berikan pada Yuda dan Rekanya yang lain, dan diapun beranjak ke sofa untuk menghubungi Yuda
"Yuda bagimana tugasmu??" tanya Sean
📲"Lancar tuan, pria dokter itu berbahagia dengan pria jeruknya, apa perlu aku kirimkan buktinya sekarang?" ucap Yuda
Sean langsung bergidik mendengarnya, ide gilanya membalas Reno dengan itu datang begitu saja, dia sebenarnya tidak ingin melihat adegan jeruk makan jeruk seperti itu, tapi Sean berpikir Reno pasti tidak akan sadar seperti Lena sekarang,
Dan Sean butuh bukti itu untuk di perlihatkan kepada Reno saat dia sadar nanti, Sean sangat ingin melihat akan berekspresi seperti apa dia saat melihat dirinya berbuat itu
"Baik, kirimkan saja ke ponselku" ucap Sean
__ADS_1
📲"Siap tuan, segera" ucap Yuda
Sean pun mematikan panggilnnya dan ponselnya pun langsung menerima pesan dari Yuda, tapi Sean tidak langsung ingin melihatnya, karena Yuda pasti mengiriminya adegan yang menjijikkan