
Sean pun mengendarai mobil koenigsegg:one nya untuk pergi ke kantor Kartin_corp seperti biasanya, dengan di kawal 3 mobil anak buah Agam yang selalu mengikutinya kemana pun,
Meskipun sebenarnya Sean tidak membutuhkan pengawalan semacam itu untuk memastikan keselamatannya, tapi Sean juga tidak menyuruh mereka untuk berhenti mengikutinya, dan menganggap itu hanya semacam tuntutan peran untuk menunjukan identitas nya saja
Sesampainya di gedung Kartin_corp, Sean pun segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke kantor yang di besarkan oleh ibunya itu,
Di Lobi, Sean di tunggu oleh seorang wanita dan seorang pria yang duduk di sofa tunggu
"Pagi pak Arman" sapa wanita itu
"Pagi bos" ucap pria berkacamata
"Pagi,,,, apa kalian sudah jadian??" tanya Sean sambil melirik pria yang berkacamata yang tidak lain adalah (S) itu atau Sandri
"Sudah bos" ucap Sandri tersenyum
Sean pun melirik wanita cantik berkulit putih, perawakanya tidak terlalu tinggi dengan wajah yang sedikit mirip Intan, hanya saja penampilan formalnya terlihat lebih dewasa dari pada Intan, dan dia memiliki tahi lalat kecil di bawah bibirnya
"Dewi, apa itu benar??" tanya Sean
"Iya" ucap Dewi sedikit malu malu
"Baguslah, selamat kalau begitu,, semoga kalian Cocok" ucap Sean sedikit merasa lega, karena Dewi mau membuka dirinya untuk Sandri,, ya, karena tentunya memang Seanlah yang mencomblangkan mereka berdua
Dewi Sekarang bekerja sebagai staf oficer biasa di kantor Kartin_corp, karena dia juga tidak melanjutkan sekolah tingginya, sebab saat dia di bawa bersembunyi di pulau BL oleh Dirto dulu, dia meninggalkan sekolah menengah atas nya di Kota K, dan dia tidak melanjutkan nya lagi di pulau BL
Tapi Sean memberikan fasilitas lengkap pada Dewi dan ibunya di kota J InI untuk penunjang kehidupan mereka, termasuk rumah dan mobil, Sean juga meberikannya pada mereka, meskipun semuanya masih atas nama Arman,
Sean pun segera naik keruanganya yang berada di lantai paling atas gedung, mereka naik bertiga di dalam lift Ceo, dan Dewi keluar di salah satu lantai gedung tempat dia bertugas, sementara Sean Dan Sandri terus naik ke lantai atas untuk keruangan Presdir tentunya,,
Sesampainya di lantai Presdir, seperti biasa dia di sambut oleh senyum sapa dari Elisa yang sudah ada di meja kerjanya, dan adik sepupu cerewetnya juga sudah duluan sampai di ruangan itu, siapa lagi kalau bukan Intan
"Pagi kak Arman, O yah tinggu sebentar, Intan mau tanyakan sesuatu pada kak Arman" ucap Intan
"Ada apa?, kalau tidak penting tidak perlu di bahas" ucap Sean yang berhenti di depan pintu masuk ruangan nya
Intan pun menghampiri Sean dan mendekat "Dengar dengar kak Arman mau nikah lagi ya?" tanya Intan sedikit berbisik
"Kata Siapa, kamu jangan sembarangan?" ucap Sean, dia sebenarnya sedikit merahasiakan soal itu, karena dia tidak tau apa tanggapan bawahan serta rekan bisnisnya kalau mereka tau dia akan memiliki istri lagi, terutama dia tidak ingin tercium awak media seperti waktu pernikahannya dengan Lena yang membuat geger kota J waktu itu
"Akui saja, aku tau dari mamah, mamah tau dari Tante Kartina" ucap Intan
"Kalau iya memang nya kenapa??" tanya Sean
"Kamu memang tidak berubah kak, kamu memang play boy sejak lahir" ucap Intan
"Play boy itu pria yang sukanya bermain main, itu tidak cocok jika kamu sematkan padaku" ucap Sean sedikit berbisik juga
"Terus apa?" tanya Intan
"Terserahlah mau menyebutnya apa, tapi kalau itu aku tidak merasa,,,, satu lagi,, jangan sampai beritanya itu tersebar, mengerti??, aku tidak ingin menanggapi awak media yang haus berita" ucap Sean
"Oke oke, Siap, tapi harus ada imbalan tutup mulutnya itu" ucap Intan menggoda Sean
__ADS_1
"Kamu matre juga,,, tapi kok ada yah, pria yang mau pacaran dengan mu" ucap Sean asal
"Tentu saja ada, aku kan cantik, aku juga gadis baik di depan pacarku, aku hanya begini karena kamu kakak ku, juga bosku, jadi wajar saja kan??" ucap Intan tersenyum
"Ya baiklah, apapun yang kamu inginkan, tapi nanti, jangan sekarang" ucap Sean
"Oke, terimakasih kalau gitu" ucap Intan tersenyum penuh kemenangan
Sebagai pemimpin muda bertalenta yang memimpin sebuah perusahaan terkemuka, Sean memang kerap kali di jadikan objek pemberitaan di beberapa media, termasuk jadi sampul di majalah bisnis baru baru ini, dan kalau masalahnya itu terekspos ke media, tentu itu akan jadi Sebuah berita hangat yang akan jadi perbincangan, dan Sean tidak suka hal seperti itu
Sean pun segera memasuki Ruangannya, dan dia langsung duduk di tempatnya,
Tidak lama Ifan juga masuk ke ruangannya itu
"Pagi pak direktur" sapa Ifan
"Pagi fan,, O yah Fan, ada yang harus ku bicarakan sebentar padamu" ucap Sean
"Ada apa kak?" ucap Ifan langsung duduk di depan meja Sean
"Kamu pasti sudah dengar kabar aku dan Tiara kan??, aku mau minta maaf padamu soal itu,, aku jadi sedikit tidak enak padamu" ucap Sean
"Tidak apa, aku juga sadar kalau Tiara sedari awal memang menyukaimu kak, dia tidak pernah benar benar meresponku kan, ya sedikit nyesek sih, tapi aku juga punya rahasia," ucap Ifan
"Rahasia apa,??" tanya Sean penasaran
"Aku sedang medekati Seli," ucap Ifan
"Sungguh??, bagaimana bisa?" tanya Sean sedikit Heran, karena seingatnya mereka belum pernah bertemu Sealin di acara pernikahan Sean dan Rania dulu
"Baguslah kalau begitu," ucap Sean
Sean sedikit lega karena Ifan tidak terlalu berharap pada Tiara, jadi dia bisa sedikit lebih tenang sekarang,
.
.
Setelah jam makan Siang tiba, Rania mengirim pesan pada Sean untuk makan Siang bersama, jadi Sean pun janjian dengan Rania di sebuah tempat makan, dan Sean pun segera bergegas pergi ke tempat yang di inginkan Rania
Sesampainya di tempat janjian, Sean pun mencari sosok wanita jangkung yang mungkin sudah lebih dulu sampai di Restoran itu, dan memang benar Sean melihat Rania duduk di salah satu meja di dalam Restoran itu, dia mengenakan stelan formal nya dengan berbalut hijab coklat di kepalanya
"Hay Ran,, apa sudah lama nunggu?" tanya Sean basa basi pada Rania sembari menghampirinya,
"Tidak, aku juga baru datang Kok" ucap Rania tersenyum ke arah Sean yang baru datang
"Apa sudah pesan makan??" tanya Sean
"Sudah,, aku pesan sekalian buatmu juga,, maaf kalau tidak sesuai dengan yang kamu ingin makan?" ucap Rania
"Tidak apa, kita satu selera ini kan, jadi tidak mungkin kamu memesan makanan yang aneh buatku" ucap Sean asal, diapun langsung duduk di kursi sebarang Rania
"O yah, Apa kamu sudah bertemu lagi dengan Tiara?" tanya Rania
__ADS_1
"Belum, semenjak dia keluar rumah sakit aku belum bertemu lagi denganya, kenapa memang?" ucap Sean
"Kalau Gitu kita temui dia siang ini, dia sekarang punya kegiatan baru lho," ucap Rania
"Sungguh??, kegiatan apa??" tanya Sean penasaran
"Ada pokonya, nanti kamu lihat saja" ucap Rania
"Baiklah" ucap Sean sedikit penasaran
Setelah makanan mereka datang, mereka pun langsung menyantapnya,
Setelah makanan mereka habis, mereka pun segera pergi untuk menemui Tiara, tapi Rania tidak pergi ke markas Redbear, melainkan mengajak Sean untuk singgah di sebuah toko bunga yang terdapat banyak sekali bunga yang beraneka ragam warna dan jenisnya
Semerbak wangi dari macam macam bunga pun langsung masuk ke indra penciuman Sean yang baru saja turun dari mobilnya, Sean pun langsung menoleh pada Rania yang juga baru turun dari mobilnya
"Kamu mau bunga??,, maaf, aku memang tidak sempat beli bunga untuk mu tadi" ucap Sean merasa sedikit tidak enak
"Aku tau kamu bukan tipe pria romantis, aku juga bukan tipe wanita yang akan memaksamu untuk membelikanku bunga,, aku mengajkakmu kemari untuk menemui seseorang" ucap Rania
"Oh" Sean pun langsung melangkah berdampingan dengan Rania untuk masuk ke toko itu, Sean sekilas memperhatikan bunga bunga indah yang ada di sekelilingnya, di jarang sekali berkunjung ke toko bunga seperti ini, paling hanya pernah satu atau dua kali saja
Sesampainya di dalam, Sean pun melihat seorang wanita yang sedang membenahi bunga di tokonya, tapi Sean belum bisa melihat wajahnya karena dia membelakanginya
"Coba kamu tebak, siapa wanita berbaju merah muda itu" tanya Rania
"Mana ku tau, aku belum melihat wajahnya,, apa dia temanmu?" tanya Sean
"Bisa di bilang begitu" ucap Rania
Merekapun semakin mendekati wanita itu, dan setelah mereka begitu dekat,, Rania pun menepuk bahu si wanita berambut panjang itu "Hey" ucap Rania
Wanita itu pun langsung menoleh pada Rania "Hey Ran," ucap Tiara yang belum menyadari kalau ada Sean bersama Rania, dan setelah sadar dia pun melirik, Tiara langsung tersenyum kepada Sean dengan sedikit ragu "Hay, sudah lama tidak ketemu" ucap Tiara
Sean pun memperhatikan penampilan Tiara yang sekarang terlihat sangat feminim, tidak terlihat Tiara yang biasanya sedikit tomboy, sangar, dan galak, Tiara sekarang mengenakan bawahan rok panjang, dengan blazer merah muda, dangan bando putih yang terpasang di rambutnya
"Kamu punya toko bunga sekarang?" tanya Sean sedikit menelisik
"Ya coba coba lah, aku juga ingin merasakan hidup seperti wanita normal pada umumnya, tidak melulu soal Organisasi" ucap Tiara
"Bagus sih, tapi kalau kamu di sini siapa yang mengurus organisasi" tanya Sean
"Ada Paman Dama yang mengurusnya, Dia juga kan sudah lama menginginkan posisi pemimpin, ya apa salahnya jika aku mempercayakan organisasi pada dia sementara, aku ingin mencoba menikmati hidup ku di sini" ucap Tiara
"Ada ada saja kau" ucap Sean tersenyum
"Sebentar" ucap Tiara beranjak dari hadapan Sean dan Rania
Tidak lama Tiara pun kembali dengan dua tangkai mawar berwarna kuning di tanganya "Untuk kalian" ucap Tiara
"Untuk ku????, mungkin biasanya pria yang memberikan bunga untuk wanita, tapi karena kamu punya banyak bunga, jadi terbalik ya,,, tapi ngomong-ngomong kenapa harus mawar kuning, bukan kah ini melambangkan persahabatan" tanya Sean asal
"Oh, ku pikir seleramu sama dengan Rania, aku, aku, tidak Melihat maknanya sih, sinih aku ganti kalau gitu" ucap Tiara, dia pun berniat mengambilnya kembali dari tangan Sean untuk menggantinya dengan bunga lain
__ADS_1
"Tidak perlu di ganti,, apa salahnya jika bunga ini melambangkan persahabatan kan??," ucap Sean