
Setelah Sean selesai menghubungi Yuda, diapun hanya berdiam di sofa dan tidak berniat kemana mana lagi, dia tidak bisa meninggalkan Lena yang dalam kondisi seperti itu, jadi Sean pun hanya berniat menunggu nya sampai dia bangun
"Len, aku sudah memberi Reno sedikit pelajaran karena sudah berani melakukan ini padamu, kita lihat saja akan seperti apa dia setelah ini" ucap Sean
Sean memang mengikuti mereka diam diam sedari mereka keluar dari rumah Sakit, dia tidak bertindak sejak awal karena mereka terlihat normal normal saja pada awalnya, dia pun sempat mengira kalau kekhawatiranya pada Lena itu hanya semata karena dia cemburu pada Reno, tapi memang filingnya selalu benar
Diapun terjaga di sofa hampir semalaman dengan kondisi pakaian yang basah, dia terus memperhatikan ke Arah Lena yang cukup pulas tertidur di sana, entah kapan dia mulai merasa ngantuk dan menutup matanya dengan duduk bersandar di sofa itu
.
~
Keesokan paginya di sebuah kamar hotel yang tidak terlalu mewah ini sesosok wanita terlihat menghampiri dam berdiri di depan seorang pria yang duduk dan masih tertidur di sofa kamar hotel itu
Sean pun bisa merasakan ada seseorang yang baru saja menghampiri nya, jadi diapun segera membuka matanya, Sean pun langsung melihat wajah Lena yang menggelap dan menatap tajam padanya
Dan 'Plaaaaaakkkk' sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Sean
Sean sedikit kaget karena baru saja dia bangun tidur dan langsung di tampar Lena seperti itu
"Bajingan kamu" ucap Lena dengan sedikit marah
Sean yang masih memalingkan wajahnya pun langsung tersenyum, 'Andai kamu tau ini aku, akan kah kamu menamparku seperti ini' batin Sean
Sean pun mengalihkan pandangannya lagi pada wajah Lena yang cantik itu, diapun bisa melihat kalau Lena sekarang menangis dan perlahan memundurkan badannya ke arah kasur lagi
Lena pun mendudukan dirinya di pinggiran kasur dan menangis tanpa suara di sana, hanya deraian Air mata yang mengatakan semua kekecewaan nya pada Reno dan pada Sean yang masih di anggapnya orang lain
Sean pun merasa tidak tega melihat Lena yang seperti ini, dia pun berniat untuk membuat nya tenang dan tidak lagi menyembunyikan Suaranya pada Lena "Aku, aku tidak melakukan apapun padamu,, hac, hac, hacciuh" ucap Sean yang di barengi bersin
"Bohong!, apa kamu kira aku ini gadis kecil yang bisa di bodohi olehmu, aku kecewa padamu" ucap Lena
Sean sedikit heran kenapa Lena tidak mengenali suaranya itu, menurutnya mustahil kalau Lena lupa, 'Haciuh' "Aku bersumpah, aku hanya melepas dan mengganti bajumu saja semalam, tidak lebih" ucap Sean meyakinkan
__ADS_1
Sean pun mulai sadar kalau memang suaranya sedikit serak sekarang 'Pantas saja Lena tidak kenal suaraku, ah sial' pikir Sean yang sadar kalau dia memakai baju basah semalaman, dan dia mungkin masuk angin dan flu, hingga membuat tenggorokan nya sedikit tidak nyaman
"Hanya melepas katamu, kamu sudah melihat semua area pribadiku, dan kamu bilang itu hanya, kamu memang bajingan" ucap Lena yang tetap meneteskan air matanya
"Tapi aku melakukanya dengan mata terpejam, sungguh" ucap Sean mencoba mencari penjelasan yang bisa menenangkan
Tapi Lena tetap tidak menyurutkan air matanya, malah terlihat semakin deras dan di barengi dengan cegukan "Aku tidak rela tubuhku di lihat oleh orang sembarangan, apa lagi sampai di sentuh, kecuali kalau orang itu suamiku" ucapan Lena terhenti sejenak dan dia mengambil Nafas panjang
"Kalau kamu memang laki laki, nikahi aku segera" ucap Lena dengan nada berat
Sean sedikit kaget mendengar pernyataan Lena itu, menikahi Lena lagi memang hal yang di inginkan Sean, tapi dia ingin itu nanti setelah keadaannya normal seperti dulu,
"Aku, aku, aku bersedia" ucap Sean sedikit ragu
"Kalau begitu kamu harus ikut aku ke ke kota B, untuk meminta restu dari kedua orang tuaku, apa kamu bersedia?" ucap Lena
"Baiklah, aku bersedia" ucap Sean, dia sedikit bingung harus bahagia atau sedih karena Lena mengajaknya menikah lagi, tapi dia masih mengira Sean orang lain
Di sisi Lain Sean merasa bangga bisa menemukan wanita seperti Lena yang sangat menjaga nama baiknya, meskipun statusnya di publik sekarang dia seorang janda, status yang selalu di identikan dengan sifat sedikit nakal dan bergairah, namun itu sama sekali tidak nampak pada diri Lena, Lena masih bisa menghargai dirinya sendiri seperti saat dia masih seorang gadis perawan
"Baiklah" Sean pun dengan segera beranjak dari duduknya dan pergi keluar kamar, diapun langsung pergi dari Hotel untuk mencarikan Lena baju di tempat yang tidak jauh dari Hotel
Tentunya tidak sulit untuk Sean mencari pakaian yang cocok untuk Lena, dia sudah tau betul ukuran dan model yang Lena sukai, juga sudah lumayan hapal ukuran pakaian dalaman untuk Lena
Setelah Semua perlengkapan Lena sudah di tanganya, dan Sean juga sudah mengganti bajunya dengan pakaian baru, diapun segera kembali ke kamar Hotel Lena lagi, Sean pun melihat kalau Lena tidak merubah posisinya duduknya tadi, dia tetap duduk di pinggiran tempat tidur dengan tetap memakai handuk kimononya
"Ini, semuanya sudah ada di sini" 'Haciuuuhhh' ucap Sean sambil bersin bersin,, dia pun segera menyimpan beberapa paper bag di tempat tidur di samping Lena
"Baik, terimakasih, Kamu keluar dulu, nanti aku nyusul" ucap Lena
"Baiklah" ucap Sean dan 'Haciuuuhhh' lagi lagi bersin
Sean pun bergegas keluar lagi dan menunggu Lena di depan pintu kamarnya dengan Yuda dan satu Rekanya juga
__ADS_1
Tidak lama Lena pun keluar dengan sudah menggunakan setelan baju dan hijab yang di belikan Sean untuk nya, dan juga memakai jas putihnya lagi karena memang itu tidak basah semalam
"Sudah, ayo pergi," ucap Lena kepada mereka bertiga
Mereka pun segera mengikuti langkah Lena untuk beranjak dari sana
Namun tiba tiba sesosok pria yang ketakutan keluar dari salah satu pintu kamar di depan Lena, dia terlihat tergesa memakai sepatu nya, dan bajunya terlihat sedikit berantakan,
Ya,, itu Reno, yang sudah menghabiskan malamnya dengan pasangan jeruknya, dia terlihat cukup depresi karena kejadian yang di luar rencananya itu
Dia pun melihat ke Arah Lena yang berjalan ke arahnya di lorong Hotel itu, diapun segera menghampiri Lena yang di kawal 3 orang berpakaian hitam hitam itu,
"Len, Len, apa yang terjadi semalam?" tanya Reno gugup
Lena pun langsung mengangkat tanganya dan 'Plaaaaakkk' bunyi tamparan keras pun terdengar nyaring di lorong Hotel itu
Dan tapak lima jari pun tergambar jelas di pipi Reno
"Harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang ingin kamu lakukan padaku semalam, kamu pasti menaruh sesuatu di air yang ku minum kemarin kan? pengecut" ucap Lena sangat marah
"Len, Len, aku minta maaf Len, aku tidak ada maksud begitu pada awalnya Len, sungguh" ucap Reno memelas
"Aku tidak mau dengar alasan mu, pengawal, pukuli dia dan bawa dia ke pos keamanan, bilang pada satpam hotel kalau pria ini telah berbuat tidak senonoh pada pengunjung hotel ini" ucap Lena dengan nada tinggi
Sean sampai Heran, karena baru kali ini dia melihat Lena semarah ini, yang dia tau Lena orangnya lemah lembut, dan dia tidak pernah menyangka kalau Lena bisa marah juga
Sean pun tersenyum dan langsung maju ke hadapan Reno dengan senang hati, dia memang sanagt ingin melakukan itu
"Len Len, semuanya bisa di jelasin Len jangan lakukan ini padaku Len" ucap Reno ketakutan
"Kamu sudah bersenang senang semalam kan? jadi Sekarang waktunya tangis tangisan" ucap Sean sambil tersenyum puas
Sean pun langsung memukul lagi perut Keno hingga beberapa kali, hingga Reno terjerembab ke lantai "Ampun Ampun" ucap Reno
__ADS_1
Sean juga beberapa kali menendang nendang ringan punggung Reno di lantai, dan Setelah di rasa cukup Sean pun memaksa Reno berdiri lagi dan menyeret nya jalan untuk di bawa ke pos keamanan hotel untuk di adili, sesuai dengan permintaan Lena