TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Mempercayainya


__ADS_3

Sean pun hanya menunggu mereka mandi di kursi yang ada di teras Rumah Lena, dia hanya sesekali melirik pintu yang masih tertutup itu


Tidak lama ada yang keluar dari pintu, sontak Sean langsung melirik ke arah pintu itu, berharap langsung melihat sosok dokter mungil dan gadis lucu itu lagi, namun sayangnya bukan mereka yang di lihatnya keluar dari pintu


"Minumnya mas" ucap seorang asisten rumah Lena yang mengantar secangkir teh hangat pada Sean


Sean pun hanya mengangguk padanya, dan setelah menaruh minuman di atas meja, asisten Lena pun segera masuk kedalam lagi


Sean pun membuka maskernya dan segera menyesap teh hangat itu, dia merasakan kalau pagi ini adalah pagi yang sangat indah, di mana dia bisa merasakan kembali dekat dengan seseorang yang sangat dia cintai


Beberapa saat berlalu, Sean masih terduduk di sana menikmati asrinya pemandangan halama rumah di pagi yang cukup cerah ini,, tiba tiba pintu rumah pun terbuka, dan seorang gadis kecil nan lucu pun langsung berlari ke Arahnya


Diapun langsung berdiri di hadapan Sean "Om, Naila udah cantik" ucap Naira yang menghampiri Sean itu


Sean pun tersenyum melihat putrinya yang sudah di dandani oleh Lena itu, dia Sekarang memakai setelan sweter lucu dengan rambut yang di ikat dua, dan dia juga menggendong tas kecil berbentuk boneka,


Sungguh pemandangan yang sangat menggemaskan bagi Sean


Sean pun langsung menggendongnya lagi dan mencium pipinya, Sean pun bisa menghirup aroma khas dari balita yang baru selesai mandi, sungguh sangat menyegarkan hidung Sean


"Naira,,, kamu ini, kenapa kamu kabur-kaburan terus sih" ucap Lena yang baru saja keluar dari pintu


Dia pun langsung melihat ke Arah Naira yang sudah duduk di pangkuan Sean sekarang, dan diapun sejenak memperhatikan wajah Sean yang tidak tertutup maskernya sekarang


"Bentar bentar,,, apa kamu ini sebenarnya Dampar dari pulau BB kah? kamu kakak dari pasien Rumi waktu itu kan?" ucap Lena yang merasa pernah melihat wajah Sean itu di sana


Sean pun sadar kalau maskernya lupa di pakainya, jadi Sean pun tidak ada cara lain selain mengangguk saja, karena memang benar itu dia


Lena yang melihat anggukan Sean pun tertegun karena merasa sedikit heran "Kok kamu bisa kemari dan jadi anak buah Agam?, kebetulan yang aneh" ucap Lena,


Meskipun Lena ingin bertanya banyak, tapi dia tidak melakukan nya, dia pikir kalau Sean menjawabnya dengan bahasa isyarat dia juga tidak akan mengerti


Lena pun segera menghampiri mereka berdua "Ayo sayang kita pergi" ucap Lena


Sean pun menatap lekat wajah Lena yang berbalut jilbab pink itu sekarang,, 'Cantik' itulah kata yang selalu terbersit di hatinya saat memandang wajah Lena,,, kata sayang dari Lena pun juga terdengar Sangat indah di telinganya, tapi sayangnya dia juga sadar kalau itu bukan di tujukan untuknya


"Jadi aku harus panggil kamu Dampar atau Man?" tanya Lena


Sean pun hanya mengangkat telapak tanganya mengisyaratkan kata 'Terserah'


"Ya sudahlah, panggil Man saja kalau gitu," ucap Lena


Sean pun segera bangkit dengan menggendong Naira lagi, setelah mereka di depan mobil, Sean berinisiatif untuk meminta kunci mobilnya pada Lena, karena dia ingin membawakan mobilnya untuk Lena


"Kamu mau bawa mobilnya?" tanya Lena

__ADS_1


Sean pun mengangukan kepala


"Baiklah,,, sayang kamu ke mamah kalau gitu, Om nya mau bawa mobil" ucap Lena sambil mengulurkan tangannya pada Naira


Naira pun menurut saja dan beralih kepangkuan Lena, dan mereka pun segera masuk ke dalam mobil


Sean pun segera melajukan mobil itu menuju ke rumah sakit tempat Lena bertugas, dan juga adalah rumah sakit tempat di mana Kartina di rawat


Setelah beberapa menit kemudian merekapun segera tiba di parkiran rumah sakit lagi dan Lena pun langsung turun dari mobilnya


"Hay dokter Lena, kebetulan kita barengan" ucap Reno yang menghampiri Lena yang baru turun dari mobil dengan menuntun Naira


"Barengan gimana, orang kamu dari tadi nunggu di sini kok,"ucap Gina yang juga sama menunggu Lena


"Dokter Gina buka kartuku saja, kan itu cuma basa basi" ucap Reno ngeles


"Hallo cantik, papa doktel Gendong ya" ucap Reno pada Naira dengan sedikit merendahkan badanya


"Tidak mau, Naila sudah punya papah balu" ucap Naira menolak


Reno pun langsung tertegun dengan penolakan Naira itu, padahal dia sebelumnya jarang menolak ajakanya, "Naira punya papah baru?, siapa?" tanya Reno penasaran


"Papa Naila sekalang papa Om, papa doktel bukan papa Naila lagi" ucap Naira


Reno pun langsung menoleh pada Lena dengan tatapan bingung, karena dia penasaran dengan ucapan Naira itu, "Len, siapa maksud Naira itu?, apa ada seseorang yang sedang dekat dengan mu selain aku?" tanya Reno curiga


"Len, aku sudah menanti mu selama bertahun-tahun ini, aku juga tidak masalah kamu pernah menikah, kalau sekarang ada pria yang dekat dengan mu lagi, itu artinya kamu tidak menghargai penantianku" ucap Reno sedikit menaikan nada bicarannya


Tiba tiba ada seorang perawat yang menghampiri mereka, "Sayang, ngapain masih di sini sih?, ngurusin janda gatel lagi iw,, ayo kita masuk saja" ucap Akila


"Harusnya kamu tau sendiri alasanya kan" ucap Lena acuh tak acuh


"Len, ayolah ini juga karena kamu yang tidak kunjung mnerimaku kan, kalau kamu mau menerima ku, aku akan putuskan Akila" ucap Reno


"Sayang kok gitu sih, masa lebih milih janda ini daripada aku, aku lebih cantik darinya, aku juga lebih tinggi, masih gadis pula, ayolah, kita masuk" ucap Akila menarik tangan Reno


Akila sangat tau kalau Reno sangat menginginkan Lena, dia jadian denganya juga semata hanya untuk memanas manasi Lena saja,


Akila sebenarnya juga cantik, berkulit putih, bertubuh tinggi, dan berambut panjang, usianya masih sekitar 20 tahunan, lebih muda 5 tahun dari pada Lena, tapi sifatnya jauh berbeda dari Lena, bisa di bilang kalau Akila sedikit matre dan posesif


Reno pun ditarik Akila untuk pergi dari area parkir itu, "Len, nanti kita bicarakan lagi ini" ucap Reno yang tidak bisa menahan tarikan Akila itu


Lena pun hanya tersenyum padanya, dia memang tidak menyimpan rasa apapun pada Reno dari dulu, hatinya memang kini sudah beku, hingga tidak ada yang dapat menjamah atau menghangatkan hatinya lagi setelah Seannya pergi,


"Jangan hiraukan perkataan kila Len, dia hanya cemburu saja padamu" ucap Gina

__ADS_1


"Tidak apa," ucap Lena dia pun segera melangkah ke depan "Astagfirullah, kamu ngagetin saja Man" ucap Lena yang melihat Sean berdiri di depan mobilnya


"Ngagetin gimana, orang dia dari tadi berdiri di situ, O yah siapa dia Len?" tanya Gina


"Oh,,. aku yang kurang fokus ya?" ucap Lena tersenyum "Dia pengawal yang di tugasakan mamah untuku" ucap Lena menjelaskan


"Masa sih, biasanya juga kamu tidak mau di kawal kawal" ucap Gina


"Mamah memaksa Gin" ucap Lena


"Oh" Gina pun sejenak memperhatikan Sean yang berdiri di depan mereka itu


"Perwakanya bagus Len, hanya saja wajahnya kok gitu ya" bisik Lena


"Tante bisikin apa ke mamah, Naila mau tau" ucap Naira menarik narik baju Gina


Gina pun langsung menoleh ke bawah ke arah Naira "Eh Naira, tante lupa kalau ada kamu, apa mau Tante Gina gendong?" tanya Gina


"Enggak mau, Naila mau di gendong papa Om" ucap Naira


"Papa Om siapa?" tanya Gina


"Itu papah Om Naila" ucap Naira menunjuk Sean


Gina pun sedikit bingung, dia tau kalau Naira itu susah akarab dengan orang lain, apa lagi orang yang baru di temuinya


Sean pun tersenyum mendengarnya, diapu segera berinisiatif menghampiri dan menggendong Naira lagi,


"Naila mau ke sana Om" ucap Naira menunjuk ke tempat yang banyak penjual makanan di area luar rumah sakit


Sean pun langsung melangkah ke arah yang di tunjuk Naira itu


"Hey, tidak boleh jajan sembarangan ya!, jangan beli permen atau eskrim, beli kue saja" ucap Lena yang melihat mereka sudah bergegas


Lena dan Gina juga segera melangkah untuk masuk ke area ruma sakit


"Len, ada apa ini?, kenapa Naira bisa seakrab itu dengan pengawal baru mu itu, kamu juga sepertinya sangat mempercayainya" ucap Gina sangat heran


"Entahlah,aku juga tidak tau, justru karena dia sangat akrab dengan Naira, jadi mamah memaksaku untuk menerimanya jadi pengawal ku, aku juga bingung, kenapa rasanya aku sangat percaya padanya" ucap Lena


"Begitu ya, itu sedikit aneh Len" ucap Gina


Merekapun segera memasuki rumah sakit tampa menunggu Sean dan Naira kembali,


Sementara Sean sekarang sedang menuruti semua yang di inginkan Naira, beli ini beli itu, mau kesana mau kesini, dia dengan senang hati menuruti apapun yang di inginkan oleh putri nya

__ADS_1


Dan semacam ada kesenangan tersendiri untuk Sean, ketika dia bisa menuruti semua permintaan dari putrinya itu


__ADS_2