
Sean tau kalau dirinya di incar seseorang dari kegelapan, jadi dia terus berwaspada dan mencoba mencari dari mana serangan itu berasal, dia pun mulai melangkah perlahan ke kegelapan pekarangan rumah yang di datanginya itu
"Keluar lah, tidak perlu malu malu padaku" ucap Sean sambil melangkah maju
"Issho ni Kogeki suru" (\= 'Serang bersamaan' dalam bahasa negara JP)
Dan tiga orang dari kegelapan pun langsung keluar dengan bilah pedang pendek di tangan mereka yang langsung melesat ke arah Sean secara bersamaan, dari arah yang berbeda
Sean terperangah bukan karena serangan mendadak mereka, tapi karena bahasa yang di dengarnya tidak dia mengerti
Sean pun langsung menghindar serangan mereka dengan beberapa Kali salto kebelakang, dan langsung memantapkan kembali kuda kudanya untuk bersiap menerima serangan lagi
Para penyerang yang tidak menyangka Sean bisa menghindar pun sedikit tertegun, mereka pun segera melesat ke arah Sean dengan saling Silang dengan gerakan yang cepat, gerakan mereka yang cepat di dalam keremangan itu hampir tidak terlihat oleh kasat mata
Karena mereka memang menggunakan pakaian hitam hitam dan tergos hitam juga, dan gerakan mereka memang sangat lincah
Sean pun sedikit tidak fokus dengan gaya serangan mereka yang membingunkan itu, dan Sean pun sebisa mungkin menghindari keahlian pedang mereka yang cukup cepat itu, Sean sedikit kewalahan menghindari tiga pucuk pedang ninja itu, pergerakan mereka sangat susah di tebak oleh Sean, dan kecepatan menyerang nya sangat terlatih
Dan setelah beberapa saat Sean terus menghindar, dan mulai mempelajari gerakan mereka itu, Sean pun sedikit bisa mengira ngira serangan seperti apa yang akan mereka lakukan, Sean pun mengambil keuntungan dari tebakannya itu,
Saat pergerakan mereka yang saling silang itu kembali di lakukan, Sean menargetkan satu pedang lawan untuk dia tendang, dan saat mereka menebaskan pedangnya ke arah Sean, 'Sreeeett' Sean pun membuat gerakan salto dan menendang salah satu tangan ninja itu cukup keras 'Pak'
Alhasil pedang yang di pegang salah satu ninja itu terpental ke atas, dan beruntung nya, pedang yang mental dari atas itu mengarah tepat ke arah Sean berdiri sekarang, Jadi Sean pun tidak menyia-nyiakan hal itu dan langsung menangkapnya di udara
"Ini Baru adil" ucap Sean, diapun langsung menggunakan pedang itu untuk menyerang balik mereka
Orang yang kehilangan pedangnya itu pun tidak tinggal diam, dia mengeluarkan pisau runcing khas ninja yang di bawanya
Dan pedang mereka pun mulai Beradu dan mengeluarkan suara yang nyaring, Sean sekarang mulai terbiasa dengan serangan silang mereka dan tetap bisa fokus untuk melawan mereka
Meskipun ini kali pertama Sean memegang sebuah pedang, Sean masih bisa unggul dari mereka berkat ketajaman instingnya untuk bertahan dan menyerang,
Serangan yang cepat dari mereka pun bisa Sean tahan dan hindari, sampai akhirnya satu persatu ninja itu terkena sayatan dari pedang Sean di tubuh mereka
Tehnik Sean sangat sederhana dan tidak terlalu cepat karena tidak terlatih bertarung menggunakan bilah pedang, tapi akurasinya serangan Sean selalu tepat sasaran meskipun di suasana gelap,
Itu yang membuat tiga ninja mahir dari negeri matahari terbit itu kewalahan, dan pedang yang mereka pegang berhasil Sean jatuhkan ke tanah
"Bakkuaofu" ucap salah satu dari mereka, mereka pun langsung mundur dengan cepat ke tempat yang lebih gelap untuk sembunyi dari Sean, karena pedang mereka sudah Sean jatuhkan jadi mereka sedikit terdesak
"Ayolah, ini belum Selesai, jangan lari dari pertarungan,, Kurasa kalian ini cukup terlatih, aku hanya seorang pemula,,, l yah bagaiman caranya bicara dengan kalian, aku tidak mengerti ucap kalaian itu" ucap Sean sambil mengangkat pedangnya di bahu, dia melangkah ke tempat yang lebih gelap itu tanpa rasa takut
'Sret sret sret' mereka yang bersembunyi pun melempar besi bintang lagi ke arah Sean
Dan 'tring 'tring 'tring' Sean bisa menangkis beberapa dan menghidari yang tidak bsa dia tangkis dengan pedang pendek itu
Mereka pun menyerang lagi dengan pisau runcing saat Sean memasuki tempat gelap, dan Sean pun tetap bisa mengimbangi mereka dan malah semakin unggul karena stamiana mereka sudah cukup terkuras
Tapi Sean sedikit kesulitan untuk melukai mereka lagi karena mereka bisa menahan pedang Sean dengan menyilangakan tangan, karena terdapat plat besi yang mereka gunakan sebagai pelindung tangan
Tapi bukan Sean jika tidak bisa mengalahkan mereka dengan setaminanya yang masih full itu
__ADS_1
Dan satu persatu ninja itu pun tumbang di tangan Sean
"Cuma segini kemampuan Kalian??, katakanlah,, Siapa yang menyuruh kalian??, O Iya aku lupa, aku tidak bisa bahasa kalian" ucap Sean sambil mengarahkan ujung pedangnya pada salah satu dari mereka
Namun saat Sean bertanya, salah satu dari mereka melempar serbuk dari tanganya ke arah wajah Sean
"Aaaah, apa ini, perih" meski Sean sedikit menghindarinya dengan mundur, tapi Sean merasa kalau matanya perih karena serbuk itu ada yang masuk ke matanya
"Hashiru" triak salah satu dari mereka, dan ketiga ninja itu pun bangkit menjauhi Sean sambil melemparkan pisu runcing nya kepada Sean 'Sriiinggh'
'tring' Sean masih bisa merasakan bahaya dan menangkis pisau itu meskipun dia sedikit tidak fokus karena perih di matanya
Dan ketiga ninja itu berhasil kabur dengan keahlian meloncatnya dan memanjat dinding samping pagar
Sementara Sean mengucek matanya mencoba membuang serbuk yang tersisa di matanya
"Master, master, apa anda tidak papa?" tanya Rio yang baru masuk dengan beberapa anggota
"Tidak apa, Apa kamu melihat orang yang keluar lewat samping barusan??" tanya Sean yang mencoba membuka matanya meskipun sedikit perih
"Iya, mreka berhasil di lumpuhkan oleh anggota, mereka terluka parah master, jadi mudah menangkap mereka" ucap Rio
"Syukurlah Jika kalian menangkapnya, Sekarang kalian cari putriku di dalam, mereka membuat mataku perih" ucap Sean
"Baiklah, ayo periksa ke dalam" ucap Rio pada Rekannya
Rio dan Beberapa Anggotanya pun masuk dengan mendobrak pintu Rumah itu dan mencari Nayra kedalam, sementara Sean yang matanya masih terasa perih pun membasuh wajahnya dengan air mineral yang di bawakan anggota lain
"Master, kami tidak menemukan Putri anda, di dalam Tidak ada siapa pun, kami hanya menemukan sebelah sandal yang persis dengan yang di temukan anda di jalan pantai, sepertinya mereka memang pernah di sini, tapi sekarang tidak ada" ucap Rio
"Apa kamu sudah menyisir semua bagian rumahnya dengan teliti?" tanya Sean
"Sudah Master, tidak ada bagian rumah yang kami lewatkan, kami juga menyisir Area belakang tapi tidak menememukan siapa pun" ucap Rio
"Sepertinya mereka mempermainkanku, mereka bukan penculik biasa ternyata, kita cari mereka ke tempat pemilik mobil" ucap Sean, alamat sang pemilik mobil memang bukan tempat ini, dan mana dia tau kalau ini hanya mengecoh Sean
Mereka pun segera meninggalkan tempat itu menuju ke tempat sang pemilik mobil yang membawa Nayra
.
.
Beberapa saat kemudian merekapun telah tiba di salah satu rumah yang berukuran sedang dengan pagar rumahnya yang pendek
Sean mulai memperhatikan kedalam pagar rumah itu, dan dia melihat mobil yang membawa Nayra itu ada di dalam, Sean pun yakin kalau orang yang membawa Nayra juga ada di dalam rumah itu
Sean dan anak buahnya pun segera turun dan langsung masuk dengan meloncati dinding pagar rumah itu, dan segera mendobrak pintu masuknya,
3 Orang pria yang duduk di dalam ruangan itu pun sontak kaget dan langsung mencoba melarikan
Namun anggota Redbear dengan sigap menyergap mereka dan menghajar nya tanpa ampun 'Buk buk buk buk buk'
__ADS_1
Sean pun langsung mendekati salah satu pria yang sudah tergeletak di lantai karena di pukuli itu, dia langsung menjambak rambut pria yang membawa Nayra di rekaman Cctv itu
"Apa kamu yang menelponku tadi, kalau iya aku akan segera memisahkan kepala dari badan mu sekarang juga,,,,, belati" pinta Sean pada anggota
Salah satu anggota pun langsung memberikan apa yang di minta Sean
"Ti tidak, itu bukan aku, aku hanya di bayar untuk melakukan ini, ada seseorang yang membayar kami, jangan bunuh aku, aku mohon" ucap Pria itu ketakutan
"O yah, jadi siapa orang yang menyuruhmu menculik putriku??, katakanlah, atau belati ini yang akan berbicara" ucap Sean menaruh belati di leher pria itu
"Aku aku tidak tau nama lengkapnya, dia hanya memperkenalkan dirinya sebagai R_R, itu saja yang ku tau" ucap Pria itu semakin ketakutan
"Masih dia ternyata, Baiklah, dimana dia sekarang, dan di mana Putri ku" tanya Sean sdikit menaikan nada bicaranya
"A aku tidak tau dia di mana, dia hanya menyuruh kami menjaga Putri, Putri anda sekarang ada di kamar itu, dengan seorang wanita yang jadi kepercayaan R_R" ucap Pria itu menunjuk ke arah salah satu pintu kamar
"Baiklah, tapi urusan Kita belum Selesai, kita perhitungkan lagi nanti" ucap Sean yang langsung menuju ke kamar yang di tunjuk pria itu
Dan 'Braaaaakk' Sean langsung menendang pintu itu krena di kunci dari dalam
"Papapaaaaaah Nay mau pulang" triak Nayra yang melihat itu Sean yang masuk, dia sedang di paksa seorang wanita untuk keluar lewat jendela
Sementara wanita yang memaksa Nayra itu kaget saat pintunya di tendang, Seketika dia memalingkan wajah dan langsung meloncat ke luar jendela tampa membawa Nayra
"Hey, jangan lari kau,,, cepat tangkap wanita itu" ucap Sean
"Baik", beberapa bawahannya pun segera mengikuti wanita itu meloncat ke jendela untuk mengejar
Sementara Nayra Langsung berlari menghampiri Sean dengan menangis, Sean pun langsung menyambutnya dan memeluk putrinya di pangkuanya
"Papah,,,,, Nay takut, Tante itu jahat" ucap Nayra
"Kamu tenang saja sayang, Tante itu akan papah hukum, apa kamu tidak papah sayang?" tanya Sean
"Tidak, tapi Nay lapar" ucap Nayra masih dengan menangis
Sean melonggarkan pelukannya dan memperhatikan wajah putrinya "Apa Tante itu juga tidak memberi Nay makan?" tanya Sean lembut
"Nay tidak mau makan dengan Tante jahat" ucap Nay
Sean pun memperhatikan kamar tersebut dan memang ada makanan di atas tempat tidur
"Oh ya sudah, apa kamu mau makan itu atau kita cari makan di luar??" tanya Sean
"Nay mau ayam golengnya" ucap Nayra yang menunjuk piring di tempat tidur itu
"Baiklah, papah Suapi kamu ya" ucap Sean
"Iya" ucap Nayra
Sean pun langsung membawa Nay duduk di pinggiran tempat tidur itu dan mengambil makanannya, dan kemudian menyuapinya makan
__ADS_1