
Mereka pun segera sampai di Mansion, dan langsung menghampiri Kartina yang duduk di ruangan keluarga
"Mah" Lena pun segera menyalami Kartina, dan Sean juga mengikuti nya
"Syukurlah, kamu sudah bisa bebas sayang, maaf mamah tidak bisa membantu mu, mamah harus menemani suamimu untuk mengembalikan jati dirinya" ucap Kartina
"Tidak papa mah, mamah juga kenapa merahasiakan semua ini dari Lena?" tanya Lena
"Maaf Len, suamimu sendiri yang melarang mamah" ucap Kartina
"Iya mah tidak papah, semuanya sudah jelas juga kan sekarang" ucap Lena
"Ya sudah, kamu duduk sini sayang" pinta Kartina
"Iya mah" ucap Lena yang juga segera duduk di samping Kartina
"Gimana Len, pangling tidak melihat suamimu?" tanya Kartina
Lena pun menoleh pada Sean "Iya mah, kalau Lena tau dari awal, pengawal yang di berikan mamah itu suamiku, Lena mungkin tidak perlu repot-repot menutupi pernikahan kami pada mamah" ucap Lena
"Iya maaf sayang, o yah, mamah sudah mempersiapkan acara untuk kalian malam ini, kita makan makan bersama rekan rekan bisnis mamah, dan juga kalian harus pasang cincin lagi sebagai simbolis, ya anggap saja ini anniversary pernikahan kalian" ucap Kartina
"Iya mah, Suamiku juga sudah cerita sedikit soal itu, maaf jadi ngerepotin mamah" ucap Lena
"Apanya yang ngerepotin, mamah senang bisa berbuat ini untuk kalian,, Baiklah karena kamu sudah tau, mamah akan ceritakan detil acaranya nanti" ucap Kartina
Mereka pun mengobrol panjang lebar di siang itu dan Sean juga ikut mendengarkan
.
~
Malam Harinya, Lena pun sudah bersiap dengan setelan gaun cape satin berwarna navy blue yang elegan, dan Sean juga menggunakan setelan jas hitam elega dan dasi kupu-kupu yang berwarna senada dengan gaun yang Lena gunakan
"Kamu Cantik malam ini Len" ucap Sean memuji
"Masa?, emang biasanya Lena tidak cantik?" tanya Lena
"Cantik, tapi malam ini kamu lebih cantik lagi, karena apa?, karena kamu cantik" ucap Sean
"Penjelasannya berputar tapi ujungnya tetap sama, boros dialok sayang" ucap Lena
"Ya memang begitu kan" ucap Sean tersenyum
Mereka pun segera ke mobil Koenigsegg one putih hitam milik Sean, Mobil pertama dari hasil kerjanya sendiri yang sudah lama Sean tinggalkan, tapi Kartina selalu merawat mobil putranya itu dengan baik, jadi keadaanya pun masih mulus seperti baru
Kartina juga sudah siap dengan gaun malam berwarna hitam yang sangat elegan, dia juga masuk ke mobil Bentley hitam miliknya
Mereka pun segera berangkat menuju ke tempat acara yang diadakan di sebuah Hotel berbintang, mereka berangkat dengan pengawalan ketat tentunya
Dan sesampainya di tempat acara, mereka pun sudah di tunggu oleh beberapa tamu yang sudah hadir di sana
dan Kartina juga segera menghampiri mereka untuk menyapanya
"Sepertinya tamu undangan nya cuma teman bisnis mamah saja ya?" ucap Lena yang tidak ikut menyapa tamu dan hanya melempar senyum pada mereka
"Sepertinya begitu, kita cari tempat duduk saja" ucap Sean
__ADS_1
"Iya" ucap Lena
Mereka pun melangkah lebih kedalam, dan duduk di meja yang paling dekat dengan panggung
Tamu undangan pun mulai berdatangan satu persatu, entah berapa banyak orang yang di undang Kartina ke acara ini, yang pasti ruangan yang cukup luas ini kini sudah mulai di penuhi oleh para tamu
"Direktur Arman, ya ampun ku kira acara ini hanya di buat buat bu direktur saja, ternyata Anda memang sudah kembali" ucap Elisa menyapa
Sean dan Lena pun berdiri untuk menyambut mereka "Iya Elisa, kamu sudah punya Putri Sekarang?" tanya Sean yang melihat Elisa datang dengan seorang putri kecil dan suaminya
"Iya, dia Adel putriku, dan ini suamiku" ucap Elisa memperkenalkan
"Bagus lah, maaf tidak bisa hadir di pernikahanmu, aku tidak dapat undanganya Soalnya" ucap Sean Asal
"Pak direktur ini, Saya tidak tau juga harus mengantarkan undanya ke mana kan pam,, saya senang bisa melihat Anda baik baik saja, saya kira Anda benar-benar meninggal di kecelakaan itu" ucap Elisa
Elisa adalah sekretaris Sean dulu, dan kebetulan dia tidak ikut di perjalanan bisnis waktu itu, hanya Regan sang asisten dan beberapa petinggi kantor yang ikut bersama Sean waktu itu
"Ya, untung saja dulu kamu tidak ikut, hanya saja rekanmu Regan sepertinya tidak selamat" ucap Sean
"Ya aku juga turut berduka cita untuknya," ucap Elisa
Saat mereka sedang mengobrol, datang spasang pria dan wanita yang juga menghampiri Sean, pria itu pun langsung saja memeluk Sean erat "Bro, kukira gue gak akan bertemu lu lagi" ucap Randi sembari matanya berkaca-kaca
Sean yang sedikit kaget pun sadar kalau yang memeluknya itu adalah Randi "Iya, aku memang beruntung Ran," ucap Sean juga membalas pelukan sahabat nya itu
"Kak Randi datang juga ternyata" ucap Lena yang juga sangat mngenal baik sahabat suaminya ini, karena dulu mereka juga bertemu di rumah makan sederhana yang di kepalai oleh Randi di kota B
Randi pun melepas pelukannya dan menoleh ke Lena yang berdiri di samping Sean
"Iya Len, kamu makin cantik saja" ucap Randi juga akan memeluk Lena
Arni pun dengan segera menjewer kuping Randi "Kamu ini, bikin malau, liat yang cantik maen nyosor saja, apa kamu lupa kalau di sini juga ada istrimu" ucap Arni
"Ya maaf sayang, aku hanya terbawa suasana" ucap Randi sambil meringis karena kupingnya di jewer
Mereka pun tertawa berbarengan menertawakan Randi
Dan saat mereka bercengkrama, seorang gadis kecil bergaun putih lucu pun tiba tiba menghampiri Sean "Papaaaaah" triak Nayra
"Sayang, kamu kesini juga ternyata" ucap Sean yang langsung menyambut Nayra dengan menggendongnya
"Iya, Nay belsama mamah dan om itu" ucap Nayra menujuk ke arah Rania dan juga suaminya
Sean pun mengalihkan pandangan ke arah Rania yang sekarang menggunakan gaun berwarna marun yang cantik, Sean melihat kalau Rania tidak menggandeng tangan suaminya seperti yang lainnya
Rania pun mendekat dengan di ikuti suaminya di belakang "Sebenarnya Kapan kalian menikah Lagi, kenapa aku tidak tau?" tanya Rania
"Memang tidak ada yang di kasih tau sih kak Ran, maaf ini karena Lena terburu-buru" ucap Lena
Sementara mereka mengobrol Sean hanya memperhatikan Suami Rania yang juga terlihat acuh tak acuh pada sekitarnya
"Apa kamu tidak mau mengenalkan suamimu itu padaku Ran??" tanya Sean
"Tidak usah lah" ucap Rania
Tapi suami Rania pun berinisiatif mengulurkan tangannya pada Sean
__ADS_1
Sean juga langsung menjabatnya "Saya Roland, suami Rania, Anda pasti pak Arman kan?, mantan suami istri saya" ucap Roland
"Iya, Anda Benar sekali, Senang bisa bertemu dengan anda" ucap Sean menatap lurus mata laki laki itu
Dari pengamatan Sean laki laki ini wajahnya lumayan tampan dan berkarakter, sedikit cuek, dan perawakannya tinggi sedang, lebih tinggi sdikit dari Sean,
"Saya juga Senang bisa bertemu dengan mantan dari istri saya" ucap Roland juga dengan tatapan mata tajam melihat mata Sean
"Iya terima kasih, silah cari tempat duduk yang nyaman untuk kalian," ucap Sean tersenyum,
Sebenarnya Sean merasa kurang suka pada Roland di pertemuan pertamanya ini, bukan karena dia suami Rania, tapi menurutnya karakternya memang tidak dia sukai, Tapi Sean tetap bersikap Ramah karena dia sangat menghargai Rania
"Baiklah,, terimakasih" ucap Roland
Roland dan Rania pun segera beranjak untuk mencari tempat duduk mereka, Sean dan lainya juga duduk di meja masing masing
"Itulah Suami kak Rania, mereka tidak terlihat harmonis kan?" ucap Lena berpendapat
"Mungkin itu karena Rania Sekarang tau kalau aku masih hidup" ucap Sean
"Tidak, Dari awal kak Ran juga memang tidak ada cinta pada Roland itu" ucap Sean
"Ini kan taun pertama untuk mereka,, Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka juga pasti akan membaik Len, aku lihat Suaminya juga cukup Tampan dan mapan, lambat laun Rania juga pasti akan mencintainya" ucap Sean
"Lena meragukan itu" ucap Lena
"Kamu ini kenapa?, harusanya kamu dukung kakakmu supaya dia dapat kebahagiaan nya" ucap Sean
"Entah lah, tapi Lena merasa kalau pria itu bukan pria yang baik, Kak Rania juga pernah cerita kalau Suaminya itu sering keluar malam" ucap Lena
Sean pun tersenyum "Terus??, memangnya kamu mau apa kalau dia tidak baik?" tanya Sean
"Suruh mereka pisah" ucap Lena polos
"Astagfirullah, kamu ini aneh aneh saja, bukanya doain yang baik baik untuk Kakak mu, ini malah nyuruh pisah" ucap Sean terkekeh
"Kan biar kak Rania bisa jadi kakak ku lagi" ucap Lena
"Ah sudah lah jangan bahas lagi, makin ngaco saja kamu, bukanya senang kita hanya berdua, malah ingin Bertiga lagi" ucap Sean
"Ya kan kita bersama juga karena kak Rania yang berlapang dada, kalau tidak, mungkin aku juga sudah jadi istri si Riki itu dulu" ucap Lena
"Sudah jangan keterusan bahasnya, mending kamu suapi nay nih, sepertinya dia mau makanan kecil itu Len" ucap Sean mengalihkan topik
"Nay mau ini?" tanya Lena
"Iya nay Mau" ucap Nayra yang masih duduk di pangkuan Sean
Setelah semua undangan Hadir, mereka pun segera terfokus pada acra itu, terdengar alunan musik klasik dari atas panggung, MC pun mulai menjalankan tugasnya untuk mengatur jalannya acara
Hingga sampai pada satu acara Sean dan Lena di panggil ke atas panggung, dan Nayra juga ikut bersama mereka, mereka saling memakaikan cicin di sana, dengan di saksikan Nayra dan ratusan tamu, sebuket bunga pun di antar ke panggung untuk Sean berikan pada Lena,
Lena pun menerima buket bunga itu dari Sean, dan mereka pun menghadap pada hadirin Sambil tersenyum cukup cerah, dia merasa sangat Senang dengan adanya acara Ini
Semua mata pun tertuju pada Sean dan Lena yang di atas panggung, dan seketika gemuruh tepuk tangan pun menggema di seisi ruangan itu
Selanjutnya kue berukuran besar pun di bawa ke atas panggung, dengan angkka 5TH di atasnya dan Tertulis 'Happy Anniversary, Arman And Lena'
__ADS_1
Lena pun sangat terkesima dengan datangnya kue raksasa itu, dengan Segera merekapun memotong kue itu bersamaan dengan perasaan sedikit terharu, dan potongan kue pertama pun mereka berikan untuk Kartina
Dan acara itu pun terus berlanjut, dan cukup Meriah dengan adanya dansa bersama pasangan