TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ingin Pulang


__ADS_3

Setelah beberapa saat Sean dan Naira jalan jalan di luar, mereka pun kembali masuk kedalam dengan beberapa jenis makanan yang di bawa Sean, dan tetap saja Naira membeli es krim, meskipun Sean sudah membujuk untuk jangan membelinya, tapi dia tidak tega juga saat putrinya memelas memintanya


Sean langsung membawa Naira ke tempat ibunya di rawat, karena dia tidak melihat Lena di luar rumah sakit,


"Tuan" sapa seoranga anak buah Agam yang berjaga


Dan ada seorang pria tegap berperawakan tinggi besar juga yang bergabung dengan mereka, dan seorang wanita yang membawa seorang putra kecilnya


Seketika pria dan wanita itu menoleh kepada Sean Saat anak buahnya menyapa Sean


"Tuan" Agam langsung menghampiri Sean dan bahkan sampai memeluknya


Sean tidak bisa membalas pelukan Agam itu, karena tangan kanannya Memegang tangan kecil Naira, dan tangan kirinya menenteng makanan Naira


Tapi tidak lama Agam melepaskan pelukan nya dan membukukan badan sejenak


"Maaf tuan, saya kurang sopan" ucap Agam yang memang sepeontan melakukan itu


"Tidak apa, apa kamu sudah tau ini aku?" Tanya Sean


"Anak buahku sudah memberitahuku kemarin kalau anda pulang, dan baru sekarang saya bisa kemari, maaf tuan" ucap Agam


"Tidak papa" ucap Sean


Tiba tiba Naira melepaskan tanganya dari Sean, dan dia menghampiri putra kecil yang bersama Aruna


"Anju, ayo sini, aku kenalkan dengan papa om ku" ucap Naira meraih tangan Anju


Sean pun langsung tersenyum melihat tingkah Naira itu "Agam, apa dia putramu?" tanya Sean


Agam pun langsung tersenyum "Iya tuan, dia putraku" ucap Agam


Aruna pun membawa putranya dan Naira ke hadapan Sean "Master, saya senang Anda kembali" ucap Aruna mengangguk


Aruna adalah mantan petarung wanita di Redbear yang sengaja sean pasangkan dengan Agam,, dan Agam sendiri adalah pengawal pribadi Sean, sekaligus guru beladiri untuk Sean, dan sudah Sean Anggap seperti kakaknya sendiri


"Kalian menikah kenapa tidak mengabariku, tau tau sudah punya putra saja" ucap Sean yang sekarang sedikit merendahkan badanya pada putra Agam itu


"Dia papa omku" ucap Naira memperkenalkan Sean pada Anju


"Jadi siapa nama jagoan kecil ini?" ucap Sean sambil menyentuh kepala Anju, tapi dia takut oleh Sean dan malah memeluk kaki Aruna


"Dia Anju Om, Anju, kamu tidak boleh takut, dia papa omku" ucap Naira mencoba meraih tanganya lagi


Sean pun menegakan tubuhnya lagi sambil tersenyum

__ADS_1


"Maaf Tuan, saya tidak bisa menemukan keberadaan Anda sebelumnya, tim SAR pun tidak berhasil menemukan jejak Anda, jadi saya mengira Anda sudah tiada,,, kenapa anda tidak pernah menghubungi kami selama ini?" ucap Agam


"Aku kehilangan ingatanku, aku berada di pulau BB sebelumnya, karena kurasa kejadian itu terjadi tepat saat aku terbang di atas perairan pulau itu" ucap Sean


"Syukurlah Anda bisa kembali sekarang, saya sangat khawatir melihat keadaan nyonya sebelumnya, setelah dapat kabar tentang kecelakaan yang Anda alami, kondisinya sangat memperihatnkan" ucap Agam


"Ya, bisa ku bayangkan" ucap Sean "O yah aku masuk dulu kedalam" ucap Sean


"Iya silahkan tuan" ucap Agam memberi jalan pada Sean dengan menyampingkan badan


Sean pun langsung masuk ke dalam ruang rawat Kartina lagi dengan Anju dan Aruna yang ikut masuk, karena Naira memang mengajak Anju untuk masuk bersamanya, mereka memang teman main di mansion atau di mana pun mereka bertemu


Kartina pun melihat ke arah masuknya mereka "Sudah kembali" ucap Kartina


"Iya bu" ucap Sean yang mulai mendekat


"Kok Lena tidak kemari juga, biasanya dia kesini sebelum tugas" ucap Kartina


"Entah lah,aku tidak masuk bareng dia, aku masuk belakangan, tadi Naira minta di belikan sesuatu dulu" ucap Sean


"Oh," Kartina pun menoleh pada dua anak kecil itu "Hallo sayang, sini naik ke tempat tidur nenek" ucap Kartina


"Iya,,, boleh naik dengan Anju tidak Nek?" tanya Naira


"Jangan dong sayang, nanti neneknya keganggu kalau kalian berdua yang naik" ucap Sean


"Baiklah kalau ibu tidak keberatan" ucap Sean yang langsung mengangkat Naira dan Anju ke atas ranjang Rawat Kartina


Dan tentu saja mereka girang dan tidak mau diam di atas tempat tidur itu, tapi Kartina seperti tidak merasa terganggu, dan malah sengaja bergabung dengan permainan yang mereka lakukan, Naira sampai loncat loncat kecil dia atas kasur itu, dan tentu Anju juga mengikutinya


Sean yang melihatnya sedikit tidak enak hati pada ibunya, "Naira, jangan loncat loncat sayang, nanti neneknya ke ganggu" ucap Sean yang segera menangkap tubuh Naira itu


Tapi Kartina hanya tersenyum dan sama sekali tidak merasa terganggu oleh cucunya, "Tidak apa Arman, biarkan saja" ucap Kartina,, karena dia memang sudah merasa ke adaanya sekarang sudah membaik


Penyakit Kartina pada dasarnya memang hanya karena pikirannya sendiri saja, hingga membuat dia jarang makan, dan jarang memperhatikan kesehatannya sendiri, karena dia sering tenggelam di lamunanya, jadi tubuhnya pun melemah, dan alasanya tidak lain karena Sean tidak kunjung kembali padanya


Dan setelah Sean kembali sekarang, tentunya perasan yang selama ini membelit di hatinya pun segera pudar, dan dia merasa tidak punya beban lagi di hatinya sekarang, dan itu mendorong kepada keadaan yang lebih baik juga untuk fisik dan napsu makannya, dia merasa masih punya banyak harapan untuk kembali merasakan kebahagiaan bersama putranya lagi, jadi dia berpikir harus segera sembuh dan pulang ke rumah


Senyum kebahagiaan itu pun terpancar jelas di wajah Kartina di kala dia bisa menemani cucunya bermain dengan girangnya,


Tidak lama Lena pun masuk keruangan rawat Kartina, diapun sampai kaget melihat 2 bocah kecil kini berada di ranjang Kartina dan bermain di sana


"Ya ampun Nay, kenapa mainnya tidak di bawah, kenapa harus di tempat tidur nenek,, apa kamu tidak kasian pada nenek, nenek sedang sakit sayang" teriak Lena yang langsung menghampiri


Lena langsung meraih Naira yang duduk dan sedang bermain dengan tangan Kartina, Anju juga langsung di hampiri Aruna di sebrang lain karena merasa sedikit tidak enak pada Lena,,

__ADS_1


"Ya ampun bocah, mah maaf, Lena tadi ada urusan dulu di ruangan dokter" ucap Lena


"Tidak papah, mamah juga tidak terganggu oleh mereka, malah mamah senang ada mereka" ucap Kartina


Lena pun sejenak memperhatikan wajah Kartina yang memang terlihat sumringah sekarang, dia merasa sedikit Heran, karena sudah lama Lena tidak pernah melihat Kartina berwajah cerah seperti ini


"Mah, ada apa?, tumben mamah bisa tersenyum seperti ini lagi, cerita dong ke Lena, apa ada kabar baik?" tanya Lena penasaran


Kartina juga sejenak melihat ke arah Sean "Tidak ada apa-apa, mamah memang senang saja dengan bocah bocah ini" ucap Kartina masih menyembunyikan kenyataan


"Masa sih, Lena sering melihat mamah bermain dengan mereka, tapi tidak pernah terlihat mamah seperti ini sebelumnya" ucap Lena terus menelisik


"Mungkin............" Aruna akan menjelaskan pasti itu karena kepulangan Sean, tapi Sean yang di belakng Lena menaruh telunjuk di mulutnya


Aruna pun paham dan tidak melanjutkan kata katanya


"Mungkin apa?" tanya Lena penasaran


"Mungkin karena kondisi nyonya sudah mulai membaik Sekarang non," ucap Aruna yang meralat kata katanya


"Mungkin, apa mamah sudah merasa baikan sekarang?" tanya Lena


"Tidak pernah merasa sebaik ini Len" ucap Kartina dengan senyuman yang cukup cerah


"Syukurlah kalau gitu, mudah mudahan mamah bisa terus tersenyum seperti ini, Lena senang kalau bisa melihat mamah seperti ini" ucap Lena


"Iya, mamah sudah ingin pulang rasanya Len" ucap Kartina


"Baiklah, nanti Lena suruh dokter yang menangani mamah untuk memeriksa lagi, kalau menurut dokter baik, Lena akan ajukan kepulangan mamah segera" ucap Lena


Meskipun Lena juga dokter di sini, tapi memang dia punya bidangnya sendiri, jadi tugas Lena memang bukan menangani pemeriksaan Kartina


"Iya Len" ucap Kartina


"O ya Sayang, kamu mau di sini atau ikut mamah ke ruangan dokter?" tanya Lena ke Naira


"Naila ikut mamah" ucap Naira


"Ya sudah kalau gitu, salam dulu ke nenek, biar neneknya istirahat juga ya" ucap Lena, setelah Naira memberi salam pada Kartina Lena pun mengangkat tubuh Naira dan menurunkannya


"Mah Lena tugas dulu" ucap Lena yang juga menyalami Kartina


"Iya, semoga tugasmu lancar Len" ucap Kartina


"Iya mah Amiiin, Ayo sayang" ucap Lena menuntun Naira

__ADS_1


Setelah Lena melangkah, Sean juga diam diam memberi salam pada Kartina, dan kemudian mengikuti Lena untuk keluar dari ruang rawat ibunya Lagi


...~°~...


__ADS_2