
Sean dan Goma pun keluar dari salah satu Ruangan yang ada di tempat acara mereka dengan beriringan, dan tentu saja Tiara sedikit lega melihat mereka keluar dengan wajah yang masih terlihat tenang, itu menandakan kalau di antara mereka tidak bersitegang di dalam ruangan
Setelah itu, merekapun duduk dengan saling berhadapan seperti sebelumnya, dan mereka pun segera memulai prosesi Akad yang sangat di Nantikan oleh Tiara itu,
Dan setelah Goma dan Sean melafalkan kalimat pernikahan, kata "Sah" pun terdengar dari mulut para hadirin yang menyaksikan prosesi mereka di ruangan itu
Tiara pun sampai menitikan Air mata saking terharu nya karena mendengar kata 'sah' itu, dan dia tau itu artinya kalau sekarang dia sudah resmi jadi seorang istri, Diapun memeluk Rania yang di sampingnya
"Selamat Ra, Sekarang kamu bukan temanku lagi" ucap Rania sambil membalas pelukan Tiara
Tiara pun sontak menoleh pada Rania "Apa maksudmu??, apa kamu mau memutus pertemanan kita??" tanya Tiara sedikit bingung
"Iya, sekarang kamu sudah resmi jadi adiku, bukan teman ku lagi kan" ucap Rania
"Begitu kah??, terimakasih kak,,, tapi gak enak panggil kamu kakak, enakan Rania" ucap Tiara sambil memeluk Rania lagi
"Sudah sudah, jangan dulu nangis,, Pakai dulu cicin nikahmu sana" ucap Rania
"Iya" ucap Tiara, dia pun segera menoleh pada Sean yang di samping lainya
Sean pun langsung membuka cicin di kotak kecilnya, dan mengambil satu buah cicin untuk dia sematkan di jari Tiara, Tiara juga melakukan hal yang sama, dan kemudian diapun mencium tangan Sean dan juga tangan Ayahanda nya
Sean juga tidak banyak bicara, dia hanya tersenyum, dan bersalaman alakadarnya dengan Goma,,
Tapi Sean merasa kalau ada yang kurang sempurna di acaranya itu, dan itu karena Lena yang tidak bisa hadir di sana, Sean sedikit menyayangkan hal itu,
Setelah semua prosesinya selesai, mereka semua pun segera meninggalkan lapas, dan segera bersiap untuk menggelar resepsi pernikahan di gedung Redbear yang sudah di persiapkan Sean,
Sean memilih gedung Redbear sebagai tempat resepsi bukanya tanpa alasan, itu Sean pilih supaya acarnya tetap meriah meskipun tidak banyak rekan bisnis yang di undangnya,
Dan sebagian besar tamu undangan adalah orang orang yang berhubungan erat dengan Redbear, Sean menyiapkan resepsi yang lumayan mewah di gedung Redbear itu, karena memang gedung Redbear juga mepunyai aula yang cukup luas dan mampu menampung hingga ratusan tamu
Rangkaian demi rangkaian Acara pun mereka jalani di gedung Redbear itu, rona wajah Taiara pun terlihat sangat bahagia, karean sebagai pengantin dia mendapatkan banyak ucapan selamat dari semua tamu yang datang,,
Tiara juga nampak anggun dengan gaun mewah yang Sean persiapkan untuk nya, dia sudah seperti Ratu di gedung organisasi nya sendiri, dan memang itu kenyataannya
Rania juga tidak kalah cantiknya, dia juga menggunakan Gaun yang di persiapkan Sean juga,, dengan warna yang hampir senada dengan punya Tiara, bedanya Rania menutup kepalanya, dan ada hiasan kecil di atas kerudungnya,, sementara Tiara menggunakan hiasan kepala seperti mahkota di rambutnya
Resepsi itu pun berlangsung hingga larut malam, dan Setelah rangakaian acaranya selesai, tamu undangan pun satu persatu pergi meninggalkan gedung
Tinggalah Para kerabat mereka yang tersisa, mereka sedikit mengobrol satu sama lain, dan akhirnya satu persatu dari merekapun pamit untuk pulang juga
Dan di ruangan itu pun kini tinggal para pengantin dan para orang tua mereka saja yang masih duduk bercengkrama
"O yah, Arman, apa malam ini kamu tidak bingung menentukan malam pertama Dengan Siapa??" celetuk Kartina Asal
__ADS_1
"Entahlah, aku memang sedikit bingung soal itu" ucap Sean
"Kamu dengan Tiara saja, aku kebetulan lagi dapet" ucap Rania
"Begitukah??, Baiklah, itu tandanya malam ini kamu dengan Tiara dulu" ucap Kartina
Tiara pun langsung tersenyum malu malu mendengar itu
"Baiklah, tapi kamu menginap di sini juga Ran, soalnya aku juga sudah menyiapkan kamar untukmu di sini," ucap Sean
"Iya, tentu saja" ucap Rania
"Apa ibu tidak kamu tawari menginap juga??" tanya Kartina bercanda
"Kalau itu, Arman tidak mempersiapkan nya bu" ucap Sean tersenyum kaku
"Ibu cuma bercanda, ya sudah, ini sudah malam, ibu pulang sekarang saja" ucap Kartina
"O yah, hati hati mah" ucap Rania
"Iya mah, hati hati di jalan" ucap Tiara juga
"Iya," ucap Kartina sambil tersenyum
Sean pun langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur yang berhiaskan ala kamar pengantin itu
"Huuuuhhhhh, melelahkan sekali" ucap Sean
Sementara Tiara terlihat sedikit kikuk di malam pertama nya ini "Sayang, apa yang harus ku lakukan sekarang??" tanya Tiara meminta pendapat Sean
"Kamu tiduran di lantai saja" ucap Sean
"Apa harus begitu??" tanya Tiara yang sedikit merasa aneh
"Tidak, aku hanya bercanda" Sean pun mendudukan dirinya di tempat tidur "Kamu duduk sini, aku mau bicara sesuatu hal padamu" ucap Sean menunjuk tempat di sampingnya
"Oh, baiklah" Taiar pun menurut untuk duduk di samping Sean, dia sedikit deg-degan sendiri duduk berdekatan dengan Sean di suasana Seperti itu
"Tiara, kamu sekarang adalah istri ku, dan aku ingin kamu tau sesuatu,, apa kamu tau alasan Rania dan Lena menutup kepalanya?" tanya Sean
"Tau, itu karena mereka orang baik kan?" ucap Tiara
"Mungkin Iya,, tapi itu bukan jawaban yang pas, lebih tepatnya karena mereka itu perempuan" ucap Sean
"Kalau itu Aku juga tau, mereka memang perempuan" ucap Tiara
__ADS_1
"Dan mereka tau kodrat mereka sebagai perempuan,, perlu kamu tau, berhijab itu tidak selalu menandakan kalau mereka itu memiliki ahlak yang baik,, mereka hanya tau kalau perempuan itu memang di perintahkan oleh Tuhannya untuk menutup semua badanya Saat di luaran, karena itu memang bukan peraturan dari manusia, itulah alasan dasar yang paling tepat nya Ra" ucap Sean
Tiara pun merenung sejenak,, dan diapun mengangguk anggukan kepalanya "Ya, aku akan mengikuti mereka nanti" ucap Tiara
"Ya, Itu perlu,, dengan begitu kau akan meringankan tanggung jawabku di hadapan tuhan nanti" ucap Sean
"Iya, aku paham" ucap Tiara
"O yah, ada satu lagi, aku tidak melakukannya di malam pertama, ada semacam peraturan yang tidak tertulis di hidupku,, jadi kuharap kamu tidak berpikir yang aneh aneh kalau aku tidak melakukan apapun padamu malam ini" ucap Sean
"Begitukah??, apa itu pantangan dari cincinmu??" tanya Tiara
"Tidak ada kaitanya dengan cincin ku,, jujur saja,, aku melewatkan malam pertama dengan Lena atau Rania di malam pengantin, jadi maaf kalau aku juga tidak dengan mu, itu supaya adil saja" ucap Sean
"Baiklah, aku mengerti" ucap Tiara tidak keberatan
"Bagus lah, kalau begitu Tidurlah, pasti kamu lelah kan??," ucap Sean
"Iya, memang sangat melelahkan acara hari ini" ucap Tiara tersenyum,, Diapun langsung naik ke ranjang pengantin nya, meskipun dia tau malam ini tidak akan terjadi apa apa di antara mereka, tapi tetap saja dia sedikit deg-degan membayangkan dirinya akan tidur di temani Sean malam ini
Tiara pun segera merebahkan dirinya di ranjang pengantin nya, dan segera menutup dirinya dengan selimut
Sean pun sekilas memperhatikan nya, kemudian dia beranjak untuk membersihkan dirinya sebelum dia tidur,
Setelahnya Sean berganti pakaian, dan kemudian kembali menuju ke tempat tidur, dia pun mendapati kalau Tiara sudah tertidur sekarang, mungkin karean dia memang merasa kecapean
Sean tidak langsung menghampiri Tiara, dia malah mendudukan dirinya di Sofa kamar dan menetralkan pikiran nya sejenak, "Hhhhh,, semua ini Rasanya berada di luar imajinasi ku, kuharap kalian bisa memberi ku ketenangan, bukan kegaduhan" gumam Sean sambil memperhatikan Tiara dan membayangkan Lena dan Rania juga
Dia tidak pernah membayangkan jika dirinya akan memiliki 3 Isri di dalam hidupnya, dan itu membuat dia sedikit khawatir tentang keadilan untuk mereka
Setelah Sean melamun beberapa saat sambil memperhatikan wajah Tiara yang tertidur,, Sean pun akhirnya beranjak dari tempat duduknya dan segera merebahkan tubuhnya di samping Tiara,
Setelah rebahan sean juga tidak langsung tidur, dia melanjutkan lamunanya lagi di sana sambil memperhatikan langit langit kamar pengantin milik Tiara ini
Sampai tiba tiba Tiara membalikan badannya, dan Tanganya langsung memeluk dada Sean, entah Tiara sadar atau tidak dengan gerakan nya,
Tapi itu membuat Sean langsung breaksi, karena bukan hanya tangan Tiara saja yang menyentuhnya, tapi benda kenyal nan besar milik Tiara itu juga menempel di samping tubuhnya
Mungkin Sangat wajar jika tubuh Sean langsung breaksi, sebab 3 bulan belakangan dia sama sekali tidak bisa menyentuh Lena,, dan tentu saja gairahnya cukup berapi api sekarang,, dalam pikirnya, dia bisa saja membangun kan Tiara dan kemudian melakukanya, karean itu sah sah saja, toh Tiara juga istrinya sekarang, tapi
"Tidak, aku sudah mengatakan tidak akan menyentuhnya kan,, aku laki laki, jadi aku tidak menelan ludah ku sendiri" gumamnya
Seamkin lama benda itu pun semakin terasa menghangat di tubuhnya, itu pun membuat Sean sedikit tersiksa menahan godaan yang teramat sangat itu, alhasil, Sean pun kesulitan untuk tidur, "Hhhhh,,, Harusnya aku tidak perlu berkata apa apa soal malam pertama tadi" gumam Sean sedikit menyesal
Setelah berjuang melawan reaksi di tubuhnya, Sean pun akhirnya bisa tertidur juga setelah dia bisa menggeser perlahan badanya, dan membuat jarak dengan benda kenyal milik tiara itu
__ADS_1