TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ekstra part 4


__ADS_3

Setelah Acara ulang tahun Nayra berakhir, Sean langsung menghampiri Sandri dan Dewi yang duduk di ruang tamu


"Waduh, pengantin baru nempel terus nih kayak perangko," ucap Sean basa basi pada Dewi yang mengobrol dengan S sambil berpegangan tangan di sofa


"Eh, Arman, apa sudah selesai acara nya?" tanya Dewi


"Sudah, sekarang Nayra sedang membagikan bingkisan pada anak anak panti" ucap Sean


"Kalau gitu kita Setelah ini langsung pulang ya" ucap Dewi


"Iya, tapi aku mau pinjam suamimu sebentar, aku ada perlu denganya" ucap Sean


Dewi pun langsung menoleh dan bertatapan dengan (S), karena sekarang memang masih dalam masa masa bulan madu mereka, jadi sepekan terakhir Sandri dan Dewi memang sedang bebas tugas dari kantor


"Hanya sebentar saja, nanti akan ku kembalikan padamu kalau sudah beres" ucap Sean Asal


"Iya, bawa saja" ucap Dewi tersenyum


Sementara Sandri tidak banyak bicara, dia hanya mengikuti apapun putusan Dewi


Dan Sandri segera beranjak mengikuti Sean ke ruangan tengah


"Sandri, kau kelihatanya kurang mendominasi pada dewi" ucap Sean


"Ya mau bagaimana lagi, bukan kah suami yang baik itu harus menghargai istri" ucap Sandri


"Tapi jatuhnya kamu seperti suami yang takut istri, intinya kamu tetap harus punya prinsip sendiri, kalau apa apa kamu terus terserah pada istri mu, nanti kamu tidak akan punya peran penting sebagai kepala keluarga" ucap Sean


"Begitukah?, ya akan kucoba" ucap Sandri


"Aku memanggilmu kesini sebenarnya ingin meminta bantuan mu," ucap Sean, dia mengeluarkan ponselnya dan mengklik berita yang menyangkut berita perusahan Rania "Apa kamu bisa memblokir berita semacam ini di internet?" tanya Sean


"Bisa saja, tapi perangkat ku ada di rumah, aku tidak bisa melakukannya dari ponselku" ucap Sandri


"Baiklah Kita ke rumahmu saja, aku juga ingin kau menemukan pemilik web yang menyebarkan berita ini " ucap Sean

__ADS_1


"Baiklah, akan ku usahakan" ucap Sandri


Mereka segera berangkat ke ruamah Sandri untuk mengurus hal itu, Sean sengaja ikut untuk melihat prosesnya dan melihat hasilnya langsung, dan Dewi juga tentunya ikut dengan mereka ke rumah Sandri, secara mereka memang lagi lengket lengketnya, jadi mana mau di pisah


Setibanya di Rumah Sandri, dia mengajak Sean untuk masuk keruang kerjanya, sementara Dewi di biarkan mengobrol dengan neneknya Sandri dan Adiknya


Sandri pun segera melakukan proses pemblokiran berita hoaks yang menjelekkan perusahaan Rania itu dari komputer nya, dan mencoba menghack alamat web yang tercantum di situs beritanya, diapun segera menelusuri keberadaan perangkat yang pertama kali mengunggah berita itu,


Tidak Butuh waktu lama Sandri sudah bisa menemukan sang pemilik alamat berkat keahliannya itu,


"Ini bos perusahaan yang pertama kali mengunggah beritanya, Hendrik properti" ucap (S)


"Hendrik properti??, itu perusahaan yang bersaing dengan perusahaan Rania, persaingan yang tidak sehat, dia ingin menang dengan cara melakukan pencemaran nama baik perusahaan, kurasa aku bisa selesaikan masalah ini dengan jalur hukum, ambil semua bukti terkait beritanya, kita akan tuntut mereka" ucap Sean


"Baiklah" ucap Sandri, dia segera mengumpulkan data-data na, dan mencetak nya untuk di jadikan buku di persidangan nantinya


Sementara Sean segera menghubungi pengacara dari Kartin_corp untuk meminta bantuannya membawa kasus itu ke persidangan..


...°°°...


Namun hasil dari persidangan itu sangat mengecewakan untuk Rania dan juga Sean, karena tuntutan mereka pada pihak Hendrik properti itu di mentahkan oleh hakim dan di anggap bukan suatu pelanggaran hukum, meskipun semua bukti sudah sangat jelas dan lengkap


Dan dengan itu pihak Hendrik properti bisa bebas melenggang dari tuntutan hukum yang di ajukan oleh Sean


Setelah selesai persidangan, Sean, Rania da pak Bram pun berembung di luar gedung pengadilan


"Pak Bram, kenapa bisa begini, kenapa kita tidak bisa menuntut pihak Hendrik properti?" ucap Sean yang tidak habis pikir, padahal pengacaranya itu adalah pengacara handal yang di miliki oleh Kartin_corp, dan tentunya dia sangat pasih kalau berbicara hukum


"Aku juga tidak habis pikir pak, kenapa semua buktinya di nyatakan bodong oleh hakim, aku sudah sangat jelas menyusun dan menjelaskan semua perkara nya, dan kurasa tidak ada yang salah" ucap Pak bram


"Mungkin perusahaan mereka kebal hukum, kurasa mereka memiliki hubungan dengan orang yang punya wewenang di pengadilan" ucap Rania berpendapat


"Kebal hukum??, cukup menarik" ucap Sean


Tidak lama pihak dari Hendrik properti pun keluar dari gedung pengadilan dan melewati Rania ya masih berembung di dekat mobilnya

__ADS_1


"Apa kabar Rania?, jika kamu ingin bertemu dengan ku, harusnya kamu tidak perlu repot-repot mengundang ku kesini, kamu bisa mengundang ku langsung ke rumah mu kan" ucap Sakti yang sebagai pemimpin muda dari perusahaan Hendrik properti


"Aku tidak menyangka kalau kau ternyata orang yang licik juga, aku bersyukur tidak menerima pinangan darimu sebelumnya" ucap Rania


"Aku melakukan ini juga karena sangat kecewa padamu, aku hanya ingin memastikan kalau kamu akan menyesal pernah menolak pinangan ku tempo hari" ucap Sakti


"Kita lihat saja, siapa yang akan menyesal di akhir" ucap Rania tidak merasa takut dengan ancaman dari Sakti,


"Kalau begitu, aku permisi dulu, ada banyak hal yang harus ku lakukan untuk merubuhkan perusahaan Ayahmu itu," ucap Sakti


"Selamat mencobanya" ucap Rania tersenyum sinis


"Sampai berjumpa lagi lain waktu cantik, semoga kamu tidak akan menangis dan memohon padaku di pertemuan kita selanjutnya" ucap Sakti,


Sakti masih menyangka kalau Rania belum menikah lagi, karena pernikahanya dengan Sean memang tidak di publikasikan terlalu luas, jadi hanya segelintir orang saja yang tau kalau mereka sudah menikah lagi


Sakti pun segera berlalu dari hadapan Rania, dan pergi menggunakan mobilnya


"Bagaiman sekarang, kurasa dia benar-benar serius dengan ucapannya" ucap Rania terlihat sedikit khawatir


"Kamu tenang saja, selama aku masih ada di dekat mu, tidak akan ada yang mampu menghancurkan Perusahaan ayahmu itu, jika hukum tidak bisa menyelesaikan masalah ini, aku akan menyelesaikannya dengan caraku, tenang saja" ucap Sean


"Baiklah, aku percayakan semuanya padamu" ucap Rania


"Iya,, Kamu tidak perlu khawatir" ucap Sean


Mereka pun segera membubarkan diri dan naik ke mobil masing masing untuk menuju ke tempat masing masing


Di dalam Mobil, Sean langsung menghubungi sekretaris nya "Elisa, cari tahu informasi tentang perusahaan Hendrik properti yang ada di kota ini, perusahaan mana saja yang Bekerja sama dan mendukung perusahaan itu, kalau ada kolega bisnis kita yang mendukung perusahaan itu, suruh mereka segera menghentikan kerjasama mereka dengan Hendrik properti" ucap Sean pada Elisa


📲"Baik pak Arman, akan segera saya cari informasinya" ucap Elisa


"Saya tunggu secepatnya" ucap Sean, dia pun segera menutup panggilannya, Sean langsung melirik Agam yang ada di kursi pengemudi "Agam, aku ingin mengunjungi Perusahaan Hendrik properti, aku penasaran seperti apa kantor mereka itu, ajak aku untuk mengunjunginya" ucap Sean


"Baik tuan, apa perlu aku hubungi anak buahku untuk ikut kita ke sana?" tanya Agam

__ADS_1


"Kurasa itu bukan hal yang buruk, baiklah suruh mereka bergegas ke kantor itu juga untuk sekedar menunjukkan taring, agar mereka tau istri siapa yang sudah mereka provokasi itu" ucap Sean


__ADS_2