
Setelah Sean puas menggoda Rania, merekapun segera keluar dan mengajak Lena dan Tiara juga untuk ikut ke dapur bersama mereka, dan mereka berempat pun segera bergegas ke dapur utama yang ada di lantai satu Mansion
"Memangnya kamu beneran bisa masak??" tanya Tiara sedikit meragukan Sean
"Kamu harus lihat dan rasakan sendiri masakannya, baru kamu akan tau" ucap Rania
"Aku jadi penasaran" ucap Tiara
"Sebenarnya aku tidak yakin masih tau caranya memasak, tapi dulu aku memang bisa Ra, tapi memang lebih baik aku mencoba nya lagi untuk mengobati rasa penasaran kalian" ucap Sean
"Iya, Rasanya aku juga sudah kangen dengan masakan yang dulu sering kamu buat untuk ku , Rasanya itu sudah jadi kenangan" ucap Lena
"Kamu ini, aku masih hidup Len, kenapa bilang itu sudah jadi kenangan" ucap Sean
"Ya rasanya sekarang sudah hampir tidak mungkin kamu akan memasak lagi kan, karena kamu yang Sekarang mungkin sudah bukan kamu yang dulu lagi" ucap Lena
"Aku yang dulu??, maksudmu pemuda yang hanya bekerja sebagai pelayan??" tanya Sean
"Bukan kesitu juga maksudnya sih, lebih ke pribadinya, bukan profesinya" ucap Lena
"Mungkin,,, tapi Rasanya aku tidak banyak berubah,, itu mungkin karena aku tidak bisa menilai diriku sendiri dari sudut pandangan ku" ucap Sean
Tidak lama Mereka pun akhirnya sampai ke area dapur Mansion yang lumayan cukup Luas,
"Tuan, apa anda memerlukan sesuatu?" tanya Salah satu juru masak yang memang bertugas di dapur itu dengan wajah tersenyum
"Tidak, Nona nona ini menantang ku untuk memasak, jadi aku ingin meminjam markasmu ini untuk membuat sesuatu" ucap Sean
"Begitukah?, kenapa Anda harus repot-repot segala Tuan, kalau istri anda menginginkan sesuatu, Anda tinggal bilang saja pada saya, saya pasti akan buatkan" ucap juru masak itu
"Tidak, mereka hanya ingin aku yang membuat kan mereka masakannya, hanya masakan sederhana saja, jadi itu tidak akan terlalu Repot" ucap Sean, dia tau chef di rumahnya itu pandai membuat apapun masakan dari berbagai belahan dunia, tapi Sean tidak yakin kalau masakan yang di rindukan Lena dan Rania bisa di buat juga olehnya
"Oh, Baiklah Tuan, silahkan" ucap sang Chef, dia pun mempersilahkan Sean untuk memasuki dapur yang dikuasai nya, dan segera menunjukan persediaan bahan bahan masakan yang ada di dapur itu
Sean pun segera mengambil beberapa macam bahan masakan untuk di masaknya, Sean di bantu Rania Tiara dan Lena juga untuk mempersiapkan bahan bahan yang akan di olahnya
Sementara beberapa chef yang memang bertugas di dapur itu pun hanya menyimak kegiatan mereka itu, dan sesekali ikut membantu juga
Sean pun segera memasak satu persatu bahan masakan yang sudah di persiapkan oleh para istri, dengan berbekal keahlian memasak dari pengalamanya dulu saat dia masih bekerja sebagai pelayan di rumah makan sederhana
Dan, setelah beberapa waktu Sean berjibaku dengan wajan dan spatulanya, satu persatu masakan yang khas dari daerah tempat Sean di besar kan pun kini segera tersaji di meja dapur
"Ummm, wanginya enak sekali, kamu seperti nya memang pandai memasak, seperti nya aku juga kalah telak untuk urusan ini" ucap Tiara
__ADS_1
"Aku apa lagi, aku sebenarnya sangat malu ini," ucap Rania
"Ya, dia memang bisa membuat wanita sedikit minder dengan kehlianya itu" ucap Lena
"Jangan terlalu memuji, ini juga karena keadaan ku yang sebelumnya, yang menuntut aku untuk serba bisa, kalian tentunya tau keadaan ku dulu seperti apa kan?" ucap Sean
"Ya, Takdirmu memang unik" ucap Rania
"O yah??, memangnya kamu yang dulu itu seperti apa??" tanya Tiara penasaran, karena dia tidak tau tentang masa lalu Sean yang puluhan tahun berpisah dari ibunya
"Nanti saja aku ceritakan Ra, sekarang, kita makan" ucap Sean
Tiba tiba Kartina pun menghampiri mereka ke dapur, dengan membawa serta Nayra, "Ini ada acara apa Rame rame gini ngumpul di dapat?" tanya Kartina heran
"Ini nyonya, Tuan dan nona nona sedang ada kegiatan memasak, padahal aku sudah bilang kalau ingin masakan apapun tinggal bilang saja pada saya, tapi Tuan dan nona tidak mau nyonya" ucap Chef wanita yang mengenakan topi chef itu menjelaskan, dia tidak mau di salahkan majikannya karena hal itu
"Oh,,memangnya kamu masak apa Arman?" tanya Kartina penasaran, dan diapun segera melangkah mendekati meja dapur
"Hanya masakan sederhana saja bu, masakan daerah" ucap Sean
"Waduuhh,, ini sih masakan yang sering ibu makan dulu, jadi ngiler lihatnya," ucap Kartina
"Masa sih mah??, mamah kan asli orang sini, memangnya dulu mamah sering makan masakan Kota B di sini??" tanya Lena
"Boleh bu, gabung saja, tapi Arman tidak tau ibu akan suka atau tidak" ucap Sean
"ibu pasti suka, apalagi ada lalapan sama sambalnya juga ini, aduuuh,,, pasti nostalgia kuliner ibu" ucap Kartina
Tidak lama Arfandi pun menghampiri mereka juga "Ternyata kalian ngumpul di sini, ada apa ini?, tumben tumbenan kalian pada ngumpul di dapur" ucap Arfandi
"Putra dan menantumu sedang memasak masakan daerah ini" ucap Kartina
"Wah, bener bener bikin laper aromanya, makanan seperti ini sangat di sukai ibumu dulu, coba kalau ada nasi liwetnya juga, beuh, tambah mantap kayaknya" ucap Arfandi
"Waduhh, kalau itu aku jarang buat, takutnya malah gak enak" ucap Sean
"Aku saja yang buat, aku bisa" ucap Lena sambil mengacungkan telunjuk
"Tapi kamu sedang hamil sayang, tidak usah lah, kita suruh chef Eka saja yang bikin" ucap Sean
"M maaf tuan, aku juga belum pernah bikin kalau nasi liwet" ucap chef Eka nyengir,
"Ya Sudah Len, kita saja yang buat, ibu juga sedikit hapal sih bahan bahanya" ucap Kartina
__ADS_1
"Boleh boleh bu" ucap Lena
"Ya Sudah, chef, bantu nona Lena saja Siapin bahan bahannya" ucap Kartina
"Baik nyonya" ucap sang juru masak itu
"Asiiiik, mantap ini pasti" ucap Arfandi
Kartina dan Lena pun segera menyiapkan bahan bahan untuk membuat nasi liwet yang di inginkan Arfandi, dan kemudian segera mengolahnya, di bantu Chef Eka dan dua asisten nya juga
Sebagai chef profesional, chef Eka memang hanya mempelajari memasak masakan yang biasanya ada di restoran mewah, dia tidak sempat mempelajari masakan masakan yang khas dari daerah daerah di Nusantara, jadi membuat nasi liwet itu termasuk hal yang baru untuk nya
.
Beberapa saat kemudian, semua menu pun kini sudah di angkut keruangan makan, dan keluarga besar Sean pun kini sudah duduk di depan masakan yang sudah mereka buat itu,
"Kukira hanya aku saja yang merindukan masakan seperti ini, ternyata mamah dan ayah mertua juga ya" celetuk Rania
"Ya dulu kami juga sempat tinggal di kampung halaman Tina, jadi aku sempat mencicipi menu menu daerah seperti ini" ucap Arfandi
"Ya Sudah, segera makan saja, aku sudah tidak sabar ini, ayo ayo, semuanya," ucap Kartina
"Iya bu" ucap serempak sang menantu,
Sean pun hanya tersenyum simpul, dia sedikit tidak menyangka kalau keahlian memasaknya yang tidak seberapa itu bisa membuat kehangatan yang seperti itu,
Mereka pun mulai menyantap masakan yang di buat Sean itu, dan mulai merasa rasa untuk menilai dengan lidah mereka
"Mmm, ini benar benar mirip dengan masakan nenek mu dulu Arman, haduh, harusnya ibu punya juru masak yang ahli masakan daerah juga ini, tidak kepikiran ibu" ucap Kartina
"Iya, masakan kak Sean memang ngangenin" ucap Lena
"Ya begitulah" timpal Rania
"Iya sih, ini enak, seperti nya aku harus mempelajari nya dari kamu" ucap Tiara menimpali
"Kalian ini terlalu berlebihan, ini hanya menu yang cukup mudah di buat" ucap Sean
"Menurutmu mungkin mudah, tapi kalau tidak belajar, dan buatnya asal asalan, pasti tidak akan enak kan?" ucap Tiara
"Ya Sudah, kapan kapan saja aku ajarinya, sekarang makan saja kalau itu enak" ucap Sean tersenyum
"Baiklah" ucap Tiara
__ADS_1
Mereka pun mulai fokus kembali menikmati menu sederhana yang punya kesan dalam itu, mereka pun terlihat cukup lahap menyantap makan mereka, meskipun tidak jelas itu makan malam atau makan sore, karena hari juga baru saja beranjak maghrib