TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
End


__ADS_3

Sean menangis sejadi jadinya di lantai rumah Sakit itu, kakinya terasa sangat berat dan dia tidak punya tenaga walaupun itu hanya untuk sekedar berdiri, dia memang terlalu menyayangi Lena, meskipun dia masih mempunyai Rania dan Tiara, tapi menurut nya mereka Tidak mungkin bisa menggantikan sosok Lena


"Ini Tidak mungkin terjadi, ini tidak mungkin, Len, aku yakin kamu kuat" triak Sean, dia menundukan kepala dan dia terus memukul mukul lantai di hadapanya, tapi yang Sean sedikit heran, meskipun dia berteriak teriak di sana, tidak ada satu orang pun yang mendatanginya untuk membantunya masuk ke ruangan Lena


Sampai ketika


"Arman, Hey, bangun" ucap Kartina


Sean membuka Matanya, dan langsung mendongak pada ibunya yang sekarang berdiri di hadapannya


"Kenapa kamu berteriak teriak?" tanya Kartina


Sean pun langsung turun dari kursi nya, dia langsung berlutut di depan ibunya dan meraih kakinya "Bu, katakan padaku kalau semuanya ini tidak benar, semuanya bohongkan, Lena masih hidup kan?, dia wanita yang kuat bu, dia tidak mungkin meninggal" ucap Sean menundukan kepala di depan kaki ibunya sambil mencengkram erat kaki Kartina


"Memangnya siapa yang bilang Lena meninggal??, Ibu kesini mau memberitahumu kalau Lena sudah kontraksi lagi, dan proses persalinan nya akan segera di lakukan, Lena sudah menunggumu untuk mendampinginya, Eh kamu malah teriak teriak gak jelas di sini" ucap Kartina


Sean pun mendongak menatap wajah ibunya "Benarkah? apa ibu tidak bohon?" tanya Sean


"Buat apa ibu bohog, kamu ini,, Kamu pasti mimpi buruk barusan kan?" tanya Kartina


"Iya, berisik sekali tidur mu," ucap Arfandi yang ada di belakang Sean


"Oh, jadi aku hanya mimpi ya??, kalau begitu aku temni Lena dulu bu" ucap Sean langsung bangkit dan bergegas masuk ke kamar persalinan Lena dengan sedikit tergesa


.


Di dalam Ruangan


"Awuuh, awuhh" rintih Lena yang sudah di kerumuni beberapa dokter yang sudah siap membantu persalinannya


Sean pun langsung mendekat pada Lena dan segera meraih tanganya "Sayang Kamu tidak papa kan?" tanya Sean sembari menatap lekat wajah Lena


"Tidak papah apanya,??, aku sakit mau melahirkan, kamu malah teriak teriak gak jelas di luar, brisik tau" ucap Lena dengan mengerenyitkan dahinya


"Syukurlah" Sean mengambil nafas dalam dan mencoba memegangi tangan Lena yang mencengkram erat tangan Sean yang lain, Sean mencoba menguatkan Lena yang tengah menjalani proses persalinannya dengan mendampinginya, dia terus menatap wajah Lena itu lekat lekat, dia sangat takut mimpinya tadi jadi nyata, dia merasa tidak akan sanggup jika itu benar-benar terjadi di kehidupan nyatanya


.


Setelah beberapa saat Lena berjuang sekuat tenaga di antara hidup dan mati, Akhirnya suara tangisan bayi pun menggema di Ruangan persalinan itu


"Alhamdulillah" ucap Sean bersyukur, Sean pun langsung menoleh pada Lena, "Len, bayi kita sudah lahir Len" ucap Sean pelan, namun Sean tidak mendapatkan Respon dari Lena yang memejamkan mata


Sean pun kembali teringat pada mimpi nya, diapun langsung mendekap kepala Lena "Len, aku mohon jangan seperti ini, bangunlah, kau wanita yang kuat kab??" ucap Sean


"Bangun bangun, aku capek, kamu pikir melahirkan itu tidak sakit dan tidak pakai tenaga apa?" ucap Lena dengan suara lemahnya


"Oh, kupikir kamu tidur untuk selamanya" ucap Sean


"Sembarangan saja, aku masih ingin melihat bayi kita tumbuh besar" ucap Lena pelan, dengan tetap menutup matanya


"Iya, tentu saja" ucap Sean tersenyum dan kemudian mengecup kening Lena yang terlihat lemah itu


Tim dokter yang sudah berhasil melakukan proses persalinan pun segera membersihkan sang bayi yang baru lahir itu, dan sebagian perawat membersihkan Lena


Suara tangiasan bayi Lena yang terdengar dari ruangan itu pun mengundang syukur dari Kartina, Arfandi, Rania, dan Tiara yang masih menunggu di luar, mereka ingin segera masuk dan melihat sang bayi, tapi mereka belum di perbolehkan oleh dokter untuk melihat bayi Lena itu


.


Beberapa saat kemudian seorang perawat pun menghampiri Sean dengan sesosok bayi mungil nan lucu di pangkuan nya, tangisnya sudah mereda dan dia terlihat sudah sedikit tenang di dalam bedongan


"Selamat pak, bayi Anda laki laki, dan sempurna" ucap perawat itu


Sean yang masih mengelus rambut Lena pun seketika menoleh pada perawat yang membawa putra kecilnya itu "Sungguh??, Len kita punya putra" ucap Sean tersenyum senang, dan diapun langsung mendekati sang bayi lalu mengadzani telinga kanan sang bayi mungil itu dan melantunkan ikamah di telinga kirinya


Lena juga tersenyum menatapi Sean dan putranya yang baru saja lahir itu, ada perasaan haru yang menjalar di hati Lena kala melihat janin yang di kandungnya selama sembilan bulan itu sudah lahir ke dunia, dia merasa rasa sakitnya itu terbayar lunas saat melihat wajah mungil Bayi nya itu


Perawat yang membawa bayi itu pun segera mendekat pada Lena dan meletakan sang bayi di dada Lena untuk Inisiasi menyusui dini


Lena pun langsung merangkul putra kecilnya itu, "Hallo sayang,, ibu sangat senang sekali bisa melihat mu hadir di dunia ini" ucap Lena


Sean juga tersenyum sambil memegang lembut bokong sang bayi,

__ADS_1


Bayi mungil itu pun bergerak gerak di dada Lena seperti mencari sesuatu untuk di hisapnya


"Len, sepertinya bayimu ingin Asi" ucap Sean


"Nanti lagi, ini hanya Inisiasi menyusui dini saja, juga air susunya kan belum ada" ucap Lena


"Oh," ucap Sean yang tidak terlalu mengerti


Tidak lama Kartina dan yang lainnya pun masuk untuk melihat bayi Lena "Ya Ampun, cucuku" ucap Kartina dengan mata berkaca-kaca "Bayinya Laki laki atau perempuan Arman??" tanya Kartina


"Laki laki bu" ucap Sean


"Yeeee, Naila punya adik laki-laki seperti Anju" ucap Nayra girang "Namanya siapa pah?" Tanya Nayra yang langsung menghampiri Sean


Sean pun langsung menggendong putrinya "Dia belum punya nama sayang, papah pikirkan dulu" ucap Sean


"Syukurlah, akhirnya lahir juga penerus keluarga kita, tapi Kamu masa tidak mempersiapkan nama untuk calon penerus keluarga kita ini" ucap Kartina


"Iya, aku tidak tau harus menyiapkan nama untuk laki laki atau perempuan, mamah kan tau sendiri, Lena tidak mau di USG yang kedua jadi tidak jelas" ucap Sean


"Ya Sudah kita beri nama dia nanti saja,,, yang terpenting kalian berdua selamat dan tanpa ada kekurangan sesuatu apapun" ucap Kartina


"Iya bu, Alhamdulillah" ucap Sean


Kartina pun mencoba menggendong bayi itu dengan bantuan sang perawat, Dia nampak terharu melihat cucu kecilnya itu


Rania dan Tiara juga terlihat cukup senang melihat putra Lena yang kini tertidur di pangkuan Kartina itu, dan setelah merasa puas, Kartina pun menyerahkan kembali cucu kecilnya itu pada perawat untuk di bawa keruangan bayi,


.


.



Beberapa hari kemudian, Lena pun sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, karena kondisinya sudah cukup stabil, Lena dan bayinya pun kini pulang kembali ke Mansion


Begitu Lena turun dari mobil, Lantunan sholawat dari anak anak yatim pun langsung bergema menyambut kedatangan Bayi Lena


Lena pun memperhatikan anak anak yang berbaris di sisi kiri dan kanan pintu masuk Mansion, Lantunan mereka yang bersamaan terdengar sangat merdu di Telinga Lena


"Ya Ampun, ini pasti ibu yang mempersiapkannya" ucap Lena yang sedikit tidak menyangka kalau kepulangan bayinya akan di sambut seperti itu


"Siapa lagi kalau bukan ibu kan" ucap Sean yang langsung memapah Lena untuk berjalan


"Ibu memang selalu punya banyak kejutan" ucap Lena


"Ya Begitulah" ucap Sean


Mereka pun segera melangkah ke teras Mansion, Kartina, Arfandi, Nayra, dan keluarga Angkat Sean dari desa juga ternyata hadir di sana,, dan mereka sudah berdiri di sana untuk menyambut Lena dan bayinya,


Sementara Rania dan Tiara mengikuti Sean dan Lena dari belakang, krena mereka juga baru pulang dari rumah sakit


"Selamat datang ke rumah cucuku" sambut Kartina yang langsung mengambil Alih Bayi Lena dari suster pribadi nya, dan mencium bayi Lena yang masih terlelap tidur itu


Keluarga angkat Sean juga langsung mengerumuni bayi Lena itu


"Lucu sekali ya bu" ucap Aca adik angkat Sean yang paling besar,


"Iya, mirip sekali dengan ibunya" ucap Ibu Ika


Sean pun memberi salam pada ibu angkatnya itu "Bu, kapan ibu datang??" tanya Sean


"Ibu barusan baru datang, tadinya mau langsung ke rumah sakit, tapi ibumu bilang kalau kalian akan segera pulang


Lena pun segera memberi salam pada Bu Ika dan pak Kadi "Bu"


Itupun di ikuti Rania dan Tiara, "Bu" " bu" sapa mereka


"Ini siapa Satu Lagi Arman??" tanya Bu Ika yang tidak mengenali Tiara


"Dia istriku juga bu" ucap Sean sambil nyengir

__ADS_1


"Ya ampun Sean, kenapa tidak beritahu ibu kalau kamu nikah lagi, kamu ini, anak lain kalau lama tidak ketemu orang tua itu paling hanya nambah anak, ini malah nambah istri juga" ucap Bu Ika


"Iya maaf bu" ucap Sean


"Ih kak Sean kok gitu sih ih, Aca gak nyangka kak Sean suka ke banyak wanita" ucap Aca sedikit bergidik


"Iya" ucap Sean hanya nyengir lagi dan lagi


"O yah Arman, apa kamu sudah dapat nama yang cocok untuk putramu" tanya Kartina


"Entahlah, tanyakan saja ke ibunya" ucap Sean


"Aku juga tidak mempersiapkan nya, aku hanya mempersiapkan nama untuk perempuan saja" ucap Lena


"Kalian ini, baiklah biar ibu pilih kan saja untuk kalian, gimana kalau Adlan, anggap saja panjangan dari Arman dan Lena", ucap Kartina,


"Adlan?, bagus juga bu" ucap Lena


"Ya tidak jelek sih, tapi singkatan seperti itu apa tidak sedikit lebay?" tanya Sean asal


"Kalau kamu tidak suka, kamu cari nama sendiri saja, ya baby Adlan ya" ucap Kartina sambil mencium lagi cucu kecilnya


"Ya Sudah, Adlan Arfandi saja" ucap Sean


"Tidak,,, kurasa nama kakeknya tidak akan menunjukkan siapa dia, karena dia calon penerus perusahaan ibumu nanti, jadi aku rasa lebih cocok dia memakai nama ibumu" ucap Arfandi


"Tidak, meskipun dia penerus perusahaan ku kelak, dia harus tetap memakai nama Kakeknya, biar dia jadi kebanggan dari keluarga Arfandi nanti" ucap Kartina


"Tidak ada yang mau mengalah ya?, Ya Sudah, Nama kalian akan ada di nama putraku, supaya adil,, Adlan Deandra Arfandi, apa kalian tidak keberatan?" ucap Sean


"Aku setuju, itu nama yang bagus" ucap Lena


"Baiklah, mamah juga setuju saja" ucap Kartina tersenyum


"Hallo baby Adlan" sapa Rania


"Mamah mamah, Nayra mau melihat dede Adlan" ucap Nayra mengangakat tanganya karena ingin di gendong Rania


"Ya baiklah, sini" ucap Rania langsung menggendong Nayra


"Yeee, Nay punya adik laki-laki seperti Anju, Hallo Dede bayi" ucap Nay yang terlihat gemas melihat adik bayinya itu


Sementara Tiara terlihat sedikit murung, dan kebetulan Sean meliriknya


"Ra, kamu kenapa?, apa kamu tidak ikut senang??" tanya Sean


"Aku senang, tapi rasanya akan lebih senang lagi jika aku mempunyai bayi juga" ucap Tiara


"Ra,, kamu juga pasti akan punya bayi nanti, hanya saja sekarang mungkin belum waktunya, kita berjuang lagi ya" ucap Sean


""Hhhuuuuuuu"" sahut Rania dan Lena hampir bersamaan


"Di sini banyak orang, kalau kamu mau ngobrol berjuang berjuang nanti saja di tempat pribadi, bisa kan?" ucap Lena pada Sean sambil tersenyum


"Oh, salah ya" ucap Sean menggaruk belakang kepalanya


Tiara dan semuanya pun ikut tersenyum mendengar perkataan Lena itu


Mereka semua pun Akhirnya masuk ke Mansion di ikuti puluhan anak anak yatim untuk melanjutkan prosesi syukuran untuk baby Adlan


Suasana di Mansion Kartina pun kini jadi lebih hangat dengan hadirnya Anggota keluarga baru di tengah tengah mereka, Dan suara tangisan bayi yang sangat di rindukan Kartina pun kini mulai terdengar di dalam mansion megahnya itu,


Dan tampak lah raut kebahagiaan dari masing masing anggota Keluarga Sean kala mendengar tangisan dari Baby Adlan sang jagoan pertama dari Arman dan Lena itu


...~°~...


...(End)...


("Kutipan Author")


...😊Terima kasih untuk para Reader yang sudah mengikuti cerita di Novel ini sampai selesai, Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dan ceritanya tidak terlalu panjang seperti novel pada umumnya, Author nya masih belajar soal nya, jadi masih sedikit kebingungan untuk nentuin plot untuk memperpanjang ceritanya, dan juga Authornya masih belum mahir untuk memberi sentuhan emosi yang beragam di ceritanya...

__ADS_1


*Kalau ada plot yang kalian suka di cerita sebelumnya, boleh kasih masukan, mungkin akan direalisasikan di extra part nanti, itu juga kalau pemikiranya Author nya Sampai😅, sekali lagi terima kasih untuk para Reader yang selalu setia menyimak cerita ini dari Season pertama, hingga samapai Season yang ke Dua Ini,


...😊Sampai jumpa lagi...


__ADS_2